www.dewalotto.com

www.dewalotto.com
Bandar Online Terbesar Terbonafit Terpercaya dengan Permainan Terlengkap All You Can Play in Dewalotto

Rabu, 13 Desember 2017

Prediksi Togel Rabu 13 Desember 2017.....

>>> SINGAPOREPOOLS <<<

ANGKA MAIN : 0 5 7 1
Top 2D : 05 17 25 30 45
Cadangan 2D : 51 60 75 87 97
TOP SHIO : Babi Harimau Kuda
COLOK BEBAS : 0 1 5
AS : 2 3 4
KOP :  6 8 9
KEPALA  : Besar / Ganjil
EKOR : Kecil / Ganjil 

Terlihat wanita jilbab yang berumur 30an tahun itu sedang duduk di salh satu bangku bus malam, aku mengenalnya wanita itu adalah salah satu kader partai di kotaku, dia saat itu sedang dalam perjalanan menuju ke Jakarta untuk rapat kerja nasional besok di gedung wanita, wanita itu kabarnya sendiri selama 7 bulanb karena suaminya kerja di luar jawa sebagai pemimpin perusahaan.

Terpaksa wanita berwajah cantik ini memutuskan berangkat sendiri keJakarta,untuk menghadiri Rakornas itu setelah mendapat izin dari suaminya yang berada di Luar Jawa. Semula dia hendak ikut rombongan Kader Wanita Partai  lainnya yang mencarter mobil pribadi ke Jakarta,namun setelah berselisih faham dengan ,ketua rombongan kemarin yang membuatnya jengkel,wanita berjilbab ini akhirnya memutuskan untuk berangkat sendiri, agar rasa jengkel yang dirasakannya reda.

Wanita bernama Dinda ini merasa aman di jalan walaupun dia sendirian, tanpa suaminya. Dengan tubuh terbungkus jubah panjang berwarna hijau dan berjilbab putih lebar hingga menutup sampai pantatnya,Dinda berpikir siapa yang berani usil meggodaku??.

Bus terus melaju menyusuri jalan berkelok di sekitar Magelang.Hujan mulai turun sehingga bus yang ber-AC itu kian terasa dingin.Dinda' mengambil Majalah Ummi dari tas,sesaat kemudian wanita berjilbab ini tenggelam dalam lembaran-lembaran halaman Majalah untuk Muslimah itu. Menjelang kota Salatiga..Majalah Ummi edisi terbaru itupun habis terbaca.Tak sengaja Dinda' melirik ke samping teman duduknya yang sekilas nampaknya seorang pemuda.

Ups..hati Dinda tergetar ketika menyadari pemuda di sampingnya ternyata juga sedang emperhatikanya.Pemuda itu terlihat gugup ketika mata Dinda memergokinya...segera saja dia membuang muka di mata Dinda pemuda itu terlihat cukup baik dan santun..usianya mungkin sekitar 25 th an.

Sebagai seorang wanita bersuami yang telah matang berusia 32 th dengan tiga orang anak, Dinda hanya tersenyum melihat kegugupannya. "Mau ke Jakarta dik?'tegur Dinda mengawali pembicaraan..Pemuda itu menoleh dan tersenyum,lantas mengangguk..kemudian dia balik bertanya dengan pertanyaan yang sama kepada Dinda.

Entah mengapa kemudian Dinda menjadi akrab dengan teman duduknya tersebut yang walapun dia seorang laki-laki yang asing,padahal Dinda bukan seorang wanita yang mudah akrab dengan laki-laki lain sebagaimana Kader Wanita Partai  lainnya.

Akhirnya Dinda mengetahui pemuda itu bernama Robby,seorang Mahasiswa di Yogya..tapi ada perlu sebentar ke Jakarta sehingga dia berada di bus ini,wajahnya ganteng dan sangat simpatik. Dalam perbincangan itu,entah mengapa diam-diam Dinda membandingkan Robby dengan Mas Imam, suaminya yg sejak setengah tahun lalu berada di Luar Jawa.

Dinda melihat tubuhnya sama dengan suaminya,atletis dan tegap namun kalau wajah Robby lebih ganteng dan kulitnya lebih bersih dan putih dibanding suaminya.Bahkan dengan dada berdesir,Dinda akhirnya menyadari kalau wajah Robby mirip sekali dengan bekas pacarnya dahulu sebelum dia mengikuti kajian dan akhirnya menjadi Kader Partai  dengan jilbab lebar dana pakaian rapat menutup sekujur tubuhnya.

Selama ini,Dinda memang merasa kesepian,setelah hampir 7 bulan ditinggal suaminya ke Luar Jawa.Walaupun 3 anaknya dapat menghiburnya, tapi Dinda adalah seorang wanita yang masih relatif muda sehingga hasrat biologisnya seringkali mengganggu wanita berwajah cantik ini.

Hanya karena dia menyadari dirinya sebagai wanita berjilbab sekaligus Kader Wanita Partai , hasrat biologisnya tidak menyebabkan jatuh dalam perzinaa. Namun saat ini Dinda merasa terguncang dengan kehadiran Robby yang mirip sekali dengan bekas pacarnya dulu.

Saat ini, seolah Dinda berada di masa awal-awal kuliah dulu,saat pertama kali jatuh cinta dan erpacaran. Sebenarnya Dinda masih mencintai bekas pacarnya itu, hanya karena dia ikut kajian Tarbiyah yang  membuat dia memutuskan hubungan dengan pacarnya.

Pacarnya yang sangat kecewa dengan diputusnya hubungan kemudian memilih ke Amerika dan  melanjutkan kuliah di sana sementara Dinda kian aktif dalam Kajian kemudian menikah dengan salah seorang anggota Kajian tersebut dan akhirnya menjadi Kader Wanita Partai  seperti sekarang ini.

Wanita berusia 32 tahun ini bagaikan kupa keadaan dirinya ketika berbincang kian akrab dengan Robby. Ketika berulangkali mahasiswa ini memuji kecantikan wajahnya, Dinda menjadi salah tingkah. Kader Wanita P  ini merasa tersanjung dengan pujian Robby, sebagimana pacarnya dahulu sering menyanjungnya.

"Ah dik Robby,Mbak udah tua.."desis Dinda dengan wajah terasa panas mendengar pujian itu walaupun dalam hati Dinda merasa senang.

"Bener kok mbak..mbak begitu cantik, manis apalagi pakai jilbab seperti ini,jadi kian anggun beruntung deh yang jadi suami Mbak.."kata Robby seraya lekat memandang wajah Kader Wanita P  ini "Aihh..dik Robby..udah..udah"seru Dinda gemas,dan tanpa sadar jemari wanita berjilbab ini mencubit lengannya yang membuat Robby meringis.

Namun sesaat Dinda kemudian tersadar,kalau dia adalah seorang wanita bersuami,apalagi dia adalah seorang Kader Wanita P  yang mengenakan jilbab. Wajah Dinda terasa memanas ketika wanita berjilbab ini melihat Robby tersenyum-senyum setelah dicubit.

"Jari mbak Dinda...halus..lentik.."desisnya sambil tersenyum..namun Kader Wanita P  ini tak lagi menanggapinya.Dinda mulai merasa dia mendapat pengaruh aneh dari pemuda di sampingya itu, sehingga dia begitu mudahnya akrab dengannya, atau mungkin kemiripan wajah Robby dengan bekas pacarnya dulu yang membuat Dinda bagaikan hanyut.

Pukul 9 malam,bus yang Dinda tumpangi telah masuk kota Tegal.Hujan begitu deras di luar bus menimbulkan suara deru yang cukup keras.Wanita berjilbab ini melihat seluruh penumpang bus malam ini telah tertidur lelap,kecuali sopir bus dan konduktur yang dilihatnya tengah bercakap-cakap jauh di depan sana.

Dinda melirik ke sebelah,ibu muda ini melihat Robby pun telah tertidur dengan pulasnya, bahkan tubuhnya miring menghadap ke ara Dinda. Tanpa sadar, Dinda kembali menikmati kegantengan wajah anak muda yang mirip sekali denganpacarnya yang dulu.

Wajah itu terlihat semakin menarik  saat terlelap pulas seperti ini. Dengan sedikit menggigit bibir, Dinda mengamati Robby dari rambutnya, wajahnya dan terus tubuhnya yang terbungkus jaket almamater kampusnya.Tapi sesaat kemudian,darah Dinda terkesiap saat mata wanita berjilbab ini menatap celana yang dipakai anak muda ini...

"Ihh!!" desis wanita berjilbab ini kaget ketika Dinda melihat ternyata restluiting celana Robby kini terbuka,padahal posisinya bersandar di kursi dengan menghadap ke arah Dinda.

Badan wanita berjilbab ini gemetar dengan mata membelalak lebar ketika menyadari Robby ternyata tidak memakai celana dalam di balik jeans yang dipakainya,sehingga mata Kader Wanita P  ini membentur batang kemaluan Robby yang terlihat jelas dari restluting yang terbuka itu.

Dinda memalingkan pandangannya dengan nafas yang mulai memburu dan dada yang beredegup kencang..Dinda memejamkan matanya rapat-rapat berusaha mengusir bayangan yangdilihatnya tadi,namun justru ingatanya kembali saat dia berpacaran dahulu ketika dia diminta oral sex oleh
pacarnya.

Semakin lama justru bayangan itu yang lebih menguasai dirinya. Perlahan Dinda memalingkan wajahnya kembali,sesaat memandang wajah Robby yang masih pulas kemudian mata Kader Wanita P  ini kembali menikmati batang penis anak muda ini yang terlihat jelas dari restluting jeans yang terbuka itu.

Dinda melihat Penis Robby dalam keadaan tegang dan mengeras yang membuatnya gemetaran .. baru pertama kali ini Kader Wanita P  ini melihat batang penis laki-laki selain milik suami dan bekas pacarnya...birahi wanita berjilbab ini mulai terpancing saat menyadari penis milik Robby berukuran lebih besar dan panjang dibanding milik suaminya atau bekaspacarnya dulu..dan Dinda semakin gemetaran ketika tiba-tiba Robby menggeliat dalam tidurnya yang membuat jeans yang telah terbuka restlutingnya itu kian lebar terbuka.

Dinda nyaris terpekik kecil,ketika wanita berjilbab ini melihat setelah jeans itu kian terbuka, penis Robby justru tersembul keluar..seakan akan memamerkan keperkasaannya kepada wanita berjilbab yang cantik ini.

Setelah beberapa saat berusaha untuk memalingkan dari pandangan yang menggetarkan jantungnya akhirnya saat mata Dinda nanar memandang penis yang mengagumkan itu.Penis Robby yang tegang keras dengan otot yang melingkari pada batang yang besar dan panjang itu kian menambah kesan perkasa, membuat Dinda semakin gemetar.

Ujung kemerahan penis itu terlihat mengkilat-kilat sementara daripangkal penis itu nampak tersembul bulu-bulu kemaluan yang tercukur rapi. Tanpa sadar mata Kader Wanita P  ini justru menikmati penis mahasiswa di sampingnya itu.

Beberapa saat kedua mata Dinda menikmati penis Robby yang telanjang di depannya itu sebelum wanita berjilbab ini akhirnya membuang muka ke luar jendela bus dengan wajah yang terasa panas,

Badan Kader Wanita P  ini terasa panas dingin gemetaran dan nafasnya  mulai tersengal,sementara kemaluan Dinda juga mulai terasa gatal. Dinda memejamkan mata berusaha menekan birahi yang mulai menyerangnya..Ouhhhh Hujan yang deras mengguyur bus yang dinaiki Dinda membuat suasana bus ber Ac itu kian dingin,namun justru badan wanita berjilbab ini terasa panas.

Baru sejenak Dinda memejamkan mata,mendadak wanita berjilbab ini dikejutkan oleh elusan yang merayap di pahanya.Dinda membuka mata dengan releks,namun sedetik kemudian Kader Wanita P  ini membeku bagaikan menjadi patung es..ketika menyadari tangan yang merayap dipahanya adalah tangan pemuda di sampingnya..badan wanita muda ini menjadi kejang ketika tangan kanan Robby mengelus perlahan pahanya yang masih tertutup jubah hijau yang dikenakannya,sementara Dinda melihat Robby masih terlelap.

Entah kenapa, Dinda hanya mampu menggigit bibir,ketika tangan Robby mulai nakal melepas kancing jubah yang dikenakannya pada bagian perut, (karena kebetulan bentuk jubah yang dipakai Dinda adalah jubah dengan kancing depan ke bawah),sehingga beberapa kancing jubah yang dikenakan Kader Wanita P  inipun terlepas.

Badan Dinda kian menggigil,ketika tangan Robby mulai menyusup di balik jubah yang dikenakannya..perlahan wanita berjilbab ini merasakan tangan pemuda itu mengelus perutnya beberapa kali.

Lantas Kader Wanita P  ini merasakan tangan itu pemuda ini bergerak mengelus bagian bawah perutnya sampai wanita ini merasakan celana dalam yang dipakai wanita berjilbab ini tersentuh oleh jari jari tangan Robby Ingin rasanya Dinda menepis tangan laki-laki kurang ajar yang tengah menggerayangi daerah terlarang wanita berjilbab ini itu,

Namun entah mengapa semuanya terasa beku, tubuhnya hanya mampu menggigil menahan birahi ketika tangan Robby mengelus-elus selangkangannya yang masih terbungkus celana dalam hingga ke duburnya.

Beberapa kali Dinda merasakan kemaluannya yang masih terbungkus celana dalam itu dielus- elus tangan Robby dan diremas-remasnya lembut.Tanpa sadar Dinda justru membuka kedua pahaku kian lebar sehingga tangan Robby kian leluasa menggerayangi kemaluannya yang masih tertutup celana dalam itu beberapa lama.

Dinda mulai mendesah perlahan,ketika tangan Robby terasa menyusup ke balik celana dalam yang dikenakannya lantas menarik-narik rambut kemaluannya yang tumbuh lebat tak tercukur...jemari tangan Robby menyusuri gundukan bukit kemaluan wanita berjilbab ini kian ke bawah hingga sampai celah liang kemaluannya..

Kader Wanita P  nyaris histeris menahan nikmat ketika bibir liang kemaluannya itu diusap pelan oleh jemari tangan Robby.Sekian lama daerah tersebut tak tersentuh tangan laki-laki,namun kini diusap oleh tangan laki-laki yang bukan suaminya.

Rasa birahi ternyata telah membutakan kenyataan bahwa tangan laki-laki yang tengah menyentuh kemaluanku bukanlah suaminya..justru Dinda mulai menggelinjang saat jemari tangan Robby mengelus-elus perlahan bibir kemaluannya beberapa saat lantas wanita berjilbab ini merasakan bibir kemaluannya itu dibukanya dan jemari tangan Robby pun segera melesak ke dalam liang kemaluan yang telah mengeluarkan tiga orang anak.

Tubuh Dinda gemetaran dan mulutnya mendesah saat kemudian kelentit dalam kemaluannya disentuh oleh jemari tangan Robby lantas dipilinnya lembut membuat Kader Wanita P  ini nyaris terlonjak dari tempat duduknya..

"Ohh..enaaak..sshhh"'desah Dinda lirih dengan tubuh menggelinjang.Tanpa disadarinya kedua tangan wanita berjilbab ini juga meremas-remas buah dada yang masih terbungkus pakaian dan jilbab sehingga membuat kusut jilbab putih lebar yang dikenakan Kader Wanita P  ini.

Dinda tak lagi menghiraukan keadaan bus yang dia tumpangi dan statusnya sebagai Kader Wanita P  yang berjilbab serta bersuami Yang dirasakan Kader Wanita P  ini adalah kenikmatan yang menjalar ke sekujur tubuhnya,oleh jemari tangan Robby di liang kemaluannya. "Ahh..sshh...dik Robbya..jangaaan"rintih Dinda lirih namun terasa nikmat luar biasa.

Tubuhnya menggelinjang di kursi bus yang masih tetap melaju itu. Untunglah hujan begitu deras sepanjang perjalanan,sehingga desahan dan rintihan wanita berjilbab ini tertelan gemuruh oleh hujan di luar.

Sembari menggeliat menahan kenikmatan yang dirasakannnya,mata Dinda melirik ke wajah Robby.Namun betapa terkejutnya aku ketika melihat ternyata pemuda ini sedang tersenyum-senyum memandangnya penuh birahi dengan nafas yang memburu.

"Robby!!"pekik Dinda lirih aget."jangaan..ohhh..dik robby..jangaan" Namun Robby tak menghiraukan pekikan Kader Wanita P  ini.justru wanita ini merasakan jari-jari tangan Robby kian dalam memasuki liang kemaluannya.

Jubah hijau yang dikenakan Dinda tampak menggelembung di bagian selangkangan oleh tangan Robby.Tangan yang terlihat kukuh itu,hanya tampak setengah lengan,sementara telapak tangan dan sebagian lengannya hilang menyusup ke balik jubah yang dikenakan Kader Wanita P  ini,bahkan ke balik celana dalam yang dikenakannya.

Dinda menjadi semakin kian gila,ketika dirasakannya jari-jari tangan Robby menyentuh dinding liang kemaluannya itu..rasa nikmat yang luar biasa terasa di sekujur tubuh Kader Wanita P  ini yang membuatnya kian tersengal.

Dinda merasakan bagian terlarangnya kian berdenyut- denyut seiring gerakan pinggulnya yang menggeliat penuh nikmat. "ohh ..jangaaaan... jangaan..dik..."desah Dinda lirih.Kader Wanita P  ini masih menyadari bahwa dia berada di bus umum sehingga Dinda takut di ketahui penumpang lainnya.

Namun derasnya hujan dan posisi tempat duduk mereka tanpa penumpang lainnya di bagian belakang ,membuat kekurang ajaran Robby ini leluasa dinikmatnya.

Kader Wanita P  ini hanya pasrah dalam kenikmatan,ketika bagian terlarangnya itu diobok-obok Robby dengan tangannya.Mata wanita berjilbab ini merem melek menahan kenikmatan yang luar
biasa dalam kemaluannya itu.Hanya desahan lirih penuh nikmat dan gelinjangan tubuh yang kian liar di bangku bus malam ini.

Dinda hampir mencapai puncak kenikmatanku ,ketika mendadak kepalanya yang berjilbab di tarik Robby ke arahnya .Belum hilang kagetnya ,Robby telah menekan kepala Kader Wanita P  ini ke arah selangkangannya.

"Aih !!"jerit Dinda spontan ketika wajahnya tertarik ke arah selangkangan Robby.  Dinda baru ingat kalau penis Robby tersembul keluar dari balik jeans yang dipakainya,ketika mata Kader Wanita P  ini menatap sebatang penis yang besar dan panjang tegak mengeras di depan hidungnya.


Badan Dinda menggigil melihat keperkasaan penis anak muda ini.Wanita ini melihat penis Robby jauh lebih panjang dan besar dibanding penis mas Imam ataupun bekas pacarnya,dan saat ini Robby memaksanya untuk mencium dan mengulum penisnya.

Dinda menggeleng,menolak kemauan anak muda ini sehingga membuatbeberapa kali penis itu elenceng mengenai pipinya setelah Robby menekan kepalaku.Tubuh Kader Wanita P  ini mengejang hebat oleh perasaan jijik dan ingin..

"jangaaan dik ..aku nggak mau...jangaaan" pinta Dinda lirih Namun Robby tak perduli,sekali lagi dia menekan kepala wanita ini agar mau menciumi penisnya.Kali ini Dinda pasrah,seakan tak punya tenaga menolak ketika kepalanya ditekan ke arah selangkangan Robby.

"Uff !!"hanya itu yang sempat keluar dari mulut Dinda,ketika batang penis yang besar dan panjang itu menyumpal mulutnya.Dinda lupa dengan rasa enggan dan jijikku ketika penis yang besar ini berada dalam mulutnya.

Dengan refleks Kader Wanita P  ini menjilati penis Robby dengan lidahnya lantas menghisapnya penuh nafsu yang menggelora.Dinda tak lagi memperdulikan lagi kedaannya yang awut- awutaan dengan jilbab yang kusut.Wanita berjilbab ini hanya merasakan keasyikan menghisap penis Robby yang besar dan panjang..enaak..Kenangan ketika mengulum penis pacarnya 10 tahun lalu sekan kembali lagi.

Dalam keadaan Dinda menghisap dan menciumi penis Robby,tangan anak muda ini tetap menggerayangi liang kemaluannya dan memmbuat gerakan- gerakan ritmis seakan sebatang penis memasuki liang kemaluan wanita beranak tiga ini.

Dan Dinda pun membiarkan ketika tangan Robby yang lain menggerayangi dadanya dan meremas-remas bukit didadanya dengan penuh nafsu, yang membuat kusut jilbab putih yang dikenakan Kader Wanita P  ini.

Bahkan Dinda merasakan tangan Robby yang meremas-remas dadanya itu,menyusup ke balik jilbab yang dikenakannya lantas membuka kancing- kancing jubah yang dikenakannya di bagian dada,kemudian tangan itupun menyusup ke balik jubah yang dipakai Kader Wanita P  ini pada bagian dada.

Tubuh Dinda mengejang tak karuan ketika wanita P  ini merasakan tangan Robby merayap di balik BH yang dikenakan wanita berjilbab ini, lantas meremas-remas kedua payudaranya secara bergantian.Dinda semakin menggelinjang saat Kader Wanita P  ini merasakan puting susu yangbiasa dihisap kedua anaknya ,kali ini dipelintir pelan oleh jari-jari tangan Robby,wanita ini merasakan kenikmatan yang sangat luar biasa.

Dinda nyaris memekik-mekik oleh kenikmatan birahi yang sekian bulantak pernah didapatinya sejak suaminya pergi.Namun untunglah mulut Dinda saat ini tersumpal oleh batang penis Robby yang besar dan panjang itu.Robby pun mulai merintih rintih saat penisnya dikulum dan dihisap dengan kuat oleh Kader Wanita P  ini.

Namun agaknya Robby masih menyadari semua ini terjadi di bus umum,sehingga Robby berusaha menahan rintihan kenikmatannya agar tidak terdengar penumpang lain.

Saat Robby dan Dinda sedang menuju puncak birahi mereka, mendadak bis Rosalia Indah berbelok ke halaman sebuah rumah makan di daerah Cirebon lantas berhenti. Kedua manusia ini terkejut karena lampu bis yang semula remang-remang dinyalakan hingga menjadi terang benderang.

Dengan kegugupan luar biasa, Dinda segera melepaskan penis Robby yang ada di mulutnya lantas dengan cepat dia membenahi kancing-kancing jubahnya yang terbuka. Jilbab putih lebar yang semula awut-awutanpun segera dibenahi. Wajah wanita cantik kader Partai  ini merah padam.

Robby pun dengan bergegas membenahi restluting celana jeansnya sebelum seluruh penumpang terbangun. Tak lama kemudian, kondektur bus segera membangunkan para penumpang dan meminta mereka untuk turun beristirahat. Memang demi keamanan, apabila bus berhenti pada rumah makan, seluruh penumpang diminta utnuk turun.

Dengan agak malas-malasan para penumpang pun satu persatu menuju rumah makan untuk beristirahat atau sekedar ke toilet termasuk Robby dan Dinda.

Dinda masih tengah berusahamenyadari keadaan dirinya, ketika tiba-tiba Robby menggamit lengannya.

"Mbak kita turun di sini saja" desis mahasiswa sebelahnya tersebut.

Wanita P  yang masih berwajah kemerahan itu mengernyitkan keningnya.
"Saya harus ke Jakarta, ada rapat Partai " jawab Dinda

"Aah..besok pagi aja ke Jakartanya....."sergah Robby, lantas tangan ibu muda berusia 32 tahun ini ditariknya bahkan tas yang dibawa Dinda- pun segera diambilnya.

Ketika seluruh penumpang beristirahat di rumah makan, Dinda justru ditarik Robby menuju ke sebuah Losmen terdekat. Entah kenapa, wanita Partai  yang alim ini seakan tak kuasa untuk menolak ajakan mahasiswa ini. Bahkan ketika Robby meminta Kartu Anggota Partai  yang dipunyainya sebagai tanda pengenal yg diminta petugas losmen, Dinda segera memberikannya.

"jangan curiga pak, kami anggota P  dan sudah menikah....ini KTA istri saya, kebetulan dompet saya ketinggalan" kata Robby lantas tanpa kesulitan, petugas losmen yang melihat kealiman Dinda segera memberikan kunci kamar yang diminta.Petugas losmen ini memang yakin kalau pasangan ini adalah pasanagn suami istri, walaupun dilihatnya wanitanya terlihat lebih tua dari laki-lakinya.

Dinda masih tercekam perasaan aneh, ketika Robby telah menutup pintukamar Losmen dan mengunci pintunya. Robby tersenyum penuh nafsu ketika dilihatnya Dinda masih termangu- mangu kebingungan.

"jangan bingung mbak, mbak besok masih bisa ke jakarta. sekarang kita istrirahat dulu." kata mahasiswa ini sambil melepas jaket almamater yg dipakainya lantas menghampiri wanita P  yang cantik ini.

Wanita Partai  berwajah cantik setengah meronta ketika tangan Robby tiba-tiba merengkuh tubuhnya lantas memeluknya dengan ketat." Mbak Dinda.....cantiik sekali !"desah Robby yang kini memeluknya lantas tanpa mendapat perlawanan dari Dinda, bibir mahasiswa ini segera melumat bibir wanita berusia 32 tahun ini dengan penuh nafsu.

Dinda menggelinjang ketika bibirnya dilumat oleh mahasiswa tampan ini.Bahkan ketika tangan Robby menggerayangi dadanya yag masih tertutup jubah dan jilbab putih yang panjang lantas meremas-remasnya,

wanita Partai  ini mulai merintih. Akal sehatnya telah hilang berganti dengan hasrat untuk mendapatkan kepuasan yang sekian bulan tak pernah didapatkannya. Beberapa saat kedua bibir itu saling melumat dengan nafas yang mendengus-dengus, sebelum kemudian keduanya rebah berguling ke atas ranjang kamar losmen itu hingga menimbulkan derit agak nyaring.

Kedua manusia lain jenis ini masih bercumbu dengan hangat di atas ranjang. Tubuh Dinda menggelinjang-gelinjang hebat oleh desakan birahi yang dirasakan wanita ini. Gelinjangan Dinda yang liar ini tenyata menyebabkan jubah panjang yang semestinya menutupi tubuh wanita Partai  ini hingga mata kaki, tersingkap sangat lebar hingga ke pinggang dan celan dalam yang dipakainya kini terlihat membuat Dinda terlihat nyaris telanjang.

Saat Robby melepaskan cumbuannya, mata mahasiswa ini melotot lebar melihat keadaan Dinda'. Di kampus Robby, banyak mahasiswi yang aktif sebagai kader wanita Partai . Robby tak pernah melihat tubuh mereka karena tubuh mereka selalu tertutup dengan pakaian jubah panjang hingga mata kaki, tetapi yang dilihatnya malam ini adalah pemandangan seorang kader wanita Partai  yang sangat merangsang.

Dinda adalah seorang wanita cantik berusia 32 tahun selalu menutup tubuhnya dengan pakaian panjang yang menutup hingga mata kaki, tetapi malam ini jubah panjang yang dipakainya tersingkap hingga ke pinggang sampai celana dalamnya terlihat. Sepasang betis Dinda memang masih tertutup kaus kaki berwarna krem yang panjang namun sepasang paha wanita berkulit putih mulus ini telanjang hingga ke pangkal pahanya.

Sepasang paha wanita Partai  ini terlihat sangat padat dan kencang serta sangat mulus tanpa cacat hingga selangkangannya. Libido Robby semakin menggelegak melihat selangkangan Dinda yang masih tertutup celana dalam warna putih dengan ketat. Celana dalam katun itu cukup tipis untuk memamerkan belahan kemaluan wanita Partai  yang sangat montok membukit serta sejumput rambut hitam yang menghiasinya. Celana dalam putih tersebut terlihat mulai agak basah.

Dinda terpekik lirih ketika tanpa diduganya, Robby membuka kadua pahanya lantas wajah mahasiswa yang baru dikenalnya dalam bus dirapatkan pada bagian yang paling dijaganya selama ini lantas dirasakannya bagian kehormatanya ini dicium dan dikunyah-kunyah oleh mahasiswa ini dnegan sanag bernafsu.

Wanita Partai  yang cantik ini hanya menggeliat-geliat sambil merintih rintih hebat  menahan birahinya, terlabih ketika Robby menarik turun celana dalamyang menutupi bagian tubuhnya yang paling dijaga ini, lantas dikunyah- kunyah kembali oleh mahasiswa ini, Dinda mengerang-ngerang penuh birahi.

Dinda sudah menikah lebih dari 5 tahun, namun baru sekarang inilah kemaluan wanita ini diciumi dan dikunyah-kunyah yang membuatnya terangsang hebat.

Dinda seuadh benar-benar lupa dengan statusnya sebagai istri sekaligus Kader Wanita Partai  sehingga wanita ini tak menolak ketika beberapa saat kemudian, Robby yang telah puas dangan kemaluan wanita ini melucuti seluruh pakaian yang elekat di tubuhnya.

Kamar Losmen ini menjadi saksi ketika seorang kader wanita Partai  yang alim ditelanjangi oleh laki-laki yang bukan suaminya, ketika jubah panjang berwarna hijau yang dipakai Dinda sejak dari Jogja dilucuti dan tergeletak di lantai kamar.

Disusul kemudian jilbab putih lebar yang menutupi kepalanya pun juga tergeletak di lantai, lantas celana dalam dalam dan BH juga kini teronggok di lantai. Kaus kaki dan rok dalam yang semula ikut menutupi bagian tubuhnya kini pun teronggok di samping jubah dan jilbab panjang itu. Dinda, seorang kader wanita Partai  yang cantik kini telanjang bulat di depan seorang mahasiswa yang bukan suaminya.

Robby terpesona melihat keindahan wanita yang kini terlentang bugil di atas ranjang. Mahasiswa ini nyaris tak percaya melihat dirinya mampu menelanjangi wanita yang semula dilihatanya sangat alim.
Sungguh, Dinda adalah seorang wanita yang nyaris sempurna.

Wajahnya lembut mirip Andi Merriem Mattalata, rambutnya hitam ikal dan oanjang tergerai hingga ke pundak. Kulitnya putih mulus dan sangat halus. Sepasang payudaranya juga montok membusung dnegan puting susu kemerahan yang kini mencuat tegak.

Perut ibu muda ini juga terlihat ramping nyaris tanpa kerutan. Kemaluan kader cantik Partai  ini sangat montok dengan belahan kemaluan yang kemerahan serta rambut kemaluan yang agak lebat. Disamping paha dan betis yang putih mulusyang kenacng dan padat.

Robby menjadi tak tahan. Mahasiswa ini segera melucuti seluruh pakaian yang melekat pada tubuhnya sebelum kemudian dia menindih Dinda yang tengah pasrah. Dinda sempat melirik penis besar Robby sebelum penis besar dan panjang itu mulai melesak ke dalam liang kemaluan wanita Partai  ini.

Dinda mengerang dan merintih kenikmatan saat dirasakannya penis Robbby menyusuri liang kemaluannya kian dalam, dan wanita ini harus membuka pahanya lebar-lebar karena baru kali ini kemaluan wanita berusia 32 tahun ini dimasuki penis yang besar dan panjang sperti milik Robby.

Tak berapa lama kemudian, ranjang losmen itu berderit -derit ketika Robby menaik turunkan pantatnya diatas kemaluan Dinda. Kini Robby i mulai menggerak-gerakkan penisnya naik-turun perlahan di dalam liang kamaluan wanita P  sempit yang hangat itu. L

iang itu berdenyut- denyut, seperti mau melumat kemaluannya. Rasanya nikmat sekali. Robby mendektakan mulutnya ke mulut Dinda. Mereka pun berciuman mesra sekali, saling menggigit bibir, bertukar ludah dan mempermainkan lidah di dalam mulut yang lain.

Tangan Robby juga menggerayangi payudara putih mulus yang sudah mengeras bertambah liat itu. Diremas- remasnya perlahan, sambil sesekali dipijit-pijitnya bagian puting susu yang sudah mencuat ke atas. Tangan Dinda membelai-belai kepala mahasiswa ini dengan lembut.

Pinggul wanita Partai  yang besar ini digoyang-goyangkan agar Robby merasakan kenikmatan di dalam selangkangannya. Sementara vaginanya sendiri mulai berlendir dan gesekan alat kelamin kedua manusia lain jenis ini itu menimbulkan bunyi yang seret-seret basah. "Prrttt... prrrttt... prrttt.. ssrrrtt... srrrttt... srrrrttt... ppprttt... prrrttt..."

Penis besar Robby memang terasa sekali, membuat kemaluan Dinda seperti mau robek. Vagina wanita berusia 32 tahun ini menjadi membengkak besar kemerah-merahan seperti baru melahirkan. Membuat syaraf-syaraf di dalam liang senggamanya menjadi sangat sensitif terhadap sodokankepala penis mahasiswa ini.

Sodokan kepala penis itu terasa mau membelah bagian selangkangannya. Belum lagi urat-urat besar seperti cacing yang menonjol di sekeliling batang kemaluan Robby membuat Dinda
merasakan nikmat yang luar biasa. Meski agak pegal dan nyeri tapi rasa enak di kemaluannya lebih besar. Ia merasakan seperti saat malam pertama.

Agak sakit tapi enak. Lendirnya kini makin banyak keluar membanjiri kemaluannya, karena rangsangan hebat pada wanita Partai  ini. Ketika Robby membenamkan seluruh batang kemaluannya,Dinda merasakan seperti benda besar dan hangat berdenyut- denyut itu masuk ke rahimnya.

Perutnya kini sudah bisa menyesuaikan diri tidak mulas lagi ketika saat pertama tadi mahasiswa ini menyodok-nyodokkan penisnya dengan keras.

Dinda kini mulai menuju puncak orgasme. Vaginanya mulai menjepit-jepit dengan kuat penis Robby. Kaki wanita Partai  ini diangkat menjepit kuat pinggang Robby dan tangannya menjambak-jambak rambur mahasiswa ini.

Dengan beberapa hentakan keras pinggulnya, Dinda memuncrakan cairan dari dalam lubang kemaluannya menyiram dan mengguyur kemaluan Robby disertai erangan panjang penuh kenikmatan. Setelah itu Dinda terkulai lemas di bawah tubuh berat Robby. Kaki wanita Partai  ini mengangkang lebar lagi pasrah menerima tusukan-tusukan kemaluan Robbyi yang semakin cepat.

Tanpa merasa lelah Robby terus memacu penisnya dan sesekali menggoyang-goyangkan pinggulnya. Sepertinya ia ingin mengorek-ngorek setiap sudut kemaluan wanita alim ini. Suara bunyi becek makin keras terdengar karena liang kemaluan Dinda itu kini sudah dibanjiri lendir kental yang membuatnya agak lebih licin.

Dinda mulai merasakan pegal di kemaluannya karena gerakan Robby yang bertambah liar dan kasar. Tubuhnya ikut terguncang-guncang ketika Rudi menghentak-hentakkan pinggulnya dengan keras dan cepat. "Plok.. plokk... ploll.. plookk... crrppp... crrppp... crrrppp... srrrpp... srrppp..." Bunyi keras terdengar dari persenggamaan keduanya itu. "Robby ouhhh pelan, ...!" desis Dinda' sambil meringis kesakitan.

Kemaluannya terasa nyeri dan pinggulnya pegal karena agresivitas Robby yang seperti kuda liar. Akhirnya Robby mulai mencapai orgasme. Dipagutnya leher jenjang Dinda dan ditekankannya badannya kuat-kuat sambil menghentakkan pinggulnya keras berkali-kali membuat tubuh Dinda ikut terdorong. Muncratlah air mani dari penisnya mengguyur rahim dan kemaluan wanita Partai  ini.

Karena banyaknya sampai-sampai ada yang keluar membasahi permukaan sprei ranjang losmen ini.

Setelah mencapai puncak kenikmatan keduanya terlentang lemas, sementara Dinda belum sepenuhnya menyadari keadaanya. Ketika kemudian kesadaran wanita Partai  ini perlahan mulai kembali, Robby
mengajkanya kembali bercumbu dan wanita ini tak kuasa menolaknya.


Akhirnya malam ini 3 kali Dinda disetubuhi Robby dan 3 kali pula wanita Partai  ini mencapai orgasme yang tak pernah didapatkan

Senin, 11 Desember 2017

Prediksi Togel Senin 11 Desember 2017....

>>>   SINGAPOREPOOLS  <<< 

ANGKA MAIN : 1 6 5 8
Top 2D : 08 16 21 38 45
Cadangan 2D : 55 61 78 81 96
TOP SHIO : Naga Kuda Anjing
COLOK BEBAS : 1 5 8
AS : 1 2 4
KOP : 7 8 9
KEPALA : Besar / Ganjil
EKOR : Besar / Genap

Udara pagi ini terasa sejuk sekali, seakan menyambut baik datangnya hari Minggu ini. Secerah wajah tante Ivone yg tengah bercengkrama dengan bunga bunga ditaman. Meskipun nampak angkuh, namun kecantikan wajahnya tak dapat disembunyikan.

Aku baru saja selesai mandi dan berniat ngeteh diteras rumah sambil mnghirup udara pagi yg segar. Akan tetapi mataku melihat tante Ivone tengah asyik menikmati keindahan bunga ditaman depan rumah. Dengan gaya ala petani bunga Cibodas, tante Ivone nampak serius memperhatikan tanaman itu. ” Pagi tan ” sapaku. ” Hmm… ” balasnya tanpa berpaling dari rumpunan bunga. ” Mau aku buatin minum nda tan!? ” tanyaku lagi setengah menawarkan jasa. ” Nda usah!! ” jawabnya juga seraya membelakangiku. Aku tak melihat tante Rita, Hendri ataupun Nita pagi ini. ” Ach, pada lari pagi kali? ” fikirku dalam hati.

Aku kembali memperhatikan tante Ivone yg membelakangiku. Mulai dari betisnya yang putih mulus meskipun nampak kurus, pahanya yang lebih mulus dari betisnya, bokongnya meskipun terbalut celana pendek, namun terlihat jelas lekukannya. ” Coba dia bisa aku tiduri seperti tante Rita ya? ” gumanku dalam hati. Belum habis lamunanku, tiba tiba kulihat tubuh tante Ivone terhuyung lemah ingin tersungkur. Dengan cepat aku meloncat dan memegangi tubuhnya yangg nyaris tersungkur itu, meninggalkan sisa lamunan cabulku.

Kurangkul tubuhnya yangg mulus dan terlihat lemas sekali. “Ga papa kan tan??” tanyaku penuh rasa khawatir, seraya memapah tubuh tante Ivone. “Kepalaku terasa pusing Fad” jawab tante Ivone lemah. “Ya udah, istirahat aja didalam” saranku sambil terus memapahnya ke dalam rumah. “Akhirnya aku bisa merangkulmu Vone” ucapku dalam hati. Ada sejuta kebahagian dihatiku karna mampu merangkul tubuh si angkuh tersebut.

Setelah berada didalam rumah, dengan perlahan kududukan tante Ivone disofa ruang tamu. Dengan menarik nafas tante Ivone duduk dan bersandar di sandaran sofa. Setelah itu aku melangkah meninggalkannya sendiri. Tak berapa lama aku kembali dengan segelas air hangat dan mnghampiri tante Ivone yg tengah bersandar disandaran sofa. “Minum dulu tan, biar enakan!” ujarku sambil mnyerahkan gelas berisi air hangat yangg kubawa. Tante Ivone pun meminum air hangat yang kuberikan. “Makasih ya Fad” ucapnya lemah sambil meletakan gelas dimeja yang ada didepannya.

“Kepalanya masih pusing ga tan!?” tanyaku. Tante Ivone hanya menganggukan kepalanya. “Mau dipijatin ga!?” tanyaku lagi. “E, em” jawab tante Ivone prlahan seakan tengah menahan sakit. Aku pun sgera memijat mulai dari kepalanya dengan perlahan lahan, kemudian dahinya yang dia bilang merupakan pusat rasa sakitnya. “Wah, kenapa tante Fad!?” tanya Nita yang baru saja pulang. “Tadi si tante hampir jatuh, kepalanya pusing Nit!” jawabku. ” Terlalu capek kali!? ” ujar Nita sambil melangkah kedapur. “Dah agak mendingan Fad” jelas tante Ivone dengan mata terpejam, menikmati pijatan pijatan jariku. Terasa hangat dahinya bersamaan dengan rasa hangat yang menjalari tubuhku. Harum aroma tubuh tante Ivone terasa menusuk kedua lobang hidungku. Mmbuat aku ingin lebih lama lagi memijat dan dekat dengannya.

“Masuk angin kali tan, dahinya agak anget ne!? ” jelasku, berupaya memancing agar niatku tercapai. “Iya kali? “ujarnya pula, seakan mngerti akan arti ucapanku. Membuatku makin brani lebih jauh. “Mau dikerikin ga!?” tanyaku dengan penuh haraf kepadanya. “Memang kamu bisa!?” tante Ivone balik bertanya. Membuat hatiku terasa brdebar tak karuan. “Ya bisa… ” jelasku dengan cepat, takut tante Ivone brubah pikiran lagi. “Ya udah, tapi dikamar ya…, ga enak disini” pinta tante Ivone. Membuat hatiku berdebar makin cepat. Dengan prlahanku papah dia melangkah menuju kamarnya. Akupun brusaha untuk menahan dan menenangkan hatiku. Yang mulai dirasuki niat dan pikiran kotorku.

Setelah brada didalam kamar, kusarankan agar dia istrahat diranjangnya. Tante Ivone pun mrebahkan tubuhnya seraya bernafas panjang. Seolah olah ada beban berat yg dibawanya. Aku segera mengambil obat gosok dan coin untuk mengerik tubuh tante Ivone. Setelah kudapati semua yg kubutuhkan, aku kembali menghampiri tante Ivone yg tengah menanti. Dengan memberanikan diri aku memintamya agar dia melepaskan pakaian yg dipakainya. Dia pun perlahan melepaskan pakaian atau baju yg dipakainya.

Sehingga tante Ivone kini hanya mngenakan bra yg brwarna pink dan celana pendek saja. Ada getaran hangat mnjalari sluruh tubuhku, saat menyaksikan tante Ivone mmbuka bajunya. Hingga membangunkan kejantanan dan hawa nafsuku. Yang memang telah mngendap dibenakku sejak awal, ketika memperhatikan dia ditaman.

Dengan perasaan yang tak menentu dan dibayangi nafsu dibenakku. Akupun mulai mngusap-usap punggung mulus yg membelakangiku, dengan hati hati sekali. “Tali branya dibuka aja ya tan??” pintaku penuh haraf sambil trus mngusap dan mengerik punggung bagus dihadapanku. “Iya… ” jawabnya lirih. Menahan kerikan dipunggungnya, entah sakit atau geli aku tak tau. Yang pasti tanganku segera melepaskan kait tali branya, sehingga mmbuat branya mlorot mnutupi sbagian payudaranya yg bulat dan berisi. Sperti payudara milik gadis kebanyakan. Setelah tiada lagi penghalang dipunggungnya, akupun membalurinya dengan minyak gosok. Dan jari jemarikupun menari membentuk garis dipunggung tante Ivone.

Sambil sekali kali mataku melirik kearah payudaranya yang berusaha ditutupi dengan bra dan kedua telapak tangannya. Tapi hal trsebut mmbuatku semakin terangsang didorong rasa penasaran yang teramat. Sementara tante Ivone hanya terdiam seraya memejamkan matanya yang bulat dan indah. ”

Pelan pelan ya Fad!? ” pintanya masih dengan mata yg terpejam. Tiba tiba pintu kamar perlahan terbuka, nampak Nita tengah brdiri dimuka pintu. “Tan aku mo kerumah teman dulu ya!?” ujar Nita berpamitan seraya matanya melirik kearahku. “Iya Nit… ” balas tante Ivone tanpa berpaling kearahnya.

Kemudian secara perlahan Nita menutup pintu kembali dan berlalu pergi.

Jari tanganku mulai nakal terhadap tugasnya, jariku terkadang nyelinap dibawah ketiaknya berusaha meraih benda yg bulat dan padat berisi yang ditutupinya. Tapi tangan tante Ivone terkadang berusaha mnghalanginya, dengan merapatkan pangkal lengannya. “Jari kamu nakal ya Fad!? ” ucap tante Ivone setengah berbisik seraya mlirik ke arahku. Membuatku tersipu malu. “Habis ga kuat sich, tan…” jawabku jujur. Tapi tante Ivone malah melepaskan branya sehingga kini payudaranya nampak polos tanpa plindung lagi.

Dan langsung menjadi santapan kedua mataku tanpa brkedip. Langsung membuat hatiku brdebar debar mnyaksikan pemandangan trsebut. “Sekarang bisa kamu plototin se puas dech!!” ujar tante Ivone tak lagi menutupi buah dadanya dengan kedua telapak tangannya lagi. Jantungku terasa begitu cepat berdetak dan mmbuat lemas seluruh persendianku. Kontolku perlahan tapi pasti mulai berdiri tegak mengikuti dorongan hasratku.

“Memang dah selesai ngeriknya Fad!?” tegur tante Ivone mngingatkanku. Membuat aku segera melanjutkan prkerjaanku yang tertunda sesaat. Hampir seluruh bagian belakang tubuh tante Ivone telah kukerik dan berwarna merah bergaris garis. Hanya bagian bokongnya yang luput dari kerikanku karna terhalang dengan celana pendek serta CD yg dikenakannya. Tapi belahan bokongnya telah puas kuplototin.

Akhirnya pekerjaanku selesai juga. Kemudian dengan prlahan jari jariku memijati pundaknya. Tante Ivone menundukan kepalanya, sekali sekali terdengar suara dahak dari mulutnya. “Sudah Fad!” printahnya, agar aku menyudahi pijatanku.

Dengan perasaan malas akupun menghentikan pijatanku dan segera membrsihkan sisa sisa minyak dikedua telapak tanganku. ” Cuci tanganmu dulu biar bersih sana!!” pinta tante Ivone sekaligus perintah. Akupun branjak pergi kekamar mandi yang memang ada didalam kamar tersebut. Stelah usai mncuci sluruh tanganku hingga benar benar bersih. Akupun kembali menghampiri tante Ivon yg tengah telentang diatas ranjang masih dengan keadaan separuh bugil. Seperti saat aku tinggalkan kekamar mandi. Hingga payudaranya yg bulat dan berisi nampak membusung besar didadanya, dengan puting yang berwarna coklat susu. “Ayo Fad, kamu mau mainin ini kan!?”. “Aku juga mau kok!?” ucap tante Ivone sambil meremas salah satu payudaranya hingga putingnya mnonjol kearahku. Akupun mendekat menghampirinya dngn perasaan nafsu. Membuat kontolku kian berdiri dan mengeras kencang dibalik celanaku.

Akupun tak mnunggu lebih lama, segeraku remasi payudaranya yg menantang. Tante Ivone bergelinjang saat telapak tanganku mendarat dan meremas kedua payudaranya. ” Achh.., iya Fad trussss ” rintihnya prlahan. Jari jemariku kian liar meremasi seluruh daging bulat yg padat brisi. Jariku juga memainkan putingnya yg mulai mngeras. ” Iya,.., ayo diisep Fad.., aaaayooo “pinta tante Ivone dngn nafas tak tratur.

Akupun segera menjilati dan mengisapi puting payudaranya. “Aduhhh…, enaaaak, trusss….” desah tante Ivone seraya memegangi kepalaku. Aku semakin bernafsu dengan puting yg kenyal seperti urat dan mnggemaskan. Smentara tante Ivone smakin mndesah tak karuan. Tangan kananku meluncur kearah slangkangan dibawah pusar, trus mnyusup masuk diantara clana dan CD tante Ivone. Hingga jari jariku trasa mnyentuh rumput halus yg cukup lebat didalamnya. Tante Ivone mmbuka pahanya tak kala jari tlunjukku brusaha masuk kedalam lobang yg ada ditengah bulu bulu halus miliknya. “Aowww…” jerit kecil tante Ivone saat tlunjukku brhasil memasuki lobang memeknya. Dia pun mnggeliatkan tubuhnya penuh gairah nafsu. Smentara kontolku smakin mngeras hendak kluar dari bahan yg mnutupinya.

Cukup lama jari tlunjukku kluar masuk didalam memek tante Ivone, hingga lobang itu mulai trasa basah dan lembab. Sampai akhirnya tangan tante Ivone menahan gerakan tanganku dan mminta mnyudahinya. “Aaaachhh.., udaahhh., Faddh.., aaachh” rintih tante Ivone. Akupun menarik tanganku dari balik clananya dan mlepaskan putingnya dari mulutku

“Buka pakaianmu dong, Fad!!” seru tante Ivone sraya bangkit dan mlepaskan clana pendek serta CDnya. Shingga dia bugil dan nampak rumput hitam ditengah slangkangannya yg baru saja ku obok obok. Akupun mlepaskan smua pakaianku dan bugil sperti dirinya.

Dengan senyum manis kearahku, tante Ivone mendekat dan brjongkok tepat didepan slangkanganku. “Aouw, gede banget..!!” seru tante Ivone sraya tlapak tangannya mraih kontolku yg telah brdiri dan keras. Dngn tangan kanan dia mmegang erat batang kontolku, sedangkan tlapak kirinya mngelus elus kpalanya. Hingga kpala kontolku trasa brdenyut hangat. Kmudian dimasukan kontolku kedalam mulutnya sraya matanya mlirik ke arahku. “Agghhh… “aku mlengguh tak kala sluruh kontolku tnggelam masuk kedalam mulutnya. Darahku brdesir hangt mnjalari sluruh urat ditubuhku. Aku hanya dapat memegangi kpala tante …

Ivone, mremas serta mngusap usap rambutnya yg ikal sebahu. Smentara tante Ivone smakin liar, sbentar mngulum dan mngemud seakan dia ingin melumat sluruh kontolku. Trnyata dia lebih buas dari tante Rita. Trkadang dia mnjilati dari batang hingga lobang kencing dikpalanya. ” Aaaaaaa… ” erangku menahan rasa nikmat nan tramat. Trasa tubuhku melayang jauh tak menentu.

Entah brapa lama tante Ivone mngemut, mnjilat dan mngulum kontolku. Yg jelas hal ini mmbuat tubuhku brgetar dan hampir kejang. ” Gantian dong tan, aQ juga mau jilatin memekmu! ” rengekku, hampir tak mampu mnahan nafsuku. Ingin rasanya memuntahkan keluar sebanyak banyak. Agar tante Ivone mandi dngn air maniku.

Tante Ivone sgera bangkit brdiri meninggalkan kontolku yg masih brdiri tegak. Kmudian aku mminta agar dia duduk dikursi tanpa lengan yg ada. Akupun brjongkok mnghadap memeknya yg dihiasi bulu lebatnya. Kedua kaki tante Ivone trtumpu pada kedua bahuku. Maka mulutku mulai mnjarah memek yg tlah mnganga terkuak jari jemariku, hingga nampak jelas lobang memek yg brwarna merah dan lembab.

Lidahku pun mulai mnjelajahi dan mnjilati lorong itu. “Aaaaowwh…, aaaa…, iyyyaaa.., trussss, aassstttssh” desah tante Ivone saat lidahku brmain mnjilati lobang memeknya. “Aduuuhh,…, truuusss, lebihhh daallaaamm, aaah,… enaaakhh, agh, agh, aghhhh” rintihnya pula sambil mremas dan mnjambaki rambut dikpalaku. Lidahkupun smakin liar dan brusaha masuk lebih dalam lagi. “Aaaaghh,.., gilaaaa…, enaaaksss,.., ubss,.., aaaaachghhh” suara tante Ivone tak karuan. Lidahku brhenti mnjilati dinding lobang memek, kini brpindah pada daging mungil sbesar biji kacang hijau. Ku jilati itil yg brwarna merah dan basah dngn air mazinya dan air liurku.

“Aughh…..” suara tante Ivone sperti tersedak sambil mrapatkan kedua pahanya, hingga mnjepit leherku, ketika ku isap itilnya. ” Aaaaa.., auwghhh…., yaaaaa ” ucap tante Ivone lirih. ” Udahhh…, Fad…, udddaah Faadd ” rengek tante Ivone sraya mndorong kpalaku dngn kakinya yg trkulai lemas dibahuku.

Akupun mlepaskan isapan mulutku pada itil tante Ivone dan bangkit brdiri dihadapannya dngn kontol yg masih tegak dan keras. Kemudian mminta tante Ivone agar bangkit dari duduknya. Kini aku yg mnggantikan posisinya duduk dikursi.

Tante Ivone naik keatas pahaku dan tubuhnya mnghadap kearahku, hingga tubuh kami saling brhimpitan. Kmudian tante Ivone mmbimbing kontolku masuk kelobang memeknya dngan jarinya. ”

Aagghhsss.. ” rintih kecil tante Ivone ketika kontolku masuk menusuk memeknya. Tak lama kmudian bokongnya mulai turun naik, mngesek gesek kontolku didalamnya. Aqpun mngimbanginya dngn mmegangi pinggulnya mmbantu bokongnya turun naik. ” Aachhh.., yaaaa, oohhh, enaaak Fadd “. ”

Auwwghhh…., aaaaaa…, oohhhh, yaaa ” racau tante Ivone tak karuan jika tubuhnya turun mnenggelamkan kontolku dimemeknya.

” Aauwww, aku ga tahan ne Fadd,…, aaaauwww, yessss ” rintih tante Ivone sraya mnggerakan bokongnya dngn cepat. Akupun mmbalas reaksinya, dengan melumat lagi payudaranya .”Aaaaaawhhh……..”erang tante Ivone sambil mnekan bokongnya lebih rapat dengan slangkanganku.
Akupun mengejang mnahan tekanan bokong tante Ivone. “Aaaachhhh…….” akhirnya aku tak mampu lagi mmbendung cairan kental dari dalam kontolku. Kamipun saling brpelukan dngn erat beberapa saat dngn brcampur peluh masing masing.

Stelah cukup lama kami brpelukan, kamipun bangkit dngn malas, enggan branjak dari suasana yg ada. Stelah itu kamipun mandi mmbrsihkan tubuh kami masing masing yg basah dngn peluh syurga.


Akhirnya aku bisa menidurimu dan menaklukan keangkuhanmu Ivone Gienarsih.

Minggu, 10 Desember 2017

Prediksi Togel Minggu 10 Desember 2017

>>> SINGAPOREPOOLS <<<

ANGKA MAIN : 2 6 3 0
Top 2D : 06 10 22 33 46
Cadangan 2D : 52 60 72 85 96
TOP SHIO :  Naga Kelinci Ayam
COLOK BEBAS : 2 3 6
AS : 1 4 5
 KOP :  7 8 9
KEPALA  : Kecil / Ganjil
EKOR : Kecil / Genap 


Nama saya Riana. Saya sedang bingung sekali saat ini. Saya tidak tahu harus berbuat apa. Karenanya saya akan mencoba menceritakan sedikit pengalaman hidup saya yang baru saya hadapi baru-baru ini.

Saya berumur 27 tahun. Saya sudah berkeluarga dan sudah mempunyai anak satu. Saya menikah dengan seorang pria bernama Niko. Niko adalah suami yang baik. Kami hidup berkecukupan. Niko adalah seorang pengusaha yang sedang meniti karir.

Karena kesibukannya, dia sering pergi keluar kota. Dia kasihan kepada saya yang tinggal sendiri dirumah bersama anak saya yang berusia 2 tahun. Karenanya ia lantas mengajak adiknya yang termuda bernama Diko yang berusia 23 tahun untuk tinggal bersama kami.

Diko adalah seorang mahasiswa tingkat akhir di sebuah PTS. Kehidupan rumah tangga saya bahagia, hingga peristiwa terakhir yang saya alami.

Selama kami menikah kehidupan seks kami menurut saya normal saja. Saya tidak tahu apa yang dimaksud dengan orgasme. Tahulah, saya dari keluarga yang kolot. Memang di SMA saya mendapat pelajaran seks, tetapi itu hanya sebatas teori saja. Saya tidak tahu apa yang dinamakan orgasme.

Saya memang menikmati seks. Saat kami melakukannya saya merasakan nikmat. Tetapi tidak berlangsung lama. Suami saya mengeluarkan spermanya hanya dalam 5 menit. Kemudian kami berbaring saja. Selama ini saya sangka itulah seks. Bahkan sampai anak kami lahir dan kini usianya sudah mencapai dua tahun. Dia seorang anak laki-laki yang lucu.

Di rumah kami tidak mempunyai pembantu. Karenanya saya yang membersihkan semua rumah dibantu oleh Diko. Diko adalah pria yang rajin. Secara fisik dia lebih ganteng dari suami saya. Suatu ketika saat saya membersihkan kamar Diko, tidak sengaja saya melihat buku Penthouse miliknya. Saya terkejut mengetahui bahwa Diko yang saya kira alim ternyata menyenangi membaca majalah ‘begituan’.

Lebih terkejut lagi ketika saya membaca isinya. Di Penthouse ada bagian bernama Penthouse Letter yang isinya adalah cerita tentang fantasi ataupun pengalaman seks seseorang. Saya seorang tamatan perguruan tinggi juga yang memiliki kemampuan bahasa Inggris yang cukup baik.

Saya tidak menyangka bahwa ada yang namanya oral seks. Dimana pria me’makan’ bagian yang paling intim dari seorang wanita. Dan wanita melakukan hal yang sama pada mereka. Sejak saat itu, saya sering secara diam-diam masuk ke kamar Diko untuk mencuri-curi baca cerita yang ada pada majalah tersebut.

Suatu ketika saat saya sibuk membaca majalah itu, tidak saya sadari Diko datang ke kamar. Ia kemudian menyapa saya. Saya malu setengah mati. Saya salting dibuatnya. Tapi Diko tampak tenang saja. Ketika saya keluar dari kamar ia mengikuti saya.

 Saya duduk di sofa di ruang TV. Ia mengambil minum dua gelas, kemudian duduk disamping saya. Ia memberikan satu gelas kepada saya. Saya heran, saya tidak menyadari bahwa saya sangat haus saat itu. Kemudian ia mengajak saya berbicara tentang seks. Saya malu-malu meladeninya. Tapi ia sangat pengertian. Dengan sabar ia menjelaskan bila ada yang masih belum saya ketahui.

Tanpa disadari ia telah membuat saya merasa aneh. Excited saya rasa. Kini tangannya menjalari seluruh tubuh saya. Saya berusaha menolak. Saya berkata bahwa saya adalah istri yang setia. Ia kemudian memberikan argumentasi bahwa seseorang baru dianggap tidak setia bila melakukan coitus. Yaitu dimana sang pria dan wanita melakukan hubungan seks dengan penis pada liang kewanitaan.

Ia kemudian mencium bagian kemaluan saya. Saya mendorong kepalanya. Tangannya lalu menyingkap daster saya, sementara tangan yang lain menarik lepas celana dalam saya. Ia lalu melakukan oral seks pada saya. Saya masih mencoba untuk mendorong kepalanya dengan tangan saya. Tetapi kedua tangannya memegang kedua belah tangan saya. Saya hanya bisa diam. Saya ingin meronta, tapi saya merasakan hal yang sangat lain.

Tidak lama saya merasakan sesuatu yang belum pernah saya alami seumur hidup saya. Saya mengerang pelan. Kemudian dengan lembut menyuruhnya untuk berhenti. Ia masih belum mau melepaskan saya. Tetapi kemudian anak saya menangis, saya meronta dan memaksa ingin melihat keadaan anak saya. Barulah ia melepaskan pegangannya. Saya berlari menemui anak saya dengan beragam perasaan bercampur menjadi satu.

 Ketika saya kembali dia hanya tersenyum. Saya tidak tahu harus bagaimana. Ingin saya menamparnya kalau mengingat bahwa sebenarnya ia memaksa saya pada awalnya. Tetapi niat itu saya urungkan. Toh ia tidak memperkosa saya. Saya lalu duduk di sofa kali ini berusaha menjaga jarak. Lama saya berdiam diri.

Ia yang kemudian memulai pembicaraan. Katanya bahwa saya adalah seorang wanita baru. Ya, saya memang merasakan bahwa saya seakan-akan wanita baru saat itu. Perasaan saya bahagia bila tidak mengingat suami saya. Ia katakan bahwa perasaan yang saya alami adalah orgasme. Saya baru menyadari betapa saya telah sangat kehilangan momen terindah disetiap kesempatan bersama suami saya.

Hari kemudian berlalu seperti biasa. Hingga suatu saat suami saya pergi keluar kota lagi dan anak saya sedang tidur. Saya akui saya mulai merasa bersalah karena sekarang saya sangat ingin peristiwa itu terulang kembali. Toh, ia tidak berbuat hal yang lain.

Saya duduk di sofa dan menunggu dia keluar kamar. Tapi tampaknya dia sibuk belajar di kamar. Mungkin dia akan menghadapi mid-test atau semacamnya. Saya lalu mencari akal supaya dapat berbicara dengannya. Saya kemudian memutuskan untuk mengantarkan minuman kedalam kamar.

Disana ia duduk di tempat tidur membaca buku kuliahnya. Saya katakan supaya dia jangan lupa istirahat sambil meletakkan minuman diatas meja belajarnya. Ketika saya permisi hendak keluar, ia berkata bahwa ia sudah selesai belajar dan memang hendak istirahat sejenak. Ia lalu mengajak saya ngobrol. Saya duduk ditempat tidur lalu mulai berbicara dengannya.

Tidak saya sadari mungkin karena saya lelah seharian, saya sambil berbicara lantas merebahkan diri diatas tempat tidurnya. Ia meneruskan bicaranya. Terkadang tangannya memegang tangan saya sambil bicara. Saat itu pikiran saya mulai melayang teringat kejadian beberapa hari yang lalu.

Melihat saya terdiam dia mulai menciumi tangan saya. Saat saya sadar, tangannya telah berada pada kedua belah paha saya, sementara kepalanya tenggelam diantara selangkangan saya. Oh, betapa nikmatnya. Kali ini saya tidak melawan sama sekali. Saya menutup mata dan menikmati momen tersebut.

Nafas saya semakin memburu saat saya merasakan bahwa saya mendekati klimaks. Tiba-tiba saya merasakan kepalanya terangkat. Saya membuka mata bingung atas maksud tujuannya berhenti. Mata saya terbelalak saat memandang ia sudah tidak mengenakan bajunya. Mungkin ia melepasnya diam-diam saat saya menutup mata tadi.

Tidak tahu apa yang harus dilakukan saya hanya menganga saja seperti orang bodoh. Saya lihat ia sudah tegang. Oh, betapa saya ingin semua berakhir nikmat seperti minggu lalu. Tangan kirinya kembali bermain diselangkangan saya sementara tubuhnya perlahan-lahan turun menutupi tubuh saya.

 Perasaan nikmat kembali bangkit. Tangan kanannya lalu melolosi daster saya. Saya telanjang bulat kini kecuali bra saya. Tangan kirinya meremasi buah dada saya. Saya mengerang sakit. Tangan saya mendorong tangannya, saya katakan apa sih maunya. Dia hanya tersenyum.

Saya mendorongnya pelan dan berusaha untuk bangun. Mungkin karena intuisinya mengatakan bahwa saya tidak akan melawan lagi, ia meminggirkan badannya. Dengan cepat saya membuka kutang saya, lalu rebah kembali. Ia tersenyum setengah tertawa. Dengan sigap ia sudah berada diatas tubuh saya kembali dan mulai mengisapi puting susu saya sementara tangan kanannya kembali memberi kehidupan diantara selangkangan saya dan tangan kirinya mengusapi seluruh badan saya.

Selama kehidupan perkawinan saya dengan Niko, ia tidak pernah melakukan hal-hal seperti ini saat kami melakukan hubungan seks. Seakan-akan seks itu adalah buka, mulai, keluar, selesai. Saya merasakan diri saya bagaikan mutiara dihadapan Diko.

Kemudian Diko mulai mencium bibir saya. Saya balas dengan penuh gairah. Sekujur tubuh saya terasa panas sekarang. Kemudian saya rasakan alatnya mulai mencari-cari jalan masuk. Dengan tangan kanan saya, saya bantu ia menemukannya. Ketika semua sudah pada tempatnya, ia mulai mengayuh perahu cinta kami dengan bersemangat.

Kedua tangannya tidak henti-hentinya mengusapi tubuh dan dada saya. Saya hanya bisa memejamkan mata saya. Aduh, nikmatnya bukan kepalang. Tangannya lalu mengalungkan kedua tangan saya pada lehernya. Saya membuka mata saya. Ia menatap mata saya dengan sejuta arti. Kali ini saya tersenyum. Ia balas tersenyum. Mungkin karena gemas melihat saya, bibirnya lantas kembali memagut.

Oh, saya merasakan waktunya telah tiba. Kedua tangan saya menarik tubuhnya agar lebih merapat. Dia tampaknya mengerti kondisi saya saat itu. Ini dibuktikannya dengan mempercepat laju permainan. Ahh, saya mengerang pelan. Kemudian saya mendengar nafasnya menjadi berat dan disertai erangan saya merasakan kemaluan saya dipenuhi cairan hangat.

Sejak saat itu, saya dan dia selalu menunggu kesempatan dimana suami saya pergi keluar kota untuk dapat mengulangi perbuatan terkutuk itu. Betapa nafsu telah mengalahkan segalanya. Setiap kali akan bercinta, saya selalu memaksanya untuk melakukan oral seks kepada saya. Tanpa itu, saya tidak dapat hidup lagi. Saya benar-benar memerlukannya.

Dia juga sangat pengertian. Walaupun dia sedang malas melakukan hubungan seks, dia tetap bersedia melakukan oral seks kepada saya. Saya benar-benar merasa sangat dihargai olehnya.

Ceritanya dulu suami saya Niko punya komputer.

Kemudian oleh Diko disarankan agar berlangganan internet. Menurutnya juga dapat dipakai untuk berbisnis. Suami saya setuju saja. Pernah Diko melihat saya memandangi Niko saat dia menggunakan internet, kemudian dia tanya kepada saya, apa saya kepingin tahu.

Niko yang mendengar lalu menyuruh Diko untuk mengajari saya menggunakan komputer dan internet. Pertama-tama saya suka karena banyak yang menarik. Hanya tinggal tekan tombol saja. Bagus sekali. Tetapi saya mulai bosan karena saya kurang mengerti mau ngapain lagi.

Saat itulah Diko lalu menunjukkan ada yang namanya Newsgroup di internet.

Saat pertama kali baca saya terkejut sekali. Banyak berita dan pendapat yang menarik. Tetapi waktu saya tidak terlalu banyak. Saya harus mengurus anak saya. Dia baru dua tahun. Saya sayang sekali kepadanya. Kalau sudah tersenyum dapat menghibur saya walaupun dalam keadaan sedih.

Saya tidak mengerti program ini. Hanya Diko ajarkan kalau mau menulis tekan tombol ini. Terus begini, terus begini, dan seterusnya. Tetapi saya tidak cerita-cerita sama dia kalau kemarin saya sudah kirim berita ke Newsgroup. Takut dia marah sama saya. Saya hanya bingung mau cerita sama siapa. Masalahnya saya benar-benar sudah terjerumus. Saya tidak tahu bagaimana harus menghentikannya.

Kini saya bagaikan memiliki dua suami. Saya diperlakukan dengan baik oleh keduanya. Saya tahu suami saya sangat mencintai saya. Saya juga sangat mencintai suami saya. Tetapi saya tidak bisa melupakan kenikmatan yang telah diperkenalkan oleh Diko kepada saya.

Suami saya tidak pernah curiga sebab Diko tidak berubah saat suami saya ada di rumah. Tetapi bila Niko sudah pergi keluar kota, dia memperlakukan saya sebagaimana istrinya. Dia bahkan pernah memaksa untuk melakukannya di kamar kami. Saya menolak dengan keras.

Biar bagaimana saya akan merasa sangat bersalah bila melakukannya ditempat tidur dimana saya dan Niko menjalin hubungan yang berdasarkan cinta. Saya katakan dengan tegas kepada Diko bahwa dia harus menuruti saya. Dia hanya mengangguk saja.

 Saya merasa aman sebab dia tunduk kepada seluruh perintah saya. Saya tidak pernah menyadari bahwa saya salah. Benar-benar salah. Suatu kali saya disuruh untuk melakukan oral seks kepadanya. Saya benar benar terkejut. Saya tidak dapat membayangkan apa yang harus saya lakukan atas ‘alat’nya.

Saya menolak, tetapi dia terus memaksa saya. Karena saya tetap tidak mau menuruti kemauannya, maka akhirnya ia menyerah. Kejadian ini berlangsung beberapa kali, dengan akhir dia mengalah.

Hingga terjadi pada suatu hari dimana saat saya menolak kembali dia mengancam untuk tidak melakukan oral seks kepada saya. Saya bisa menikmati hubungan seks kami bila dia telah melakukan oral seks kepada saya terlebih dahulu.

Saya tolak, karena saya pikir dia tidak serius. Saya berpikir bahwa dia masih menginginkan seks sebagaimana saya menginginkannya. Ternyata dia benar-benar melakukan ancamannya. Dia bahkan tidak mau melakukan hubungan seks lagi dengan saya.

Saya bingung sekali. Saya membutuhkan cara untuk melepaskan diri dari kerumitan sehari-hari. Bagi saya, seks merupakan alat yang dapat membantu saya menghilangkan beban pikiran.

Selama beberapa hari saya merasa seperti dikucilkan. Dia tetap berbicara dengan baik kepada saya. Tetapi setiap kali saya berusaha mengajaknya untuk melakukan hubungan seks dia menolak. Saya tidak tahu harus berbuat apa. Saya berusaha semampu saya untuk merayunya, tetapi dia tetap menolak.

Saya bingung, apa saya tidak cukup menarik. Wajah saya menurut saya cukup cantik. Pada masa-masa kuliah, banyak sekali teman pria saya yang berusaha mencuri perhatian saya. Teman wanita saya bilang bibir saya sensual sekali. Saya tidak mengerti bibir sensual itu bagaimana. Yang saya tahu saya tidak ambil pusing untuk hal-hal seperti itu.

Saya tidak diijinkan terlalu banyak keluar rumah oleh orang tua saya kecuali untuk keperluan les ataupun kursus. Saya orangnya supel dan tidak pilih-pilih dalam berteman. Mungkin hal ini yang (menurut saya pribadi)menyebabkan banyak teman pria yang mendekati saya.

 Sesudah melahirkan, saya tetap melanjutkan aktivitas senam saya. Dari sejak masa kuliah saya senang senam. Saya tahu saya memiliki tubuh yang menarik, tidak kalah dengan yang masih muda dan belum menikah. Kulit saya putih bersih, sebab ibu saya mengajarkan bagaimana cara merawat diri.

Bila saya berjalan dengan suami saya, selalu saja pria melirik kearah saya. Suami saya pernah mengatakan bahwa dia merasa sangat beruntung memiliki saya. Saya juga merasa sangat beruntung memiliki suami seperti dia. Niko orangnya jujur dan sangat bertanggung jawab. Itu yang sangat saya sukai darinya. Saya tidak hanya melihat dari fisik seseorang, tetapi lebih dari pribadinya.

Tetapi Diko sendiri menurut saya sangatlah ganteng. Mungkin itu pula sebabnya, banyak teman wanitanya yang datang kerumah. Katanya untuk belajar. Mereka biasa belajar di teras depan rumah kami. Diko selain ganteng juga pintar menurut saya. Tidaklah sulit baginya untuk mencari wanita cantik yang mau dengannya.

Saya merasa saya ditinggalkan. Diko tidak pernah mengajak saya untuk melakukan hubungan seks lagi. Dia sekarang bila tidak belajar dikamar, lebih banyak menghabiskan waktunya dengan teman-teman wanitanya. Saya kesepian sekali dirumah. Untung masih ada anak saya yang paling kecil yang dapat menghibur.

Hingga suatu saat saya tidak dapat menahan diri lagi. Malam itu, saat Diko masuk ke kamarnya setelah menonton film, saya mengikutinya dari belakang. Saya katakan ada yang perlu saya bicarakan. Anak saya sudah tidur saat itu. Dia duduk di tempat tidurnya. Saya bilang saya bersedia melakukannya hanya saya tidak tahu apa yang harus saya perbuat.

Dengan gesit dia membuka seluruh celananya dan kemudian berbaring. Dia katakan bahwa saya harus menjilati penisnya dari atas hingga bawah. Walaupun masih ragu-ragu, saya lakukan seperti yang disuruh olehnya. Penisnya mendadak ‘hidup’ begitu lidah saya menyentuhnya. Kemudian saya disuruh membasahi seluruh permukaan penisnya dengan menggunakan lidah saya.

Dengan bantuan tangan saya, saya jilati semua bagian dari penisnya sebagaimana seorang anak kecil menjilati es-krim. Tidak lama kemudian, saya disuruh memasukkan penisnya kedalam mulut saya. Saya melonjak kaget. Saya bilang, dia sendiri tidak memasukkan apa apa kedalam mulutnya saat melakukan oral seks kepada saya, kenapa saya harus dituntut melakukan hal yang lebih.

Dia berkata bahwa itu disebabkan karena memang bentuk genital dari pria dan wanita berbeda. Jadi bukan masalah apa-apa. Dia bilang bahwa memang oral seks yang dilakukan wanita terhadap pria menuntut wanita memasukkan penis pria kedalam mulutnya. Sebenarnya saya juga sudah pernah baca dari majalah-majalah Penthouse miliknya, saya hanya berusaha menghindar sebab saya merasa hal ini sangatlah tidak higienis.

Karena khawatir saya tidak memperoleh apa yang saya inginkan, saya menuruti kemauannya. Kemudian saya disuruh melakukan gerakan naik dan turun sebagaimana bila sedang bercinta, hanya bedanya kali ini, penisnya berada di dalam mulut saya, bukan pada liang senggama saya.

Selama beberapa menit saya melakukan hal itu. Saya perlahan-lahan menyadari, bahwa oral seks tidaklah menjijikkan seperti yang saya bayangkan. Dulu saya membayangkan akan mencium atau merasakan hal-hal yang tidak enak. Sebenarnya hampir tidak terasa apa-apa. Hanya cairan yang keluar dari penisnya terasa sedikit asin. Masalah bau, seperti bau yang umumnya keluar saat pria dan wanita berhubungan seks.

Tangannya mendorong kepala saya untuk naik turun semakin cepat. Saya dengar nafasnya semakin cepat, dan gerakan tangannya menyebabkan saya bergerak semakin cepat juga. Kemudian menggeram pelan, saya tahu bahwa dia akan klimaks, saya berusaha mengeluarkan alatnya dari mulut saya, tetapi tangannya menekan dengan keras. Saya panik. Tidak lama mulut saya merasakan adanya cairan hangat, karena takut muntah, saya telan saja dengan cepat semuanya, jadi tidak terasa apa-apa.

Saat dia sudah tenang, dia kemudian melepaskan tangannya dari kepala saya. Saya sebenarnya kesal karena saya merasa dipaksa. Tetapi saya diam saja. Saya takut kalau dia marah, semua usaha saya menjadi sia-sia saja. Saya bangkit dari tempat tidur untuk pergi berkumur. Dia bilang bahwa saya memang berbakat. Berbakat neneknya, kalau dia main paksa lagi saya harus hajar dia.

Sesudah nafasnya menjadi tenang, dia melakukan apa yang sudah sangat saya tunggu-tunggu. Dia melakukan oral seks kepada saya hampir 45 menit lebih. Aduh nikmat sekali. Saya orgasme berulang-ulang. Kemudian kami mengakhirinya dengan bercinta secara ganas.

Sejak saat itu, oral seks merupakan hal yang harus saya lakukan kepadanya terlebih dahulu sebelum dia melakukan apa-apa terhadap saya. Saya mulai khawatir apakah menelan sperma tidak memberi efek samping apa-apa kepada saya. Dia bilang tidak, malah menyehatkan.

Karena sperma pada dasarnya protein. Saya percaya bahwa tidak ada efek samping, tetapi saya tidak percaya bagian yang ‘menyehatkan’. Hanya saya jadi tidak ambil pusing lagi.

Tidak lama berselang, sekali waktu dia pulang kerumah dengan membawa kado. Katanya untuk saya.

Saya tanya apa isinya. Baju katanya. Saya gembira bercampur heran bahwa perhatiannya menjadi begitu besar kepada saya. Saat saya buka, saya terkejut melihat bahwa ini seperti pakaian dalam yang sering digunakan oleh wanita bila dipotret di majalah Penthouse. Saya tidak tahu apa namanya, tapi saya tidak bisa membayangkan untuk memakainya.

Dia tertawa melihat saya kebingungan. Saya tanyakan langsung kepadanya sebenarnya apa sih maunya. Dia bilang bahwa saya akan terlihat sangat cantik dengan itu. Saya bilang “No way”. Saya tidak mau dilihat siapapun menggunakan itu. Dia bilang bahwa itu sekarang menjadi ’seragam’ saya setiap saya akan bercinta dengannya.

Karena saya pikir toh hanya dia yang melihat, saya mengalah. Memang benar, saat saya memakainya, saya terlihat sangat seksi. Saya bahkan juga merasa sangat seksi. Saya menggunakannya di dalam, dimana ada stockingnya, sehingga saya menggunakan pakaian jeans di luar selama saya melakukan aktivitas dirumah seperti biasa.

Efeknya sungguh di luar dugaan saya. Saya menjadi, apa itu istilahnya, horny sekali. Saya sudah tidak tahan menunggu waktunya tiba. Dirinya juga demikian tampaknya. Malam itu saat saya melucuti pakaian saya satu persatu, dia memandangi seluruh tubuh saya dengan sorot mata yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Kami bercinta bagaikan tidak ada lagi hari esok.

Sejak saat itu, saya lebih sering lagi dibelikan pakaian dalam yang seksi olehnya. Saya tidak tahu dia mendapatkan uang darimana, yang saya tahu semua pakaian ini bukanlah barang yang murah. Lama-kelamaan saya mulai khawatir untuk menyimpan pakaian ini dilemari kami berdua (saya dan Niko) sebab jumlahnya sudah termasuk banyak. Karenanya, pakaian ini saya taruh di dalam lemari Diko.

Dia tidak keberatan selama saya bukan membuangnya. Katanya, dengan pakaian itu kecantikan saya bagai bidadari turun dari langit. Pakaian itu ada yang berwarna hitam, putih maupun merah muda. Tetapi yang paling digemari olehnya adalah yang berwarna hitam. Katanya sangat kontras warnanya dengan warna kulit saya sehingga lebih membangkitkan selera.

Saya mulai menikmati hal-hal yang diajarkan oleh Diko kepada saya. Saya merasakan semua bagaikan pelajaran seks yang sangat berharga. Ingin saya menunjukkan apa yang telah saya ketahui kepada suami saya. Sebab pada dasarnya, dialah pria yang saya cintai.

Tetapi saya takut bila dia beranggapan lain dan kemudian mencium perbuatan saya dan Diko.

Saya tidak ingin rumah tangga kami hancur. Tetapi sebaliknya, saya sudah tidak dapat lagi meninggalkan tingkat pengetahuan seks yang sudah saya capai sekarang ini.

Suatu ketika, Diko pulang dengan membawa teman prianya. Temannya ini tidak seganteng dirinya, tetapi sangat macho. Pada mukanya masih tersisa bulu-bulu bekas cukuran sehingga wajahnya sedikit terlihat keras dan urakan. Diko memperkenalkan temannya kepada saya yang ternyata bernama Kevin.

Kami ngobrol panjang lebar. Kevin sangat luas pengetahuannya. Saya diajak bicara tentang politik hingga musik. Menurut penuturannya Kevin memiliki band yang sering main dipub. Ini dilakukannya sebagai hobby serta untuk menambah uang saku. Saya mulai menganggap Kevin sebagai teman.

Kevin semakin sering datang kerumah. Anehnya, kedatangan Kevin selalu bertepatan dengan saat dimana Niko sedang tidak ada dirumah. Suatu ketika saya menemukan mereka duduk diruang tamu sambil meminum minuman yang tampaknya adalah minuman keras. Saya menghampiri mereka hendak menghardik agar menjaga kelakuannya.

Ketika saya dekati ternyata mereka hanya minum anggur. Mereka lantas menawarkan saya untuk mencicipinya. Sebenarnya saya menolak. Tetapi mereka memaksa karena anggur ini lain dari yang lain. Akhirnya saya coba walaupun sedikit. Benar, saya hanya minum sedikit. Tetapi tidak lama saya mulai merasa mengantuk. Selain rasa kantuk, saya merasa sangat seksi.

Karena saya mulai tidak kuat untuk membuka mata, Diko lantas menyarankan agar saya pergi tidur saja. Saya menurut. Diko lalu menggendong saya ke kamar tidur. Saya heran kenapa saya tidak merasa malu digendong oleh Diko dihadapan Kevin. Padahal Kevin sudah tahu bahwa saya sudah bersuami. Saya tampaknya tidak dapat berpikir dengan benar lagi.

Kata Diko, kamar saya terlalu jauh, padahal saya berat, jadi dia membawa saya ke kamarnya. Saya menolak, tetapi dia tetap membawa saya ke kamarnya. Saya ingin melawan tetapi badan rasanya lemas semua.

Sesampainya dikamar, Diko mulai melucuti pakaian saya satu persatu. Saya mencoba menahan, karena saya tidak mengerti apa tujuannya. Karena saya tidak dalam kondisi sadar sepenuhnya, perlawanan saya tidak membawa hasil apa apa.

Kini saya berada diatas tempat tidur dengan keadaan telanjang. Diko mulai membuka pakaiannya. Saya mulai merasa bergairah. Begitu dirinya telanjang, lidahnya mulai bermain-main didaerah selangkangan saya.

 Saya memang tidak dapat bertahan lama bila dia melakukan oral seks terhadap saya. Saya keluar hanya dalam beberapa saat. Tetapi lidahnya tidak kunjung berhenti. Tangannya mengusapi payudara saya. Kemudian mulutnya beranjak menikmati payudara saya.

Kini kami melakukannya dalam ‘missionary position’. Begitulah istilahnya kalau saya tidak salah ingat pernah tertulis dimajalah-majalah itu. Ah, nikmat sekali. Saya hampir keluar kembali. Tetapi ia malah menghentikan permainan.

Sebelum saya sempat mengeluarkan sepatah katapun, tubuh saya sudah dibalik olehnya. Tubuh saya diangkat sedemikian rupa sehingga kini saya bertumpu pada keempat kaki dan tangan dalam posisi seakan hendak merangkak.

Sebenarnya saya ingin tiduran saja, saya merasa tidak kuat untuk menopang seluruh badan saya. Tetapi setiap kali saya hendak merebahkan diri, ia selalu mengangkat tubuh saya. Akhirnya walaupun dengan susah payah, saya berusaha mengikuti kemauannya untuk tetap bangkit. Kemudian dia memasukkan penisnya ke dalam liang kewanitaan saya.

Tangannya memegang erat pinggang saya, lalu kemudian mulai menggoyangkan pinggangnya. Mm, permainan dimulai kembali rupanya. Kembali kenikmatan membuai diri saya. Tanpa saya sadari, kali ini, setiap kali dia menekan tubuhnya kedepan, saya mendorong tubuh saya kebelakang.

Penisnya terasa menghunjam-hunjam kedalam tubuh saya tanpa ampun yang mana semakin menyebabkan saya lupa diri. Saya keluar untuk pertama kalinya, dan rasanya tidak terkira. Tetapi saya tidak memiliki maksud sedikitpun untuk menghentikan permainan.

Saya masih ingin menggali kenikmatan demi kenikmatan yang dapat diberikan olehnya kepada saya. Diko juga mengerti akan hal itu. Dia mengatur irama permainan agar bisa berlangsung lama tampaknya.

Sesekali tubuhnya dibungkukkannya kedepan sehingga tangannya dapat meraih payudara saya dari belakang. Salah satu tangannya melingkar pada perut saya, sementara tangan yang lain meremasi payudara saya. Saat saya menoleh kebelakang, bibirnya sudah siap menunggu. Tanpa basa-basi bibir saya dilumat oleh dirinya.

Saya hampir mencapai orgasme saya yang kedua saat dia menghentikan permainan. Saya bilang ada apa, tetapi dia langsung menuju ke kamar mandi. Saya merasa sedikit kecewa lalu merebahkan diri saya ditempat tidur.

Jari tangan saya saya selipkan dibawah tubuh saya dan melakukan tugasnya dengan baik diantara selangkangan saya. Saya tidak ingin’mesin’ saya keburu dingin karena kelamaan menunggu Diko.

Tiba-tiba tubuh saya diangkat kembali. Tangannya dengan kasar menepis tangan saya. Iapun dengan langsung menghunjamkan penisnya kedalam tubuh saya. Ah, kenapa jadi kasar begini. Belum sempat saya menoleh kebelakang, ia sudah menarik rambut saya sehingga tubuh saya terangkat kebelakang sehingga kini saya berdiri pada lutut saya diatas tempat tidur.

Rambut saya dijambak kebelakang sementara pundaknya menahan punggung saya sehingga kepala saya menengadah keatas. Kepalanya disorongkan kedepan untuk mulai menikmati payudara saya.

Dari mulut saya keluar erangan pelan memintanya untuk melepaskan rambut saya. Tampaknya saya tidak dapat melakukan apa-apa walaupun saya memaksa. Malahan saya mulai merasa sangat seksi dengan posisi seperti ini.

Semua ini dilakukannya tanpa berhenti menghunjamkan dirinya kedalam tubuh saya. Saya merasakan bahwa penisnya lebih besar sekarang. Apakah ia meminum semacam obat saat dikamar mandi? Ah, saya tidak peduli, sebab saya merasakan kenikmatan yang teramat sangat.

Yang membuat saya terkejut ketika tiba-tiba dua buah tangan memegangi tangan saya dari depan. Apa apaan ini? Saya mulai mencoba meronta dengan sisa tenaga yang ada pada tubuh saya. Kemudian tangan yang menjambak saya melepaskan pegangannya.

Kini saya dapat melihat bahwa Diko berdiri diatas kedua lututnya diatas tempat tidur dihadapan saya. Jadi, yang saat ini menikmati saya adalah… Saya menoleh kebelakang. Kevin…!!! Kevin tanpa membuang kesempatan melumat bibir saya.

Saya membuang muka, saya marah sekali, saya merasa dibodohi. Saya melawan dengan sungguh-sungguh kali ini. Saya mencoba bangun dari tempat tidur. Tetapi Kevin menahan saya. Tangannya mencengkeram pinggang saya dan menahan saya untuk berdiri. Sementara itu Diko memegangi kedua belah tangan saya. Saya sudah ingin menangis saja.

Saya merasa diperalat. Ya, saya hanya menjadi alat bagi mereka untuk memuaskan nafsu saja. Sekilas teringat dibenak saya wajah suami dan anak saya. Tetapi kini semua sudah terlambat. Saya sudah semakin terjerumus.

Diko bergerak mendekat hingga tubuhnya menekan saya dari depan sementara Kevin menekan saya dari belakang. Dia mulai melumat bibir saya. Saya tidak membalas ciumannya. Tetapi ini tidak membuatnya berhenti menikmati bibir saya.

 Lidahnya memaksa masuk kedalam mulut saya. Tangan saya dilingkarkannya pada pinggangnya, sementara Kevin memeluk kami bertiga. Saya mulai merasakan sesak napas terhimpit tubuh mereka.

Tampaknya ini yang diinginkan mereka, saya bagaikan seekor pelanduk di antara dua gajah. Perlahan-lahan kenikmatan yang tidak terlukiskan menjalar disekujur tubuh saya. Perasaan tidak berdaya saat bermain seks ternyata mengakibatkan saya melambung di luar batas imajinasi saya sebelumnya. Saya keluar dengan deras dan tanpa henti.

Orgasme saya datang dengan beruntun. Tetapi Diko tidak puas dengan posisi ini. Tidak lama saya kembali pada ‘dog style position’. Diko menyorongkan penisnya kebibir saya. Saya tidak mau membuka mulut.

Tetapi Kevin menarik rambut saya dari belakang dengan keras. Mulut saya terbuka mengaduh. Diko memanfaatkan kesempatan ini untuk memaksa saya mengulum penisnya. Kemudian mereka mulai menyerang tubuh saya dari dua arah.

Dorongan dari arah yang satu akan menyebabkan penis pada tubuh mereka yang berada diarah lainnya semakin menghunjam. Saya hampir tersedak. Diko yang tampaknya mengerti kesulitan saya mengalah dan hanya diam saja. Kevin yang mengatur segala gerakan.

Tidak lama kemudian mereka keluar. Sesudah itu mereka berganti tempat. Permainan dilanjutkan. Saya sendiri sudah tidak dapat menghitung berapa banyak mengalami orgasme. Ketika mereka berhenti, saya merasa sangat lelah.

Walupun dengan terhuyung-huyung, saya bangkit dari tempat tidur, mengenakan pakaian saya seadanya dan pergi ke kamar saya. Di kamar saya masuk ke dalam kamar mandi saya. Di sana saya mandi air panas sambil mengangis. Saya tidak tahu saya sudah terjerumus kedalam apa kini.

Yang membuat saya benci kepada diri saya, walaupun saya merasa sedih, kesal, marah bercampur menjadi satu, namun setiap saya teringat kejadian itu, saya merasa basah pada selangkangan saya.

Malam itu, saat saya menyiapkan makan malam, Diko tidak berbicara sepatah katapun. Kevin sudah pulang. Saya juga tidak mau membicarakannya. Kami makan sambil berdiam diri.

Sejak saat itu, Kevin tidak pernah datang lagi.

Saya sebenarnya malas bicara kepada Diko. Saya ingin menunjukkan kepadanya bahwa saya tidak suka dengan caranya menjebak saya. Tetapi bila ada suami saya saya memaksakan diri bertindak biasa. Saya takut suami saya curiga dan bertanya ada apa antara saya dan Diko.

Hingga pada suatu kesempatan, Diko berbicara bahwa dia minta maaf dan sangat menyesali perbuatannya. Dikatakannya bahwa ‘threesome’ adalah salah satu imajinasinya selama ini. Saya mengatakan kenapa dia tidak melakukannya dengan pelacur.

Kenapa harus menjebak saya. Dia bilang bahwa dia ingin melakukannya dengan ’someone special’. Saya tidak tahu harus ngomong apa. Hampir dua bulan saya melakukan mogok seks. Saya tidak peduli kepadanya. Saya membalas perbuatannya seperti saat saya pertama kali dipaksa untuk melakukan oral seks kepadanya.

Selama dua bulan, ada saja yang diperbuatnya untuk menyenangkan saya. Hingga suatu waktu dia membawa makanan untuk makan malam. Saya tidak tahu apa yang ada dipikirannya. Hanya pada saat saya keluar, diatas meja sudah ada lilin. Saat saya duduk, dia mematikan sebahagian lampu sehingga ruangan menjadi setengah gelap.

Itu adalah ‘candle light dinner’ saya yang pertama seumur hidup. Suami saya tidak pernah cukup romantis untuk melakukan ini dengan saya. Malam itu dia kembali minta maaf dan benar-benar mengajak saya berbicara dengan sungguh-sungguh. Saya tidak tahu harus bagaimana.

Saya merasa saya tidak akan pernah memaafkannya atas penipuannya kepada saya. Hanya saja malam itu begitu indah sehingga saya pasrah ketika dia mengangkat saya ke kamar tidurnya.