>>> SINGAPOREPOOLS <<<
ANGKA MAIN : 3 6 0 4
Top 2D : 03 16 20 34 40
Cadangan 2D : 53 60 74 83 96
TOP SHIO : Kelinci Ayam Naga
COLOK BEBAS : 0 3 4
AS : 1 2 5
KOP : 7 8 9
KEPALA : Kecil / Genap
EKOR : Kecil / Genap
Ini adalah pertemuan antara kedua insan yg mana masih ada
hubungan kekeluargaan. kisahnya bermula pada suatu hari aqu baru selesai mandi
sore aqu kaget dan gembira, ternyata yg datang adalah Evita, saudara sepupuku
yg kuliah di Surabaya, semester pertama, usianya sekitar 19 tahun.
“Hai, kamu sukanya bikin kejutan. Kenapa nggak bilang-bilang
kalau mau datang?” kataqu basa-basi.
“Kalau bilang dulu mau nyediain apa..” Setelah basa-basi
kutawarkan mandi dulu agar hilang capeknya. Selesai mandi, ia membereskan
kembali tasnya. Sepintas ia melihat dinding di sekeliling kamarku, yg penuh dgn
gambar telanjang. Dia tersenyum dan berkomentar.
“Bagaimana kalau ada
anak-anak yg masuk ke kamar ini”, aqu jawab bahwa kamar ini khusus untuk orang
yg telah dewasa.
“Kalau begitu ada gambar yg lebih porno lagi dong..”
“Ada, mau lihat?”
Sebelum menjawab, kuambilkan beberapa foto porno kegemaranku
yg kusimpan di dalem lemari pakaianku.
“Mau lihat, nggak apa-apa kok untuk pelajaran aja.”
Dgn ragu-ragu ia terima juga foto-foto kategori XX, dan
dilihatnya dgn cermat, entah apa yg berkecamuk di dalem hatinya aqu tak tahu,
tapi terlihat ekspresinya begitu tenang sekali. Entah karena telah terbiasa,
atau karena begitu pandainya ia menyembunyikan perasaannya.
“Gimana, komentar dong.”
“Ada filmnya nggak?”
“Nggak ada, tapi kalau yg asli justru ada”, kataqu sembari
bergurau.
“Yg asli mana, coba” aqu terkejut mendengar pernyataannya,
sampai-sampai aqu hampir tak bisa menjawabnya.
“Eh, ada tapi itu anu..” aqu jadi gugup, sembari kuarahkan
jariku ke arah kemaluanku.
“Tapi apa Mas..”
“Tapi harus ada gantinya, barter gitulah.”
“Tapi kalau yg ini aqu nggak punya”, sembari ujung jarinya
menunjukkan kemaluan pada gambar yg ia pegang.
“Yg semacam juga nggak pa-pa”
“Yg bener nih”, sembari tangannya bersiap-siap mau memegang
daerah terlarangku yg masih terbungkus celana.
“He-eh bener”, kujawab saja sekenanya, aqu kira hanya
gertakan saja dia mau memegang kemaluanku.
Betapa kagetku ternyata tangannya benar-benar memegang
kemaluanku dari luar celana. Aqu tak bisa bilang apa-apa, selain menikmatinya
dgn perasaan senang. Secara refleks kuraih kepalanya dan kudekap sembari dalem
hati berkecamuk memikirkan peristiwa ini. Kalau kekasih atau orang lain aqu tak
bingung, tetapi ini adalah saudara sepupuku yg sewaktu kecil sering bermain
bersama. Tetapi karena ia terus mengusap kemaluanku dari luar celana, aqu buang
pikiran itu jauh-jauh keraguanku. Keputusanku adalah menikmati saja peristiwa
ini.
Kucium keningnya, pipinya dan bibirnya. Sembari kugeraygi
punggungnya, lehernya, pinggangnya, pantatnya dan terakhir buah dadanya.
Sebagai penjajakan saja apa reaksinya. Ternyata ia diam saja, bahkan semakin
keras memegang selangkanganku. Terus kuciumi bibirnya sampai nafasnya memburu. Kubuka
kausnya, dan aqu melihat kulit badan yg tak pernah terkena matahari itu
demikian menimbulkan birahiku. Kubuka BH-nya dan tambah kagum aqu atas
keindahannya. Kuelus buah dadanya yg kenyal dan sekali-kali kupencet putingnya
yg membuat nafasnya makin memburu. Begitu aqu berusaha mencium buah dadanya, ia
mundur sembari menarik tanganku ke arah tempat tidur.
Dalem keadaan telentang tampaknya ia telah siap menerima
tindakanku berikutnya, buah dadanya yg menantang bergelantungan. Sebelum aqu
mendekatkan diri, aqu melepaskan pakaianku hingga tuntas, sehingga gagang
kejantananku yg telah membesar tergantung-gantung mengikuti gerak dan
langkahku. Bersamaan dgn itu ia melepaskan juga pembungkus badannya yg masih
tersisa, sehingga kita benar-benar telah telanjang bulat.
Badannya benar-benar mulus, tak ada cacat, buah dadanya
sedang, masih kencang, puting susunya coklat tua, mendekati hitam, perutnya
ramping, lipatan kecil di perutnya menunjukkan belum begitu banyak lemak di
situ, pinggulnya sedang, rambut kemaluannya tipis, sehingga bibir kemaluannya
yg mengatup dgn rapi terlihat begitu indahnya.
Ia raih gagang kemaluanku, dan aqu mendekatkan diri sehingga
mudah baginya untuk mengulum dan menjilati gagang kejantananku. Sementara
tanganku tanpa kusadari telah meraih bibir kemaluannya yg telah basah.
Kuelus-elus bibir kemaluannya sembari kucari dan sesekali kusentuh klitorisnya.
Dan kumasukkan jari tengahnya menggapai dasar kemaluannya.
“Jilat kepalanya”, aqu berbisik kepadanya.
Dgn sigapnya ia segera tahu maksudku. Ia segera mulai
menjilati kepala kemaluanku yg semakin membesar saja dan mengkilap oleh
jilatan. Rasa geli dan nikmat bercampur jadi satu. Birahiku benar-benar telah
sampai di ujung, ingin segera mengikuti naluriku untuk segera memasukkan ke
dalem lubang senggamanya. Tetapi nanti dulu, kuciumi dulu badan Evita, dari
mulai bibir, telinga, leher, buah dada, perut dan lubang kewanitaannya.
Kujilat-jilat klitorisnya yg membuat dia menggelinjang ke kanan kiri tak
karuan, pantatnya dia angkat tinggi-tinggi sehingga aqu mempunyai ruang yg baik
untuk melaqukan kegiatanku menjilati klitorisnya yg sekilas kulihat semakin
bengkak dan merah.
Sampai suatu waktu badannya makin menegang sembari berteriak
menyebutkan sesuatu yg tak jelas, bersamaan dgn itu membanjirlah cairan bening
dari lubang kewanitaannya.
“Aqu sampai Mas, aqu sampai Mas..” begitulah ucapan yg
kutangkap dgn nafas terengah-engah.
Kemudian kuambil posisi untuk menyebadaninya, kemaluanku yg
telah tegang dan membesar di ujungnya kusiapkan di depan pintu gerbang kewanitaannya.
Dgn bimbingan tangannya, kumasukkan kemaluanku sampai habis tertelan oleh
lubang kenikmatannya. Kembali ia mengerang, sembari memelukku dgn keras.
Sejenak kudiamkan saja gagang kejantananku di dalem. Kurasakan pijitan lubang
kewanitaannya sangat membuatku semakin nikmat. Gagang kejantananku masih
kudiamkan terendam di situ. Evita mulai menggerak-gerakkan pinggulnya, sampai
kusentuh dasar kemaluannya yg terasa seperti benjolan yg semakin keras
menyentuh-nyentuh kepala kemaluanku. Semakin nikmat rasanya, sehingga aqu
sendiri tak tahan lagi dgn gesekan dan pijitan dari lubang senggamanya sehingga
otot-otot pada badanku menegang dan bersamaan dgn itu, tanpa kusadari keluar
maniku membasahi dan menghangatkan dasar kemaluannya. Kurasakan Evita lagi-lagi
mencapai orgasme.
Kali ini lebih panjang erangannya, semakin kuat ia memelukku
dan gerakan badannya semakin tak teratur. Kutancapkan dalem-dalem kemaluanku,
hingga kita saling berpelukan. Beberapa detik kemudian kita terkulai. Aqu masih
belum ingin mencabut kemaluanku yg bersarang dgn damai di lubang sorganya.
Kubalik badanku sehingga ia menjadi menindihku. Evita benar-benar puas dan
sangat-sangat kelelahan. Beberapa menit kemudian ia telah tertidur dgn pulas.
Kemaluanku yg telah melemah masih berada di dalem lubang
kewanitaannya.
Aqu pun tertidur, dgn perasaan lega. Tengah malam kita bangun
dan bermain lagi sampai puas.
Tiap bangun bermain lagi. Sampai akhirnya kita benar-benar
tertidur hingga jam 10 pagi. Karena di rumah tempat kost-ku cukup tesedia makanan
instan. Sehingga hari itu kita bisa melaqukan dgn sepuas-puasnya, dan kita
merasa tak perlu lagi memakai pakaian di dalem rumah.
Memasak air, menyapu mencuci piring selalu diselingi dgn
adegan percintaan. Sampai sore hari ia berpamitan kembali ke Surabaya
melanjutkan kuliahnya. Sejak waktu itu ia sering ke kotaqu. Sampai ia mempunyai
kekasih dan menikah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar