>>>SINGAPOREPOOLS<<<
ANGKA MAIN : 4 3 0 8
TOP 2D : 04 13 20 38 44
CADANGAN 2D : 54 63 70 88 94
TOP SHIO : Kerbau Kelinci Tikus
COLOK BEBAS : 0 3 4
AS : 3 4 5
KOP : 6 7 9
KEPALA : Kecil / Ganjil
EKOR : Besar / Genap
ku Sintia, sehabis lulus smu aku
dinikahkan ortu ke temen ortu, dah agak berumur si, tapi suamiku itu tampan,
tajir kerna meiliki beberapa perusahaan yang berhasil dalam bisnisnya, dan juga
sangat workaholik. Aku sangat menikmati kehidupan suami istri ketika berbulan
madu. Suamiku menggarap aku setiap saat dia bernapsu, tetapi begitu kembali ke
dunia nyata, diapun kembali ke kebiasaannya yaitu workaholik, dia sangat sibuk
ngurusi semua perusahaan. Aku secara materi berkecukupan, tapi secara batin
sangat kesepian. Apalagi aku menikah masi umur belasan dan ini tahun
pernikahanku yang kedua.
Aku memang nurut aja apa kata
ortu sehingga ketika dijodohkan ya iya aja. Kebetulan aku sejak kecil suka ikut
masak ma ibuku sehingga kebiasaan itu terbawa sampe sekarang walaupun aku masak
hanya untuk diriku sendiri kerna suami gak pernah makan dirumah. Pulang selalu
dah larut malem sehingga dah cape dianya dan gak ada niat menyentuh aku. Kalo
weekend dan dia ada dirumah, kami selalu makan diluar. Itupun jarang kami
bermesraan kerna abis makan malem biasanya dia tenggelem ma kerjaannya sampe
aku tertidur duluan dan dia nyusul karna dah ngantuk berat.
Aku suka makanan segar sehingga
bahannya juga kudu segar, kalo beli di supermarket itu sudah tidak segar kerna
dah lama dipetiknya, makanya aku nunggu tukang sayur aja kalo mau masak. Aku si
gak punya langganan tukang sayur yang tetep, tapi suatu pagi kuliat ada tukang
sayur yang gi berdiri depan rumahku, dia menghadap ke rumahku, rupanya dia lagi
kencing. Aku kaget banget liat kon tolnya, item besar panjang padahal lagi gak
ngaceng. Palagi kalo gi ngaceng tu, kaya apa gedenya. membayangkan itu memekku
jadi basah.
Kerna gak mo mempermalukan si
tukang sayur, ku nunggu dia slesai pipis baru kluar rumah. Tu bapak tampangnya
kaya orang timteng, pantes kon tolnya gede panjang gitu, tapi logat ngomongnya
sunda pisan. Ku panggil ja mamang. “Mang orang sunda ya, atau orang arab”.
“Bapak saya arab tapi ibu sunda pisan neng, kenapa nanya gitu”. “Gak apa, iseng
ja nanya mang”. Aku beli beberapa sayuran dan dia nawarain nanas jualannya.
Kubilang aku males ngupasnya, trus dia jawab nti dia kupasin, cuma sehabis dia
dagang nti dia balik lagi.
Wah kesempatan ni, pikirku. Kali2
bisa nikmati kon tol jumbonya, aku jadi ngeres kerna masih terbayang terus kon
tolnya yang besar panjang dalam keadaan lemes gitu. “Ya boleh deh mang,
nanasnya aku ambil semua, tapi bener ya nanti mamang balik lagi buat ngupasin
nanasnya”.
Transaksi selesai dan dia pergi
sementara aku masuk dan mulai mengolah sayur yang kubeli ditambah beberapa
bahan laen dari lemari es, sehingga tersajilah beberapa lauk untuk aku makan
siang dan makan malem, nasi masi ada sisa kemaren sehingga cukup diangetin aja.
Makan siang selesai, dia blon
dateng juga, aku ngantuk dan tertidur, sampe aku bangun rasanya gak ngedenger
ada orang ngetok pintu pager. Aku mandi, ketika ditengah acara cuci rambut
terdengar ada bel berbunyi, wah nanggung ni, cuci rambut lon beres dia dah
datang.
Ya dah ku balut tubuhku pake jas
kamar dan membungkus rambutku dengan anduk, Aku gak pake apa2 dibawah jas
kamar, ikat pinggang ku ikatkan asal aja sehingga bagian dada tersingkap kalau
ku bergerak. Aku keluar membukakan pintu pagar dan segera kembali masuk rumah.
Kuminta dia ngunci pintu pager dan kupersilah kan dia masuk langsung ke dapur
tempat aku meletakkan nanas2 yang tadi kubeli.
Ku liat dia rapi gak acak2an kaya
waktu dagang tadi, rambutnya juga rapi disisirnya, kayanya dia dah mandi dulu
seblon ke tempatku. Biat tukang sayur dia cukup kerenlah sebagai lelaki.
Matanya membelalak meliat aku yang cuma terbungkus jas kamar yang mini banget.
Dadaku tersingkap cukup lebar kerna ikatan dipinggang longgar aja, sehingga
belahan toketku nampak. Biar aja deh dia napsu ma aku, kali ja dia mau garap
aku setelah beres kupas nanasnya. aku balik ke kemar mandi untuk menuntaskan acara
keramasku. Aku jadi horny sendiri, sambil mandi aku menggosok2 toketku sampe
pentilku mengeras. aku ngilik itilku sendiri sampe aku nyampe.
Aku kaget karena cukup lama aku
berswalayan, sampe lupa si tukang sayur gi motongin nanas. Segera aku memakai
daster tanpa daleman sama sekali dan keluar. “Sori ya mang, lama ya, sekalian
nyuci sih”, kataku. “Nyuci apaan neng, kan ada mesin cuci”. “nyuci yang gak
bisa pake mesin cuci. Dah beres ya mang ngupasnya”, kataku. “Udah neng, tinggal
dipotong kecil2 aja kalo mo dimakan.
Mo sekalian dipotong2”. “Gak usah
deh mang, biar nanti ku potong sendiri kalo mo dimakan”. “Prempuan kan gak bole
makan nanas banyak2 neng”. “Mangnya kenapa mang”. “Bisa becek”, jawabnya sambil
nyengir. “becek apanya mang”, tanyaku pura2 gak ngerti. “Itunya neng, jadi gak
seret lagi kan kalo becek”. “apanya yang becek dan seret si”, aku masi terus
bersandiwara. Dia mandangi dadaku terus, emang si dasternya tipis jadi pentilku
membayang jelas di dasterku. aku hanya mengenakan daster mini, sehingga paha
mulusku menjadi tersingkap, matanya bergantian menelusuri dada dan pahaku. “Ih
mamang matanya jelalatan gitu”. “Bisnya neng ngasi liat gitu si”. Wah dah konak
ni, itu yang kutunggu2, ku jadi nunggu aja ni apa tindakan dia lebi lanjut.
Aku memasukkan nanas yang sudah
dikupas ke lemari es, kemudian menarik tangannya untuk duduk di sofa. Ketika
duduk dasterku naik keatas. Aku membiarkan ketika tangannya diletakkan perlahan
didengkulku. Dia mulai mengelus2 pahaku. Makin lama elusannya makin keatas,
dasterku disingkapnya sehingga pahaku terkespose semuanya.
Elusannya mengarah ke
selangkanganku, aku mengangkangkan pahaku secara otomatis. Ketika jarinya mulai
mengelus memek dari luar cdku, aku melenguh nikmat, “maaang”. “Napa neng”,
katanya sambil mencium pipiku. “Geli mang”. Elusannya menjadi gerakan
mencongkel, memekku basah dengan sendirinya dan nyerep ke cdku. itilku menjadi
sasaran berikutnya. “Neng dah basah gini, kamu dah napsu ya”, kembali dia
mencium pipiku. “Mamang nakal sih tangannya”, jawabku manja. Akhirnya dia
menghadapkan tubuhnya ke arahku. kurasakan bibirnya sudah menyentuh leherku,
terus menyusur ke pipiku.
Tubuhnya bergeser merapat,
bibirku dilumatnya dengan penuh napsu. Sedang kunikmati lidahnya yang
menjelajah di mulutku, kurasakan tangan besarnya membuka kancing daster ku dan
kemudian menyelusup kedalam dan meremas toketku. toketku tercakup seluruhnya
dalam tangannya. aku rasanya sudah tidak kuat menahan gejolak napsuku, padahal
baru awal pemanasan. Bibirnya mulai meneruskan jelajahannya, sambil melepaskan
dasterku, leherku dikecup, dijilat kadang digigitnya.
Aku mengangkat tanganku keatas
untuk mempermudah dia melepaskan dasterku. Sambil tangannya terus meremas-remas
toketku. Bibirnya terus menelusur di permukaan kulitku. Dan mulai pentil kiriku
tersentuh lidahnya dan dihisap. Terus pindah ke pentil kanan.
Kadang-kadang seolah seluruh
toketku akan dihisap. Dan tangan satunya mulai turun dan memainkan puserku,
terasa geli tapi nikmat, napsuku makin berkobar karena elusan tangannya.
Kemudian tangannya turun lagi dan menjamah selangkanganku. memekku yang pasti
sudah basah sekali. Dibelainya celah memekku lagi dengan perlahan. Sesekali
jarinya kembali menyentuh itilku. Bergetar semua rasanya tubuhku, kemudian CD
ku yang sudah basah itu dilepaskannya.
Aku mengangkat pantatku agar dia
bisa melepas pembungkus tubuhku yang terakhir. Jarinya mulai sengaja memainkan
itilku. Dan akhirnya jari besar itu masuk ke dalam memekku. Oh, nikmatnya,
bibirnya terus bergantian menjilati pentil kiri dan kanan dan sesekali dihisap
dan terus menjalar ke perutku. Dan akhirnya sampailah ke memekku. Kali ini
diciumnya jembutkudan aku rasakan bibir memekku dibuka dengan dua jari.
Dan akhirnya kembali memekku
dibuat mainan oleh bibirnya, kadang bibirnya dihisap, kadang itilku, namun yang
membuat aku tak tahan adalah saat lidahnya masuk di antara kedua bibir memekku
sambil menghisap itilku. Dia benar benar mahir memainkan memekku. Hanya dalam
beberapa menit aku benar-benar tak tahan.
Dan.. Aku mengejang dan dengan
sekuatnya aku berteriak sambil mengangkat pantatku supaya merapatkan itilku
dengan mulutnya, kuremas-remas rambutnya. Dia terus mencumbu memekku, rasanya
belum puas dia memainkan memekku hingga napsuku bangkit kembali dengan cepat.
“Mamang pinter banget ngerangsang aku. Biasanya sama siapa mang maennya. Aku
sudah pengen dientot.” kataku memohon sambil kubuka pahaku lebih lebar.
Dia tidak menjawab, bangkit dan
mengangkat badanku yang sudah lemes dan dibawanya ke kamarku. Aku dibaringkan
di ranjang dan dia mulai membuka bajunya, kemudian celananya. Aku terkejut
melihat kon tolnya yang besar dan panjang nongol dari bagian atas CDnya.
Kemudian dia juga melepas CD nya.
Sementara itu aku dengan berdebar
terbaring menunggu dengan semakin berharap. kon tolnya yang besar dan panjang
dan sudah maksimal ngacengnya, tegak hampir menempel ke perut. Aku merinding
apakah muat kon tol segitu besarnya di memekku. Dan saat dia pelan-pelan
menindihku, aku membuka pahaku makin lebar, rasanya tidak sabar memekku
menunggu masuknya kon tol extra gede itu. Aku pejamkan mata.
Dia mulai mendekapku sambil terus
mencium bibirku, kurasakan bibir memekku mulai tersentuh ujung kon tolnya.
Sebentar diusap-usapkan dan pelan sekali mulai kurasakan bibir memekku terdesak
menyamping. Terdesak kepala kon tolnya yang besar itu. Ohh, benar benar
kurasakan penuh dan sesak liang memekku dimasuki kon tolnya. Aku menahan nafas.
Dan nikmat luar biasa. Mili per mili. Pelan sekali terus masuk kon tolnya. Aku
mendesah tertahan karena rasa yang luar biasa nikmatnya. Terus.. Terus..
Akhirnya ujung kon tol itu menyentuh bagian dalam memekku. Terasa sangat
mengganjal sekali rasanya, besar, keras dan panjang. Dia terus menciumi bibir
dan leherku.
Dan tangannya tak henti-henti
meremas-remas toketku. Tapi konsentrasi kenikmatanku tetap pada kon tol besar
yang mulai dienjotkan halus dan pelan. Aku benar benar cepat terbawa ke puncak
nikmat yang belum pernah kualami. Nafasku cepat sekali memburu, terengah-engah.
Aku benar benar merasakan nikmat luar biasa merasakan gerakan kon tol besar
itu. Maka hanya dalam waktu yang singkat aku makin tak tahan. Dan dia tahu
bahwa aku semakin hanyut. Maka makin gencar dia melumat bibirku, leherku dan
remasan tangannya di toketku makin kuat.
Dengan tusukan kon tolnya yang
agak kuat dan dipepetnya itilku dengan menggoyang goyangnya, aku menggelepar,
tubuhku mengejang, tanganku mencengkeram kuat-kuat sekenanya. memekku menegang,
berdenyut dan mencengkeram kuat-kuat, benar-benar puncak kenikmatan yang luar
biasa. Aku tak ingat apa-apa lagi kecuali kenikmatan dan kenikmatan. “Maang,
aku nyampe maang”, Aku sendiri terkejut atas teriakkan kuatku. Setelah selesai,
pelan pelan tubuhku lunglai, lemas.
Setelah dua kali aku nyampe dalam
waktu relatif singkat, namun terasa nyaman sekali, Dia membelai rambutku yang
basah keringat. Kubuka mataku, Dia tersenyum dan menciumku penuh napsu, tak
henti hentinya toketku diremas-remas pelan. Tiba tiba, serangan cepat bibirnya
melumat bibirku kuat dan diteruskan ke leher serta tangannya meremas-remas
toketku lebih kuat.
Napsuku naik lagi dengan cepat,
saat kembali dia mengenjotkan kon tolnya semakin cepat. Uhh, sekali lagi aku
nyampe, yang hanya selang beberapa menit, dan kembali aku berteriak lebih keras
lagi. Dia terus mengenjotkan kon tolnya dan kali ini dia ikut menggelepar,
wajahnya menengadah. Satu tangannya mencengkeram lenganku dan satunya menekan
toketku. Aku makin meronta-ronta tak karuan. Puncak kenikmatan diikuti semburan
peju yang kuat di dalam memekku, menyembur berulang kali.
Oh, terasa banyak sekali peju kental
dan hangat menyembur dan memenuhi memekku, hangat sekali dan terasa sekali peju
yang keluar seolah menyembur seperti air yang memancar kuat. Setelah selesai,
dia memiringkan tubuhnya dan tangannya tetap meremas lembut toketku sambil
mencium wajahku. “Neng luar biasa, memeknya peret dan nikmat sekali. Gak apa
kan aku ngecret didalem”, pujinya sambil membelai dadaku. “Gak apa kok mang,
lebih nikmat lagi kesemprot peju anget. Mamang juga hebat. Bisa membuat aku
nyampe beberapa kali, dan baru kali ini akubisa nyampe dan merasakan kon tol
raksasa. Hihi..” “Jadi neng suka dengan kon tolku?” godanya sambil menggerakkan
kon tolnya dan membelai belai wajahku. “Ya mang, kon tol mamang nikmat, besar ,
panjang dan keras banget” jawabku jujur. Dia memang sangat pandai memperlakukan
wanita. Dia tidak langsung mencabut kontolnya, tapi malah mengajak mengobrol
sembari kon tolnya makin mengecil.
Dan tak henti-hentinya dia
menciumku, membelai rambutku dan paling suka membelai toketku. Aku merasakan
pejunya yang bercampur dengan cairan memekku mengalir keluar. Setelah cukup
mengobrol dan saling membelai, pelan-pelan kon tol yang telah menghantarkan aku
ke awang awang itu dicabut sambil dia menciumku. Tak lama kemudian tertidurlah
aku dalam pelukannya, merasa nyaman dan benar-benar aku terpuaskan dan
merasakan apa yang selama ini hanya kubayangkan saja.
Aku bangun masih dalam
pelukannya. Katanya aku tidur nyenyak sekali, sambil membelai rambutku. Hari
dah menjelang sore. Kurang lebih setengah jam kami berbaring berdampingan. Ia
lalu mengajakku mandi. Dibimbingnya aku ke kamar mandi, saat berjalan rasanya
masih ada yang mengganjal memekku dan ternyata masih ada peju yang mengalir di
pahaku, mungkin saking banyaknya dia mengecretkan pejunya di dalam memekku.
Dalam bathtub yang berisi air hangat, aku duduk di atas pahanya. Dia
mengusap-usap menyabuni punggungku, dan akupun menyabuni punggungnya. Dia
memelukku sangat erat hingga dadanya menekan toketku.
Sesekali aku menggeliatkan
badanku sehingga pentilku bergesekan dengan dadanya yang berbulu dan dipenuhi
busa sabun. Pentilku semakin mengeras. Pangkal pahaku yang terendam air hangat
tersenggol2 kontolnya. Hal itu menyebabkan napsuku mulai berkobar kembali. Aku
di tariknya sehingga menempel lebih erat ke tubuhnya. Dia menyabuni punggungku.
Sambil mengusap-usapkan busa sabun, tangannya terus menyusur hingga tenggelam
ke dalam air. Dia mengusap-usap pantatku dan diremasnya. kon tolnya pun mulai
ngaceng ketika menyentuh memekku. Terasa bibir luar memekku bergesekan dengan
kon tolnya. Dengan usapan lembut, tapak tangannya terus menyusuri pantatku. Dia
mengusap beberapa kali hingga ujung jarinya menyentuh lipatan daging antara
lubang pantat dan memekku. “mamang nakal!” desahku sambil menggeliat mengangkat
pinggulku.
Walau tengkukku basah, aku merasa
bulu roma di tengkukku meremang akibat nikmat dan geli yang mengalir dari
memekku. Aku menggeliatkan pinggulku. Ia mengecup leherku berulang kali sambil
menyentuh bagian bawah bibir memekku. Tak lama kemudian, tangannya semakin jauh
menyusur hingga akhirnya kurasakan lipatan bibir luar memekku diusap-usap. Dia
berulang kali mengecup leherku. Sesekali lidahnya menjilat, sesekali menggigit
dengan gemas. ”Aarrgghh.. Sstt.Sstt..” rintihku berulang kali. Lalu aku bangkit
dari pangkuannya. Aku tak ingin nyampe hanya karena jari yang terasa kesat di
memekku.
Tapi ketika berdiri, kedua
lututku terasa goyah. Dengan cepat dia pun bangkit berdiri dan segera
membalikkan tubuhku. Dia tak ingin aku terjatuh. Dia menyangga punggungku dengan
dadanya. Lalu diusapkannya kembali cairan sabun ke perutku. Dia menggerakkan
tangannya keatas, meremas dengan lembut kedua toketku dan pentil ku dijepit2
dengan jempol dan telunjuknya. Pentil kiri dan kanan diremas bersamaan.
Lalu dia mengusap semakin ke atas
dan berhenti di leherku. “Mang, lama amat menyabuninya” rintihku sambil
menggeliatkan pinggulku. Aku merasakan kon tolnya semakin keras dan besar. Hal
itu dapat kurasakan karena kon tolnya makin dalam terselip di pantatku. Tangan
kiriku segera meluncur ke bawah, lalu meremas biji pelernya dengan gemas. Dia
menggerakkan telapak kanannya ke arah pangkal pahaku.
Sesaat dia mengusap usap
jembutku, lalu mengusap memekku berulang kali. Jari tengahnya terselip di
antara kedua bibir luar memekku. Dia mengusap berulang kali. itilku pun menjadi
sasaran usapannya. “Aarrgghh..!” rintihku ketika merasakan kon tolnya makin
kuat menekan pantatku. Aku merasa lendir membanjiri memekku. Aku jongkok agar
memekku terendam ke dalam air. Kubersihkan celah diantara bibir memekku dengan
mengusapkan 2 jariku.
Ketika menengadah kulihat kon
tolnya telah berada persis didepanku. kon tolnya telah ngaceng berat. “Mang,
kuat banget sih, baru aja ngecret di memekku sekarang sudah ngaceng lagi”,
kataku sambil meremas kon tolnya, lalu kuarahkan ke mulutku. Kukecup ujung
kepala kon tolnya. Tubuhnya bergetar menahan nikmat ketika aku menjilati kepala
kon tolnya. Dia meraih bahuku karena tak sanggup lagi menahan napsunya.
Setelah berdiri, kaki kiriku
diangkat dan letakkan di pinggir bath tub. Aku dibuatnya menungging sambil
memegang dinding di depanku dan dia menyelipkan kepala kon tolnya ke celah di
antara bibir memekku. ”Argh, aarrgghh..,!” rintihku. Dia menarik kon tolnya
perlahan-lahan, kemudian mendorongnya kembali perlahan-lahan pula. Bibir luar
memekku ikut terdorong bersama kon tolnya. Perlahan-lahan menarik kembali kon
tolnya sambil berkata “Enak neng?”. ”Enaak banget mang”, jawabku!” Dia
mengenjotkan kon tolnya dengan cepat sambil meremas bongkah pantat ku dan
tangan satunya meremas toketku. “Aarrgghh..!” rintihku ketika kurasakan kon
tolnya kembali menghunjam memekku. Aku terpaksa berjinjit karena kon tol itu
terasa seolah membelah memekku karena besarnya. Terasa memekku sesek kemasukan
kon tol besar dan panjang itu.
Kedua tangannya dengan erat
memegang pinggulku dan dia mengenjotkan kon tolnya keluar masuk dengan cepat
dan keras. Terdengar ‘cepak-cepak’ setiap kali pangkal pahanya berbenturan
dengan pantatku. “Aarrgghh.., aarrgghh..!Mang.., aku nyampe..!” Aku lemas
ketika nyampe lagi untuk kesekian kalinya.
Rupanya dia juga tidak dapat
menahan pejunya lebih lama lagi. “Aarrgghh.., neng”, kata nya sambil
menghunjamkan kon tolnya sedalam-dalamnya. “Mang.., sstt, sstt..” kataku karena
berulangkali ketika merasa tembakan pejunya dimemekku. “Aarrgghh.., neng,
enaknya!” bisiknya ditelingaku. “Mang.., sstt.., sstt..! Nikmat sekali ya dien
tot mamamng”, jawabku karena nikmatnya nyampe. Dia masih mencengkeram pantatku
sementara kon tolnya masih nancep dimemekku. Beberapa saat kami diam di tempat
dengan kon tolnya yang masih menancap di memekku. Kemudian dia membimbingku ke
shower,menyalakan air hangat dan kami berpelukan mesra dibawah kucuran air
hangat.
Setelah selesai aku keluar
duluan, sedang dia masih menikmati shower. Selesai dengan rambut yang masih
basah dan masih bertelanjang bulat, aku keluar dari kamar mandi. Hari dah mulai
gelap. Aku menyiapkan makan malem sambil tetep bertelanjang bulat. Masakanku
tadi siang kuangetin lagi, demikian juga nasinya. Diapun keluar kamar bertelanjang
bulat juga, sepertinya dia masih mau sekali lagi. Kami nyantap makanan sambil
ngobrolin kenikmatan yang baru kami nikmati. “Mamang pengalaman sekali ngegarap
tubuhku, sampe aku klojotan berkali2, biasanya garap siapa mang?. “Iya neng,
biasanya aku suka maen ma pembantu2 aja yang pengen kugarap, baru sekali ini
maen ma yang punya rumah. jau lebi nikmat lah ma neng, neng mana cantik, putih,
mulus lagi”.
Setelah makan, aku ngajak duduk
di sofa. dia memintaku duduk di pangkuannya. Aku menurut saja. Sambil
mengobrol, aku dimanja dengan belaiannya. Diraihnya daguku, dan diciumnya
bibirku dengan hangatnya, aku mengimbangi ciumannya. Dan selanjutnya kurasakan
tangannya mulai meremas gemes toketku, kemudian tangannya menelusuri antara
dada dan pahaku. Nikmat sekali rasanya, tapi aku sadar bahwa sesuatu yang aku
duduki terasa mulai agak mengeras. Ohh, langsung aku bangkit.
Aku bersimpuh di depannya dan
ternyata kon tolnya sudah mulai ngaceng, walau masih belum begitu mengeras.
Kepala kon tolnya ku raih, ku belai dan sebelum penuh ngacengnya langsung aku
kulum kon tolnya. Tapi hanya bisa sesaat, sebab dengan cepatnya kon tolnya
makin membengkak dan dia mulai menggeliat dan berdesis menahan kenikmatan
permainan lidahku dan membuat mulutku semakin penuh. “Mamang hebat ya sudah
ngaceng lagi, kita lanjut yuk mang”, kataku yang juga sudah terangsang. Rupanya
dia makin tak tahan menerima rangsangan lidahku. Maka aku ditarik dan diajak ke
kamar.
Aku berbaring diranjang yang
masih berantakan sisa pertempuran seru tadi. Kakiku ditahannya sambil
tersenyum, diteruskan dengan membuka kakiku dan dia langsung menelungkup di
antara pahaku. “Aku suka melihat memek neng” ujarnya sambil membelai bulu
jembutku. Aku merasakan dia terus membelai jembutku dan bibir memekku.
Kadang-kadang dicubit pelan, ditarik-tarik seperti mainan. Aku suka memekku
dimainkan berlama-lama, aku terkadang melirik apa yang dilakukannya. Seterusnya
dengan dua jarinya membuka bibir memekku, aku makin terangsang dan aku
merasakan makin banyak keluar cairan dari memekku. Dia terus memainkan memekku
seolah tak puas-puas memperhatikan memekku, kadang kadang disentuh sedikit
itilku, membuat aku penasaran. Tak sadar pinggulku mulai menggeliat, menahan
rasa penasaran. Maka saat aku mengangkat pinggulku, langsung disambut dengan
bibirnya. Terasa dia menghisap lubang memekku yang sudah penuh cairan. Lidahnya
ikut menari kesana kemari menjelajah seluruh lekuk memekku, dan saat dihisapnya
it ilku dengan ujung lidahnya, cepat sekali menggelitik ujung itilku, benar
benar aku tersentak. Terkejut kenikmatan, membuat aku tak sadar
berteriak..“Aauuhh!!”. Benar benar hebat dia merangsangku, dan aku sudah tak
tahan lagi. “Ayo dong mang, aku pingin dientot lagi” ujarku.
Dia langsung menempatkan tubuhnya
makin ke atas dan mengarahkan kon tol gedenya ke arah memekku. Aku masih sempat
melirik saat dia memegang kon tolnya untuk diarahkan dan diselipkan di antara
bibir memekku. Kembali aku berdebar karena berharap. Dan saat kepala kon tolnya
telah menyentuh di antara bibir memekku, aku menahan nafas untuk menikmatinya.
Dan dilepasnya dari pegangan saat kepala kon tolnya mulai menyelinap di antara
bibir memekku dan menyelusup lubang memekku hingga aku berdebar nikmat.
Pelan-pelan ditekannya dan dia mulai mencium bibirku lembut. Kali ini aku lebih
dapat menikmatinya. Makin ke dalam.. Oh, nikmat sekali. kon tolnya semakin
masuk. Belum semuanya masuk, Dia menarik kembali seolah akan dicabut hingga tak
sadar pinggulku naik mencegahnya agar tidak lepas.
Beberapa kali dilakukannya sampai
akhirnya aku penasaran dan berteriak-teriak sendiri. Setelah dia puas
menggodaku, tiba tiba dengan hentakan agak keras, dipercepat gerakan mengenjotnya
hingga aku kewalahan. Dan dengan hentakan keras serta digoyang goyangkan,
tangan satunya meremas toketku, bibirnya dahsyat menciumi leherku. Akhirnya aku
mengelepar-gelepar. Dan sampailah aku kepuncak.
Tak tahan aku berteriak, terus
Dia menyerangku dengan dahsyatnya, rasanya tak habis-habisnya aku melewati
puncak kenikmatan. Lama sekali. Tak kuat aku meneruskannya. Aku memohon, tak
kuat menerima rangsangan lagi, benar benar terkuras tenagaku dengan orgasme
berkepanjangan. Akhirnya dia pelan-pelan mengakhiri serangan dahsyatnya. Aku
terkulai lemas sekali, keringatku bercucuran. Hampir pingsan aku menerima
kenikmatan yang berkepanjangan. Benar-benar aku tidak menyesal ngen tot dengan
dia, dia memang benar-benar hebat dan mahir dalam ngen tot, dia dapat mengolah
tubuhku menuju kenikmatan yang tiada tara.
Lamunanku lepas saat pahanya
mulai kembali menjepit kedua pahaku dan dirapatkan, tubuhnya menindihku serta
leherku kembali dicumbu. Kupeluk tubuhnya yang besar dan tangannya kembali
meremas toketku. Pelan-pelan mulai dienjotkan kon tolnya. Kali ini aku ingin
lebih menikmati seluruh rangsangan yang terjadi di seluruh bagian tubuhku.
Tangannya terus menelusuri permukaan tubuhku. Dadanya merangsang dadaku setiap
kali bergeseran mengenai pentilku. Dan kon tolnya dipompakan dengan penuh
napsu, bibirnya menjelajah leher dan bibirku. Ohh, luar biasa. Lama kelamaan
tubuhku yang semula lemas, mulai terbakar lagi. Aku berusaha menggeliat, tapi
tubuhku dipeluk cukup kuat, hanya tanganku yang mulai menggapai apa saja yang
kudapat.
Dia makin meningkatkan cumbuannya
dan memompakan kon tolnya makin cepat. Gesekan di dinding memekku makin terasa.
Dan kenikmatan makin memuncak. Maka kali ini leherku digigitnya agak kuat dan
dimasukkan seluruh batang kon tolnya serta digoyang-goyang untuk meningkatkan
rangsangan di itilku. Maka jebol lah bendungan, aku mencapai puncak kembali.
tiba tiba dia dengan cepat mengenjot lagi. Kembali aku berteriak sekuatku
menikmati ledakan orgasme yang lebih kuat, aku meronta sekenaku. Gila, batinku,
dia benar-benar membuat aku kewalahan. Kugigit pundaknya saat aku dihujani
dengan kenikmatan yang bertingkat-tingkat.
Sesaat dia menurunkan gerakannya,
tapi saat itu dibaliknya tubuhku hingga aku di atas tubuhnya. Aku terkulai di
atas tubuhnya. Dengan sisa tenagaku aku keluarkan kon tolnya dari memekku. Dan
kuraih batang kon tolnya. Tanpa pikir panjang, kon tol yang masih berlumuran
cairan memekku sendiri kukulum dan kukocok. Dan pinggulku diraihnya hingga
akhirnya aku telungkup di atasnya lagi dengan posisi terbalik. Kembali memekku
yang berlumuran cairan jadi mainannya, aku makin bersemangat mengulum dan
menghisap sebagian kon tolnya.
Dipeluknya pinggulku hingga
sekali lagi aku orgasme. Dihisapnya it ilku sambil ujung lidahnya menari cepat
sekali. Tubuhku mengejang dan kujepit kepalanya dengan kedua pahaku dan
kurapatkan pinggulku agar bibir memekku merapat ke bibirnya. Ingin aku
berteriak tapi tak bisa karena mulutku penuh, dan tanpa sadar aku menggigit
agak kuat kon tolnya dan kucengkeram kuat dengan tanganku saat aku masih
menikmati orgasme.
“Neng, aku mau ngecret di dalam
memek neng ya”, katanya sambil menelentangkan aku. “Ya, mang”, jawabku. Dia
menaiki aku dan dengan satu hentakan keras, kon tolnya yang besar sudah kembali
menyesaki memekku. Dia langsung mengenjot kon tolnya keluar masuk dengan cepat
dan keras. Dalam beberapa enjotan saja tubuhnyapun mengejang. Pantat
kuhentakkan ke atas dengan kuat sehingga kon tolnya nancap semuanya ke dalam
memekku dan akhirnya crot .. crot ..crot, pejunya muncrat dalam beberapa kali
semburan kuat.
Herannya, ngecretnya yang ketiga
masih saja pejunya keluar banyak, memang luar biasa staminanya. Dia menelungkup
diatasku sambil memelukku erat2. “Neng, nikmat sekali ngen tot sama neng, memek
neng kuat sekali cengkeramannya ke kon tolku”, bisiknya di telingaku. “Ya mang,
aku juga nikmat sekali, tentu saja cengkeraman memekku terasa kuat karena kon
tol mamang kan gede banget. Rasanya sesek deh memekku kalau mamang neken kon
tolnya masuk semua”. “Sayangnya aku kudu balikl neng, kudu nyiapin dagangan
sayur buat besok lagi. Suaminya blon pulang ya neng”. “Ah dia kalo dah kerja ya
lupa ma aku mang. Kalau ada kesempatan, aku dientot lagi ya mang”, jawabku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar