www.dewalotto.com

www.dewalotto.com
Bandar Online Terbesar Terbonafit Terpercaya dengan Permainan Terlengkap All You Can Play in Dewalotto

Kamis, 04 Oktober 2018

Prediksi togel - Kamis 04 Oktober 2018


>>>SINGAPOREPOOLS<<<

ANGKA MAIN : 9 7 1 8
TOP 2D : 09 17 21 38 49
CADANGAN 2D : 59 67 71 88 99
TOP SHIO : Kambing Naga Babi
COLOK BEBAS : 1 7 8
AS : 0 1 2
KOP : 4 5 6
KEPALA : Kecil / Ganjil
EKOR : Besar / Genap


Namaku Erick, tentunya bukan nama asli dong. Aku tinggal di suatu kota yang kebetulan sering dijuluki sebagai kota kembang pengalamanku ini terjadi mungkin kira- kira 2 tahun yang lalu. Sebut saja Indi , dia adalah tunangan temanku yang bernama Edi yang tinggal di Jakarta, yang mana pada waktu itu Edi harus keluar kota untuk keperluan bisnisnya. Oh ya, Edi ini punya adik laki-laki yang bernama Deni, dimana adiknya itu teman mainku juga. Kalau tidak salah, malam itu adalah malam minggu, kebetulan pada waktu itu aku lagi bersiap-siap untuk keluar.

Tiba-tiba telpon di rumahku berbunyi, ternyata dari Deni yang mau pinjam motorku untuk menjemput temannya di stasiun kereta api. Dia juga bilang nitip sebentar tunangan kakaknya, karena di rumah lagi tidak ada siapa-siapa. Aku tidak bisa menolak, lagi

pula aku ingin tahu tunangan temanku itu seperti bagaimana rupanya. Tidak lama kemudian Deni datang, karena rumahnya memang tidak begitu jauh dari rumahku dan langsung menuju ke kamarku.

“Hei Rick..! Aku langsung pergi nih.. mana kuncinya..?” kata Deni. “Tuh.., di atas meja belajar.” kataku, padahal dalam hati aku kesal juga bisa batal deh acaraku. “Oh ya Rick.., kenalin nih tunangan kakakku. Aku nitip sebentar ya, soalnya tadi di rumah nggak ada siapa-siapa, jadinya aku ajak dulu kesini. Bentar kok Rick..,” kata Deni sambil tertawa kecil. “Erick..,” kataku sambil menyodorkan tanganku. “Indi..,” katanya sambil tersenyum. “Busyeett..! Senyumannya..!” kataku dalam hati. Jantungku langsung berdebar- debar ketika berjabatan tangan dengannya.

Bibirnya sensual sekali, kulitnya putih, payudaranya lumayan besar, matanya, hidungnya, pokoknya, wahh..! Akibatnya pikiran kotorku mulai keluar. “Heh..! Kok malah bengong Rick..!” kata Deni sambil menepuk pundakku. “Eh.. oh.. kenapa Den..?” kaget juga aku. “Rick, aku pergi dulu ya..! Ooh ya Ndi.., kalo si Erick macem-macem, teriak aja..!” ucap Deni sambil langsung pergi. Indi hanya tersenyum saja. “Sialan lu Den..!” gerutuku dalam hati.

Seperginya Deni, aku jadi seperti orang bingung saja, serba salah dan aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Memang pada dasarnya aku ini sifatnya agak pemalu, tapi kupaksakan juga akhirnya. “Mo minum apa Ndi..?” kataku melepas rasa maluku. “Apa aja deh Rick. Asal jangan ngasih racun.” katanya sambil tersenyum. “Bisa juga bercanda nih cewek, aku kasih obat perangsang baru tau..!” kataku dalam hati sambil pergi untuk mengambil beberapa minuman kaleng di dalam kulkas.

Akhirnya kami mengobrol tidak menentu, sampai dia menceritakan kalau dia lagi kesal sekali sama Edi tunangannya itu, pasalnya dia itu sama sekali tidak tahu kalau Edi pergi keluar kota. Sudah jauh-jauh datang ke Bandung, nyatanya orang yang dituju lagi pergi, padahal sebelumnya Edi bilang bahwa dia tidak akan kemana-mana.

“Udah deh Ndi.., mungkin rencananya itu diluar dugaan.., jadi Kamu harus ngerti dong..!” kataku sok bijaksana. “Kalo sekali sih nggak apa Rick, tapi ini udah yang keberapa kalinya, Aku kadang suka curiga, jangan-jangan Dia punya cewek lain..!” ucap Indi dengan nada kesal. “Heh.., jangan nuduh dulu Ndi, siapa tau dugaan Kamu salah,” kataku. “Tau ah.., jadi bingung Aku Rick, udah deh, nggak usah ngomongin Dia lagi..!” potong Indi. “Terus mau ngomong apa nih..?” kataku polos. Indi tersenyum mendengar ucapanku. “Kamu udah punya pacar Rick..?” tanya Indi. “Eh, belom.. nggak laku Ndi.. mana ada yang mau sama Aku..?” jawabku sedikit berbohong. “Ah bohong Kamu Rick..!” ucap Indi sambil mencubit lenganku. Seerr..!

Tiba- tiba aliran darahku seperti melaju dengan cepat, otomatis adikku berdiri perlahan- lahan, aku jadi salah tingkah. Sepertinya si Indi melihat perubahan yang terjadi pada diriku, aku langsung pura-pura mau mengambil minum lagi, karena memang minumanku sudah habis, tetapi dia langsung menarik tanganku. “Ada apa Ndi..? Minumannya sudah habis juga..?” katak u pura-pura bodoh. “Rick, Kamu mau nolongin Aku..?” ucap Indi seperti memelas. “Iyaa.., ada apa Ndi..?” jawabku. “Aku.., Aku.. pengen bercinta Rick..?” pinta Indi.

“Hah..!” kaget juga aku mendengarnya, bagai petir di siang hari, bayangkan saja, baru juga satu jam yang lalu kami berkenalan, tetapi dia sudah mengucapkan hal seperti itu kepadaku. “Ka.., Kamu..?” ujarku terbata-bata. Belum juga kusempat meneruskan kata- kataku, telunjuknya langsung ditempelkan ke bibirku, kemudian dia membelai pipiku, kemudian dengan lembut dia juga mencium bibirku. Aku hanya bisa diam saja mendapat perlakuan seperti itu.

Walaupun ini mungkin bukan yang pertama kalinya bagiku, namun kalau yang seperti ini aku baru yang pertama kalinya merasakan dengan orang yang baru kukenal. Begitu lembut dia mencium bibirku, kemudian dia berbisik kepadaku, “Aku pengen bercinta sama Kamu, Rick..! Puasin Aku Rick..!” Lalu dia mulai mencium telinganku, kemudian leherku, “Aahh..!” aku mendesah. Mendapat perlakuan seperti itu, gejolakku akhirnya bangkit juga. Begitu lembut sekali dia mencium sekitar leherku, kemudian dia kembali mencium bibirku, dijulurkan lidahnya menjalari rongga mulutku.

Akhirnya ciumannya kubalas juga, gelombang nafasnya mulai tidak beraturan. Cukup lama juga kami berciuman, kemudian kulepaskan ciumannya, kemudian kujilat telinganya, dan menelusuri lehernya yang putih bak pualam. Ia mendesah kenikmatan, “Aahh Rick..!” Mendengar desahannya, aku semakin bernafsu, tanganku mulai menjalar ke belakang, ke dalam t- shirt-nya. Kemudian kuarahkan menuju ke pengait BH-nya, dengan sekali sentakan, pengait itu terlepas.

Kemudian aku mencium bibirnya lagi, kali ini ciumannya sudah mulai agak beringas, mungkin karena nafsu yang sudah mencapai ubun- ubun, lidahku disedotnya sampai terasa sakit, tetapi sakitnya sakit nikmat. “Rick.., buka dong bajunya..!” katanya manja. “Bukain dong Ndi..,” kataku. Sambil menciumiku, Indi membuka satu persatu kancing kemeja, kemudian kaos dalamku, kemudian dia lemparkan ke samping tempat tidur. Dia langsung mencium leherku, terus ke arah puting susuku. Aku hanya bisa mendesah karena nikmatnya, “Akhh.., Ndi.” Kemudian Indi mulai membuka sabukku dan celanaku dibukanya juga.Akhirnya tinggal celana dalam saja.

Dia tersenyum ketika melihat kepala kemaluanku off set alias menyembul ke atas.Indi melihat wajahku sebentar, kemudian dia cium kepala kemaluanku yang menyembul keluar itu. Dengan perlahan dia turunkan celana dalamku, kemudian dia lemparkan seenaknya. Dengan penuh nafsu dia mulai menjilati cairang bening yang keluar dari kemaluanku, rasanya nikmat sekali. Setelah puas menjilati, kemudian dia mulai memasukkan kemaluanku ke dalam mulutnya. “Okhh.. nikmat sekali,” kataku dalam hati, sepertinya kemaluanku terasa disedot-sedot. Indi sangat menikmatinya, sekali- sekali dia gigit kemaluanku. “Auwww.., sakit dong Ndi..!” kataku sambil agak meringis.

Indi seperti tidak mendengar ucapanku, dia masih tetap saja memaju- mundurkan kepalanya. Mendapat perlakuannya, akhirnya aku tidak kuat juga, aku sudah tidak kuat lagi menahannya,”Ndi, Aku mau keluar.. akhh..!” Indi cuek saja, dia malah menyedot batang kemaluanku lebih keras lagi, hingga akhirnya, “Croott.. croott..!” Aku menyemburkan lahar panasku ke dalam mulut Indi. Dia menelan semua cairan spermaku, terasa agak ngilu juga tetapi nikmat.

Setelah cairannya benar-benar bersih, Indi kemudian berdiri, kemudian dia membuka semua pakaiannya sendiri, sampai akhirnya dia telanjang bulat. Kemudian dia menghampiriku, menciumi bibirku. “Puasin Aku Rick..!” katanya sambil memeluk tubuhku, kemudian dia menuju tempat tidur. Sampai disana dia tidur telentang. Aku lalu mendekatinya, kutindih tubuhnya yang elok, kuciumi bibirnya, kemudian kujilati belakang telinga kirinya. Dia mendesah keenakan, “Aahh..!” Mendengar desahannya, aku tambah bernafsu, kemudian lidahku mulai menjalar ke payudaranya.

Kujilati putingnya yang sebelah kiri, sedangkan tangan kananku meremas payudaranya yang sebelah kiri, sambil kadang kupelintir putingnya. “Okkhh..! Erick sayang, terus Rick..! Okhh..!” desahnya mulai tidak menentu. Puas dengan bukit kembarnya, badanku kugeser, kemudian kujilati pusarnya, jilatanku makin turun ke bawah. Kujilati sekitar pangkal pahanya, Indi mulai melenguh hebat, tangan kananku mulai mengelus bukit kemaluannya, lalu kumasukkan, mencari sesuatu yang mungkin kata orang itu adalah klitoris. Indi semakin melenguh hebat, dia menggelinjang bak ikan yang kehabisan air.

Kemudian aku mulai menjilati bibir kemaluannya, kukuakkan sedikit bibir kemaluannya, terlihat jelas sekali apa yang namanya klitoris, dengan agak sedikit menahan nafas, kusedot klitorisnya. “Aakkhh.. Rick..,” Indi menjerit agak keras, rupanya dia sudah orgasme, karena aku merasakan cairan yang menyemprot hidungku, kaget juga aku.

Mungkin ini pengalaman pertamaku menjilati kemaluan wanita, karena sebelumnya aku tidak pernah. Aku masih saja menjilati dan menyedot klitorisnya. “Rick..! Masukin Rick..! Masukin..!” pinta dia dengan wajah memerah menahan nafsu. Aku yang dari tadi memang sudah menahan nafsu, lalu bangkit dan mengarahkan senjataku ke mulut kemaluannya, kugesek-gesekkan dulu di sekitar bibir kemaluannya. “Udah dong Rick..! Cepet masukin..!” katanya manja. “Hmm.., rupanya ni cewek nggak sabaran banget.” kataku dalam hati. Kemudian kutarik tubuhnya ke bawah, sehingga kakinya menjuntai ke lantai, terlihat kemaluannya yang menyembul. Pahanya kulebarkan sedikit, kemudian kuarahkan kemaluanku ke arah liang senggama yang merah merekah. Perlahan tapi pasti kudorong tubuhku.

“Bless..!” akhirnya kemaluanku terbenam di dalam liang kemaluan Indri. “Aaakkhh Rick..!” desah Indi. Kaget juga dia karena sentakan kemaluanku yang langsung menerobos kemaluan Indi. Aku mulai mengerakkan tubuhku, makin lama makin cepat, kadang- kadang sambil meremas- remas kedua bukit kembarnya. Kemudian kubungkukkan badanku, lalu kuhisap puting susunya. “Aakkhh.., teruss.., Sayangg..! Teruss..!” erang Indi sambil tangannya memegang kedua pipiku. Aku masih saja menggejot tubuhku, tiba- tiba tubuh Indi mengejang, “Aaakkhh.. Eriicckk..!” Ternyata Indi sudah mencapai puncaknya duluan.

“Aku udah keluar duluan Sayang..!” kata Indi. “Aku masih lama Ndi..,” kataku sambil masih menggenjot tubuhku. Kemudian kuangkat tubuh Indi ke tengah tempat tidur, secara spontan, kaki Indi melingkar di pinggangku. Aku menggenjot tubuhku, diikuti goyangan pantat Indi. “Aakkhh Ndi.., punya Kamu enak sekali.” kataku memuji, Indi hanya tersenyum saja. Aku juga heran, kenapa aku bisa lama juga keluarnya. Tubuh kami berdua sudah basah oleh keringat, kami masih mengayuh bersama menuju puncak kenikmatan. Akhirnya aku tidak kuat juga menahan kenikmatan ini. “Aahh Ndi.., Aku hampir keluar..,” kataku agak terbata-bata.

“Aku juga Rick..! Kita keluarin sama- sama ya Sayang..!” kata Indi sambil menggoyang pantatnya yang bahenol itu. Goyangan pantat Indi semakin liar. Aku pun tidak kalah sama halnya dengan Indi, frekuensi genjotanku makin kupercepat, sampai pada akhirnya, “Aaakkhh.., Ericckk..!” jerit Indi sambil menancapkan kukunya ke pundakku. “Aakhh, Indii.., Aku sayang Kamuu..!” erangku sambil mendekap tubuh Indi. Kami terdiam beberap saat, dengan nafas yang tersenggal-senggal seperti pelari marathon.

“Kamu hebat sekali Rick..!” puji Indi. “Kamu juga Ndi..!” pujiku juga setelah agak lama kami berpelukan. Kemudian kami cepat- cepat memakai pakain kami kembali karena takut adik tunangannya Indi keburu datang.


Rabu, 03 Oktober 2018

Prediksi togel - Rabu 03 Oktober 2018


 >>>SINGAPOREPOOLS<<<


ANGKA MAIN : 6 5 0 3
TOP 2D : 06 15 20 33 46
CADANGAN 2D : 56 65 70 83 96
TOP SHIO : Monyet Tikus Ular
COLOK BEBAS : 0 3 5
AS : 3 4 5 
KOP : 7 8 9
KEPALA : Kecil / Ganjil
EKOR : Kecil / Ganjil



Bermula dari kebiasaanku setiap pagi saya naik bus dari terminal dikawasan Jakarta timur. Sampai suatu hari ada seorang wanita yang naik bersamaan dengan saya. Saya perhatikan wanita ini tampak biasa saja, usianya saya perkirakan sekitar 21an, tetapi dengan setelan blazer dan rok mini yang ketat warna biru tua, sangat kontras dengan warna kulitnya yang putih. Hari itu dia naik bersama saya dan diluar dugaan saya, dia duduk disamping saya padahal ada bangku lain yang kosong.
Tapi okelah saya anggap itu adalah wajar tapi sungguh saya tidak berani menegur, kadang kala saya melirik ke arah pahanya yang putih dan sedikit di tumbuhi bulu-bulu halus dipermukaannya. Hal ini membuat saya betah duduk bersama dia selain juga wanginya membuat saya sangat bangga bisa duduk berdampingan dengan beliau. Begitulah hingga hari ketiga hal yang sama terjadi lagi dan kali ini saya coba mau menguji keberuntunganku, maka saya mulai menegur.
“Selamat pagi mbak”, tegurku padanya.
“Pagi juga”, si mbak cantik menjawab dengan senyum yang cantik dimata saya, lalu saya buka omongan.
“Kayaknya udah 3 hari berturut-turut kita barengan terus ya ? Ngomong-ngomong mbak mau turun dimana sih..?”, tanyaku.
“Di Sarinah mas”, jawabnya.
“Apa mbak kerja disana ?”, tanyaku basa-basi.
“Oh tidak, saya kerjanya dekat Sarinah”, jawabnya sekenanya.
Lalu terjadilah percakapan biasa meliputi kemacetan lalu lintas.
“Kalau kamu kerjanya dimana ?”, tanyanya.
“Saya kerjanya dibagian komputer mbak”
“Ohh pas banget, kantor saya juga banyak pakai komputer. Bole dong minta kartu nama kamu, barangkali butuh teknisi komputer saya bisa hubungi kamu”
Maka sayapun memberikan kartu nama saya. Tapi waktu saya minta kartu namanya, dia tidak kasih dengan alasan tidak punya. Ternyata hari ini adalah hari baik saya dengan segera saya tau namanya “Anis” . Setelah dari itu, kami selalu bersama tiap pagi dan telepon pun mulai berdering dengan segala basa basi.
Suatu ketika, saya tidak melihat dia selama 5 hari berturut, saya sempat menunggu sampai telat tiba dikantor, saya hubungi telepon dikantornya juga tidak masuk. Akhirnya dia telepon juga katanya sakit. Tepatnya hari Senin kita kembali bbertemu, kali ini tanpa mengenakan seragam hanya memakai celana jeans dan kaos T-shirt sehingga dadanya yang montok itu tampak jelas membuat perhatian orang-orang disekitar kami. Kali ini dia ajak saya untuk bolos.
“Mas saya butuh bantuan nih”, katanya.
“Ya, apa yang bisa saya bantu ?”
“Mas, kalau bisa hari ini nggak usah ke kantor ya, temenin saya ke Bogor yuk ? Ya, kalau mas nggak keberatan sih”
Saya berpikir sejenak, lalu saya tanya lagi lagi.
“Memang kamu mau nggak kerja hari ini ?”
“Saya sedang ada masalah nih mas, ya agak pribadi sih… kira-kira bisa nggak mas ?”
Saya nggak pikir lagi, saya jawab langsung,
”Iya saya temenin deh…”, dalam hati sih, wah kasian ini customer saya yang udah pada di janjiin.
Dengan alasan keperluan keluarga saya ijin tidak masuk, saya jalan sama Anis kerumah temannya di Bogor. Setiba disana saya dikenalin sama temannya bernama Dewi, mereka bicara berdua dibelakang, sementara saya diruang depan seorang diri. Setelah itu mereka kembali lagi dan kita ngobrol bersama sama. Rupanya si Dewi punya janji dengan temannya kalau mau pergi jadi kita tinggal berdua saja dirumah itu, sambil ngobrol di karpet dan nonton TV, dengan manja Anis tiduran di pahaku, sambil bercerita macem-macem dan aku menjadi pendengar yang baik.
“Capek nggak mas ditidurin pahanya gini..?”, tanya Anis tiba-tiba.
“Ah nggak apa apa kok mbak…”, dalam hati sih pegel juga nih, udah itu batang kemaluan saya agak sedikit bangun gara-gara saya ngintipin dadanya yang montok dan putih. Dia pakai BH yang cuma separo  jadi gundukan daging di dadanya agak menonjol.
diluar dugaan dia tanya lagi , tapi kali ini nanyanya nggak tahu lagi iseng kali,
“Burungnya nggak keganggu kan ditidurin sama saya ?”, tanyanya mengejutkanku.
“Keganggu sih nggak, cuman agak bangun”, jawabku sekenanya.
”Biarin deh, bangunin aja pengen tahu, kayak apa sih…”, dia tersenyum sambil memegang batang kemaluan saya.
“Ya sudah bangunin saja…”, jawab saya pasrah sambil berharap hal itu beneran.
“Ah yang bener mas ?,kalau gitu buka dong biar aku bangunin…”
“Jangan disini mbak, nanti kalau mbak Dewi datang gawat…”
“Oh… tenang aja si Dewi pulang ntar sore, dia temen baik saya, saya sering nginap disini, dia juga suka nginap dirumah saya…”, katanya menyakinkanku.
“Ayo dong dibuka, katanya burungnya pengen dibangunin…”
Dalam keadaan duduk dan menyandar didinding ditambah lagi Anis yang tiduran tengkurap dikaki saya, jadi agak sedikit repot juga saya buka jeans saya. Cuma saya plorotin sampai batas paha saja.
”Ini sih masih tidur ya ? biar saya bangunin ya mass…”, katanya sambil mengenggam batang kemaluan saya.
Lalu mulai di kocok dan tangan yang sebelah lagi mengelus bagian kepala, membuat saya merasa geli tapi enak. Lalu ketika batang kemaluan saya mulai mengeras, dia makin mendekatkan wajahnya dan mulai mejilat dengan ujung lidahnya disekitar bagian bawah kepala kemaluan saya. Sekali-kali digigitnya kecil. Hal ini membuat saya merem melek.
“Mbak buka T-shirtnya dong…”, kataku
“Lho kenapa mas ?”, tanyanya.
“Pengen lihat saja…”, jawabku.
Lalu sambil tersenyum dia bangun dan mulai membuka ikat pinggang, kancing celana dan retsleting celana jeansnya. Sehingga perut bagian bawahnya tampak putih dan sedikit tampak batas celana dalamnya, lalu dia tarik T-shirt keatas dan dilepaskan. Sehingga dengan jelas saya lihat pemandangan indah dari dadanya yang montok uk 36, dan selanjutnya dia mulai menurunkan celana jeansnya. Sekarang tinggal pakai BH dan celana dalam saja.
“Oh… sungguh menakjubkan CD-nya yang mini sekali, betapa indah tubuh wanita ini montok dan sekel”, pikirku dalam hati.
Setelah itu kembali dia tiduran keposisi semula, tapi kali ini dia tidak hanya memainkan batang kemaluan saya, tetapi sudah mulai dimasukkan kedalam mulutnya. terasa lidahnya bermain diatas kepala kemaluan saya. Oh… nikmatnya, sambil membuka baju, saya mencoba mengangkat pantat saya agar lebih masuk. Rupanya dia tahu maksud saya, dia masukin full sampai ke tenggorokannya. Saya tidak pernah mengukur batang kemaluan saya sendiri tapi didalam mulutnya diujung batang kemaluan saya terasa sudah mentok dan masih tersisa diluar kira kira 2 ruas jari orang dewasa. Hingga membuat Anis sempat tersendak sesaat.
Aku pun segera berputar lalu merebahkan badan sehingga posisi sekarang 69, saya biarkan dia mempermainkan kemaluan saya. Sementara saya ciumin paha bagian dalam Anis yang mulus dan putih, sambil meremas bagian pantatnya yang masih tertutup celana dalamnya yang mini. Pelan-pelan saya tarik celana dalamnya, sampai terlihat dengan jelas bulu lebat disekitar kemaluannya yang kontras dengan warna kulitnya yang putih, begitu lebatnya sampai ada bulu yang tumbuh disekitar lubang duburnya.
Oh indah sekali panorama yang ada didepan saya, dan saya pun mulai menjilat vaginanya yang wangi sebab keliatannya dia rajin pakai shampo khusus untuk vagina. Pada saat itu terdengar suara merintih yang lirih,
“Oohhh… mas aku nggak tahan nih… Aaahhhh…”, desahnya tampak bersemangat.
Lubang kemaluannya mulai berlendir, buah dadanya mengeras. Akhirnya saya bangun dan langsung membalikkan tubuhnya, saya lepaskan juga BHnya, sehingga tampak tubuhnya yang montok dalam keadaan bugil. Saya perhatikan dari atas sampai bawah tampak sempurna sekali, putih, mulus, bulu kemaluannya tampak lebat. Waktu saya perhatikan itu, tangannya terus memegang batang kemaluan saya. Akhirnya saya renggangkan kedua pahanya dan saya angkat sehingga tampak jelas lubang vagina dan anusnya. Lalu saya tarik pelan-pelan batang kemaluan saya dari mulutnya dan merubah posisi. Saya peluk dia sambil menciumi bibir, leher, serta telinganya hal ini membuat dia terangsang.
“Mas… masukin saja mas… Aku sudah ga tahan mass…”, katanya dengan lirih.
Lalu saya bangun dan saya pandang dia, dan saya atur posisi kedua kakinya dilipat sehingga pahanya menempel di dadanya. Lalu saya jongkok dan saya pegang batang saya dan saya arahkan ke vaginanya, lalu saya tempelkan kepala kemaluan saya dan saya tekan sedikit demi sedikit, dan dia mulai merintih. Tangannya mencekram tanganku dengan kuat, matanya memejam, kepalanya bergoyang kiri dan kanan dan vaginanya basah kuyup. Hal ini membuat kepala pelirku basah, dan aku mulai berirama keluar masuk, tetapi hanya sebatas kepalanya saja. Kini dia mulai mencoba menggoyangkan pinggangnya dan mencoba menekan agar batang pelirku masuk total tapi aku bertahankan posisi semula dan mempermainkan terus. Akhirnya karena tidak tahan dia pun memohon
“Mas… Oohhh… masukin aja mas… Aahhh… nggak kuat nih mas…”, pintanya.
Akhirnya mulai aku mendorong batang kemaluanku perlahan tapi pasti, dengan posisi jongkok dan kedua kakinya berada diatas pundakku. Aku mulai menciumi dengkulnya yang halus itu, mbak Anis pun mulai menggoyangkan pinggangnya keatas dan kebawah. Kira kira 10 menit kemudian dia mulai merenggang dan gerakannya tidak stabil.
“Mas… Oohhhh… Ssshhh…”, rintihnya sambil membusungkan dadanya, tampak putingnya menonojol.
“Ayo mas… akhhh… terus… mas…”
Aku pun mulai memompa dengan irama lebih cepat sesekali dengan putaran sehingga bulu kemaluanku mengenai bagian klitorisnya, hal ini yang menyebakan mbak Anis “Orgasme” atau klimax, dan terasa cairan hangat menyiram batang kemaluanku, tubuhnya mengejang hebat.
“Mas… Ohhhhh… pssttt… Akh…”, nafasnya memburu. Cerita Semi
Sesaat kemudian dia terdiam, akupun menghentikan goyanganku, aku tarik pelan-pelan batang kemaluanku dan setelah dicabut tampak ada bekas cairan yang meleleh membasahi permukaan vaginanya. Nafas mbak Anis pun tampak ngos-ngosan seperti orang habis lari. Akupun duduk terdiam dengan kemaluanku masih tegang berdiri, mbak Anis pun tersenyum. Sembari tiduran diatas kedua pahaku dengan rambutnya terurai dia memandangi batang kemaluanku yang masih berdiri, tangannya memegang kemaluanku.
“Mas ini enak sekali… diapaiin sih kok bisa segede begini ?”, tanyanya padaku.
“Ah… ini sih ukuran normal orang asia…”, jawabku.
“Tapi ini termasuk besar juga lho mas…”, katanya.
Aku hanya terdiam sambil aku mengambil sebatang rokok, dan aku menyulutnya, dan kulihat mbak Anis tetap mempermainkan batang kemaluanku.
“Kasih kesempatan 5 sampai 10 menit lagi ya mas, biar saya bisa nafsu lagi…”, katanya sambil mempermainkan batang kemaluanku.
Aku hanya menjawab dengan hanya menganggukan kepala dan terdiam.
Ronde kedua dimulai di rebahkan badanku lalu dia ambil posisi diatas badanku dia kangkangin kedua paha di pegangnya batang kemaluanku yang masih keras dan tegang lalu dimasukan kedalam lubang vaginanya. Dia pun mulai melakukan gerakan naik dan turun, seperti penunggang kuda. Kedua buah dadanya berayun-ayun lalu secara reflek aku pegang kedua putingnya dan aku pilin-pilin, membuat mbak Anis terangsang hebat, kira hampir 1/2 jam kemudian aku merasakan spermaku akan segera keluar. Segera aku balikkan tubuhnya dan aku pompa kembali vaginanya dengan nafsu. Mungkin mbak Anis merasakan batang kemaluanku berdenyut menandakan aku sudah ingin menyemprotkan sprema ku.
“Diluar aja ya mas… aku pengen liat mass…”, mbak Anis merintih tidak karuan.
”Aduh… mas… ohhh… enak mass… akhhh… masss…”
Akhirnya mbak Anis kembali orgasme, membuat vaginanya basah, hal ini membuat aku makin enak, akhirnya aku tak bisa menahan lebih lama spermaku yang sudah di ujung batang penisku siap menyemprotkan semuanya. Segera aku tarik batang kemaluanku, tangan kananku mengocok batang kemaluanku sendiri dan tangan kiri menekan pangkal batang kemaluanku sendiri. Pada saat itu mbak Anis memasukan salah satu jarinya kelubang anusku membuat spermaku muncrat banyak sekali berhamburan diatas dada, perut, dan diatas rambut kemaluannya. Akupun segera berbaring disampingnya, istirahat sebentar, lalu kekamar mandi, untuk mandi bersama.
Dikamar mandi kami saling menyabuni, sambil aku meremas-remas kedua buah dadanya yang basah oleh sabun, mbak Anispun memainkan batang kemaluanku yang masih setengah tidur tapi masih aja mengeras, lama-lama aku tegang lagi karena permainan tangan mbak Anis dengan sabunnya.
“Mbak, tadi kok minta dikeluarin di luar kenapa ?”
“Iya… saya senang kalau melihat kemaluan laki-laki yang akan segera mengeluarkan sperma…”
“Mas ini bangun lagi ya ?, tanyanya ketika melihat batang kemaluanku kembali mendongak keatas.
“Boleh masukin lagi nggak ?”, jawabku hanya mengangguk dan kembali bertanya.
“Tapi dari belakang ya mas…”, dia menjawab sambil membalikan badan yang masih penuh sabun dan posisi setengah membungkuk.
Kedua tangannya berpegang di sisi bak kamar mandi dan kedua kakinya direnggangkan sehingga tampak jelas sekali lubang vaginanya, juga lubang anusnya. Aku jongkok dibelakangnya sambil mempermainkan lidahku di sekitar vagina dan kedua pantatnya, lama-lama kudengar desahan suara diantara gemericik air yang mengalir ke bak mandi. Segera kuambil sabun sebanyak mungkin aku gosok di batang kemaluanku, lalu aku genggam batang kemaluanku dan kepala kemaluanku kutempel di permukaan lubang vaginanya. Terdengar desahan dan mulai menggerakkan batang kemaluanku maju mundur, nikmat sekali dan mbak Anispun tampak menikmati dengan menggerakkan pinggulnya kekanan dan kekiri. Kurang lebih 10menit mbak Anis kembali kepuncak kenikmatan, lendir hangat kembali membasahi batang kemaluanku.
”Keluar lagi mbak ?”
Ia hanya menganggukan kepalanya, lalu pelan-pelan kembali kugerakan batang kemaluanku maju mundur sambil menunggu mbak Anis terangsang lagi. Kulihat lubang duburnya yang agak mencuat keluar, lalu kucoba kumasukan jari telunjukku kedalam duburnya setelah aku beri sedikit sabun, terdengar sedikit rintihan
“Ssstt… ah mas pelan-pelan”
Rintihan yang membuat aku semakin nafsu tiba-tiba aku ingin sekali mencoba untuk menikmati lubang duburnya yang keliatannya masih “Perawan” itu.
Kutarik pelan batang kemaluanku yang masih basah dan licin itu akibat lendir dari lubang kemaluan mbak Anis. Seketika itu kutempelkan kepala kemaluanku yang mengeras dipermukaan duburnya, kupegang batang kemaluaku sehingga kepalanya mengeras, aku mencoba menekan batang kemaluanku, karena licin oleh sabun maka kepala kemaluanku segera melesak kedalam.
“Akhhh… aduh masss… sssttt… ohh…”
aku berhenti sesaat, dan dia bertanya,
“Kok dimasukin disitu mas…?”, tanyanya.
“Sakit nggak mbak….?, kualihakan dengan pertanyaan kepadanya.
Mbak Anis diam saja, dan aku melanjutkan sambil berdiri agak membungkukkan badan tangan kiriku melingkar diperutnya menahan badannya yang mau maju, dan tangan kananku berusaha memegang vaginanya mencari klitorisnya. Hal ini membuat dia terangsang hebat, dan kutekan terus sampai masuk penuh, terasa olehku otot anusnya menjepit batang kemaluanku. Permainan ini berlangsung 1/2 jam lamanya, dan kembali aku tak mampu menahan spermaku didalam duburnya sambil kupeluk tubuhnya dari belakang aku tekan batang kemaluanku sedalam mungkin. Tubuhku bergetar dan mengeluarkan cairan sperma dalam duburnya, kubiarkan sesaat batang kemaluanku didalam anusnya sambil tetap memeluk tubuhnya dari belakang, dan tubuh kami masih berlumuran dengan sabun. Kami melepaskan nafas kecapaian lalu kami selesaikan dengan saling menyirami tubuh kami, lalu berpakaian dan duduk kembali menunggu mbak Dewi pulang, mbak Anispun tertidur di sofa karena kecapaian.
Ketika mulai senja ku lihat mbak Dewi pulang dan aku membukakan pintu, beliau bertanya,
“Mana si Anis ?”, dia bertanya.
Saya menunjukkan kepada mbak Anis yang sedang tertidur pulas karena kecapaian.
“Oh lagi tidur… capek kali ya ?, aku hanya diam saja dan mbak Dewi masuk kamarnya.
Tiba tiba aku ingin kencing dan aku kekamar mandi melewati kamarnya mbak Dewi. Secara nggak sengaja aku melihat dari antara daun pintu yang tidak rapat, mbak Dewi sedang ganti baju, aku lihat dia hanya mengenakan celana dalam saja, tubuhnya bagus , putih bersih dan sangat berbentuk. Aku sesaat terpana dan ketika ia mengenakan baju, aku buru buru kekamar kecil untuk buang air kecil, dan waktu keluar dari kamar mandi, mbak Dewi tengah menunggu depan pintu. sambil tersenyum dia bilang
“Tadi ngintip ya ?”, tanyanya sambil tersenyum kepadaku.
“Boleh liat semuanya nggak ?”, tanyaku kembali sambil tersenyum kepadanya.
“Boleh aja, tapi nggak sekarang, nggak enak sama…” sambil menunjukkan tangannya kearah ruang tamu.
Aku paham maksudnya, lalu dia masuk kamar mandi sambil tangannya menyempatkan meremas kemaluanku, aku segera kembali keruang tamu dan membangunkan mbak Anis.
Akhirnya aku dan mbak Anis sering melakukan hubungan sex dengan berbagai style di motel, villa, kadang-kadang dirumahku sendiri. Ketika aku ingin kerumahnya beliau selalu melarang dengan berbagai alasan, ternyata mbak Anis ini sudah bersuami dan memiliki seorang anak, ini membuat aku sangat kecewa.
Disaat aku mulai benar benar mencintainya, dan mbak Anispun sebenarnya menginginkan hal yang sama, tapi beliau sudah terikat oleh tali perkawinan, hanya saja dia tidak pernah merasakan nikmatnya hubungan sex dengan sang suami. Saat jumpa denganku dia cukup lama mengambil keputusan untuk menjadikan diriku sebagai kekasihnya , katanya bersama saya dia menemukan apa yang dia inginkan . Hubungan kami berlangsung setahun lebih sampai beliau pindah bersama suami ke Surabaya. Tapi aku yakin suatu hari aku pasti ketemu lagi. Oh mbak Anis sayangku, ternyata kamu milik orang lain, hingga saat ini aku masih berharap ketemu lagi. Setiap pagi aku masih setia menunggu kamu, walau tidak ketemu tapi kenanganmu masih tersisa dalam hatiku.

Senin, 01 Oktober 2018

Prediksi togel - Senin 01 Oktober 2018


 >>>SINGAPOREPOOLS<<<


ANGKA MAIN : 8 2 7 9
TOP 2D : 08 12 27 39 48
CADANGAN 2D : 58 62 77 89 98
TOP SHIO : Kambing Ayam Babi
COLOK BEBAS : 2 7 8
AS : 0 1 2
KOP : 3 5 6
KEPALA : Besar / Ganjil
EKOR : Besar / Ganjil



Sebenarnya sudah lumrah saat ini seorang cowok perawatan di dalam salon kecantikan, begitu juga aku karena seringnya mendengar kalau teman-teman kampusku melakukan perawatan di salon kecantikan akhirnya akupun tergiur untuk melakukan hal serupa, padahal sudah banyak yang bilang kalau aku sudah memiliki wajah keren dan postur tubuh yang cukup atletis.

Tapi hal itu masih aku anggap kurang untuk mendukung penampilanku, namaku Dimas dan usiaku baru 21 tahun. Di kampus aku sudah mempunyai pasangan kekasih Rere namanya, dia salah satu temanku juga mulai dari aku sekolah SMA dan hubungan kami sudah terjalin hampir 5 tahun. Selama itu juga belum pernah aku melakukan perselingkuhan karena bersama Rere aku sudah melakukan adegan seperti dalam cerita seks.

Bahkan hal itu beberapa kali sudah kami lakukan. Hingga hal itu juga yang membuatku untuk tetap setia pada Rere karena diapun begitu setia dan pengertian padaku. Pokoknya banyak yang bilang kalau aku dengannya sama persis seperti hubungan suami istri karena kami berdua memang selalu mesra baik di kampus maupun di luar kampus apalagi kami pasangan yang jauh berbeda.

Dari segi materi Rere jauh lebih berada di banding aku, tapi dia masih saja mencintai aku bahkan hingga 5 tahun ini. Kami sering menghabiskan waktu bersama di rumahnya karena Rere mempunyai orang tua yang jarang berada di rumahnya, mereka terlalu sibuk dengan pekerjaaanya bahkan tidak jarang mereka tidak pulang dari luar negeri maupun luar kota.

Tapi siapa sangka akhirnya akupun tidak jauha beda dengan laki-laki pada umumnya, aku berselingkuh dari Rere gadis yang selama ini sudah banyak melakukan adegan cerita seks denganku. Semua berawal ketika aku pergi ke salon kecantikan langgananku, karena memang aku sudah beberapa kali melakukan perawatan wajah di sini karena problem jerawat yang aku punya.

Ada seorang wanita yang masih muda tapi lebih tua jika di banding denganku, aku memanggilnya mbak Giska. Dengan umur yang sudah menginjak 27 tahun tapi dia masih terlihat layaknya anak muda sekarang, mungkin karena memang siempunya salon membuat dia pintar dan rutin merawat diri. Kulitnya terlihat mulus dan lembut di tambah dengan putih bersih.

membuat orang yang memandangnya akan merasa takjub. Apalagi mbak Giska sering memberikan senyuman manis pada setipa orang yang berpapasan dengannya apalagi dia pelanggan salonnya. Tidak terkecuali juga aku, karena seringnya pergi kesana akhirnya akupun mengenalnya bahkan tidak jarang mbak Giska sendiri yang merawat perawatanku biasanya asistennya.

Hari itu aku datang agak sore pada salonnya karena sebelumnya aku telah janjian dulu. Dan akhirnya aku sampai juga di salon itu pada waktu salon hampir tutup, asisten salon tersebut langsung menghampiri aku dan bilang kalau salon akan tutup tapi aku bilang kalau aku ada janji dengan mbak Giska yang punya salon, akhirnya diapun menyuruhku untuk menunggu karena mbak Giska baru ada tamu di ruangannya.

Setelah beberapa lama kemudian akhirnya dia keluar dengan seorang wanita yang terlihat emosi. Begitu juga mbak Giska, tapi dia langsung menyuruh semua karyawannya untuk pulang dan menyuruhku untuk masuk, katanya biar dia sendiri melakukan perawatanku. Akupun masuk dan langsung berbaring pada tempat perawatan biasa aku memakainya dan diruangan itu hanya ada satu tempat tidur.

Mbak Giska langsung membersihkan wajahku kemudian dia terus melakukan bagian dari perawatan ini. Namun begitu dia membuka masker yang telah kering dari wajahku diapun membersihkan wajahku dengan air hangat tapi belum lagi melakukan pemijatan wajah dia sudah mencium wajahku dari atas. Aku yang semula menutup mata langsung saja membukanya.

Tapi dengan tangannya mbak Giska menutup mataku. namun dia kembali mencium bibirku sambil berbisik lirih “Dimas bisa tidak kamu peluk mbak sekarang… ” Aku kembali membuka mataku dan aku lihat dia menatapku dengan penuh nafsu. Bagai dalam adegan cerita seks akupun menggangguk dan dia lkangsung merangakak naik ke atas tubuhku yang masih melekat pakaianku.

Akhirnya dia menunduk sambil terus melumat bibirku ” Ooouuugghh… aaaaaggggghhhh…. aaaaaaaggghhh… ” Akupun tidak tinggal diam saja, aku pegang tetek mbak Giska yang belum seberapa besarnya, tapi dengan lemnbut aku remas juga tetek itu, dan aku lihat dia menggelinjang pada akhirnya. Kini tagannya sudah bisa membuka pakaian yang menempel padaku.

Tanpa membutuhkan waktu lama akhirnya dia melihat kontolku yang berdiri tegak. Dengan sekali hentak aku dapat memasukkan kontolku tapi ketika aku melihat mbak Giska menyuruhku untuk melakukan oral terlebih dahulu akupun mencabut kontolku kembali dan langsung melumat bibir memekknya, dia tersentak dengan langsung memegang rambutku dan menjambaknya dengan lembut.

Aku memainkan lidahku dalam memeknya dan kusapu bersih klitorisnya, saat itulah aku mendengar mbak Giska mendesah sambil menggeliat bagai cacing kepanasan aku lihat ” Oooouuuugghh… aaaaagggghh.. Dimas… aaaagggh… nggak salah .. aku pilih kamu sayang… aaaaaaggghh… ” Katanya padaku sambil terus menjambak rambutku dengan mesranya.

Diapun bangun setengah duduk dan saat itu lah dia melihat permainan oralku. Sambil mengggigit bibirnya Mbak Giska terlihat begitu sange karena dia langsung menarik tubuhku dan berkata ” Sudah Dimas.. ayo lakukan sayang… aaaagggggghhhhh…… ” Akhirnya kembali aku menindih tubuhnya dan menancapkan kontolku pada lubang memeknya yang tercium begitu wangi.

Aku yakin mbak Giska sering melakukan perawatan pada memeknya, sekali tekan aku sudah dapat menerobos memkknya dan akupun menggoyang pinggulku saat itu. Kembali mbak Giska mendesah ” OOooouuugghh… ooouuuuggghh… Dimas… aaaaggghh… ” Desahan mbak Giska membuatku semakin ingin memberikan permainan yang tidak akan pernah dia lupakan sebelumnya.

Dengan memiringkan pantatnya akupun menancapkan kontolku dari arah belakang pantatnya, tapi pas masuk dalam memeknya. Dan akupun bergerak maju mundur pada memeknya, terlihat mbak Giska menjerit kenikmatan dan tidak berapa lama kemudian akupun menjerit karena kami berdua sama-sama mencapai puncak kepuasan, tubuhku lunglai di atas tubuh mbak Giska tapi dia terus mendekapnya.


Minggu, 30 September 2018

Prediksi togel - Minggu 30 September 2018


>>>SINGAPOREPOOLS<<<


ANGKA MAIN : 6 3 5 1
TOP 2D : 06 13 25 31 46
CADANGAN 2D : 56 63 75 81 96
TOP SHIO : Ular Tikus Monyet
COLOK BEBAS : 1 3 5
AS : 3 4 5
KOP : 7 8 9
KEPALA : Besar / Ganjil
EKOR : Kecil / Ganjil


+

Kisah Nayata ini berawal ketika aku sering ditugaskan kantorku ke luar kota untuk mengikuti training, melakukan negosiasi dan maintain pelanggan yang umumnya adalah perusahaan asing. Oh ya, saya John, 32 tahun, berkeluarga dan tinggal di wilayah timurnya Jakarta. Bekasi kali ye. Sebetulnya sejauh ini tidak ada yang kurang dengan keluarga dan profesiku sebagai orang marketing. Sebagai tenaga penjual dengan berbagai training yang pernah kuikuti aku tidak pernah kekurangan teman, pria maupun wanita

Di mata istriku aku adalah seorang suami yang baik, penuh perhatian dan selalu pulang cepat ke rumah. Namun di balik itu, sebuah kebiasaan, yang entah ini sudah kebablasan, aku masih suka iseng. Iseng dalam arti awalnya cuma ingin memastikan bahwa ilmu marketing ternyata bisa diterapkan dalam mencari aPapaun termasuk teman cewek, hehehe.. Marketing menurutku bersaudara dengan rayu merayu customer, yah si cewek tadi juga bisa tergolong customer. Anyway, Anne adalah orang kesekian yang masuk perangkap ilmu marketing versi 02 (versi 01 adalah customer beneran).

Anne gadis berkulit putih berumur 23 tahun, lulusan univ ternama, tinggi 167, berat 50, (buset, kapan gue ngukurnya ya). Ukuran bra gak hapal, karena sebetulnya aku lebih terkonsentrasi dengan yang di balik bra itu. Mojang Bandung ini kukenal dalam sebuah training di Puncak, Bogor. Dia dari sebuah perusahaan Periklanan di seputaran Sudirman Jakarta dan aku dari perusahaan konsultan Manajemen di sekitar Casablanca, juga di Jakarta.

“Hai Anne, tadi kulihat kamu ngantuk ya?” kataku ketika rehat kopi sore itu di sebuah training yang kuikuti.
“Iya nih, gue ngejar deadline 2 hari dan boss langsung nyuruh ke training ini” katanya.
“Kemari dengan siapa?” kataku menyelidik
“Sendiri.., kenapa, elo diantar ama bini ya?” Buset dah ketahuan nih gue udah punya bini.
“Ah, enggak, gue sama Andre.. tuh..” kataku sambil menunjuk Andre yang sedang asyik ngobrol dengan peserta lain.
“Lo sendiri kok gak ngantuk sih?”
“Gimana bisa ngantuk sebelah gue ada cewe cakep, hehehe..”
“Ah, masa? Siapa?” Ye, pura pura dia, pikirku.
“Itu tuh, yang tadi ngantuk..”
“Ah, sialan lo..” sambil tangannya mencubit lenganku. Usai sesi yang melelahkan sore itu, kami kembali ke kamar masing masing.

Aku antar dia sampai pintu kamarnya dan janjian ngobrol lagi sambil makan malam.

“Hmm..elo kok nggak bawa jaket An?” kataku ketika dia kulihat agak meringkuk kedinginan di meja makan.
“Iya nih, buru buru.. kelupaan”
“Aku masih punya satu di kamar, biar aku ambilkan”
“Oh, gak usah John.. toh cuma sebentar..” Tapi aku keburu pergi dan mengambilkan baju hangatku untuknya.
“Thanks, John.. elo emang temen yang baik” katanya sambil mengenakan sweater. Aku membayangkan seandainya aku jadi sweater, heheheh.. Usai makan nampaknya dia buru buru ingin masuk ke kamar.

Anne tidak menolak ketika aku menawarkan mengantarkannya. Di depan pintu kamar dia malah menawarkan aku masuk, pengen ngobrol katanya. Alamak, pucuk dicinta ulam tiba. Aku pura pura lihat jam. Masih jam besar 20.15.

“Lain kali aja deh, gak enak kan ntar apa kata teman teman” kataku agak nervous tapi dalam hati aku berdoa, mudah mudahan dia tidak basa basi.
“Cuek aja John, kita kan ada tugas bikin outline..” Memang kebetulan aku dan Anne satu group dengan 3 orang lainnya, tetapi tugas itu sebetulnya bisa dikerjakan besok siang. Akhirnya aku masuk, duduk di kursi.

Anne menyetel TV lalu naik ke ranjang dan dengan santai duduk bersila.

“Gimana An, kamu udah punya gambaran tentang tugas besok?” kataku basa basi.
“Belum tuh, males ah ngomongin tugas, mending ngobrol yang lain saja” Horee.. aku bersorak, pasti dia mau curhat nih. Bener juga.
“John, gue jadi inget cowok gue yang perhatian kayak elo..sama bini elo juga begitu ya?”
“Yah, Anne.. biasa sajalah, sama siapa siapa juga orang marketing harus baik dong, apa lagi sama cewe kayak elo.. hehehe..”
“Tapi gue akhirnya mengerti kalau cowo perhatian itu gak hanya punya satu cewe, tul gak sih?”
“Tergantung dong An, buktinya gue punya bini satu, hahaha..”
“Tapi kayaknya elo juga punya cewe lain.. ya kan?”
“Kok tau sih?” kataku pelan.

Aku jadi ingat Vina mahasiswi yang minta bantuanku menyelesaikan skripsinya dan akhirnya bisa tidur dengannya. Tapi sungguh, aku tidak merusaknya karena aku mengenalnya dengan cara baik baik dan dia tetap virgin sampai akhirnya menikah.

“Stereotip saja, berbanding lurus dengan keramahan dan perhatiannya” katanya lagi dengan senyum yang genit. “Kenapa emang An, elo lagi ada masalah dengan cowo lo yang ramah itu?”
“Justru itu John, gue lagi mikir mau putus sama dia. Eh, sori kok malah curhat..”
“Santai aja An, setiap orang punya masalah dan banyak cara menghadapinya” kataku seolah psikolog kawakan.
“Gue melihat dia jalan ama temen gue, dan kepergok di kosan temen gue itu”
“Trus?”
“Gue gak bisa maafin dia..”
“Ya, sudah mungkin kamu masih emosi saja, santai saja dulu masih banyak pekerjaan. Toh kalau jodoh dia pasti pulang ke pangkuanmu..” kataku.
“Kadang gue pengen balas aja, selingkuh sama yang lain, biar impas..”
“Hmm.. tapi itu kan gak menyelesaikan?”
“Biar puas aja..” Tiba tiba dia menangis.

Wah gawat nih, pikirku. Aku mendekat dan berusaha membujuknya. Lalu entah bagaimana ceritanya aku sudah memeluknya.

“An, jangan nangis, entar orang orang pada dengar” Bukannya mereda, tangisnya malah makin keras. Kudekap dia sehingga tangisnya teredam di dadaku. Jantungku berdebar tak karuan.

Telunjukku menyeka air matanya. Kupandangi wajahnya. Bodoh amat nih cowoknya, cewe cakep begini kok disia siakan pikirku. Dan tanpa sadar aku mencium pipinya, dia melihatku dengan mata sayu lalu tiba tiba Anne membalas dengan kecupan di bibir. Wah, seperti keinginan gue nih, pikirku dalam hati.

Dan seperti kehilangan kontrol akupun membalas menghisap bibir mungil yang harum dan merekah itu. Anne membalas tidak kalah hotnya. Napasnya terengah engah tanda napsunya mulai naik. Dengan lembut kutidurkan dia. Dan dengan lembut pula tanpa kata kata, dari balik sweater aku sentuh kedua bukit kembar menantang itu. Anne mendesis desis.

“Terus John, perhatian elo bikin gue jadi wanita..”
“Tenang sayang, wanita seperti kamu memang pantas diperhatikan.. hmm?” Seperti minta persetujuannya, perlahan aku angkat sweater dan tshirtnya.

Sekarang kedua bukit kembarnya terbuka. Buset dah, putingnya sudah menonjol keras dan tak ada waktu lagi untuk tidak menyedotnya. Aku memang paling hobby menetek dan menghisap benda terindah di dunia ini. Anne terus mendesis desis. Tangannya juga sudah menggenggam senjataku yang mulai mengeras.

“Uh.. ahh.. uh..”

“Anne.. tubuhmu indah sekali..” Kataku memuji seperti halnya memberi pujian kepada customer perusahaanku.
“Ayo, John.. jangan dilihat saja, aku rela kamu apakah saja..”
“Iya, sayang..” kataku, sambil tanganku merogoh bagian depan celana jinnya.

Tangannya membantu membuka retsileting dan dengan cepat Anne sudah terlihat dengan CD warna kremnya. Hmm, seksi sekali anak ini, pikirku. Hmm..dari balik CD-nya terlihat bulu bulu halus dan hitam legam. Uh, aku sudah tidak sabar lagi namun dengan tenang aku mengelusnya dari luar. Anne menggelijang, matanya terlihat saya menahan gejolak. Perlahan kuturunkan CD-nya. Uh, sodara sodara, tercium aroma yang sangat kukenal, dia pasti merawat benda yang paling dicari semua laki laki ini dengan baik.

“Anne.. boleh aku cium?” bisikku pelan.

Anne mengangguk lemah dan tersenyum. Perlahan Anne merenggangkan kedua kakinya. Pasrah. Dengan kedua jariku, kubuka vaginanya dan terlihat klitorisnya yang merah merekah. Basah. Sungguh indah dan harum. Kujulurkan lidahku di sekitar pahanya sebelum mencapai klitorisnya. Anne mendesis desis dan mulai meracau dan terlihat seksi sekali.

“Ayo, John.. jangan buat gue tersiksa.. terus ke tengah sayang..” Aku malah menjilat bagian pusernya membuat dia uringan uringan dan makin bernafsu. Bermain sex memang perlu teknik dan kesabaran tinggi yang membuat wanita merasa di awang awang.
“Johnn.. gila lo, ke bawah sayang.. please..”
“Hmm.. iya nih, gue emang udah gila melihat memek yang indah ini sayang” kataku terengah engah.

Akhirnya lidahku hinggap di labia mayoranya. Kusibak dengan lembut rimbunan hutan yang sudah becek itu. Kuhurip cairan yang meleleh di sela selanya. Kelentitnya kuhisap seperti menghisap permen karet. Akibatnya pantatnya terangkat tinggi dan Anne menjerit nikmat. Lidahku terus merojok sampai ke dalam dalamnya. Kuangkat pantatnya dan kupandangi, lalu kusedot lagi. Anne berteriak teriak nikmat. Aku jadi kuatir kalau suaranya sampai keluar. Kupindahkan bibirku ke bibirnya.

“Tenang sayang, perang baru dimulai..” Kataku berbisik.

Ia mengangguk dan perlahan aku putar posisi menjadi 69. Posisi yang paling aku sukai karena dengan demikian seluruh isi memeknya terlihat indah. Batangku juga sudah terbenam di bibirnya yang mungil dan terasa hangat serta nikmat sekali. Kutahan agar aku tidak meletus duluan.

“Punya kamu enak John..” Pujinya layaknya memuji Customer.
“Iya, sayang punya kamu lebih enak dan baguss sekali..” kataku terengah engah.
“Uh, becek sayang..” Aku lanjutkan menjilat seluruh permukaan memeknya dari bawah.

Uh, benar pemirsa, siapa tahan melihat barang bagus dan cantik ini. Yang luar biasa, aku yakin dia masih perawan. Bentuk kemaluannya menggelembung dan benar benar seperti belum pernah tersentuh benda tumpul lain.

“Anne.. kamu masih perawan sayang..”
“Iya, John.. gue belum pernah..”
“Iya, kamu harus jaga sampai kamu menikah..”
“Gue gak tahan John, cepetan sayang..” Sungguh, meski banyak kesempatan aku belum pernah berpikir memerawani cewek baik seperti Anne ini, kecuali istriku.

Wanita yang kutahu sedang stress dan sedang mencari pelarian sesaat ini harus ditenangkan. Akan buruk akibatnya ketika dia sadar bahwa keperawanannya diberikan kepada orang lain yang bukan suaminya. Aku percaya jika sudah mencapai orgasme dia justru akan berterima kasih dan menginginkannya lagi. Kembali kujelajahi kemaluannya. Cepat cepat aku jilat berulang ulang klitorisnya.

Dan sodara pemirsa, apa kataku, pantatnya tiba tiba menekan keras wajahku dan mengejang beberapa kali..lalu mengendur.

“Uuhh.. gue nyampe Johnn.. aahh.. uhh.. uhh..” Masih dalam posisi 69, Anne terdiam sesaat, kulihat kemaluannya masih merekah merah.

Perlahan ia mulai bangkit dan mngecup bibirku.

“Sorry sayang, gue duluan..”
“No problem Anne.. kamu merasa mendingan?” Ia mengangguk, memelukku dan mencium bibirku.
“Terima kasih John, elo emang hebat..”
“Iya nih, Ann, gue minta maaf jadi telanjur begini..”
“Gak Papa kok, gue juga senang..” Kami mengobrol sebentar namun tangannya masih menyentuh nyentuh batangku.

Ia mengambilkanku minuman dan menyorongkan gelas ke bibirku. Ketika tegukan terakhir habis, bibirku perlahan mengulum bibirnya. Putingnya mulai mengeras dan aku mulai aksi sedot menyedot seperti bayi. Anne kembali menggelijang.

Aku bisikkan perlahan,

“Anne.. gue pengen menggendong kamu sayang”.
“Hmm..mulai nakal ya..” katanya dan merentangkan tangannya.

Aku peluk dan angkat dia lalu kusenderkan ke dinding dekat meja rias. Dari balik cermin kulihat pantatnya yang montok dan mulus itu, membuat gairahku meledak ledak. Dengan posisi berdiri, tubuhnya sungguh seksi. Aku perhatikan dari atas ke bawah, sungguh proporsional tubuhnya. Segera kusedot putingnya dan jariku sebelah kiri segera mengelus rimbunan hutan lebatnya. B

asah, hmm..dia mulai naik lagi. Klentitnya kupilin pilin pelan dan Anne mendesis seperti ular. Making love sambil berdiri adalah posisi favoritku selain 69. Perlahan sebelah kakinya kuangkat ke kursi pendek meja rias dan terlihatlah belahan memeknya yang merah merekah, indah dan seksi sekali Kuturunkan kepalaku dan segera kutelusuri paha bawahnya dengan lidahku. Dari bawah aku lihat wajahnya mendongak ke atas menahankan nikmat. Sungguh saat itu Anne kelihatan sangat seksi. Sebelum lidahku mencapai kelentitnya, aku sibakkan labia mayoranya dengan kedua Ibu jari.

Hmm.. sungguh harum.

“Cepat John.. gue udah gak tahan.. jilat sayang.. jilat..” Benar benar nikmat melihatnya tersiksa, namun sebetulnya aku lebih tersiksa lagi karena batangku sudah mengeras bagaikan batu.

Aku nyaris tak bisa menahan klimaks, namun aku harus membuatnya orgasme untuk kedua kalinya. Benar saja, begitu lidahku menyedot klitorisnya, Anne langsung mengejang dan berteriak pertanda orgasme. Kusedot habis cairannya. Luar biasa, aku menikmati ekspresinya ketika mencapai orgasme dan itu jugalah puncak orgasmeku. Cepat aku berdiri dan aku tekan batangku ke sela sela pahanya dan seketika muncratlah semua. crott.. crott..! Wuahh..

“Oh John, kita keluar bersamaan sayang..”
“Iya, enak banget An.. elo membuat gue gila..”
“Sama.., gue berterima kasih elo menjaga gue..”
“Gue sayang kamu An..” ***** Pemirsa, begitulah ceritanya.

Tak selamanya seks harus membobol gawang. Setelah kejadian itu Anne makin ketagihan.

Dia sangat terkesan bisa mencapai orgasme tanpa merusak keperawanannya. Dia juga menyukai posisi 69 dan posisi berdiri yang bisa mirip 69. Kadang kadang aku datang ke kantornya dan hanya dengan mengangkat roknya aku menjelajahi area area sensitifnya secara cepat dan efisien. Dan pada saat yang sama aku juga mencapai orgasme. Masih ada Vina dan Dina yang ketagihan seperti Anne. Aku selalu bilang pada wanita wanita berpendidikan itu bahwa suatu saat mereka akan menikah dan aku berjanji tidak akan memerawaninya.


Sabtu, 29 September 2018

Prediksi togel - Sabtu 29 September 2018


>>>SINGAPOREPOOLS<<<


ANGKA MAIN : 9 7 8 2
TOP 2D : 09 17 28 32 49
CADANGAN 2D : 59 67 78 82 99
TOP SHIO : Kambing Kerbau Kelinci
COLOK BEBAS : 2 7 8
AS : 0 1 2
KOP : 3 5 6
KEPALA : Besar / Genap
EKOR : Kecil / Genap



Perkenalkan namaku Irsan, umurku 30tahun, aku sudah menikah dan mempunyai 2 orang anak. Aku bekerja sebagai konsultan di sebuah perusahaan kontraktor ternama di kota Jogja. Tuntutan pekerjaan yang membuat aku harus sering pergi keluar kota. Suatu ketika aku dapat tugas dan harus ke Kota Surabaya, pejabat disini memintaku untuk mengecek kesiapan pembangunan rumah sakit yang ada di kota tersebut, kira –kira satu minggu aku harus berada disana. Tapi hanya dalam waktu 3 hari saja pekerjaan itu terselesaikan.

Karena kupikir masih ada beberapa hari tinggal disini jadi aku iseng-iseng buka Facebook sewaktu di kamar hotel, siapa tau ada temen SMA atau SMP yang tinggal di kota ini, ya sekalian silaturahmi ataupun ketemuan.

Setelah kucari ternyata ada juga yang tinggal di sini, namanya Boby, dia dulu satu kelas dengan ku sewaktu duduk di bangku SMP. Segera aku message dan dia membalas serta memberikan nomor WA, biar komunikasinya lebih lancar. Langsung aja aku chat si Boby.

“Siang Boby, ini Irsan yang tadi kita ngobrol lewat FB” sapaku lewat aplikasi WA.
“Siang juga mas Irsan, maaf ini Santi istri mas Boby mas Bobynya lagi keluar hpnya ketinggalan” balasnya.
“Oh iya mbak maaf menganggu, ini aku teman SMPnya Boby dulu”
“Iya mas, mas Boby juga pernah cerita kalo dulu punya teman akrab waktu SMP namanya mas Irsan.. ngomong-ngomong gimana kabarnya mas?”

“Kabarku baik mbak, ayok kapan kita ketemuan sama keluarga Boby, mumpung aku di Surabaya oya gimana kabarnya mbak Mika?”
“Kabarku juga baik mas, eh ngomong-ngomong lagi nih mas Irsan nginep dimana, nanti saya kasih tau mas Boby”
“Aku nginep di hotel XXX mbak, nati kalo Boby sudah pulang tolong bilangin besuk siang kita makan saiang bersama, tempatnya saya ngikut aja soalnya saya ga tahu daerah sini”
“Oke deh mas nanti saya sampaikan sama mas Boby, sampai ketemu”.

Santi ini adalah istri dari Boby, menurut cerita teman-teman Santi itu dulunya seorang model dan wajahnya cantik. Jadi menurut mereka lagi Boby seperti ketiban rejeki karena muaknya pas-pasan berjodo sama wanita cantik. hahahah.

Mumpung malam ini ga ada kegiatan aku iseng ke diskotik dan karaoke yg ada disebelah hotel. Mau karaoke tapi sendirian, enaknya sih ke diskotik aja, siapa tau ada yang mau nemenin malam ini. Ternyata ramai sekali, karena hari ini ada DJ dari ibukota. Aku langsung ke bar pesen martell satu, kebiasaan di Jogja, martell sebagai umpan cewek untuk mendekat.

Benar juga tak berapa lama ada cewek yang mengambil tempat duduk di sampingku, tingginya 165 cm,wajahnya manis, rambutnya sebahu, umurnya sekitar 20an, dia pakai pakaian ketat dan toketnya kelihatan menyembul, rok mini yg dia pakai membuat pahanya yang mulus terlihat jelas, bikin horny aja nih.

Iseng-iseng aku tawarin minum bareng, Eh dia pun mau, kami berkenalan tapi pas musiknya berisik aku ga begitu dengar namanya siapa jadi aku panggil dia mbak aja. Karena dj nya asyik kita pun terbawa suasana, ngobrol kesana kemari sampai 2 botol kita minum bareng. Sengaja aku hentikan minum karena takut jackpot dan bikin buyar.

Kelihatan dia udah mabok, aku mencoba tawarin stay dulu di hotel tempatku menginap. Meskipun waktu itu baru jam 11 malam. Dia ga kuat berjalan, jadinya aku papah dia masuk ke kamar dan kubaringkan di ranjang. Toketnya yang montok dan kencang semakin bikin aku terangsang, dia pun tersenyum ketika aku melihatnya.

“Mas lihat apa?…horni ya?”
“Iya nih, habis minum jadi horni, boleh ga aku minum susunya biar ga mabok…hehehhe”
“Boleh tapi nyusu aja ya jangan yang lainnya”

Karena sudah mendapat persetujuan darinya aku langsung peluk dia, aku mulai mencium bibir merahnya yang menggoda, diapun membalasnya dengan ciuman, hisapan dan lumatan yang ganas. Lidah kami saling menggelitik dan memilin. Kuciumi belakang telinganya, sektika bulu kuduknya berdiri, tanda dia sangat horni.

Secara pelan aku pelorotin pakaiannya, ternyata dia tak memakai Bra, toket yang momtok itu kini menggelantung bebas keluar. Dengan segera putingnya yang berwarna coklat muda aku jilatin dan kuhisap pelan-pelan. Putingnya yang tadinya ga keliatan kini jadi menyembul dan mengeras, kuhisap terus putingnya secara bergantian sambil tangan kananku mencoba menurunkan CDnya.

Setelah CDnya aku buang, jari tengahku aku masukkan di sela-sela pahanya, kuraba memeknya yang ternyata sudah basah. Perlahan lahan kugesek itilnya, dia pun mendesah kenikmatan dan semakin lama semakin menggelinjang.

Sepertinya tak mau kalah diapun meraih celanaku, memintaku untuk berganti posisi aku berada di bawahnya. Segera dia membuka resleting celanaku, dan mengeluarkan kontolku dari dalamnya. Diremanya secara lembut kontolku sambil kadang sesekali dia mengocoknya dengan agak kasar dan membuatku melenguh, menikmati setiap kocokannya.

Dijilati dan dihisapnya kontolku membuatku semakin melayang, hisapannya dan sedotan di kepala kontolku membuatku keenakan, sambil terus dikocok dengan cepat membuat tubuhku serasa di awan, sensasi yang dihadirkan berbeda dengan istriku di rumah memang jauh lebih nikmat.

Merasa akan segera keluar, aku segera tarik rambutnya dan menindihnya memposisikan dia di bawah lagi, kini wajahku tepat berada di depan lubang memeknya. Kubuka pahanya dan mulai menjilati memeknya, kusedot sedot memeknya yang sudah sangat basah, sambil aku pilin-pilin putingnya, dia mendesah dan semakin bergelinjang tak karuan,

“AAHH…AHHH, ENAK MASSS… ADUHHH AMPUUUN ENAAAK SEEEKALIIII MASSS…. AAAH UUUUH”

Tak lama kemudian tubuhnya tiba-tiba mengejang “OOOHHH MAS…AKU KELUAAAAR…” aku pun lalu menghisap memeknya lebih kuat, sehingga dia menggelinjang lebih dahsyat.

Cairan yang keluar dari memeknya itu aku sedot rasanya nikmat, gurih. Tanpa berlama-lama aku langsung masukkan kontolku ke lubang memeknya, dia sedikit protes karena ga ada jeda, “BLESSSS…” kontolku masuk ke dalam luabng memeknya.

“AAAAHH… ENAAAK BANGEEET MASSS…OOOHH YEESSS…” desahnya. Kugoyangkan pantatku sehingga kontolku semakin masuk ke dalam memeknya yang sudah basah dibanjiri oleh cairan kenikmatan.

“UUH… AAAH… UUUH… AAAH… KONTOOOOLMU ENNAAAAK BANGEEEEt MASSSS…..UUUHH AAAH” rancunya sambil matanya merem wajahnya mendongak keatas, tanda dia menikmati persetubuhan ini. Aku semakin bergairah, aku genjot memeknya lebih kencang lagi, toketnya ikut bergoyang tak karuan sesuai irama genjotanku, sementara mulutnya terus mendesah kenikmatan.

“OOOHHH MAASS AKU MAU KELUAR LAGI NIIHH AAHHH….”
“TAHAN SEBENTAR YAA KITA KELUAR BERSAMAAAN…MEMEKMU ENAK BANGEEETTT…AAHHHH…”
“KELUAARIIN DII DALAM YAAAA MASS, JANGAAN DI PUUUTUUUSSS AAAAH…”

Aku semakin terpacu untuk menggenjotnya lebih cepat,

“AAAHHH, AKUUUU KELUAAAAR MAAAAS” jeritnya dengan tubuh mengejang hebat. Kontolku semakin ditarik ke dalam rasanya berkedut kedut dan itu membuatku semakin blingsatan jadinya, akhirnya ga bisa ditahan lagi,
“AAAH KITAAA BAREEENG YAAA, CROOOTTT…CROOOTTT… CROOTTT” bersamaan spermaku muncrat di lubang memeknya.

kemudian kubaringkan tubuhku disampingnya, sekali kali kita berciuman, sangat puas sekali malam ini. Kita istirahat sejenak melepas lelah sambil berpelukan.

Sekitar jam 1 malam hpnya berbunyi, dia segera mengambil hp itu di tasnya. Samar-samar ketika menjawab terlihat ada tulisan HUSBAND…. wtf, ternyata dia dah punya suami…

“Maaf mas, aku harus pulang ya ga bisa nemenin. Suamiku ternyata dalam perjalanan pulang ke rumah, aku kira dia ga pulang malam ini”

“Iya gapapa kog say, aku panggilkan taksi ya”

“Iya mas makasih, kapan kapan kita lanjut lagi ya…kontolmu enak banget…ini nomerku 081392111xxx” katanya sambil menuliskan no hpnya di kertas memo hotel.

Dia lalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setangah jam kemudian dia pergi denagn taksi yang sudah aku pesan lewat resepsionis tanpa aku anterin ke lobby, akupun melanjutkan tidur karena kecapekan dan efek alkohol yang masih tersisa tanpa baju yang menempel.

Aku tak tau tidur sampai berapa jam, sampai aku terbangun, gara-gara merasa geli karena kontolku seperti ada yang memijat –pijat. Begitu aku buka mata, ternyata kontolku sedang di kulum oleh cewek yang memakai seragam cleaning service hotel ini, dia masih muda dan berparas cantik.

Aku pura-pura ga tau, takut dia kaget, tapi memang ga bisa dibohongi, sangat nikmat, sehingga aku meleguh, cewek itu pun kaget dan wajahnya pucat begitu melihatku bangun, tapi segera aku pegang kepalanya supaya ga melepas kulumannya.

“AAAHHH ENAK MBAAA TERUUUSSS MBAAA…” desahku. Dengan sigap Yani, liat namanya di seragam, mengocok kontolku lebih cepat. Kocokannya itu membuatku semakin terangsang, tapi aku ga mau cuman di kocok doang.

Kubimbing Yani tidur di ranjang, aku lucutin semua seragamnya, mungkin karena Kina sange, maka dia diam aja ketika aku melucuti seragamnya. Kuciumi dan kulumat bibirnya, dan Yani pun membalas ciumanku dengan ganasnya. Perlahan aku buka Bhnya, aku remas-remas toketnya.

Putingnya yang sedari tadi sudah mengeras aku pilin pilin sehingga dia tambah mendesah keenakan. Kuciumin lehernya semakin ke bawah kearah toketnya. Ukuran toket Yani tak kalah montok dengan milik cewek yang tadi malam aku entotin membuat aku jadi tambah bergairah. Kujilati dan sesekali kuhisap putingnya, Yani pun mendesah nikmat.

Tangankupun bergelirya di selangkangannya, memeknya tembem bersih, tanpa rambut. Aku raba dan lugesek lembut dengan tanganku, terasa memek Yani sudah sangat basah, ketika aku hendak menjilati memeknya dia menarik kepalaku sambil berkata,

“PAAAK JANGAAN… JIJIIIK”

Aku ga peduli dengan apa yang dia ucapkan, pahanya kubuka lebar dan aku jilatin memeknya, dia semakin menggelinjang. Aku pun menjilati itilnya yang membuat Yani makin mendesah, karena sudah basah sekali akupun lalu mengarahkan kontolku ke memeknya.

Terasa masih sangat sempit, aku sedikit memaksa kontolku supaya bisa masuk. sambil pelan-pelan aku goyang, “BLEEESS….”
Kini gilranku yang mendesah nikmat serasa kontolku di pijat-pijat enak, masih rapet sekali memek Yani ini aku genjot agak cepat karena keenakan. Yani semakin blingsatan, akhirnya tubuhnya mengejang, bergetar dan tiba-tiba dia teriak,

“AAAHHH… AKUUUU KELUAAAR PAAAA…EEENNAAAAK SEKALI PAAAAKKK”

Memeknya tambah licin, karena cairan kewanitaannya, akupun mempercepat sodokan kontolku, hingga akhirnya aku orgasme “CROOOTtt…CROOOTTT..CROOOTTT…” enak sekali rasanya, meskipun sudah keluar, kontolku masih aku tancepin di memeknya, pelan pelan aku cabut kontolku dan kurebahkan tubuhku di sampingnya, aku liatin wajahnya yang nampak kecapekan, tapi ada kepuasan di matanya.

“Maaf pak, kamar bapak tadi saya ketok ga ada jawaban, saya memberanikan diri untuk masuk dan liat bapak telanjang, kebetulan saya lagi kepengin, saya janda pak suami saya sudah lama meninggal… saya terangsang liat bapal bugil.. sekali lagi maaf pak kalo saya lancang” katanya lirih

“Iya gapapa Yani, aku senang kog, oya panggil saja aku Irsan, kalo kamu kepingin lagi langsung kesini aja, aku disini masih beberapa hari kog, rumah Yani dimana, jauh dari sini ga?” kataku.

“Lumayan mas… deket pasar rumahku kapan-kapan mampir ya mas”

“Iya nanti aku main ke tempatmu, boleh nginep ga di rumahmu”

“Boleh aja kog mas, tapi syaratnya harus puasin saya lagi ya hehhe..” katanya sambil tersenyum.

Aku pun tersenyum dan kemudian mencium bibirnya dengan lembut, maksud hati iingin mengajaknya ke ronde ke dua, tapi dia menolak, karena takut di cari supervisornya. Akhirnya kita mandi bareng mesra aja berdua.

Sebelum Yani pergi aku kasih dia uang Rp 500.000,- awalnya dia menolak tapi aku paksa supaya dia menerima, dan diapun menciumku dengan horni lagi, tapi karena HT-nya sudah berisik mencari namanya, akhirnya Yani keluar meninggalkan kamarku.

Setelah Yani pergi, kunyalakan HPku, banyak sekali WA yang masuk, dari Istri, Ortu, Kantor, dan Boby. Seperti yang di janjikan kemari, Anto menanyakan apakah hari ini jadi ketemuan.

“Hy bro kita ketemuan dimana nih” tanyaku

“Di rumah makan padang aja yang dekat dengan hotel tempatu menginap, setengah jam lagi bisa soalnya entar sore aku harus ke Jakarta” jawab Boby.

“Siap bro”

Aku segera mempersiapkan diri untuk ketemu Boby dan keluarganya, kuambil mobil CRV ku di parkiran menuju ke lokasi yang telah ditentukan. Tak berselang lama, aku berada di lokasi yang dimaksud, karena sudah lama ga ketemu, aku lupa sekarang wajah Boby seperti apa, aku telpon dia, di sebelah ujung restoran ada seorang pria kurus memakai baju putih melambaikan tangannya. Aku pun menuju ke meja tersebut.

“Hy bro kamu sendirian?” sapaku

“Ga bro aku sama istriku dia lagi ke toilet” jawab Boby.

Akupun duduk dan memesan makanan di restoran itu.

“Awet muda ya kamu, oya katanya istrimu seorang model ya.. maaf aku ga dateng ke nikahanmu”

“Hehehe…iya bro. Aku nikah umur 25 tahun dan istriku saat itu baru 18 tahun… ketiban rejeki bro… hahahaha…”

Kami pun ngobrol kesana kemari mengingat kejailan-kejailan kita semasa SMP dulu. Tak berselang beberapa lama ada seorang wanita datang dari belakangku dan langsung duduk disebelah Boby. Wanita itu menunduk begitu kita saling bertatap muka. Wajahnya dia sembunyikan tak berani memandang ke arahku.

Boby memperkenalkan wanita itu bernama Santi, istrinya. Deg… Aku terkejut sampai batuk, jantungku terasa mau copot. Santi ternyata wanita yang di ranjangku semalam. Kita bersalaman agak lama, berlagak tidak kenal, untung situasinya bisa terkendalikan layaknya tak terjadi apa-apa antara kita. Makan siangpun berjalan lancar, dan akhirnya aku balik lagi ke hotel. Di Hotel HP berbunyi, ada WA dari nomer tak dikenal.

“mas Boby sore ini ke Jakarta lagi, nanti aku ke hotel kamu ya”