>>> SINGAPOREPOOLS <<<
ANGKA MAIN : 5 0 6 9
Top 2D : 05 10 26 39 45
Cadangan 2D : 55 60 76 89 95
TOP SHIO : Babi Anjing Monyet
COLOK BEBAS : 0 5 6
AS : 0 2 3
KOP : 5 6 8
KEPALA : Besar / Ganjil
EKOR : Besar / Ganjil
Dalam kali ini saya akan bercerita mengenai nimatnya
diperkosa oleh teman suamiku yang ganteng dan gagah. Aku berasal dari kota S.
Pendidikanku cukup baik, aku selalu berhasil dengan baik dalam tiap pelajaran,
bahkan aku dapat lulus dari perguruan tinggi dengan IP yang sangat baik. Tetapi
itu semua tidak menjamin kebahagiaan, aku dididik dengan pendidikan yang kolot,
serius, sehingga aku cenderung menjadi orang yang kuper dan pendiam. Namun itu
tidak menyulitkanku dalam hal perjodohan, karena banyak orang mengatakan bahwa
aku cantik, dan memiliki mata yang bundar, aku tidak terlalu memahami apa yang
mereka katakan, namun kebanyakan pria yang mendekatiku mengatakan hal serupa.
Karena itulah dalam usia yang relatif muda, 21 tahun aku
berhasil menemukan jodoh yang baik, dia cukup kaya dan orangnya pengertian walaupun
usianya jauh lebih tua dari aku, 31 tahun, maklum karena aku selama ini
dibesarkan dengan didikan orang tua yang otoriter sehingga suamiku juga cukup
selektif karena Mama hanya memperbolehkan orang yang qualified menurutnya untuk
apel ke rumahku, bila pria yang apel ke rumahku berkesan norak dan hanya
membawa kendaraan roda dua, jangan harap Mama akan mengijinkannya untuk apel
lagi.
Selama beberapa tahun, hubungan kami baik-baik saja, kami
dikaruniai dua orang anak, dan kami sangat berkecukupan di bidang materi. Namun
kadang-kadang tidak semuanya berjalan lancar, ternyata suamiku tidak bisa lagi
memberi nafkah batin kepadaku, ternyata dia mengalami problem impotensi, karena
overworking. Tetapi saya tetap mencintainya karena dia jauh dari perselingkuhan
dan dia sangat perhatian kepadaku.
Walaupun dia sudah tidak dapat lagi memberiku kepuasan,
namun saya tetap menahan diri dan mencoba untuk tidak berselingkuh. Semuanya
berjalan dengan baik sampai akhirnya datang Roni. Dia adalah rekan bisnis
suamiku sejak lama, namun aku baru sekian lama dapat berjumpa dengannya, dia
seusia suamiku, menurutnya dia dan suamiku berpartner sejak mulai bekerja, kami
kemudian menjadi dekat karena dia orangnya humoris.
Dasar laki-laki tampaknya dia cukup tanggap dengan keadaan
suamiku yang tidak mampu lagi memuaskan diriku sehingga akhirnya dia akan
membawaku ke jurang kehancuran, aku dapat merasakan matanya yang jalang bila
melihatku, terus terang saja aku merasa risih namun ada sensasi birahi dalam
diriku bila dipandang seperti itu, aku tidak tahu mengapa, mungkin karena aku
tidak pernah mendapat perlakuan seperti itu, walaupun ketika masih mojang aku
mempunyai banyak kenalan pria.
Suatu saat dia menelepon dari hotelnya, dia menyuruhku
menjemput suamiku yang katanya minum-minum sampai mabuk, aku ingat waktu itu
masih pagi betul, memang suamiku kadang lembur sampai malam sekali, sehingga
aku tidak tahu kapan dia pulang. Betapa bodohnya aku, aku menyadari suamiku
tidak pernah minum alkohol, entah mengapa ajakan Roni seperti hipnotis sehingga
aku tidak curiga sama sekali.
Akhirnya aku sampai di hotel GS tempat Roni menginap, aku
memasuki kamarnya dan dengan muka tak berdosa dia memaksaku untuk masuk, tanpa
curiga aku cepat-cepat masuk dan mencari suamiku, namun ketika aku sadar dia
tidak ada tiba-tiba mulutku dibekap dari belakang, napasku sesak sampai aku
pingsan, entah apa yang terjadi selanjutnya, aku merasa ada kegelian di dadaku,
seseorang mengelus-elus dan meremas-remas bagian dadaku. Pelan-pelan aku
terbangun, kulihat Roni sedang memainkan payudaraku. Oh, betapa terkejutnya
aku, apalagi mendapati diriku terebah di tempat tidur dengan hanya baju atasan
yang sudah terbuka dan BH-ku yang sudah dibuka paksa. Aku menyuruhnya
melepaskanku kudorong dorong badannya tetapi dia tak bergeming.
Dia memegangi kedua tanganku dan menekuk kedua lenganku dan
menaruhnya di samping kepalaku, sehingga aku praktis tidak bisa apa-apa,
genggamannya terlalu kuat, dia tertawa kecil dan menciumi kedua puting
payudaraku, aku menolak tapi entah kenapa aku merasa risih birahi. Kemudian dia
memasukkan penisnya ke bagian kemaluanku, aku meringis-ringis dan berteriak,
rasanya sakit sekali.
Tetapi aku sepertinya justru menginginkannya, di tengah
pergumulan itu aku menyadari bahwa penis suamiku sebenarnya terlalu kecil, aku
pelan-pelan merasakan kenikmatan, dasar lelaki tampaknya Roni sangat pintar
mengambil kesimpulan, aku pasrah pada kemauannya, ketika dia membalikkan
badanku sampai seperti merangkak, dia sangat agresif, tetapi aku dapat
mengimbanginya karena sudah lama aku tidak merasakan ini. Dia kembali
menusukkan penisnya di kemaluanku dan meremas-remas payudaraku. Ahh, memang aku
merasakan kenikmatan yang luar biasa yang bahkan suamiku sendiri tidak pernah
memberikannya. Kemudian merasa tidak puas dengan baju bagian atasku yang masih
menempel, dia melepaskannya, sambil kemudian membuat posisiku seperti duduk
dipangku olehnya.
Seperti kesetanan aku secara otomatis mengikuti irama
kemauannya, ketika kedua tangannya memegang perutku dan menggerakkannya naik
turun aku secara otomatis mempercepat dan memperlambat gerakanku secara
teratur, dia tersenyum penuh kemenangan, merasa dia telah membuat ramalan yang
jitu. Kurasakan dia kembali meremas-remas dadaku ketika dia merasa aku dapat
mengambil inisiatif. Sungguh seperti binatang saja aku, melakukan hal semacam
itu di pagi hari, di mana seharusnya aku ada di rumah mempersiapkan sarapan dan
mengurus anak-anakku. Sempat kurasakan tiada selembar benangpun menempel di
tubuhku kecuali celana jinsku di sebelah kanan yang belum terlepas seluruhnya,
tampaknya Roni tidak sempat melepasnya karena terlalu terburu nafsu.
Akhirnya dia menyuruhku mengambil posisi telentang lagi dan
dia mengangkat dua kakiku direntangkannya kedua kakiku ke arah wajahnya dan dia
mulai memainkan penisnya lagi, dan kurasa dia sangat menaruh hati kepada
payudaraku, karena kemudian dia mengomentari payudaraku, menurutnya keduanya
indah bagaikan mangkuk. Hmm, aku sungguh menikmatinya karena suamiku sendiri
tidak pernah memberi perlakuan spesial pada kedua payudaraku ini, paling dia
hanya meremas-remasnya. Tetapi apa yang dilakukan Roni benar-benar sungguh
mengejutkan dan memuaskan diriku, dia menghisap putingku dan memainkannya
seperti dot bayi. Hanya sebentar rasanya aku mengalami orgasme, aku merasa
lelah sekali dan kehabisan nafas sampai akhirnya dia juga sampai ke situ.
Setelah itu aku merasa sangat marah dan menyesal kudorong
Roni yang masih mencoba mencumbuku, kumaki dia habis-habisan. Tampaknya dia
juga menyesal, dia tidak dapat berkata apa-apa. Roni kemudian hanya duduk saja
sementara aku sambil menangis memakai kembali seluruh pakaianku. Aku mencoba
menenangkan diri, sampai kemudian Roni mengancamku untuk tidak mengatakan hal
ini kepada suamiku, dia kembali menekankan bahwa bisnis suamiku ada di tangannya
karena dia adalah pembeli mayoritas sarang burung walet suamiku. Aku
membenarkannya karena suamiku pernah berkata bahwa Roni adalah koneksinya yang
paling penting. Aku bingung olehnya, baru-baru ini ketika dia pulang ke kotaku,
dia kembali memaksaku melakukan lagi hal serupa, bahkan dia pernah berkata
bahwa suamiku sudah menyerahkan diriku padanya karena dia merasa tidak mampu
lagi memuaskan diriku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar