www.dewalotto.com

www.dewalotto.com
Bandar Online Terbesar Terbonafit Terpercaya dengan Permainan Terlengkap All You Can Play in Dewalotto

Minggu, 20 Mei 2018

Prediksi Togel - Minggu 20 Mei 2018


>>> SINGAPOREPOOLS <<<


ANGKA MAIN : 8 5 3 0
Top 2D : 08 15 23 30 48
Cadangan 2D : 58 65 73 80 98
TOP SHIO : Ayam Naga Kelinci
COLOK BEBAS : 0 3 5   
AS : 1 4 5 
KOP : 6 7 8  
KEPALA  : Kecil  / Ganjil
EKOR : Kecil / Ganjil



Pada akhirnya, saya menggunakan malam itu berbaring dirumah sakit. Perasaanku jemu sekali. Walau sebenarnya saya baru sebagian jam saja di situ. Namun untung saja, rekan sekamarku suka sekali mengobrol. Jadi tidak merasa, tahu-tahu jam telah tunjukkan jam sebelas malam. Di samping mata telah mengantuk, juga kami berdua ditegur oleh seseorang suster serta dinasehati agar istirahat. Saya serta rekan baruku itu tidur.

Karena sangat nyenyaknya saya tidur, saya terperanjat ketika dibangunkan oleh seseorang suster. Hilang ingatan! Suster yang satu ini cantik sekali, meskipun badannya sedikit gempal namun kencang. Saya tidak yakin bila yang di depanku itu suster. Saya segera mengucek-ngucek mataku. Ih, benar! saya tidak punya mimpi! saya pernah membaca name tag di dadanya yang sayangnya tidak demikian membusung, namanya Novia (bukanlah nama sesungguhnya).

Mas, telah pagi. Telah saatnya bangun, kata Suster Novia. Nggg dengan sedikit rasa enggan pada akhirnya saya bangun juga meskipun mata masih tetap merasa berat. Saat ini telah tiba waktunya mandi, Mas, kata Suster Novia sekali lagi. Oh ya. Suster, saya pinjam handuknya deh. Saya ingin mandi di kamar mandi. Lho, kan Mas sesaat belum juga bisa bangun dahulu dari tempat tidur sama dokter. Jadi? Jadi Mas saya yang mandiin. Dimandiin? Wah, asik juga sepertinya sich. Paling akhir saya dimandikan saat saya masih tetap kecil oleh mamaku.

Sesudah tutup gorden putih yang melingkari tempat tidurku, Suster Novia mempersiapkan dua buah baskom plastik diisi air hangat. Lalu ada sekali lagi gelas plastik diisi air hangat juga untuk gosok gigi serta satu mangkuk plastik kecil jadi tempat pembuangannya. Pertama-tama kali, suster yang cantik itu memohonku gosok gigi terlebih dulu. Oke, saat ini Mas buka kaosnya serta berbaring deh, kata Suster Novia sekali lagi sembari membantuku melepas kaos yang kupakai tanpa ada mengganggu selang infus yang dikaitkan ke pergelangan tanganku. Lantas saya berbaring ditempat tidur. Suster Novia mengadakan selembar handuk diatas pahaku.

Suster Cantik Yang Memandikanku Dengan seperti sarung tangan yang terbuat berbahan handuk, Suster Vika mulai menyabuni badanku dengan sabun yang kubawa dari tempat tinggal. Ah, merasa satu perasaan aneh menjalari badanku waktu tangannya yang lembut tengah menyabuni dadaku. Saat tangan Suster Vika mulai turun ke perutku, saya rasakan pergerakan di selangkanganku. Astaga! Nyatanya batang kemaluanku menegang! Saya telah takut saja bebrapa bila Suster Novia lihat hal semacam ini. Uh, untung saja, nampaknya dia tidak ketahuinya. Rupanya saya mulai terangsang karna sapuan tangan Suster Novia yang masih tetap menyabuni perutku. Lalu saya disuruhnya berbalik tubuh, lantas Suster Novia mulai menyabuni punggungku, buat kemaluanku makin mengeras. Pada akhirnya, siksaan (atau kesenangan) itu juga selesai telah. Suster Novia mengeringkan badanku dengan handuk sebelumnya setelah bersihkan sabun yang menyelimuti badanku itu dengan air hangat.

Nah, saat ini cobalah Mas buka celananya. Saya ingin mandiin kaki Mas. Namun, Suster saya coba menyanggahnya. Celaka, fikirku. Bila hingga celanaku di buka selalu Suster Novia lihat tegangnya batang kemaluanku, ingin ditempatkan dimana wajahku ini. Tidak apa-apa kok, Mas. Janganlah malu-malu. Saya telah umum mandiin pasien. Tidak lelaki, tidak wanita, semua.

Suster Cantik Yang Memandikanku Pada akhirnya dengan tertutupi cuma selembar handuk di selangkanganku, saya melepas celana pendek serta celana dalamku. Ini buat batang kemaluanku terlihat makin menonjol dibalik handuk itu. Kacau, saya lihat perubahan di muka Suster Novia lihat benjolan itu. Wajahku jadi memerah dibuatnya. Suster Novia nampaknya sesaat tertegun melihat kemelut batang kemaluanku yang makin lama makin kronis. Saya jadi bertambah salah tingkah, hingga Suster Novia kembali juga akan menyabuni badanku sisi bawah.

Suster Novia menelusupkan tangannya yang menggunakan sarung tangan berlumuran sabun ke balik handuk yang menutupi selangkanganku. Awal mula ia menyabuni sisi bawah perutku serta seputar kemaluanku. Mendadak tangannya dengan tidak berniat menyenggol batang kemaluanku yang segera saja jadi bertambah berdiri mengeras. Sekonyong-konyong tangan Suster Novia memegang kemaluanku cukup kencang. Kulihat senyum penuh makna di berwajah.

Saya mulai menggerinjal-gerinjal waktu Suster Novia mulai menggesek-gesekkan tangannya yang halus naik turun di sekujur batang kejantananku. Semakin lama semakin cepat. Sesaat mataku membelalak seperti kerasukan setan. Batang kemaluanku yang memanglah memiliki ukuran cukup panjang serta cukup besar diameternya masih tetap dipermainkan Suster Novia dengan tangannya.

Suster Cantik Yang Memandikanku Karena nafsu yang mulai menggerayangiku, tanganku menggapai-gapai ke arah dada Suster Novia. Seperti ketahui apa maksudku, Suster Novia mendekatkan dadanya ke tanganku. Ouh, merasa enaknya tanganku meremas-remas payudara Suster Novia yang lembut serta kenyal itu. Memanglah, payudaranya memiliki ukuran kecil, kutaksir cuma 32. Namun memanglah yang namanya payudara wanita, bagaimanapun kecilnya, tetaplah menghidupkan nafsu birahi siapapun yang menjamahnya. Disamping itu Suster Novia dengan badan yang sedikit bergetar karna remasan-remasan tanganku pada payudaranya, masih tetap asik mengocok-ngocok kemaluanku. Hingga pada akhirnya saya rasakan telah nyaris menjangkau klimaks. Air maniku, kurasakan telah nyaris tersembur keluar dari dalam kemaluanku. Namun dengan berniat, Suster Novia hentikan permainannya. Saya menarik nafas, sedikit kesal karena klimaksku sebagai terlambat. Tetapi Suster Novia jadi tersenyum manis. Ini sedikit menyingkirkan kedongkolanku itu.

Tahu-tahu, ditariknya handuk yang menutupi selangkanganku, buat batang kemaluanku yang telah tinggi menjulang itu terpampang dengan bebasnya tanpa ada tertutupi oleh selembar benang juga. Selang beberapa saat, batang kemaluanku mulai dilahap oleh Suster Novia. Mulutnya yang mungil itu seperti karet dapat mengulum nyaris semua batang kemaluanku, membuatku seolah-olah terlempar ke langit ke-7 rasakan kesenangan yang tidak ada taranya. Dengan ganasnya, mulut Suster Novia menyedoti kemaluanku, seolah-olah menginginkan menelan habis semua isi kemaluanku itu. Badanku terguncang-guncang dibuatnya. Serta suster nan rupawan itu masih tetap menyedot serta mengisap alat vitalku itu.

suster-cantik-yang-memandikanku Belum juga senang di situ, Suster Novia mulai menaik-turunkan kepalanya, buat kemaluanku nyaris keluar setengahnya dari dalam mulutnya, namun lalu masuk sekali lagi. Demikian selalu berkali-kali serta jadi bertambah cepat. Gesekan-gesekan yang berlangsung pada permukaan kemaluanku dengan dinding mulut Suster Novia membuatku nyaris menjangkau klimaks untuk ke-2 kalinya. Terlebih ditambah dengan permainan mulut Suster Novia yang makin bertambah ganasnya. Sekian kali saya mendesah-desah. Tetapi lagi, Suster Novia berhenti sekali lagi sembari tersenyum. Saya cuma keheranan, menduga-duga, apa yang juga akan dikerjakannya.

Saya terperanjat saat lihat Suster Novia kelihatannya juga akan jalan menjauhi tempat tidurku. Namun seperti tengah menggoda, ia melihat ke arahku. Ia menarik ujung rok perawatnya ke atas lantas melepas celana dalam krem yang dipakainya. Lihat ke-2 gumpalan pantatnya yg tidak demikian besar tetapi membulat mulut serta kencang, membuatku menelan air liur. Lalu ia membalikkan badannya menghadapku. Dibawah perutnya yang kencang, tanpa ada lipatan-lipatan lemak sedikitpun, meskipun badannya agak gempal, kulihat liang kemaluannya yang masih tetap sempit dikelilingi bulu-bulu halus yang cukup lebat serta terlihat beri kesegaran.

Suster Cantik Yang Memandikanku Tidak kusangka-sangka, mendadak Suster Novia naik ke atas tempat tidur serta berjongkok mengangkangi selangkanganku. Lantas tangannya kembali memegang batang kemaluanku serta menuntunnya ke arah liang kemaluannya. Sesudah terasa cocok, ia turunkan pantatnya, hingga batang kemaluanku amblas hingga pangkal kedalam liang kemaluannya. Awal mula sedikit tersendat-sendat karna demikian sempitnya liang kesenangan Suster Novia. Namun bersamaan dengan cairan bening yang makin banyak membasahi dinding lubang kemaluan itu, batang kemaluanku jadi gampang masuk semuanya ke dalamnya.

Tanganku mulai buka kancing pakaian Suster Novia. Sesudah kutanggalkan bra yang dipakainya, menyembullah keluar payudaranya yang kecil namun membulat itu dengan puting susunya yang cukup tinggi serta mengeras. Dengan sukanya, saya meremas-remas payudaranya yang kenyal. Puting susunya juga tidak ketinggal kujamah. Suster Novia menggerinjal-gerinjal sebentar-sebentar saat ibu jari serta jari telunjukku memuntir-muntir dan mencubit-cubit puting susunya yang demikian mengundang selera.

Disertai dengan pergerakan memutar, Suster Novia menaik-turunkan pantatnya yang ramping itu diatas selangkanganku. Batang kemaluanku masuk keluar dengan enaknya didalam lubang kemaluannya yang berdenyut-denyut serta jadi bertambah basah itu. Batang kemaluanku dijepit oleh dinding kemaluan Suster Novia yang selalu membiarkan batang kemaluanku dengan tempo yang makin cepat menghujam ke dalamnya. Jadi bertambah cepat jadi bertambah enaknya gesekan-gesekan yang berlangsung. Pada akhirnya untuk ke-3 kalinya saya telah menuju klimaks sebentar sekali lagi. Saya sedikit cemas bebrapa bila klimaksku itu terlambat sekali lagi.

Suster Cantik Yang Memandikanku Walau demikian kesempatan ini, nampaknya Suster Novia tidak ingin membuatku kecewa. Demikian rasakan kemaluanku mulai berdenyut-denyut kencang, secepat kilat ia melepas batang kemaluanku dari dalam lubang kemaluannya serta geser kedalam mulutnya. Klimaksku jadi bertambah cepat datangnya karna kuluman-kuluman mulut sang suster cantik yang demikian buasnya. Serta Crot crot crot sekian kali air maniku muncrat didalam mulut Suster Novia serta beberapa melelehi buah zakarku. Seperti orang kehausan, Suster Novia menelan nyaris semuanya cairan kenikmatanku, lantas menjilati bekasnya yang belepotan di sekitaran kemaluanku hingga bersih.

Mendadak gorden tersibak. Saya serta Suster Novia melihat kaget. Suster Mimi yang barusan memandikan rekan sekamarku masuk kedalam. Ia sesaat melongo lihat apa yang kami kerjakan berdua. Tetapi sebentar lalu nampaknya ia jadi maklum atas apa yang berlangsung serta jadi hampiri tempat tidurku. Dengan raut muka memohon, ia memandangi Suster Novia. Suster Vika memahami apa kemauan Suster Mimi. Ia segera meloncat turun dari atas tempat tidur serta tutup gorden kembali.

Suster Mimi yang wajahnya manis, walau tidak secantik Suster Novia, saat ini gantian menjilati semua permukaan batang kemaluanku. Lalu, batang kemaluanku yang telah mulai tegang kembali disergap mulutnya. Untuk ke-2 kalinya, batang kemaluanku yang terlihat menantang tiap-tiap wanita yang memandangnya, jadi korban lumatan. Kesempatan ini mulut Suster Mimi yang tidak kalah ganasnya dengan Suster Novia, mulai menyedot-nyedot kemaluanku. Sesaat jari telunjuknya disodokkan satu ruas kedalam lubang anusku. Sedikit sakit memanglah, namun aduhai enaknya.

Terasa senang dengan lahapannya pada kemaluanku. Suster Mimi kembali berdiri. Tangannya membukai satu-persatu kancing pakaian perawat yang dipakainya, hingga ia tinggal menggunakan bra serta celana dalamnya. Saya tidak menganggap, Suster Jihan yang bertubuh ramping itu mempunyai payudara yang jauh semakin besar dari pada punya Suster Novia, sekitaran 36 ukurannya. Payudara yang demikian montoknya itu seolah-olah ingin melompat keluar dari dalam bra-nya yang bermodel konvensional itu. Meskipun bukanlah termasuk juga payudara paling besar yang sempat kulihat, namun payudara Suster Jihan itu menurutku termasuk juga payudara yang paling indah. Mengerti saya yang selalu melotot memandangi payudaranya, Suster Jihan buka tali pengikat bra-nya. Benar, payudaranya yang besar menjuntai montok di dadanya yang putih serta mulus. Perasaan menginginkan saya nikmati payudara itu.

Namun nampaknya hasrat itu tidak terkabul. Sesudah melepas celana dalamnya, seperti yang sudah dikerjakan oleh Suster Novia, Suster Mimi, dengan telanjang bulat naik ke atas tempat tidurku lantas mengarahkan batang kemaluanku ke liang kemaluannya yang sedikit lebih lebar dari Suster Novia tetapi mempunyai bulu-bulu yg tidak demikian lebat. Pada akhirnya untuk ke-2 kalinya batang kemaluanku terbenam kedalam kemaluan wanita. Memanglah, batang kemaluanku lebih leluasa masuk liang kemaluan Suster Jihan dari pada kemaluan Suster Novia barusan. Seperti Suster Novia, Suster Jihan juga mulai menaik-turunkan pantatnya serta buat kemaluanku pernah mencemooht keluar dari dalam liang kemaluannya tetapi segera dimasukkannya sekali lagi.

Tidak tahan menganggur, mulut Suster Novia mulai merambah payudara rekanan kerjanya. Lidahnya yang menjulur-julur seperti lidah ular menjilati ke-2 puting susu Suster Jihan yang meskipun tinggi mengeras namun tidak setinggi puting susunya sendiri. Saya lihat, Suster Jihan pejamkan matanya, nikmati senggama yang terasanya membawanya terbang ke awang-awang. Ia tengah meresapi kesenangan yang datang dari dua arah. Dari bawah, dari kemaluannya yang terus-menerus masih tetap dihujam batang kemaluanku, serta dari sisi atas, dari payudaranya yang masih tetap asik dilumat mulut rekannya.

suster-cantik-yang-memandikanku Mendadak gorden tersibak sekali lagi. Tetapi ke-3 makhluk hidup yang tengah terikut nafsu birahi yang sangat membulak-bulak tidak memedulikannya. Nyatanya yang masuk yaitu rekan sekamarku dengan kondisi bugil. Karna ia terasa terangsang juga, ia kelihatannya melupakan tanda tifus yang dideritanya. Sesudah tutup gorden, ia hampiri Suster Novia dari belakang. Suster Novia sedikit terhenyak ke depan pada saat kemaluannya yang dari barusan terbuka lebar ditusuk batang kejantanan rekan sekamarku dari belakang, serta ia melepas mulutnya dari payudara Suster Jihan. Lalu dengan entengnya, sembari selalu menyetubuhi Suster Novia, rekan sekamarku itu mengangkat badan suster bahenol itu ke luar gorden serta pergi ke tempat tidurnya sendiri. Mulai sejak waktu itu saya tidak ketahui sekali lagi apa yang berlangsung pada dia dengan Suster Novia. Yang kudengar hanya desahan-desahan serta nada nafas yang terengah-engah dari dua insan berbeda type dari balik gorden, di sampingku sendiri masih tetap terbenam dalam kesenangan permainan seks-ku dengan Suster Jihan.

Batang kemaluanku masih tetap menelusuri dengan bebasnya didalam lubang kemaluan Suster Jihan yang makin cepat memutar-mutar serta menggerak-gerakan pantatnya ke atas serta ke bawah. Selang beberapa saat, kami berdua mengejang. Suster Saya ingin keluar kataku terengah-engah. Ah Keluarin didalam saja Mas jawab Suster Jihan. Pada akhirnya dengan gerinjalan keras, air maniku berpadu dengan cairan kesenangan Suster Mimi didalam lubang kemaluannya. Karena sangat lelahnya, Suster Jihan jatuh terduduk diatas selangkanganku dengan batang kemaluanku masih tetap menancap didalam lubang kemaluannya. Kami keduanya sama tertawa senang.

Sesaat dari balik gorden masih tetap terdengar nada kesenangan sepasang makhluk yang tengah sebagian asiknya memadu kasih tanpa ada memedulikan seputarnya.

Pas satu minggu lalu, saya telah dinyatakan pulih dari DBD yang kuderita serta diijinkan pulang. Ini membuatku menyesal, terasa juga akan kehilangan dua orang suster yang sudah memberi kesenangan tidak ada tandingannya kepadaku sekian kali.

Suster Cantik Yang Memandikanku. Hari ini saya tengah sendirian dirumah serta tengah asik membaca majalah Gatra yang baru saya beli di tukang majalah dekat tempat tinggal. Ting tong Bel pintu rumahku dipencet orang. Saya buka pintu. Astaga! Nyatanya yang berada di balik pintu yaitu dua orang gadis rupawan yang sampai kini saya idam-idamkan, Suster Novia serta Suster Jihan. Ke-2 makhluk cantik ini keduanya sama kenakan kaos oblong, buat lekuk-lekuk badan mereka berdua yang memanglah indah jadi bertambah molek sekali lagi dengan payudara mereka yang walau lain ukurannya, tetapi keduanya sama membulat serta kencang.

Sesaat Suster Novia dengan celana jeansnya yang ketat, buat pantatnya yang montok makin menggairahkan, di samping Suster Jihan yang kenakan rok mini sebagian sentimeter diatas lutut hingga menunjukkan pahanya yang putih serta mulus tanpa ada noda. Kedua-duanya jadi panorama enak yang sudah pasti jadi pelepas kerinduanku. Tanpa ada ingin menghabiskan waktu, kuajak mereka berdua ke kamar tidurku. Serta seperti telah kuduga, tanpa ada basa basi mereka ingin serta mengikutiku. Serta sudah pasti, beberapa pembaca semuanya tentu sudah mengetahui, apa yang juga akan berlangsung lalu dengan kami bertiga. lalu dengan kami bertiga.

Sabtu, 19 Mei 2018

Prediksi Togel Sabtu 19 Mei 2018


>>> SINGAPOREPOOLS <<<

ANGKA MAIN : 2 4 3 9
Top 2D : 02 14 23 39 42
Cadangan 2D : 52 64 73 89 92
TOP SHIO : Anjing Kerbau Babi
COLOK BEBAS : 2 3 4  
AS : 0 2 3 
KOP : 4 5 9 
KEPALA  : Kecil  / Ganjil
EKOR : Besar / Ganjil


Yang saya suka dari Bu Asmi yaitu bila mengajar ia seringkali tidak sadar bila sisi atas pakaiannya agak terbuka hingga tali BH di bagian pundaknya seringkali tampak oleh saya yang bila pelajarannya senantiasa ambil duduk dimuka dekat meja guru. BH yang dia pakai senantiasa warna hitam serta itu senantiasa jadi tontonan gratisku tiap-tiap pelajarannya.

Pagi itu sekitaran jam delapan lewat kami telah dipulangkan karna juga akan ada rapat guru. Saya agak jengkel karna pelajaran ke-2 matematika berarti saya tidak dapat ngeliat panorama indah hari ini, serta untuk menyingkirkan jemu saya juga pergi main ketempat kawanku. Saya masih tetap tidak tahu saya akan rezeki nomplok.

Cerita Bokep – Guruku Mengajarkan Ku Seks – Sekitaran jam sembilan lewat saya pergi pulang, serta ketika lewat sekolah saya lihat Bu Asmi tengah menanti angkot, saya juga mengajaknya
” mari saya antar Bu ” ajakku tanpa ada mengharapkan dia mau
” namun tempat tinggal ibu agak jauh ko ” ia coba menampik
” tidak pa-pa kok bu, tidak enak sama guru PPKN ” candaku
sesudah berfikir sebentar pada akhirnya ia ingin ” iya deh namun ibu pegangan ya soalnya ibu sempat jatuh dari motor “
” silakan Bu ” kemudian kau menjalnkan motorku dengan kecepatan tengah.

Tangan Bu Asmi yang berpegangan pada pahaku mengakibatkan reaksi pada penisku, terlebih bila mengerem pada lampu merah saya terasa ada suatu hal yang empuk menghimpit dari belakang.

Hingga dirumahnya yang agak berjauhan dengan bebrapa tempat tinggal yang beda saya diminta masuk dahulu. Serta saat telah duduk di sofa empuk Bu Asmi bicara
“ibu ganti baju dahulu ya ko “
kemudian ia masuk kamar serta tutup pintu mungkin saja karna kurang rapat hingga pintu itu terbuka sekali lagi sedikit. Tak tahu setan mana yang masuk kekepala ku hingga saya membulatkan tekad untuk mengintip kedalam. Didalam sana saya dapat lihat bagaimana Bu Asmi tengah buka satu persatu kancing pakaiannya serta sesudah kancing paling akhir ia tidak segera melepaskan pakaiannya, namun itu telah cukup buat napasku buat nafasku memburu karna kau dapat lihat bila sepasang dadanya yang besar seperti akan melompat keluar. Karna sangat asik pintu itupun terbuka lebar. Saya kaget serta cuma dapat mematung karna ketakutan. Bahkan juga penisku segera mengkerut.

Lihat saya, Bu Asmi tidak tampak kaget serta tetaplah membiarkan pakaiannya terbuka. Kemudian ia mendekati aku
” anda seringkali ngeliat BH ibu kan ” tanyanya didekat telingaku
” i.. iya Bu ” jawabku ketakutan.
” bila gitu ibu kasih anda hukuman ” lantas ia menarikku serta didudukkan di pinggir tempat tidur.
” saat ini anda baring tutup mata serta janganlah gerak jika teriak bisa saja ” tuturnya dengan nada nafas yang agak memburu.
Saya juga menurut karna terasa bersalah. Lantas ia buka retsleting celana sekolahku turunkan CDnya serta mengelus-elus penisku dengan lembut, sesudah penisku tegak sekali lagi dia berjongkok serta menjilatinya.
“auh.. uh.. uuh.. ” rintihku menahan kesenangan semantara Bu Asmi repot dengan aktivitasnya
“ah.. mmhh.. Bu stop bu” rintihku karna saya terasa seperti ingin meledak
Dia tidak menjawab, jadi makin hebat menyedot penisku. Badanku makin mengejang serta tanpa ada dapat kubendung sekali lagi, muncratlah cairan putih itu serta saya segera terduduk sembari berpegangan pada pinggir ranjang.

Cerita Bokep – Guruku Mengajarkan Ku Seks – Rasa-rasanya seperti tengah melayang-layang, ia telan habis spermaku sesaat saya masih tetap terduduk kaku, malu takut serta suka bercampur jadi satu. Bu Asmi lantas berdiri serta tersenyum
“gimana.. lebih enak daripada hanya simak khan..? ” sembari ke-2 tangannya menjambak rambutku
“iya Bu enak sekali” jawabku mulai berani sembari turut berdiri.
Sesudah muka kami bertemu ia menciumku dengan lembut, lantas menuntunku duduk di tempat tidur. Kami berpelukan serta Asmi kembali menciumku, lantas melumat bibirku sesaat tangannya melepaskan semua baju ku, dengan tangkas saya menyeimbangi pergerakan tangan itu hingga pada akhirnya kami keduanya sama tanpa ada baju. Bedanya saya telanjang bulat sesaat Asmi masih tetap menggunakan BH hitamnya karna memanglah berniat tidak ku terlepas.

Asmi melepas ciuman dibibirku lantas mengarahkan kepala ku kebawah yakni payudaranya, saya selekasnya melepas BH nya serta mulai meremas-remas dadanya, sesekali saya puntir putingnya hingga ia melenguh panjang. Senang meraba saya lantas menyapu semua dadanya dengan lidahku serta menyedot ujung putingnya sembari digigit-gigit sedikit. Akhirnya hebat sekali Asmi bergoyang sembari meracau dengan kalimat yang tidak terang. Kemudian Asmi berdiri hingga saya bertemu dengan vaginanya, wangi yang baru sempat kucium itu membuatku jadi bertambah panas hingga kujilati semuanya permukaan vaginanya yang telah banjir itu.

Cerita Bokep – Guruku Mengajarkan Ku Seks – Kemudian Asmi merebahkan diri di ranjang tangannya mendekap kepalaku pahanya di buka. Hingga mempermudah saya menjilat serta memasukkan lidahku dalam vaginanya serta menggigit-gigit sisi daging yang merah jambu. Hingga badan Asmi makin mengejang hebat
“sshh.. aahh.. selalu ko” pintanya dibarengi desah nafasnya.

Sekitaran lima menit ku sapu vaginaya saya melepas dekapan pada kepalaku serta kembali mengulum bibirnya. Ia lantas mencapai penisku
“masukkan ya ko telah tidak tahan” tuturnya dengan terengah serta menuntun penisku menerobos goa kepunyaannya yang tek sempat sekali lagi rasakan penis sejak suaminya wafat.

Saya rasakan kesenangan yang kebih hebat dibanding waktu dimasukkan kemulutnya.

“slep.. slep.. slep” kuputar-putar di dalam sembari ikuti goyangan pantat Asmi. sembari kupompa bibir kami selalu berperang serta tanganku meraba serta meremas payudaranya serta sekali kali memuntir putingnya.

“uh.. ah.. mm.. ssh.. selalu ko.. mmh” desahnya sembari meremas pantatku.

Penisku merasa makin menegang serta vaginanya makin hebat berdenyut memijit penisku, tidak merasa telah sepuluh menit kami “bergoyang”.

“ooh.. mmh.. ah telah tidak kuat.. biarin saja di situ ko mmh.. ” rintih Asmi terpejam.
Akupun makin memperdalam tusukanku serta percepat tempo karna juga rasakan suatu hal yang juga akan keluar.

“sshh.. aarrgghh” jeritnya sembari mencengkram punggungku,
“aahh.. aahh” desahku ketika yang berbarengan sembari mulutku menyedot ke-2 puting susunya kuat-kuat dengan bertukaran.

Air maniku muncrat bertepatan dengan air hangat yang merasa memandikan penisku di dalam vaginanya. Kami nikmati puncak orgasme hingga benar-benar habis, baru saya mencabut penisku sesudah begitu capek serta bebaring di sampingnya sembari meremas dadanya bebrapa perlahan.

Lalu dia menindihku dari atas serta ajukan pertanyaan “gimana hukuman dari saya ko..? ”
“enak Bu hukuman terenak di dunia terima kasih ya”
“ibu yang terima kasih telah lama ibu bendung keinginan, hari ini dan sebagainya ibu juga akan tumpahkan kekamu semuanya” sembari mencium ku.

Sesudah istirahat sekian waktu kami kembali meneruskan kesibukan itu sudah pasti dengan teknik serta style yang tidak sama. Tidak terhitung berapakah kali saya mengerjakannya pada saat SMA yang pasti bila saya pulang ke sana tentu kami lakukan sekali lagi serta sekali lagi.

Rabu, 16 Mei 2018

Prediksi Togel Rabu 16 Mei 2018

>>> SINGAPOREPOOLS <<<

ANGKA MAIN : 5 7 6 4
Top 2D : 05 17 26 34 45
Cadangan 2D : 55 67 76 84 95
TOP SHIO : Kerbau Anjing Tikus
COLOK BEBAS : 4 5 6
AS : 0 2 3
KOP : 1 4 5
KEPALA  : Besar / Genap
EKOR : Kecil / Genap

Tante Reta seorang wanita yang sudah memilki suami, dengan umur yang masih 30 tahunan dan tidak memiliki momongan juga , membuat tante Reta kesepian. Ketika suaminya di tugaskan keluar kota, bahkan terkadang di daerah pedalaman karena dia seorang anggota Militer. Sedangkan aku salah satu tetangganya bahkan rumah kami bersebelahan, dari dalam rumah aku sering mendengar dia mengobrol.

Saat ini aku sudah bekerja di sebuah kantor penerbitan, hampir 6 bulan aku bekerja di sini. Karena sehabis lulus kuliah aku ingin langsung bekerja dan hanya kantor ini yang menerimaku, setelah beberpa kali aku melamar ke perusahaan lain. Banyak orang memanggilku Dirga, dengan umur yang sudah menginjak usia 24 tahun aku belum menemukan seorang gadis yang mau menjadi pacarku.

Terakhir kali menjalin hubungan dengan seorang cewek ketika aku masih kuliah dulu. Dan untuk urusan cerita dewasa baik cerita seks aku sudah pernah melakukannya, bahkan kini aku memilki pengalaman baru yakni sebuah cerita binal. Antara aku dengan seorang tante seksi yaitu tante Reta, yang tidak lain adalah tetanggaku sendiri. Yang sudah 5 bulan di tinggal suaminya.

Kala itu aku sedang membantunya memperbaiki bohlamnya yang mati. Dan tante Reta mengantinya yang baru, aku memasangnya dengan menaiki tangga yang di pegang oleh tante Reta untuk menjaga keseimbanganku. Tapi ketika bohlam aku pasang akupun turun, tiba-tiba tanpa sengaja aku hampir terjatuh dan ketika tubuhku sudah tidak seimbang akupun terjatuh pada tubuh tante dibawahnya.

Untung aku jatuh masih dalam gerakan pelan dan kakiku sudah berpijak pada anak tangga yang paling bawah. Ketika tubuhku menindih tubuh tante Reta yang saat itu sedang memakai pakaian mini, membuatnya tersingkap hingga terlihatlah paha mulus tante Reta. Sengaja aku mengelusnya dari atas tubuhnya, tante tidak menolak bahkan dia tersenyum manis sekali padaku.

Aku balik tubuhnya yang berada di bawahku saat itu juga, tante Reta meninidih tubuhku dan dia menunduk untuk mencari bibirku. Dengan penuh gairah dia lumat habis bibirku yang kemudian dia mainkan lidahnya dalam mulutku. Aku begitu bergairah juga menikmati lumatan bibir panas tante Reta, bahkan kini dia berani memegang kontolku yang berada di balik celanaku.

Walau tidak bersentuhan langsung tapi aku merasakan horny juga. Apalagi tangan tante Reta membuka resleting celanaku saat itu juga dia menundukkan kepalanya. Dan mendekatkan mulutnya pada kontolku, pelan sekali dia mencium kontolku, lalu dia kulum dalam mulutnya, sungguh permainan yang begitu hot bagai dalam cerita binal yang pertama kali aku main dengan seorang tante seksi.

Ketika dia sibuk membuka bajunya sendiri , akupun tidak membuang kesempatan. Aku buka bajuku yang menempel akhirnya kami berdua sama-sama telanjang bulat. Dia menatapku penuh nafsu begitupun aku terbawa buaian nafsunya juga. Dengan tubuh yang sama-sama polos aku angkat dan aku gendong tubuh tante Reta, dia menunjukkan sebuah kamar padaku.

Bagai sudah pernah bercinta dengannya, aku rebahkan tubuh tante Reta ke atas kasurnya. Kemudian aku telusuri setiap lekuk tubuh tante Reta dengan bibirku, mulai dari atas hingga ke bawah. ketika aku lihat memeknya yang lebat oleh bulu warna hitam mengkilat , dengan penuh gairah aku benamkan wajahku pada memek itu yang sebelumnya aku singkap bulu itu terlebih dahulu.

Tante Reta menggelinjang sambil menjambak-jambak rambutku dengan lembut, diapun merintih “Uugghhhh….eeeuuuummmhhppp…eeeuuummhhpp…te..rus..Dir…ga…Uuugghhh” Bagai terkena setrum dia terus menggelinjang dan sesekali mendesis bagai ular yang menemukan mangsa. Untuk membuatnya semakin puas, aku masukkan satu jariku pada memek tante Reta.

Benar saja dia semakin bergetar tubuhnya, kini diapun menyuruhku untuk cepat-cepat naik ke atas tubuh bugilnya. Akupun merangkak menindih tubuh tante Reta, pelan-pelan aku tuntun kontolku untuk mencari lubang yang pas pada memek tante Reta. Setelah aku rasa menyentuh bibir vaginanya, akupun menggerakkan pantatku dan menggoyang tubuhnya di bawahku.

Bukan hanya aku goyang dengan gerakan ke atas dan ke bawah tapi aku juga memutar kontolku. Di dalam kemaluannya bahkan memeknya serasa lebih sempit ketika aku agak menahan kontolku di saat aku memutarnya ” Aaagghhh….aaagghh…aaagghh…eeeeggghhh…eeeggghh..” Terdengar desahan tante Reta mengimbangi goyangan kontolku, saat itu juga aku lihat teteknya.

Tetek itu bergerak mengikuti irama goyangan pantatku. Kemudian dengan satu tanganku aku remas secara bergantian dari tetek satu ke tetek yang lain. Tante Reta yang semula memejamkan matanya akhirnya membuka matanya dan menatapku penuh nafsu “Oouuww…ooouugghh…ooouuww…oouugghh….nik…mat…Dirga….ooouuwww..” Sesekali dia gigit bibirnya.

Kini akupun merasa sudah tidak dapat menahan kenikmatan ini. Dan ingin segera mengetahui inti dari kenikmatan yang aku rasakan. Dengan semakin cepat bergoyang dan semakin tidak beraturan lagi desahan dan goyangan kami, malah keringat semakin bercucuran di tubuh kami berdua. Bahkan ketika tante Reta berpegangan erat pada lenganku diapun tidak dapat memegangnya karena licin oleh keringat.

Tubuh kami sama-sama penuh keringat, dan tante Reta membelalak dan menggigit bibirnya sepertinya dia menahan kenikmatan itu “Ooouugghh…ooouuugghh…ooouugghhh..tan..te…Dir…ga…mau..ke…lu..ar  aagghh…aagghhh..” Akupun mengejang dan muncratlah lendir kental yang di sebut sperma dari dalam kontolku yang bergetar.

Ketika aku hendak mencabut kontolku dari dalam memek tante Reta, dia malah semakin menekan pantatku dari belakang. Sepertinya dia puas dengan melakukan hal itu, ketika kontolku lemas dan akupun terkulai saat itu juga aku terbaring di samping tubuhnya yang masih terengah-engah . Dan diapun tersenyum padaku begitupun aku tersenyum manis padanya. Karena dia telah memberikan  kepuasan bagiku.


Senin, 14 Mei 2018

Prediksi Togel Senin 14 Mei 2018


>>> SINGAPOREPOOLS <<<


ANGKA MAIN : 9 4 9 8
Top 2D : 09 14 29 38 48
Cadangan 2D : 59 64 79 88 99
TOP SHIO : Ayam Monyet Kelinci
COLOK BEBAS : 4 8 9
AS : 1 4 5
KOP : 2 3 6
KEPALA  : Besar / Ganjil
EKOR : Besar / Genap


Aku duduk terpaku di teras depan rumah angin berhembus dan membelai rambutku. Di sini aku merenung tentang jalan kehidupanku bagaimana bisa aku berselingkuh dengan suami sahabatku sendiri, panggil namaku Meta di usia 25 tahun aku memilki kekasih yang tidak lain adalah suami dari sahabatku sendiri Desi namanya. Aku begitu dekat dengannya mulai dari masa sekolah dulu.

Sampai akhirnya dia menikah dengan seorang pria yang dia kenal semenjak kuliah, Ardan namanya dia seorang pria yang begitu baik dan setia. Bahkan mereka berdua kerap membuatku cemburu melihat kelakuan keduanya yang selalu romantis. Dan hal itu sering membuatku merasa ingin menjadi Desi bersama melakukan adegan layaknya dalam cerita dewasa bahkan aku sering melirik Ardan secara sembunyi-sembunyi.

Sebenarnya hal itu juga membuatku sesak dalam hati, tidak mungkin juga aku mencintai suami dari sahabatku sendiri. Dia sudah aku anggap sebagai saudaraku sendiri, begitu juga Desi begitu baik padaku tapi bagaimana jika dia tahu kalau aku sahabatnya mencintai suaminya sendiri. Aku saja tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Karena hal itu juga aku harus pintar-pintar menyembunyikan hatiku. Di depan keduanya aku bersikap seolah tidak terjadi apa-apa dalam hatiku, seperti hari ini aku sedang berada di rumah Desi karena dia memintaku untuk datang kesini. Dari pertama sampai dirumah ini aku tahu kalau keduanya habis saja melakukan adegan cerita dewasa karena tatapan merewka menandakan hal itu.

Sebenarnya besok malam ada acara keluarga di rumah Desi, dan hari ini dia menyediakan semuanya sebelum hari H besok. Sampai akhirnya ada yang kurang dari persediaannya ” Meta aku minta tolong kamu beli barang yang kurang ya… ” Akupun beralasan padanya untuk menolak ” Aduh kenapa nggak kamu saja Des….. ” Kataku pada Desi karena aku tahu kalau dia akan menyuruh suaminya juga.

Diapun mendekat sambil merengek padaku ” Tolong dong sayang… nanti biar kamu bareng mas Ardan soalnya aku sudah capek banget…. ” Kalau sudah begini aku tidak dapat emnolak permintaan Desi, kasihan juga dia merengek seperti itu dan aku tahu kalau dia mesti istirahat untuk acar keluarga besok apalagi kini ada keluarga Ardan yang juga ikut bergabung.

Aku sudah lama bersahabatan dengan Desi karena itu aku tahu kalau ada acara keluarga dia akan sibuk menyiapkan semuanya. Akhirnya akupun berangkat dengan Ardan suaminya, selama dalam perjalanan aku banyak diamnya sempat aku melihat Ardan melirik ke arahku saat itu jantungku berdegup kencang karena salah tingkah juga berada dalam satu mobil hanya berdua dengan Ardan.

Sampai di supermarket kamipun langsung membeli semua kebutuhan yang belum Desi beli, dan aku sudah membawa catatan kecil darinya. Ardan dengan setianya mendorong troli belanjaan aku lihat banyak mata yang melihat ke arah kami sampai di kasir akupun hendak membayar sebelum kasir tersebut bilang ” Wah kalian pasangan romantis banget… Baru honeymoon ya Mbak…. ” katanya dengan enteng.

Sedangkan aku tersipu malu kala itu namun aku lihat Ardan hanya tersenyum menaggapi kata kasir tersebut. Lalu kamipun kembali menuju tempat parkir di mal tersebut, dan aku tidak menyangka sebelumnya karena begitu masuk dalam mobil tiba-tiba Ardan langsung mencium pipiku tapi aku langsung menolak dengan menarik tubuhku kebelakang melihatku seperti itu dia berkata padaku.

Sambil menatapku dengan tajam ” Aku tahu kalau kamu juga rasakan hal yang sama denganku… Meta aku suka kamu dari dulu.. tapi aku tidak tahu harus bagaiaman menghadapi hal ini… ” Saat itu aku merasa begitu senang dengan perkataan Ardan, rupanya diapun merasakan hal yang sama padaku seperti aku yang mencintainya dari dulu tapi aku hanya bisa menyembunyikan perasaanku.

Saat itulah aku terdiam ketika Ardan kembali mendaratkan bibirnya pada bibirku, bahkan kini aku membalasnya dengan begitu buasnya. Aku mainkan lidahku dalam rongga mulut Ardan diapun menerima dengan hangatnya ” Ooouughh… aku sayang… kamu …Meta….. sungguh… sa…yang…. ” Sampai akhirnya diapun mendorong tubuhku untuk setengah rebahan pada jok mobil.

Kamipun saling melumat sedangkan tangan Ardan tidak diam lagi, dia terus menggerayangi tubuhku dan membuatku merasa seperti di awang-awang. karena hal ini adalah salah satu mimpi terindahku yang mejadi kenyataan. Akhirnya dia melorotkan celananya sampai aku lihat kontolnya sudah berada di posisi siap menerkamku dan akupun memberikan jalan untuknya masuk dalam selangkanganku.

Dengan melebarkan paha akupun siap menerima kontol Ardan, begitu dia melesatkan kontolnya dalam memekku ” Ooouugghh… uuuuggghh…. uuuuggghhh…. aaaaaagggggghhhh…. Ar… dan… sa..yang… aaaagghh… ” dia tersenyum penuh nafsu kemudian kembali mencium seluruh wajahku hingga akhirnya bibirku menjadi santapan bibirnya untuk dia kulum sambil menggoyangku.

Gerakan pinggul Ardan membuatku menggelinjang pasrah ” Oooouuuuggggggghhhh…. aaaaggggghhh…. aaaaagggggghhhh… oooouuuggghh… sayang… terus… aaaggghh… ” Desahku karena saking nikmatnya di goyang oleh Ardan. Diapun semakin mempercepat goyangan dan henatakan kontolnya pada memekku kembali aku menggeliat menahan nikmatnya kontol Ardan yang seakan menusuk dalam memekku.

Sampai-sampai akupun di buat blingsatan olehnya dan desahanku semakin menjadi ketika dia memutar kontolnya dalam memekku ” Ooouugghh Ar.. dan… sayang… aaaagggghhh te…rus… aaaagghhhhh…. sayang…… aaaaaggggghh… aku nggak kuat… sayang… aaaggghh…. ” Kataku di bawah tubuh Ardan yang semakin menggila menggoyang pantatnya dan seakan memutar kontolnya dalam memekku.

Sampai akhirnya aku lihat dia memejamkan mata dan menengadah ke atas, bagai pemain dalam cerita dewasa dia mengejang dan mengerang dengan kerasnya ” Ooouuuuggghhh… Meta… aku… nggak tahan sayang……… aaaaaaggggghh…. aaaggggghh… ” Muncrat sperma hangatnya dalam memeku bahkan memenuhi lubang memekku sampai akhirnya dia terkulai lemas di atas tubuhku.

Minggu, 13 Mei 2018

Prediksi Togel Minggu 13 Mei 2018....

>>> SINGAPOREPOOLS <<<

ANGKA MAIN : 3 6 2 0
Top 2D : 03 16 22 30 43
Cadangan 2D : 53 66 70 82 90
TOP SHIO : Anjing Naga Tikus
COLOK BEBAS : 0 2 3
AS :  2 3 6
KOP : 4 5 7
KEPALA  : Kecil / Genap
EKOR : kecil / Ganjil

Perkenalkanlah namaku Galaxy. Aku adalah seorang teknisi parabola, dan bekerja di sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang penjualan antena parabola yang tentu saja membutuhkan teknisi untuk melayani pemasangan dan perbaikan parabola.

Di perusahaan ini walau bukan paling senior tetapi aku tergolong paling terampil dan cekatan, hingga jika pimpinan dapat pekerjaan besar, aku yang jadi andalannya.

Suatu hari aku mendapat tugas untuk memasang antena parabola di rumah kepala dinas sebuah bank pemerintah. Dengan dibantu 2 orang asisten yakni Edo dan Salim, aku berangkat ke alamat tujuan sambil menenteng segala peralatan.

Waktu itu aku diantar sopir kemudian setelah sampai di tujuan, kami bertiga diturunkan berikut segala barang dan peralatannya. Di rumah dinas yang terkesan asri karena dipenuhi pohon mangga, kami diterima oleh satpam yang kemudian setelah mengadakan kontak lewat intercom diberi ijin masuk.

Seorang wanita muda berumur sekitar 25 tahun dengan berbusana daster biru malam, sangat kontras dengan kulitnya yang putih mulus menyambut kami. Sekejap aku terpesona melihat kecantikan wajahnya, bibir dan hidungnya luar biasa indahnya.

“Selamat pagi, Mbak.., kami yang mau memasang parabola pesanan bapak kepala”.

“Ohh, iya silakan masuk saja Mas.., tapi bapak masih dinas, dan kebetulan rumah lagi sepi jadi terserah Mas saja masangnya”.

Tanpa basa basi lagi aku segera memerintahkan asistenku untuk segera mulai bekerja, dengan harapan bisa berkenalan tanpa gangguan, siapa tahu nasibku sedang mujur.

Dari perkenalan, wanita tersebut bernama Asni dan adalah istri kepala dinas, tepatnya istri kedua, yang duda karena ditinggal mati.

Semula kuduga dia adalah anaknya, tapi ternyata ibu dari 2 anak tiri yang umurnya sebayanya. Kedua anak-tirinya wanita dan cantik-cantik, terlihat dari foto besar yang terpajang di ruang keluarga.

Sementara kedua asistenku sedang merakit parabola, aku asyik menerangkan aneka macam seputar parabola, mulai dari acara siaran sampai cara merawat parabola. Kelihatan Mbak Asni juga antusias mendengarnya, padahal aku cuma asal bicara agar bisa berlama-lama dekat dengan Mbak Asni sambil terus membayangkan besarnya payudara yang mengembung besar di balik dasternya.

Mbak Asni duduk persis di depanku, hingga waktu aku memberi keterangan sambil membuat tulisan di meja, dia terpaksa menunduk untuk ikut membacanya, dan karena krah dasternya longgar sekali maka otomatis semua isi di dalamnya jadi ternganga lebar, jantungku seketika bergetar-getar tak menentu saat menyaksikannya.

Batang kemaluanku mendadak beringas laksana torpedo hendak meluncur. Aku tak tahu apa Mbak Asni tahu kalau aku jadi keterusan nulis-nulis sambil sesekali melirik ke balik dasternya. Tampaknya dia cuek saja sambil mendengar penjelasanku.

“Diminum dulu Mas.., tehnya, mumpung masih hangat!”, katanya sambil tersenyum manis setengah menggoda. Akupun jadi salah tingkah dan mengiyakannya.

Tehnya memang hangat dan segera menyegarkan otakku kembali. Daripada pusing memikirkan cara untuk menggapai gunung kembar, aku minta diri untuk mengawasi pekerjaan asisten.

Tak terasa hari telah menjelang sore ketika pekerjaan selesai. Terlihat Mak Asni tengah bersiap untuk mandi. Pikiran kotor langsung menyergap, dan tak kuasa aku menolaknya.

Membayangkan kala tangannya mengusap lembut seluruh tubuhnya, lalu dadanya, lalu perutnya, lalu anunya, lalu.., wow, Mbak Asni tidak menyadari kalau mataku terus mengikuti langkahnya menuju kamar mandi. Ketika pintu kamar mandi telah tertutup aku jadi merasa kehilangan.

Dengan reflek aku memberi kode dengan jari telunjuk berdiri di depan mulut pada kedua asistenku. Keduanya malah cengengesan.

Tanpa komando, kami kompak menggotong sebuah kursi tinggi agar bisa mengintip lewat lubang angin di atas pintu. Aku langsung saja merebut kesempatan pertama untuk menaiki kursi, dan karena besarnya lubang angin maka seluruh isi kamar mandi jadi terlihat.

Mbak Asni tampak mulai mengangkat ujung dasternya ke atas hingga melampaui kepalanya. Tubuhnya tinggal terbalut celana dalam warna coklat dan BH, itupun tak berlangsung lama, karena segera dia melucutinya.

Dadaku terasa mau pecah saking menahan napas. Luar biasa keindahan ciptaan Tuhan yang satu ini. Tetapi aku terkejut dengan caranya mandi, tanpa diguyur air dia mengolesi seluruh tubuhnya dengan sabun cair, lalu tangannya meremasi kedua payudaranya dan berputar-putar di ujungnya. Batang kemaluanku seakan turut merasakan pijitannya jadi membesar.

Dengan posisi berdiri sambil bersandar tembok, Mbak Asni meneruskan permainannya ke bawah selangkangan, sementara matanya tertutup rapat, mulutnya menyungging seperti orang kepedasan cabe. Tak sadar tanganku ikut memijiti batang kemaluanku sendiri.

Sayang kedua asistenkupun minta giliran jatah tontonan gratis yang aduhai. Merekapun jadi seperti terkena tegangan tinggi, celana kombornya tak mampu menyembunyikan batang yang mencuat kencang.

“Ayo, Mass.., masuk saja tak perlu mengintip begitu, kan nggak baik, pintunya tidak terkunci kok!”, tiba-tiba terdengar seruan lembut bernada ajakan. Tetapi terus terang kelembutan itu membuat kami hampir pingsan dan amat sangat mengejutkan. Kami serentak saling berpandangan kebingungan.

“Maaf yah Mbak.., kami tidak sengaja kurang ajar”.. Aku menjawab sambil mengambil inisiatif pelan-pelan memutar handel pintu kamar mandi yang memang benar tidak terkunci. Tetapi setelah pintu terbuka, kami bertiga seperti patung menyaksikan pemandangan yang tidak pernah terbayangkan.

Mbak Asni tersenyum manis sekali dan tanpa canggung melambaikan tangannya agar kami lebih mendekatinya. Wah tentu saja kami tak perlu mendengar suara ulangan lagi, serempak kami bertiga mengerubuti sang dewi.

Dengan posisi duduk di atas bak mandi Mbak Asni menyuruh kami mandi dahulu agar bau keringat kami lenyap. Aku, Edo, dan Salim segera melepas semua pakaian masing-masing, dan seperti anak kecil berebutan mandi di bawah siraman shower.

Tanpa rasa malu kami bertiga telanjang bulat di hadapan Mbak Asni. Batang kemaluan kami sudah pada posisi maksimal, mengacung-acung keras minta perhatian. Mbak Asnipun kegelian melihat tingkah kami bertiga.

Lalu Mbak Asni memandikan kami satu per satu. Batang kemaluanku yang terlihat paling besar, berdenyut-denyut kala tangan Mbak Asni mengelusinya dengan sabun. Ah, nikmat sekali apalagi begitu tangannya bergerak maju mundur, segera kuraih gunung impianku yang telah nyata di depan hidung dan meremasinya sambil mulut kami saling berpagutan.

Sementara Edo dan Salim tidak mau ketinggalan, mereka memang tim yang kompak. Tangan Edo menggerayangi selangkangan Mbak Asni yang nyaris tertutup seluruhnya oleh bulu ikal yang lebat.

Sedang Salim kebagian pekerjaan menjilati pantat Mbak Asni, kelihatan Mbak Asni keenakan sekali ketika ujung lidah Salim menjongkel-jongkel lubang anusnya. Tangan Mbak Asnipun dengan adil bergantian meremas dan mengocok batang kemaluan kami, yang tentu saja membuat kami semua mengerang kenikmatan.

Mungkin karena kurang leluasa dengan posisi berdiri, Mbak Asni mengajak kami bertiga segera menyudahi acara mandi bersama. Dan mengajak pindah lokasi ke kamar tidur. Salim yang anak keturunan Arab telentang di atas kasur, batangnya yang sangat panjang menegang ke atas persis seperti orang punya ekor.

Mbak Asni tanpa ragu-ragu segera mengangkanginya dan menyodorkan vaginanya. Salim kegirangan segera menjilatinya dengan rakus sampai berbunyi cipak-cipuk. Mbak Asnipun keenakan sambil menyosor-nyosorkan vaginanya ke mulut Salim agar lidah Salim lebih masuk ke dalamnya. Tanpak Salim semakin gigih menyedoti cairan vagina Mbak Asni.

Sedang Edo yang tak tahan menunggu lalu menyodorkan batangnya yang bulat hitam ke mulut Mbak Asni. Mulut Mbak Asni tampak menganga menyambut kehadirannya. Lidahnya berputar-putar mengulum batang Edo, lalu memainkannya maju mundur. Terang saja Edo melenguh-lenguh merasakan kenikmatan yang luar biasa.

Aku tak habis berpikir menyaksikan istri seorang pejabat terhormat dengan ganas mengerang-erang menikmati pelayanan kami. Barangkali suaminya memang sudah tua atau impoten, hingga tidak menyia-nyiakan kehadiran kami.

Padahal menurutku Mbak Asni cantik sekali, hidungnya mancung, bibirnya agak tebal, sensual sekali. Dan badannya padat berisi apalagi kala kuremas-remas payudaranya jelas seperti gadis perawan. Membuatku gemas sekali menyedoti ujung puting susunya. Lidahku mengais-ngais agak ngawur ke sana ke sini.

Tapi semakin ngawur semakin membuat Mbak Asni bersemangat mengocok batang Edo dengan mulutnya. Dan akhirnya Edo tampak kewalahan menahan permainan Mbak Asni. Tangannya mencengkeram kepala Mbak Asni sambil mendorong ke arah selangkangannya.

Hingga batangnya habis tertelan mulut Mbak Asni, lalu “Cret.., cret.., crett”, Batang Edo menyemburkan maninya, Mbak Asnipun tidak merasa jijik atau bagaimana segera menelan habis mani Edo, sambil lidahnya terus menjilati ujung batang Edo. Karuan saja Edo kegelian dan terus memuntahkan “lahar” hingga loyo.

Aku segera membalik badan Mbak Asni lalu kedua kakinya buru-buru kuangkat ke atas. Vaginanya kelihatan terbuka kemerahan walau dirimbuni bulu yang sangat lebat. Lalu.., “Bless”, sekali tancap batangku amblas ke dalamnya.

Karena batangku sudah berdenyut-denyut dari tadi maka seperti orang kesetanan aku mengayunkan pinggangku maju mundur. Mata Mbak Asni membelalak merasakan kenikmatan yang tiada taranya.

Dari liang kewanitaannya mengalir cairan lendir banyak sekali. Akibatnya goyanganku menimbulkan suara gaduh. Mbak Asni mengerang-erang kala aku menyemburkan air maniku.Banyak sekali keluarnya, maklum lagi bernapsu besar.

Salim segera menggantikan posisiku, dan langsung memompa vagina Mbak Asni. Aduh, tak terbayangkan kenikmatan yang dirasakan oleh Mbak Asni. Mukanya tampak bahagia sekali. Pinggulnya menghentak-hentak mengikuti gerakan Salim.

Apalagi batang Salim yang sangat panjang membuat Mbak Asni kelojotan kala batang itu mengayun tandas ke dalam. Sambil meremas keras sprei kasur, Mbak Asni kelihatan mencapai klimaks yang entah ke berapa. Sampai Salim pun menggelepar di atas perut Mbak Asni.

Sabtu, 12 Mei 2018

Prediksi Togel Sabtu 12 Mei 2018...

>>> SINGAPOREPOOLS <<<

ANGKA MAIN : 5 7 4 0
Top 2D : 05 17 24 30 45
Cadangan 2D : 55 67 74 80 95
TOP SHIO : Kerbau Kelinci Monyet
COLOK BEBAS : 0 4 5
AS :  1 4 5
KOP : 7 8 9
KEPALA  : Kecil / Genap
EKOR : kecil / Ganjil
Aku diperkenalkan kepada seluruh keluarga kandung dan keluarga besarnya. Dan dari sekian banyak keluarganya, ada satu yang menggelitik perasaan kelaki-lakianku; yaitu kakak perempuannya yang bernama Ima (sebut saja begitu). Ima dan aku seusia, dia lebih tua beberapa bulan saja, dia sudah menikah dengan suami yang super sibuk dan sudah dikaruniai 1 orang anak yang sudah duduk di sekolah dasar. Dengan tinggi badan 160 cm, berat badan kurang lebih 46 kg, berkulit putih bersih, memiliki rambut indah tebal dan hitam sebahu, matanya bening, dan memiliki suara agak cempreng tapi menurutku seksi, sangat menggodaku. Pada awalnya kami biasa-biasa saja, seperti misalnya pada saat aku menemani pacarku kerumahnya atau dia menemani pacarku kerumahku, kami hanya ngobrol seperlunya saja, tidak ada yang istimewa sampai setelah aku menikah 2 tahun kemudian dia menghadiahi kami (aku dan pacarku) dengan sebuah kamar di hotel berbintang dengan dia bersama anak tunggalnya ikut menginap di kamar sebelah kamarku.

Setelah menikah, frekuensi pertemuan aku dengan Ima jadi lebih sering, dan kami berdua lebih berani untuk ngobrol sambil diselingi canda-canda konyol. Pada suatu hari, aku dan istri beserta mertuaku berdatangan kerumahnya untuk weekend dirumahnya yang memang enak untuk ditinggali. Dengan bangunan megah berlantai dua, pekarangannya yang cukup luas dan ditumbuhi oleh tanaman-tanaman hias, serta beberapa pohon rindang membuat mata segar bila memandang kehijauan di pagi hari. Letak rumahnya juga agak jauh dari tetangga membuat suasana bisa lebih private. Sesampainya disana, setelah istirahat sebentar rupanya istriku dan mertuaku mengajak untuk berbelanja keperluan bulanan. Tetapi aku agak mengantuk, sehingga aku meminta ijin untuk tidak ikut dan untungnya Ima memiliki supir yang dapat dikaryakan untuk sementara. Jadilah aku tidur di kamar tidur tamu di lantai bawah. Kira-kira setengah jam aku mencoba untuk tidur, anehnya mataku tidak juga terpejam, sehingga aku putus asa dan kuputuskan untuk melihat acara TV dahulu. Aku bangkit dan keluar kamar, tetapi aku agak kaget ternyata Ima tidak ikut berbelanja. Ima menggunakan kaus gombrong berwarna putih, lengan model you can see dan dengan panjang kausnya sampai 15cm diatas lutut kakinya yang putih mulus. “Lho..kok nggak ikut ?” tanyaku sambil semilir kuhirup wangi parfum yang dipakainya, harum dan menggairahkan, “Tauk nih..lagi males aja gue..” sahutnya tersenyum dan melirikku sambil membuat sirup orange dingin dimeja makan, “Anto kemana..?” tanyaku lagi tentang suaminya, “Lagi keluar negeri, biasa..urusan kantornya..” sahutnya lagi. Lalu aku menuju kedepan sofa tempat menonton TV kemudian aku asik menonton film di TV. Sementara Ima berlalu menuju tingkat atas (mungkin ke kamarnya).

Sedang asik-asiknya aku nonton, tiba-tiba kudengar Ima memanggilku dari lantai atas; “Di..Adi..”, “Yaa..” sahutku, “Kesini sebentar deh Di..”, dengan tidak terburu-buru aku naik dan mendapatinya sedang duduk disofa besar untuk 3 orang sambil meminum sirup orangenya dan menghidupkan TV. Dilantai atas juga terdapat ruang keluarga mini yang lumayan tersusun apik dengan lantainya dilapisi karpet tebal dan empuk, dan hanya ada 1 buah sofa besar yang sedang diduduki oleh Ima. “Ada apa neng..?” kataku bercanda setelah aku sampai diatas dan langsung duduk di sofa bersamanya, aku diujung kiri dekat tangga dan Ima diujung kanan. “Rese luh..sini temenin gue ngobrol ama curhat” katanya, “Curhat apaan?”, “Apa! ajalah, yang penting gue ada temen ngobrol” katanya lagi. Maka, selama sejam lebih aku ngobrol tentang apa saja dan mendengarkan curhat tentang suaminya. Baru aku tahu, bahwa Ima sebenarnya “bete” berat dengan suaminya, karena sejak menikah sering ditinggal pergi lama oleh suaminya, sering lebih dari sebulan ditinggal. “Kebayangkan gue kayak gimana ? Kamu mau nggak temenin aku sekarang ini ?” tanyanya sambil menggeser duduknya mendekatiku setelah gelasnya diletakan dimeja sampingnya. Aku bisa menebak apa yang ada dipikiran dan yang diinginkannya saat ini. “Kan gue sekarang lagi nemenin..” jawabku lagi sambil membenahi posisi dudukku agar lebih nyaman dan agak serong menghadap Ima. Ima makin mendekat ke posisi dudukku. Setelah tidak ada jarak duduk denganku lagi, Ima mulai membelai rambutku dengan tangan kirinya sambil bertanya “Mau..?”, aku diam saja sambil tersenyum dan memandang matanya yang mulai sayu menahan sesuatu yang bergolak. “Bagaimana dengan orang-orang rumah lainnya (pembantu-pembantunya) dan gimana kalau mendadak istriku dan nyokap pulang ?” tanyaku, “Mereka tidak akan datang kalau aku nggak panggil dan maknyak bisa berjam-jam kalau belanja.” jawabnya semakin dekat ke wajahku.

Sedetik kemudian tangan kirinya telah dilingkarkan dileherku dan tangan kanannya telah membelai pipi kiriku dengan wajah yang begitu dekat di wajahku diiringi nafas harumnya yang sudah mendengus pelan tetapi tidak beraturan menerpa wajahku. Tanpa pikir panjang lagi, tangan kananku kuselipkan diantara lehernya yang jenjang dan rambutnya yang hitam sebahu, kutarik kepalanya dan kucium bibir merah mudanya yang mungil. Tangan kiriku yang tadinya diam saja mulai bergerak secara halus membelai-belai dipinggang kanannya.”Mmhh..mmhh..” nafas Ima mulai memburu dan mendengus-dengus, kami mulai saling melumat bibir dan mulai melakukan French kiss, bibir kami saling menghisap dan menyedot lidah kami yang agak basah, very hot French kiss ini berlangsung dengan dengusan nafas kami yang terus memburu, aku mulai menciumi dagunya, pipinya, kujilati telinganya sebentar, menuju belakang telinganya, kemudian bibir dan lidahku turun menuju lehernya, kuciumi dan kujilati lehernya, “hhnngg.. Ahhdhii.. oohh.. honeey.. enngghh” desahnya sambil memejamkan matanya menikmati permainan bibir dan lidahku di leher jenjangnya yang putih dan kedua tangannya merengkuh kepalaku, sementara kepala Ima bergerak kekiri dan kekanan menikmati kecupan-kecupan serta jilatan di lehernya.

Tangan kiriku yang awalnya hanya membelai pinggangnya, kemudian turun membelai dan mengusap-usap beberapa saat dipaha kanannya yang putih, mulus dan halus untuk kemudian mulai menyelusup kedalam kaus gombrongnya menuju buah dadanya. Aku agak terkejut merasakan buah dadanya yang agak besar, bulat dan masih kencang, padahal setahuku Ima memberikan ASI ke anak tunggalnya selama setahun lebih. Tanganku bergerak nakal membelai dan meremas-remas lembut dengan sedikit meremas pinggiran bawah buah dada kanannya. “Buah dadamu masih kencang dan kenyal neng.” kataku sambil kulepas permainan dilehernya dan memandang wajahnya yang manis dan agak bersemu merah tanpa kusudahi remasan tanganku di buah dada kanannya. “Kamu suka yaa..” sahutnya sambil tersenyum dan aku mengangguk. “Terusin dong..” pintanya manja sambil kembali kami berciuman dengan bergairah. “Mmhh.. mmhh.. ssrrp.. ssrrp..” ciuman maut kami beradu kembali. Tangan kiriku tetap menjalankan tugasnya, dengan lembut membelai, meremas, dan memuntir putingnya yang mengeras kenyal.

Tangan kanan Ima yang tadinya berada dikepalaku, sudah turun membelai tonjolan selangkanganku yang masih terbungkus celana katun. Ima menggosok-gosokkan tangan kanannya secara berirama sehingga membuat aku makin terangsang dan penisku makin mengeras dibuatnya. Nafas kami terus memburu diselingi desahan-desahan kecil Ima yang menikmati foreplay ini. Masih dengan posisi miring, tangan kiriku menghentikan pekerjaan meremas buah dadanya untuk turun gunung menuju keselangkangannya. Ima mulai menggeser kaki kanannya untuk meloloskan tangan nakalku menuju sasarannya. Aku mulai meraba-raba CD yang menutup vaginanya yang kurasakan sudah lembab dan basah. Perlahan kugesek-gesekkan jari jemariku sementara Ima pasrah merintih-rintih dan mendesah-desah menikmati permainan jemariku dan pagutan-pagutan kecil bibirku serta jilatan-jilatan lidahku dilehernya yang jenjang dan halus diiringi desehan dan rintihannya berulang-ulang. Pinggulnya diangkat-angkat seperti memohon jemariku untuk masuk kedalam CD-nya meningkatkan finger play ku. Tanpa menunggu, jariku bergerak membuka ikatan kanan CD-nya dan mulai membelai rambut kemaluannya yang lembut dan agak jarang. Jari tengahku sengaja kuangkat dahulu untuk sedikit menunda sentuhan di labia mayoranya, sementara ! jari telunjuk dan jari manisku yang bekerja menggesek-gesekkan dan agak kujepit-jepit pinggiran bibir vaginanya dengan lembut dan penuh perasaan.

Sementara Ima memejamkan matanya dan dari bibir mungilnya mengeluarkan rintihan-rintihan juga desahan-desahan berkali-kali. Kemudian jari tengahku mulai turun dan kugesek-gesekkan untuk membelah bibir kemaluannya yang kurasa sudah basah. Berkali-kali kugesek-gesek dengan sisi dalam jari tengahku, kemudian mulai kutekuk dan kugaruk-garuk jari tengahku agak dalam di bibir vaginanya yang kenyal, lembut dan bersih. Sementara Ima makin merintih-rintih dan mendesah-desah sambil menggoyang-goyangkan pinggulnya dengan gerakan naik turun kekiri dan kekanan “Ouuhh.. hemmhh.. sshh.. aahh.. Dhii.. eehhnakh.. honey.. oohh… ..sshh..” rintih dan desahannya berkali-kali. Finger play ini kusertai dengan ciuman-ciuman di leher dan bibirnya serta sambil kami saling menyedot lidah. Setelah puas dengan posisi miring, kemudian aku agak mendorong tubuhnya untuk duduk dengan posisi selonjor santai, sementara aku berdiri dikarpet dengan dengkulku menghadapnya, Ima agak terdiam dengan nafasnya memburu, perlahan kubuka kaus gombrongnya, saat itulah aku dapat melihat tubuhnya separuh telanjang, lebih putih dan indah dibandingkan istriku yang berkulit agak kecoklatan, dua bukit kembarnya terlihat bulat membusung padat, sangat indah dengan ukuran 36B, putih, dengan puting merah muda dan sudah mengeras menahan nafsu birahi yang bergejolak.

Sambil tangan kiriku bertopang pada tepian sofa, mulutku mulai menciumi buah dada kanannya dan tangan kananku mulai membelai, menekan, dan meremas-remas buah dada kirinya dengan lembut. “Aahh.. hhnghh.. honeey.. enaak.. bangeet.. terruss.. aahh.. mmnghh.. hihihi.. auhh..adhi..” Ima bergumam tak karuan menikmati permainanku, kedua tangannya meremas dan menarik-narik rambutku. Ima mendesah-desah dan merintih-rintih hebat ketika putingnya kuhisap-hisap dan agak kugigit-gigit kecil sambil tangan kananku meremas buah dada kirinya dan memelintir-pilintir putingnya. Ima sangat menikmati permainanku didadanya bergantian yang kanan dan kiri, hingga dia tak sadar berucap “Adhii.. oohh.. bhuat ahkhuu puas kayak adhikku di hotel dulu.. hhnghh.. mmhh..”, ups..aku agak kaget, tanpa berhenti bermain aku berpikir rupanya Ima menguping “malam pertamaku” dulu bersama istriku, memang pada malam itu dan pada ML-ML sebelumnya aku selalu membuat istriku berteriak-teriak menikmati permainan sex-ku. Rupanya..Oke deeh kakak, sekaranglah saat yang sebenarnya juga sudah aku tunggu-tunggu dari dulu. “Adhii.. sekarang dong.. aahh.. akhu sudah nggak tahann.. oohh..” ujarnya, tapi aku masih ingin berlama-lama menikmati kemulusan dan kehalusan kulit tubuh Ima.

Setelah aku bermain dikedua buah dadanya, menjilat, menghisap, menggigit, meremas dan memelintir, aku jilati seluruh badannya, jalur tengah buah dadanya, perutnya yang ramping, putih dan halus, kugelitik pusarnya yang bersih dengan ujung lidahku, kujilati pinggangnya, “Aduuh.. geli dong sayang.. uuhh..”, kemudian aku menuju ke kedua pahanya yang putih mulus, kujilati dan kuciumi sepuasnya “Aahh.. ayo dong sayang.. kamu kok nakal sihh.. aahh..”, sampailah aku di selangkangannya, Ima memakai CD transparan berwarna merah muda yang terbuat dari sutra lembut, dan kulihat sudah sangat basah oleh pelumas vaginanya. “Sayang.. kamu mau ngapain?” tanyanya sambil melongokkan kepalanya kebawah kearahku. Aku tersenyum dan mengedipkan mata kiriku kearahnya nakal. Dengan mudah CD-nya kubuka ikatan sebelah kirinya setelah ikatan kanan telah terbuka, sekarang tubuh Ima sudah polos tanpa sehelai benangpun menghalangi, kemudian aku buka kedua kakinya dan kulihat pemandangan surga dunia yang sangat indah.

Bibir vaginanya sangat bersih dan berwarna agak merah muda dengan belahan berwarna merah dan sangat bagus (mungkin jarang digunakan oleh suaminya) meskipun sudah melahirkan satu orang anak, dan diatasnya dihiasi bulu-bulu halus dan rapi yang tidak begitu lebat. “Oohh.. Ima.. bersih dan merah banget..” ujarku memuji, “hihihi.. suka ya..?” tanyanya, tanpa kujawab lidahku langsung bermain dengan vaginanya, kujilati seluruh bibir vaginanya berkali-kali up and down, tubuh Ima mengejang-ngejang “Aahh..aahh..dhhii..oohh..eenak adhii..aahh..Anto nggak pernah mau begini..mmhh..” lidahku mulai menjilati bibir vaginanya turun naik dan menjilati labia mayoranya dengan ujung! lidahku. Ima menggeliat-geliat, mendesah-desah, dan melenguh-lenguh, aku menjilati vaginanya sambil kedua tanganku meremas-remas kedua buah dadanya “Hhnghh.. nngghh.. aahh.. dhii.. honey..” gumamnya sangat menikmati permainan lidah dan bibirku yang menghisap-hisap dan menjilat-jilat klitorisnya berulang-ulang, menghisap-hisap seluruh sudut vaginanya serta lidahku mendesak-desak kedalam liang vaginanya berkali-kali tanpa ampun “Oohhnghh.. dhii.. more.. honey.. more.. ahh..”, tangan kananku kemudian turun untuk bergabung dengan bibir dan lidahku di vaginanya, sedikit-sedikit dengan gerakan maju mundur jari tengahku kumasuk-masukkan kedalam lubang vaginanya yang sudah becek, makin lama makin dalam kumasukkan jari tengahku sambil tetap bergerak maju mundur.

Setelah masuk seluruhnya, jari tengahku mulai beraksi menggaruk-garuk seluruh bagian dinding dalam liang surga Ima sambil sesekali kugerakkan ujungnya berputar-putar dan kusentuh-sentuh daerah G-spotnya, Ima meradang dan menggelinjang hebat ketika kusentuh G-spot miliknya. Lidahku tidak berhenti menjilati sambil kuhisap-hisap klitorisnya. Ima berusaha mengimbangi finger playku dengan menggoyang-goyangkan pantatnya naik turun, kekiri dan kekanan dan bibirnya tidak berhenti merintih dan mendesah “Sshh..enghh..uuhh..Adhii..ouuhh..aahh..sshh..enghh..” tidak ada kata-kata yang keluar dari bibirnya selain suara rintihan, erangan, lenguhan dan desahan kenikmatan. Sekitar 20 menit kemudian liang vaginanya berkedut-kedut dan menghisap “Oohhnghh.. ahh.. dhii.. akhu.. sham.. oohh.. henghh.. sham.. phaii.. aahh.. honey.. hengnghh ..aa..aa..” Ima berteriak-teriak mencapai klimaksnya sambil menyemburkan cairan kental dari dalam vaginanya yang berdenyut-denyut berkali-kali “serrtt.. serrtt.. serrtt..” kucabut jariku dan aku langsung menghisap cairan yang keluar dari lubang vaginanya sampai habis tak bersisa, tubuhnya mengejang dan menggelinjang hebat disertai rintihan kepuasan, kedua kakinya dirapatkan menjepit kepalaku, dan kedua tangannya menekan kepalaku lebih dalam kearah vaginanya. Kemudian tubuhnya mulai lemas setelah menikmati klimaksnya yang dahsyat “Aahh.. adhii.. eenghh.. huuhh..” vaginanya seperti menghisap-hisap bibirku yang masih menempel dalam dan erat di vaginanya. “Oh.. adi.. kamu gila.. enak banget.. oohh.. lidah dan hisapanmu waow.. tob banget dah.. oohh..” katanya sambil tersenyum puas sekali melihat kearah wajahku yang masih berada diatas vaginanya sambil kujilati klitorisnya disamping itu tanganku tidak berhenti bekerja di buah dada kanannya, “Anto nggak pernah mau oral-in aku..oohh..” dengan selingan suara dan desahannya yang menurutku sangat seksi.

Sambil beranjak duduk, Ima mengangkat kepalaku, dan melumat bibirku “Sekarang gantian aku, kamu sekarang berdiri biar aku yang bekerja, oke ?!?” ujarnya, “Oke honey, jangan kaget ya..” sahutku tersenyum dan mengedipkan mata kiriku lagi sambil berdiri, sekilas wajahnya agak keheranan tapi Ima langsung bekerja membuka gesperku, kancing dan retsleting celanaku. Ima agak terkejut melihat tonjolah ditengah CD-ku, “Wow..berapa ukurannya Di ?” tanyanya, “Kira-kira aja sendiri..” jawabku sekenanya, tanpa ba bi bu Ima langsung meloloskan CD-ku dan dia agak terbelalak dengan kemegahan Patung Liberty-ku dengan helm yang membuntal, “Aww.. gila.. muat nggak nih..?”, sebelum aku menjawab lidahnya yang mungil dan agak tajam telah memulai serangannya dengan menjilati seluruh bagian penisku, dari ujung sampai pangkal hingga kedua kantung bijiku dihisap-hisapnya rakus “Sshh.. aahh.. Ima.. sshh..” aku dibuatnya merem melek menikmati jilatannya. “Abis dicukur ya ?” tanyanya sambil terus menjilat, aku hanya tersenyum sambil membelai kepalanya.

Kemudian Ima mulai membuka bibir mungilnya dan mencoba mengulum penisku, “Mm..” gumamnya, penisku mulai masuk seperempat kemulutnya kemudian Ima berhenti dan lidahnya mulai beraksi dibagian bawah penisku sambil menghisap-hisap penisku “Serrp.. serrp.. serrp..”, tangan kirinya memegang pantat kananku dan tangan kanannya memilin-milin batang penisku, nikmat sekali rasanya “Aahh.. sshh…” aku menikmati permainannya, lalu mulut mungilnya mulai menelan batang penisku yang tersisa secara perlahan-lahan, kurasa kenikmatan yang amat sangat dan kehangatan rongga mulutnya yang tidak ada taranya saat penisku terbenam seluruhnya didalam mulutnya. Agak nyeri sedikit diujung helmku, tapi itu dikalahkan nikmatnya kuluman bibir iparku ini. Ima mulai memaju mundurkan gerakan kepalanya sambil terus mengulum penisku, “Sshh.. aahh.. enak.. Ima..a hh.. terus .. sayang.. uuhh..” gumamku, lidahnya tidak berhenti bermain pula sehingga aku merasakan goyangan-goyangan kenikmatan dipenisku dari ujung kaki sampai ke ubun-ubun, nikmat sekali, aku mengikuti irama gerakan maju mundur kepalanya dengan memaju mundurkan pinggulku, kedua tanganku ku benamkan dirambut kepalanya yang kuacak-acak, Ahh nikmat sekali rasanya “Clop.. clop.. clop..”. Setelah itu dengan agak membungkukkan posisi tubuhku, tangan kananku mulai mengelus-elus punggungnya sedangkan tangan kiriku mulai meremas-remas buah dada kanannya, kuremas, kuperas, kupijit dan kupuntir puting susunya, desahannya mulai terdengar mengiringi desahan dan rintihanku sambil tetap mengulum, mengocok dan menghisap penisku, “Ima.. mmhh..” rintihku. Mendengar rintihanku, Ima makin mempercepat tempo permainannya, gerakan maju mundur dan jilatan-jilatan lidahnya yang basah makin menggila sambil dihisap dan disedot penisku, dipuntir-puntirnya penisku dengan bibir mungilnya dengan gerakan kepala yang berputar-putar membuat seluruh persendian tubuhku berdesir-desir dan aku merintih tak karuan. “Aahh.. Ima.. oohh.. mmnghh.. gila benerr.. oohh..” Kuluman dan hisapannya tidak berhenti hingga 20 menit, “Gila luh.. 20 menit gue oral kamu nggak klimaks.. sampai pegel mulut gue.” katanya sambil berdiri dan melingkarkan kedua tangannya dileherku untuk kemudian kami berciuman sangat panas, Ima sambil berdiri berjinjit karena tinggiku 172 cm, sedangkan dia 160 cm. 5 menit kami menikmati ciuman membara.

Kedua tanganku meremas-remas kedua bongkahan pinggulnya yang bulat dan padat, namun kenyal dan halus kulitnya, lalu aku membopongnya menuju kekamarnya sambil terus berciuman. Sambil merebahkan tubuh mungilnya, kami berdua terus berciuman panas dan tubuh kami rebah dikasur empuknya sambil terus berpelukan. Nafas kami saling memburu deras menikmati tubuh yang sudah bersimbah keringat, berguling kekanan dan kekiri “Mmhh.. mmhh.. serrp.. serrp..”, tangan kananku kembali meluncur ke buah dada kirinya, meremas dan memuntir-puntir putingnya, Ima memejamkan mata dan mengernyitkan dahinya menikmati permainan ini sambil bibirnya dan bibirku saling mengulum deras, berpagutan, menghisap lidah, dan dengan nafas saling memburu. Kuciumi kembali lehernya, kiri kanan, Ima mendesah-desah sambil kakinya dilingkarkan dipinggangku dan menggoyang-goyangkan pinggulnya. Penisku terjepit diantara perutnya dan perutku, dan karena Ima menggoyang-goyangkan pinggulnya, kurasakan gesekan-gesekan nikmat pada penisku, “Aahh..ahh..adi..cumbui aku honey..ahh..puasi aku sayang..ehmm..” Ima mengerang-erang. Aku kembali meluncur ke kedua buah dadanya yang indah dan mulai menjilati, menghisap, menggigit-gigit kecil, meremas, dan memilin puting susunya yang sudah mengeras “Ahh.. terus honey.. oohh.. sshh..”, setelah puas bermain dengan kedua buah dada indahnya, aku menuruni tubuhnya untuk melumat vaginanya, kujilati semua sudutnya, up and down, kuhisap-hisap klitorisnya dan kujilat-jilat, kuhisap-hisap lubang vagina dan klitorisnya sepuas-puasnya “Oohh.. oohh.. sshh.. aahh.. honey.. kham.. muu.. nakhal.. oohh.. nakhaal.. banget sihh.. henghh.. oohh.. emmhh..” desahan demi desahan diiringi tubuhnya yang menggelinjang dan berkelojotan, vaginanya terasa makin basah dan lembab, “Aaahh..dhhii..oohh..” vaginanya mulai mengempot-empot sebagai tanda hampir mencapai klimaks, sementara penisku sudah mengeras menunggu giliran untuk menyerang.

Aku melepas jilatan dan hisapanku di vaginanya untuk kemudian bergerak keatas kearah wajahnya yang manis, kulihat Ima mengigit bibir bawahnya dengan dahinya yang mengerenyit serta nafasnya yang memburu ketika ujung penisku bermain di bibir vaginanya up and down “Mmhh.. adi.. ayo dong.. aku udah nggak tahan nihh.. oohh.. jangan nakal gitu dong.. aahh..” Ima menikmati sentuhan binal ujung penisku dibibir vaginanya “Okhe.. honey.. siap-siap yaa..” kataku juga menahan birahi yang sudah memuncak. Perlahan kuturunkan penisku menghunjam ke vaginanya “Enghh.. aahh.. adi.. oohh.. do it honey.. oohh..” desahnya, Vaginanya agak sempit dan kurasakan agak kempot kedalam menahan hunjaman penisku. “Slepp..” baru kepala penisku yang masuk, Ima berteriak “Enghh.. aahh.. enak sayang.. sshh.. oohh..” sambil mencengkeram bahuku seperti ingin membenamkan kuku-kuku jarinya kekulitku “Ayo adi.. aahh.. terusss honey.. aahh.. aahh..” vaginanya kembali mengempot-empot dan menghisap-hisap penisku tanda awal menuju klimaks “Ahh.. Ima.. enak banget..itu mu.. ahh..” aku menikmati hisapan vaginanya yang menghisap-hisap kepala penisku. Tidak berapa lama kemudian Ima kembali berteriak “Aadii.. aahh.. khuu.. aahh.. aahh.. oohh..” Ima kembali berteriak dan merintih mencapai klimaksnya dimana baru kepala penisku saja yang masuk. Aku geregetan, sudah dua kali Ima mencapai klimaks sedangkan aku belum sama sekali, begitu Ima sedang menikmati klimaksnya, aku langsung menghunjamkan seluruh batang penisku kedalam liang vaginanya “Sloop..sloop..sloopp..” dengan gerakan turun naik yang berirama “Aahh.. aahh.. hemnghh.. oohh.. aahh.. dhii.. aahh.. aahh.. ehh.. nhak ..sha..yang.. enghh..oohh..” Ima mendesah-desah dan berteriak-teriak merasakan nikmatnya rojokan penisku di liang vaginanya yang sempit dan agak peret.

Aku terus menaik turunkan penisku dan menghunjam-hunjamkan keliang vaginanya, sementara Ima makin melenguh, mendesah dan merintih-rintih merasakan gesekan-gesekan batang penisku dan garukan-garukan kepala penisku didalam liang vaginanya yang basah dan kurasakan sangat nikmat, seperti menghisap dan memilin-milin penisku. Suara rintihan dan desahan Ima semakin keras kudengar memenuhi ruang kamarnya sementara deru nafas kami semakin! memburu, dan akhirnya “Aahh.. dhii..ahh.. khuu.. sam..phai.. lhaa..ghii.. aahh..aahh.. aahh..” jeritnya terputus-putus mencapai kenikmatan ketiganya, aku masih belum puas, kutarik kedua tangannya dan aku menjatuhkan diri kebelakang sehingga posisinya sekarang Ima berada diatasku. Setelah kami beradu pandang dan berciuman mesra sesaat, Ima mulai memaju mundurkan dan memutar pinggulnya, memelintir penisku didalam liang vaginanya, gerakan-gerakannya berirama dan semakin cepat diiringi suara rintihan dan desahan kami berdua, “Aahh.. Ima.. oohh.. enak banget..aahh..” aku menikmati gerakan binalnya, sementara kedua tanganku kembali meremas kedua buah dadanya dan jemariku memilin puting-putingnya “Aahh.. hemhh.. oohh.. nghh.. ” teriakannya kembali menggema keseluruh ruangan kamar, “Tahan.. dhulu.. aahh.. tahan..” sahutku terbata menikmati gesekan vaginanya di penisku, “Enghh.. akhu.. nggak khuat.. oohh.. honey.. aahh..” balasnya sambil mengelinjang-gelinjang hebat dengan vaginanya yang sudah mengempot-empot “Seerrt.. seerrt.. seerrt..” Ima mengeluarkan banyak cairan dari dalam vaginanya dan aku merasakan hangatnya cairan tersebut diseluruh batang penisku, tubuhnya mengigil disertai vaginanya berdenyut-denyut hebat dan kemudian Ima ambruk dipelukanku kelelahan “Oohh.. adhi.. hhhh.. mmhh.. hahh..enak banget sayang.. oohh.. mmhh..” bibirnya kembali melumat bibirku sambil menikmati klimaksnya yang keempat, sementara penisku masih bersarang berdenyut-denyut perkasa didalam vaginanya yang sangat basah oleh cairan kenikmatan dari vagina miliknya yang masih berdenyut-denyut dan menghisap-hisap penisku.

Kami terdiam sesaat, kemudian “Aku haus banget sayang, aku minum dulu yaa..boleh ?” pintanya memecah kesunyian masih berpelukan erat sambil kubelai-belai punggungnya dengan tangan kiriku dan agak kuremas-remas pantatnya dengan tangan kananku, “Boleh, tapi jangan lama-lama ya, aku belum apa-apa nih..” ujarku jahil sambil tersenyum. Sambil mencubit pinggangku Ima melepas pelukannya, melepas penisku yang bersarang di liang vaginanya “Plop..” sambil memejamkan matanya menikmati sensasi pergeseran penisku dan didinding-dinding vaginanya yang memisah untuk kemudian berdiri dan berjalan keluar kamar mengambil sirup orange dimeja samping sofa. Kemudian Ima berjalan kembali memasuki kamar sambil minum dan menawarkannya padaku. Aku meneguknya sedikit sambil mengawasi Ima berjalan menuju kamar mandi dalam kamarnya yang besar. Indah sekali pemandangan tubuhnya dari belakang, putih mulus dan tanpa cacat. Ima masuk kekamar mandi, sejenak kuikuti dia, kulihat Ima sedang membasuh tubuh indahnya yang berkeringat dengan handuk “Kenapa ? Udah nggak sabar ya ?” tanyanya sambil melirikku dan tersenyum menggoda.

Tanpa basa-basi kuhampiri Ima, kupeluk dari belakang dan kuciumi tengkuknya, pundaknya dan lehernya. Sementara kedua tanganku bergerilya membelai kulit tubuhnya yang halus. “Aahh..beneran nggak sabar..hihihi..” ucapnya “Emang..abis upacaranya banyak amat.”. Sambil tetap membelakanginya, tangan kananku mulai menuju kebuah dada kanan dan kirinya, dengan posisi tangan kananku yang melingkar di dadanya dua bukit bulat nan indah miliknya kugapai, sementara tangan kiriku mulai menuju ke vaginanya. “Hemhh..sshh..aahh..enghh..” desahannya mulai terdengar lagi setelah jari tengah tangan kiriku bermain di klitorisnya, sesekali kumasukkan dan kukeluarkan jari tengahku kedalam liang vaginanya yang mulai basah! dan lembab serta tak ketinggalan tangan kananku meremas-remas buah dada kanan dan kirinya. Kedua kakinya agak diregangkan sehingga memudahkan jemari tangan kiriku bergerak bebas meng-eksplorasi vaginanya dan bibir serta lidahku tidak berhenti mencium juga menjilat seluruh tengkuk, leher dan pundaknya kiri dan kanan, sementara tangan kanannya menggapai dan membelai-belai rambutku serta tangan kirinya membelai-belai tangan kiriku. “Ahh.. adhhii.. sshh.. mmhh..enak sayang..enghh..enaakhh..”, kurasakan vagina mulai berdenyut-denyut, lalu agak kudorong punggungnya kedepan, kedua tangannya menjejak washtaffel didepannya, kemudian pinggulnya agak kutarik kebelakang serta pinggangnya agak kutekan sedikit kebawah. Setelah itu kudorong penisku membelah kedua vaginanya dari belakang “Srreepp..” aku tidak mau tanggung-tanggung kali ini, kujebloskan seluruh batang penisku kedalam liang vaginanya “Oouhh.. aahh.. adhhii.. oohh..” teriaknya berkali-kali seiring dengan hunjaman-hunjaman penisku, tangan kiriku mencengkeram pinggang kirinya sedangkan tangan kananku meremas-remas buah dada kanannya yang sudah sangat keras dan kenyal “Aahh.. adhii.. aahh.. harder.. aahh.. harder honey..aahh..” pintanya sehingga gerakan maju mundurku makin beringas “Pook.. pook.. pook..” bunyi benturan tubuhku dibokongnya. Beberapa lama! kemudian liang vaginanya mulai mengempot-empot dan menghisap-hisap kembali dan aku tak kuasa menahan rintihan-rintihan bersamaan dengan rintihannya “Ima.. aahh.. enak shay.. hemnghh..” “Aahh.. akhuu.. aahh.. sham.. phai.. aahh..”, “Tahan.. dulu.. sha.. yang..hhuuh..” ujarku sambil terus menghunjam-hunjamkam penisku beringas karena aku juga mulai merasakan hal yang sama, “Aahh.. akhuu.. nggak.. kuat.. aahh.. AAHH..” “Seerrt..seerrt..seerrt..” kembali Ima mencapai klimaks dan menyemburkan cairan kental tubuhnya, berkali-kali, aku nggak peduli dan tetap ku genjot maju mundur penisku ke dalam vaginanya yang sudah sangat becek.

Kurasakan penisku seperti disedot-sedot dan dipuntir-puntir di dalam vaginanya yang sudah bereaksi terhadap orgasmenya. Akhirnya mengalirlah lava panas dari dalam tubuhku melewati batang penisku kemudian ke ujungnya lantas memuncratkan sperma hangatku ke dalam vaginanya yang hangat “Aahh…” kami mendesah lega setelah sedari tadi! berpacu mencapai kenikmatan yang amat sangat. Tubuh Ima mengigil menikmati sensasi yang baru saja dilaluinya untuk kemudian kembali mengendur meskipun vaginanya masih mengempot dan menghisap-hisap, aku diam dan kubiarkan Ima menikmati sensasi kenikmatan klimaksnya. “Ahh.. punyamu enak ya Ima.. bisa ngempot-ngempot gini..”ujarku memuji, “Enak mana sama punya adikku ?” tanyanya sambil menghadapkan kearah wajahku dibelakangnya dan tersenyum “Punyamu..hisapannya lebih hebat..mmhh..” kucium mesra bibirnya dan Ima memejamkan matanya. Kemudian kucabut penisku “Ploop..” “Aahh..” Ima agak menjerit, dan cepat kugandeng tangannya keluar dari kamar mandi dan kembali ketempat tidur. Setelah Ima merebahkan dirinya terlentang di tempat tidur, aku berada diatasnya sambil kuciumi dan kulumat bibir mungilnya “Mmhh..mmhh..” tangan kanannya meremas-remas penisku yang masih saja gagah setelah 2 jam bertempur “Kamu hebat Di, udah 2 jam masih keras aja.. dan kamu bener-bener bikin aku puas.” puji Ima, “Sekali lagi yaa, yang ini gong nya, aku bikin kamu puas dan nggak akan ngelupain aku selamanya, oke ?!” balasku, sambil berkata aku mulai menggeser tubuhku dan mengangkanginya, kemudian tanganku menuntun penisku memasuki liang vaginanya menuju pertempuran terakhir pada hari itu. “Sleepp..” “Auuwhh..” Ima agak menjerit. Perlahan tapi mantap kudorong penisku, sambil terus kutatap wajah manis iparku ini, Ima merem melek, mengernyitkan dahinya, dan menggigit bibir bawahnya dengan nafas memburu menahan kenikmatan yang amat sangat didinding-dinding vaginanya yang becek “Hehhnghh.. engghh.. aahh..” gerangnya.

Aku mulai memaju mundurkan gerakan pinggulku, perlahan-lahan makin lama makin cepat, makin cepat, dan makin cepat, sementara Ima yang berada dibawahku mulai melingkarkan kedua kaki indahnya kepinggangku dan kedua tangannya memegang kedua tanganku yang sedang menyangga tubuhku, Ima mengerang-erang, mendesah-desah dan melenguh-lenguh “Aahh…. oohh.. sshh.. teruss.. honey.. oohh..”, sementara akupun terbawa suasana dengusan nafas kami berdua yang memburu dengan menyertainya mendesah, mengerang, dan melenguh bersamanya “Enghh.. Imaa.. oohh.. ennakh.. sayang..?” tanyaku “He-eh.. enghh.. aahh.. enghh.. enakhh.. banghethh.. dhii… aahh..” lenguhannya kadang meninggi disertai jeritan-jeritan kecil dari bibir mungilnya “Oohh.. adhii.. oohh.. enghh..” tubuhnya mulai bergelinjangan dan berkelojotan, matanya mulai dipejamkan, jepitan kaki-kakinya mulai mengetat dipinggangku, kami terus memacu irama persetubuhan kami, aku yang bergerak turun naik memompa dan merojok-rojok batang penisku kedalam liang vaginanya diimbangi gerakan memutar-mutar pinggul Ima yang menimbulkan sensasi memilin-milin di batang penisku, nikmat sekali.

Kulepas pelukanku untuk kemudian aku merubah posisiku yang tadinya menidurinya ke posisi duduk, kuangkat kedua kaki Ima yang indah dengan kedua tanganku dan kubuka lebar-lebar untuk kembali kupompa batang penisku kedalam liang vaginanya yang makin basah dan makin menghisap-hisap “Enghh.. Adhii.. oohh.. shaa.. yang.. aahh..” kedua tangan Ima meremas erat bantal dibawah kepalanya yang menengadah keatas disertai rintihan, teriakan, desahan dan lenguhan dari bibir mungilnya yang tidak berhenti. Kepalanya terangguk-angguk dan badannya terguncang-guncang mengimbangi gerakan tubuhku yang makin beringas. Kemudian aku mengubah posisi kedua kaki Ima untuk bersandar dipundakku, sementara agak kudorong tubuhku kedepan, kedua tanganku serta merta bergerak kekedua buah dadanya untuk meremas-remas yang bulat membusung dan memuntir-puntir puting susunya kenyal dan mengeras tanpa kuhentikan penetrasi penisku kedalam liang vaginanya yang hangat dan basah. Ima tidak berhenti merintih dan mendesah sambil dahinya mengernyit menahan klimaksnya agar kami lebih lama menikmati permainan yang makin lama semakin nikmat dan membawa kami melayang jauh. “Oohh.. Ahh.. Dhii.. enghh.. ehn.. nnakhh..” desahan dan rintihan Ima menikmati gesekan-gesekan batang penis dan rojokan-rojokan kepala penisku berirama merangsangku untuk makin memacu pompaanku, nafas kami saling memburu.

Setelah mulai kurasakan ada desakan dari dalam tubuhku untuk menuju penisku, aku merubah posisi lagi untuk kedua tanganku bersangga pada siku-siku tanganku dan membelai-belai rambutnya yang sudah basah oleh kucuran keringat dari kulit kepalanya. Sambil aku merapatkan tubuhku diatas tubuh Ima, kedua kaki Ima mulai menjepit pinggangku lagi untuk memudahkan kami melakukan very deep penetration, rintihan dan desahan nafasnya yang memburu masih terdengar meskipun kami sambil berciuman Mmnghh.. mmhh.. oohh.. ahh.. Dhii.. mmhh.. enghh.. aahh..” “Oohh.. Imaa.. enghh.. khalau.. mau sampai.. oohh.. bhilang.. ya.. sha.. yang..enghh..aahh..” ujarku meracau “Iyaa.. honey..oohh..aahh..” tubuh kami berdua makin berkeringat, dan rambut kami juga tambah acak-acakan, sesekali kami saling melumat bibir dengan permainan lidah yang panas disertai gerakan maju mundur pinggulku yang diimbangi gerakan memutar, kekanan dan kekiri pinggul Ima. “Oohh.. dhii.. oohh.. uu.. dhahh.. belomm.. engghh.. akhu.. udahh.. nggak khuat..niihh,,” erangan-erangan kenikmatan Ima disertai tubuhnya yang makin menggelinjang hebat dan liang vaginanya yang mulai mengempot-empot dan menghisap-hisap hampir mencapai klimaksnya “Dhikit.. laghi.. sayang.. oohh..” sambutku karena penisku juga sudah mulai berdenyut-denyut “Aahh.. aa.. dhii.. noww..oohh.. enghh..aahh” jeritnya “Yeeaa.. aahh..” jeritanku mengiringi jeritan Ima, akhirnya kami mencapai klimaks bersamaan, “Srreett.. crreett.. srreett.. crreett..” kami secara bersamaan dan bergantian memuntahkan cairan kenikmatan berkali-kali sambil mengerang-erang dan mendesah desah, kami berpelukan sangat erat, aku menekan pinggulku dan menancapkan penisku sedalam-dalamnya ke dalam liang vag! ina Ima, sementara Ima membelit pinggangku dengan kedua kaki indahnya dan memelukku erat sekali seakan tak ingin dilepaskan lagi sambil kuciumi lehernya dan bibir kami juga saling berciuman.

Nikmat yang kami reguk sangatlah dahsyat dan sangat sulit dilukiskan dengan kata-kata. Sementara kami masih saling berpelukan erat, vagina Ima masih mengempot-empot dan menghisap-hisap habis cairan spermaku seakan menelannya sampai habis, dan penisku masih berdenyut-denyut didalamnya,dan kemudian secara perlahan tubuh kami mengendur saling meregang, dan akupun jatuh tergulir disamping kanannya.


Sesaat rebah berdiam diri bersebelahan, Ima kemudian merebahkan kepalanya dipundak kiriku sambil terengah-engah kelelahan dan mencoba mengatur nafasnya setelah menikmati permainan surga dunia kami. Kulit tubuhnya yang putih dan halus berkeringat bersentuhan dengan kulitku yang berkeringat, Ima memelukku mesra, dan tangan kiriku membelai rambut dan pundaknya. “Adi.. kamu hebat banget, gue sampai puas banget sore ini, klimaks yang gue rasakan beberapa kali belum pernah gue alamin sebelumnya, hemmhh..” Ima berkata sambil menghela nafas panjang “Ma kasih ya sayang.. thank you banget..” ujarnya lagi sambil kami berciuman mesra sekali seakan tak ingin diakhiri. Tak terasa kami sudah mereguk kenikmatan berdua lebih dari 4 jam lamanya dan hari sudah menjelang sore. Setelah puas berciuman dan bermesraan, kami berdua menuju kamar mandi untuk membasuh keringat yang membasahi tubuh kami, kami saling membasuh dan membelai tak lupa diselingi ciuman-ciuman kecil yang mesra. Setelah selesai kami berpakaian dan menuju lantai bawah ke ruang tengah untuk menonton TV dan menunggu istri dan mertuaku serta anaknya pulang dari kegiatan masing-masing. Sambil menunggu kami masih saling berciuman menikmati waktu yang tersisa, Ima berucap padaku “Adi..kalo gue telpon, kamu mau dateng untuk temenin gue ya sayang..” “Pasti !” jawabku, lalu kami kembali berciuman. Sejak kejadian itu, tiap kali Anto (suaminya) tidak di Jakarta, paling tidak seminggu 2 kali aku pasti datang kerumah Ima iparku itu untuk mereguk kenikmatan berdua hingga larut malam dengan alasan pada istriku lembur atau ada rapat dikantor, dan sebulan sekali aku pasti menghabiskan weekendku merengkuh kenikmatan langit ketujuh berdua Ima.