www.dewalotto.com

www.dewalotto.com
Bandar Online Terbesar Terbonafit Terpercaya dengan Permainan Terlengkap All You Can Play in Dewalotto

Rabu, 26 September 2018

Prediksi togel - Rabu 26 September 2018


>>>SINGAPOREPOOLS<<<

ANGKA MAIN : 6 0 9 3
TOP 2D : 06 10 29 33 46
CADANGAN 2D : 56 60 79 83 96
TOP SHIO : Naga Babi Ayam
COLOK BEBAS : 0 3 6 
AS : 3 4 5
KOP : 7 8 9
KEPALA : Besar / Ganjil
EKOR : Kecil / Ganjil


Kosanku ada didaerah sisi belakang dusun dan di bagian depanku ada kos putra, selain ada kos putri, dan di belakang ada kos putri yang ditempati 7 orang. Yang juga akan saya katakan di sini yaitu pengalamanku dengan penghuni kos putri yang ada di belakang kosku. Singkat cerita saya serta penghuni kos putra yang lain memanglah telah kenal serta lumayan akrab dengan penghuni kos putri belakang, jadi jika ada yang butuh pertolongan tinggal katakan saja.
Saya seringkali sekali main ke kosan putri itu sekedar untuk bebrapa bercakap saja diruang tamunya, itupun bila dikosanku sekali lagi sepi, maklum saja saya sendiri yang angkatan tua yang hampir tidak ada kerjaan, sedang yang lain masih tetap repot dengan kuliah serta beberapa aktivitas yang lain.
Karena sangat biasanya saya main ke kosan belakang, ke-7 cewek penghuninya sangatlah punya kebiasaan dengan kehadiranku di sana, serta ada satu orang cewek bernama Bunga, tingginya sekitaran 165cm, beratnya sekitaran 50kg, kulitnya kuning, ukuran Branya mungkin saja hanya 34A, sempat setelah mandi masih tetap dengan balutan handuk sejengkal di atas lutut dia lewat didepanku dengan santainya. Saya yang masih tetap begitu normal jadi lelaki pernah melongo lihat pahanya yang mulus nyatanya, serta dia cuek saja nampaknya.
Hingga satu hari, pada saat berlibur UAS sekitaran mendekati sore waktu saya datang ke kosan belakang seperti umum, di sana cuma ada Bunga sendiri, dia menggunakan daster bunga-bunga tidak tebal selutut, dia tengah dimuka computer dikamarnya yang terbuka pintunya, kupikir dia sekali lagi kerjakan pekerjaan.
“lagi ngapain, Bunga? Yang laen kemana? ” tanyaku dimuka pintu,
“eh Mas Erwin, sekali lagi jemu nih, sekali lagi ngegame saja, yang laen kan mudik mas, trus Mbak rina kan KKN pulangnya malem terus” jawabnya sembari masih tetap memainkan mousenya
“masuk mas”.
Saya juga masuk serta duduk di karpetnya
“ memang anda gak mudik juga Bunga? ”
“aku kan ngambil SP mas, males klo mesti ngulang reguler” jawabnya.
“lagi ngegame apa sich? ” tanyaku lagi
“ini nih maen monopoly, setelah yang ada hanya ini” sembari mengubah tempat kakinya bersila serta pernah memerlihatkan pahanya, akupun melongo sekali lagi di hidangkan pahanya itu, hingga pada akhirnya dia sadar serta sembari tutup pahanya dia katakan
“hayo ngliatin apa? ”
“eh ngga, gak liat apa-apa” jawabku gelagapan
“hayooo ngaku, tentu nafsu ya, dasar cowo” dia bilang
“yeee janganlah cowo saja donk yang salah, yang buat nafsu kan cewe” kataku membela diri
“wuuu ngeles aja” dia katakan sambil meneruskan gamenya barusan, “eh mas punya film gak? BT nih”
“film apa ya? Yang di tempatku kan dah di lihat semuanya” jawabku
“yaaah apa saja deeeh” dia memohon
“apa dong, ya memang udah tak ada lagi, ada pula bokep tuch klo mau”
“mau dong mas mau” dia bilang
saya kaget mendengar itu segera bilang
“beneran nih, nanti kepengen ribet lagi”
“udah sana ambilin, saya iseng ni mas”
“tapi nontonnya bareng ya” kubilang
“iihh gak ingin ah, nanti jadi mas Erwin ingin, bisa diperkosa aku”
“ga bakalan atuh sampai kaya gitu, ingin diambilin gak nih? Tapi nonton bareng ya”
“iya deh, ambillah sana” pintanya.
Secepat-cepatnya saya lari ke kos lantas mengcopy bokep yang berada di computer dikamarku, saya copy yang bagus-bagus saja, setelah usai saya segera lari ke kamar Bunga serta menyerahkannya. Bunga juga segera mengcopy yang berada di flashdiskku.
Kamipun menontonnya, saya duduk ada disamping kirinya, serta dia duduk sambil memegang bantal. Kami tidak ada bicara waktu film itu di mulai. Baru sebagian menit melihat, saya mulai horny karna baru kesempatan ini saya nonton bokep sama cewek yang bukanlah pacarku berdua saja, kontan saja akupun agak-agak salah tingkah bertukar-ganti tempat duduk untuk menutupi kontolku yang telah berdiri tegang.
Tidak berapa lama kelihatannya diapun mulai rasakan hal yang sama, nafasnya mulai tidak teratur serta agak berat seperti ada yang ditahan, duduknya juga mulai bertukar tempat serta saat ini bersila sembari memeluk bantalnya itu. Kalau saya yang jadi bantalnya, hmmmmm. Pada akhirnya saya membulatkan tekad ajukan pertanyaan.
“kenapa, Bunga? hayoo”
“apaan sich, gak kenapa-napa ko, mas tuch yang mengapa dari barusan gerak-gerak selalu? ” dia merengut
“ yahhh, namanya juga nonton bokep An, nontonnya sama cewek manis berdua saja lagi” kubilang
“emangnya mengapa klo nonton ma cewek berdua aja”, kelihatannya dia memancingku
nekad saja saya bilang
“ya, jadi kepengen lah jadinya”
“tuuh kan bener yang saya katakan tadi” Dia melanjutkan
“ mas Erwin sukai ya begituan? ”
serta saya jawab asal
“ya sukalah, enak sih”
“lah anda sendiri sukai nonton bokep ya? Dah dari kapan? Jangan-jangan anda juga telah sekali lagi? ” segera saya cecar saja sekalian
“iihhh, apaan sih” dia katakan,
“udahhh ngaku ajah, telah sempat kan? jika telah juga gak ayah, rahasia aman kok, hehe” saya cecar terus
“mmmm tau ah” dia malu nampaknya, lalu dia mengalihkan serta bertanya
“mas Erwin klo begituan sukai jilatin kaya gitu mas” sembari menunjuk adegan cowok sekali lagi jilatin memek cewek
“iya, sukai, di oral juga sukai, mengapa? Ingin ya hehehe”
“ihhhh orang hanya nanya” jawabnya malu-malu
“kamu emangnya belom sempat di oral kaya gitu Bunga? ”
“belom lah, saya sebenernya sempat ML 2 kali, tp cowokku gak sempat tuch ngejilatin ‘itu’ku, saya selalu yang diminta isepin ‘anu’nya “ pada akhirnya dia ngaku juga
“ wahh keenakan cowokmu donk, diisep selalu kontolnya ma anda, dah jago dunk, jadi ingin, hehe”
“wuuu sana ma pacarmu sana” katanya
“pacarku kan jauh Bunga” jawabku.
 Saya segera berubah merapatkan diri selain dia
“Bunga, ingin saya jilatin memeknya gak? ” saya segera saja setelah telah gak tahan. Dia diam saja, saya cium pipinya diapun menghadapkan mukanya kearahku, saya dekatkan bibirku ke bibirnya serta kamipun berciuman dengan begitu bernafsu. Tangan kiriku mulai meraba toketnya, diapun melenguh “mmmh” sembari tetaplah berciuman.
“Bunga, telah lama saya pingin merasakan ngentot sama kamu” kataku
“aku juga mas, saya kan seringkali mancing mas Erwin, tapi mas kayanya gak ngerasa” dia bilang
“ihh pakai mancing-mancing semua, kan tinggal ajak saja saya tentu mau”
“yeee masa saya yang ajak” tuturnya manja sembari menggelayutkan tangannya dileherku
“berarti bisa dong memeknya saya jilat” sembari kuturunkan tanganku ke memeknya yang masih tetap terbalut dasternya
“lom diijinin saja tangannya telah megang memekku nih” sembari tersenyum lalu menciumiku.
 Saya segera melumat bibirnya sembari mengangkat dasternya sampai tanganku serta memeknya cuma dibatasi CD tidak tebal saja. Bunga telah mulai memasukkan tangannya dalam celana serta CD ku hingga menyentuh kontolku serta lalu mengelusnya lembut.
“mmmhhh Bunga sayang”
Saya buka kaosku lantas melepas dasternya sekalian sampai tersisa CD serta bra nya saja.
“kamu seksi Bunga”
“mas Erwin juga kontolnya gede, Bunga sukai banget, Bunga isep ya? ”
“iya Bunga, saya juga gak sabar pingin memek kamu”
Akupun berdiri, Bunga memelorotkan celana sekalian CDku hingga kontolku seperti melompat kedepan mukanya karena sangat tegangnya, Bunga sedikit kaget waktu lihat kontolku yang mempunyai panjang sekitaran 16 cm.
“mas, gede ih, pacarku gak segede ini kontolnya”
Waktu dia telah buka mulutnya menginginkan melahap kontolku, saya segera menariknya sampai berdiri
“sebentar sayang, dah gak sabaran ingin isep ya? ”
Bunga mengangguk manyun
“kita 69 yuk sayang”
Saya buka tali bra nya serta lantas cdnya kuturunkan, tampak bersih memeknya tanpa ada jembut.
“memek anda bersih sayang”
“baru kemaren saya cukur mas, setelah sukai gatel jika ada bulunya, mas sukai ngga? ”
“suka banget sayang” sembari kuciumi memeknya.
unga naik ke kasurnya dengan tempat kemampuanng mengundangku, akupun naik serta memposisikan kontolku bertemu dengan mukanya lantas mukaku dimuka memeknya.
Saya mulai menjilati memeknya dengan lembut, Bunga tanpa ada sangsi memasukkan kontolku ke mulutnya serta mengocoknya perlahan-lahan.
“oughhh, mmmhhh Bunga sayang” memek Bunga merasa begitu legit saya menjilati klitorisnya yang kemerahan
“hmpffhhh…. mmmpphhh” Bunga melenguh
Sekitaran 5 menit kami di tempat ini, kami telah keduanya sama tidak tahan, saya merubah tempatku ada diatas badan kemampuanng Bunga serta mengarahkan kontolku ke memeknya. Memeknya telah agak basah sesudah oral barusan, saya menggesek-gesekkan kontolku sesaat
“ohhhh, masukin masku sayang, Bunga gak tahan sekali lagi mmmmhhh”
Saya suka mendengarnya memohon minta di entot. Saya mengutamakan kontolku perlahan-lahan, baru kepalanya yang masuk, sedikit susah, saya hentakkan sedikit, Bunga menggigit bibirnya, serta pada akhirnya kontolku berhasil masuk lubang senggamanya, sempit serta seret rasa-rasanya membuatku rasakan kesenangan waktu saya awal bercinta dengan pacarku, tetapi ini merasa lebih mungkin saja karna lebih menantang.
Saya memompa memeknya perlahan, Bunga ikuti pergerakanku dengan menggerakkan pinggulnya mengarahkan memeknya. Saya genjot selalu sembari kupeluk Bunga serta menciumi bibirnya yang merah basah.
“mmh. Hmmpppf…. sayang enak banget sayang, memek anda sempit banget, kontolku kaya dipijet-pijet”
“ he emh mas, oughhh selalu mas, masukin selalu mas, agar Bunga jepit kontolnya, ahhhhh” bicaranya terengah-engah
Saya menggenjot selalu hingga pada akhirnya kontolku amblas di dalam memeknya. Saya makin cepat memompa liang senggamanya.
“ahhh,, ohhhh, masku,,, ohh,, entot saya ohh.. enak banget mas sayang, Bunga pingin oohhhhh dientot mas selalu, mari ooougghhh” Bunga telah tidak karuan omongannya karena sangat menikmatinya.
15 menitan kami bercinta dalam tempat itu serta saya memohonnya nungging untuk tempat doggy, Bunga menurut saja, saya masukan kontolku kememeknya sekali lagi serta saat ini telah agak lancar meskipun masih tetap merasa sempitnya seperti memeras serta menyedot kontolku masuk. Saya memegang pantatnya yang mulus bersih sembari saya pompa tidak sangat cepat, Bungapun memajumundurkan memeknya sampai seperti juga akan menelan kontolku semuanya serta begitu nikmat rasa-rasanya.
Saya percepat genjotanku di memeknya, Bunga sedikit berteriak kenikmatan
“auhh mas,, mmmhh selalu mas, enak ahhh…kontol mas…oohhh sayang”
Nafasku makin memburu serta bernafsu mendengar ocehannya itu buat genjotanku jadi begitu cepat
“sayang, saya kluarin di mana sayang…ah ah oughh”
“didalem…argh saja sayang auuhhh gak ayah, Bunga juga ingin keluar mmmhhh”
Genjotanku cepat sekali karna spermaku telah tidak tertahankan sekali lagi ingin keluar.
“arrrgghhh saya keluar sayanggg”
Serta waktu itu juga badan Bunga mengejang orgasme
“ahhhhhhh, saya juga ssssshh mas”
Saya muntahkan spermaku dalam lubang memek Bunga, saya memutar badan Bunga dengan kontol masih tetap tertancap di memeknya, saya memeluk serta menciumnya
“kamu hebat sayang, memek anda hebat jepitannya”
“mas Erwin juga”
Dia mengajakku ke kamar mandi untuk bersihkan badan kami, dengan masih tetap telanjang kami keluar kamar serta menuju kamar mandi. Saya bersihkan semua badannya dengan perasaan sayang yang mengagumkan, serta diapun lakukan hal yang sama kepadaku.
Sesudah usai bersihkan badan kami, kami kembali kekamarnya serta menggunakan kembali baju kami, waktu itu dia katakan kepadaku
“makasih ya mas, telah ngasih kenikmatan untuk aku, enak banget ngentot sama anda mas”
“sama-sama sayang, besok-besok sekali lagi ya? ”
“siap mas. Muachh” jawabnya sembari menciumku
Akupun kembali pada kosku dengan hati begitu suka serta waktu ada peluang berdua kamipun melakukannya sekali lagi.
Atau waktu yang sama tidak tahan kami janjian ke hotel untuk memuaskan nafsu kami.


Senin, 24 September 2018

Prediksi togel - Senin 24 September 2018


>>>SINGAPOREPOOLS<<<


ANGKA MAIN : 4 6 2 8 
TOP 2D : 04 16 22 38 44
CADANGAN 2D : 54 66 72 88 94
TOP SHIO : Kambing Kerbau Kelinci
COLOK BEBAS : 2 4 6 
AS : 0 1 2
KOP : 3 4 6
KEPALA : Kecil / Genap
EKOR : Besar / Genap



Pagi itu, sinar matahari belum mampu mengusir embun putih yang menyelimuti sebuah villa mewah di kawasan Puncak Pass. Beberapa gerombol embun masih terlihat melayang-layang tertiup angin. Pucuk-pucuk pinus masih berwarna putih tertutupi embun pagi. Rumput di halaman villa masih basah.
Di dalam bathtub yang berisi air hangat, Theo dan Debby duduk berendam sambil berpelukan mesra. Gadis itu duduk di atas paha Theo. Telapak tangannya mengusap-usap menyabuni punggung guru matematikanya itu, dan ia pun merasakan tangan lelaki itu menyabuni punggungnya.
Pelukan mereka sangat erat hingga dada mereka saling menekan satu sama lain. Sesekali Debby menahan nafas ketika menggeliatkan badannya. Dadanya yang menggeliat menyebabkan puting buah dadanya mengalirkan birahi ke sekujur tubuhnya. Puting itu semakin mengeras setelah beberapa kali bergesekan dengan dada Theo yang licin dipenuhi buih-buih sabun.
Pangkal pahanya yang terendam air hangat terasa membakar birahi ketika batang kemaluan lelaki itu menyentuh vagina sempit nya. Debby menggerak-gerakkan telapak tangannya dari punggung hingga ke leher Theo. Sambil menyabuni, ditariknya tengkuk lelaki itu.
“Debby sangat mencintai Theo,” bisiknya.
Theo mengusap-usap bahu gadis itu dengan busa sabun yang berlimpah. Busa dan buih-buih berbentuk bola-bola kecil meleleh ke bagian atas dada dan punggung Debby. Lalu ditatapnya wajah yang cantik itu. Wajah yang terlihat semakin menarik karena buih-buih sabun memenuhi lehernya yang jenjang. Disibaknya rambut gadis itu ke belakang. Busa dan bola-bola kecil ikut menempel di rambut gadis itu, kemudian bola-bola itu meletus. Menawan. Sangat cantik dan mempesona, bisik hati Theo.
Mungkinkah aku jatuh cinta untuk yang kedua kalinya?, tanya Theo dalam hati. Jatuh cinta terhadap seorang murid yang masih belia dan nakal? Mengapa? Mengapa..? Apakah karena sensasi dan kemanjaan yang diciptakannya? Ah.., gumam Theo sambil menarik nafas panjang.
Lalu dikecupnya anak rambut di kening gadis itu. Ia tak mampu memikirkan pertanyaan-pertanyaan yang berkecamuk di benaknya. Tingkah laku Debby yang lembut dan kadang-kadang liar telah melumpuhkan nalarnya. Ia tak mampu berpikir ketika luapan birahi membakar tubuhnya.
“Theo juga sangat mencintai Debby. Sebelumnya tak pernah Theo rasakan nikmatnya terbakar birahi seperti saat ini..” ujar Theo.
Bola mata mereka saling menatap seolah ingin menjenguk isi hati masing-masing. Lalu Theo menarik tubuh gadis itu agar lebih erat menempel ke tubuhnya. Disabuninya punggung gadis itu dengan kedua telapak tangannya. Sambil mengusap-usapkan busa sabun, telapak tangannya terus menyusur hingga tenggelam ke dalam air. Diusap-usapnya bongkah pantat gadis itu.
Sejenak, ia menahan nafas ketika meremas bongkah pantat yang masih kenyal itu. Karena gadis itu duduk di atas pahanya, bongkah pantat itu terasa lebih kenyal daripada biasanya. Batang kemaluan Theo semakin keras ketika bersentuhan dengan vagina sempit gadis itu.
Ia dapat merasakan kelembutan bibir luar vagina gadis itu ketika bergesekan dengan bagian bawah batang kemaluannya. Dan dengan usapan lembut, telapak tangannya terus menyusuri lipatan bongkah pantat yang kenyal itu. Ia dapat merasakan lubang dubur Debby di jari tengahnya. Diusap-usapnya beberapa kali hingga ujung jarinya merasakan kehalusan lipatan daging antara dubur dan vagina.
“Theoo.., Theo nakal!” desah Debby sambil menggeliat mengangkat pinggulnya.
Walau tengkuknya basah, Debby merasa bulu roma di tengkuknya meremang akibat nikmat dan geli yang mengalir dari vaginanya. Ia menggeliatkan pinggulnya. Geliat itu menyebabkan telapak tangan Theo semakin bebas mengusap-usap. Membelai. Ia mengecup leher Theo berulang kali ketika merasakan ujung jari Theo menyentuh bagian bawah bibir vaginanya.
Tak lama kemudian, telapak tangan itu semakin jauh menyusur hingga akhirnya ia merasakan lipatan bibir luar vaginanya diusap-usap. Debby berulang kali mengecup leher Theo. Kecupan panas dan liar sebagai ungkapan luapan birahi yang mendera tubuhnya. Sesekali lidahnya menjilat, sesekali menggigit dengan gemas. Ia dapat merasakan lendir birahi yang semakin banyak bermuara di vaginanya.
Karena vaginanya terendam dalam air, usapan-usapan di dinding dan bibir dalam vaginanya terasa menjadi kesat. Setiap kali mengusap, lendir di vaginanya langsung larut ke dalam air. Ujung jari itu menjadi terasa lebih kasar daripada biasanya.
Membakar birahi untuk mengalirkan kadar kenikmatan yang lebih tinggi daripada biasanya. Kenikmatannya hampir setara dengan liarnya lidah Theo yang menari-nari di antara lipatan bibir vaginanya ketika mencumbu vaginanya di balkon villa. Ia terpaksa menahan nafas untuk mengendalikan kenikmatan yang ia rasakan di sekujur tubuhnya.
“Aarrgghh.. Sstt.. Sstt..” rintihnya berulang kali.
Lalu ia bangkit dari pangkuan lelaki itu. Ia tak ingin mencapai orgasme hanya karena usapan-usapan jari yang terasa kesat di lubang vagina sempit nya. Tapi ketika berdiri, kedua lututnya terasa goyah. Rasa nikmat di vaginanya telah membuat dirinya seolah sedang melayang-layang. Lututnya seolah kehilangan sendi.
Dengan cepat Theo pun bangkit berdiri. Tangannya segera membalikkan tubuh gadis itu. Ia tak ingin gadis belia yang dicintainya itu terjatuh. Disangganya punggung gadis itu dengan dadanya. Lalu dituangnya kembali cairan sabun ke telapak tangannya.
Dan diusap-usapkannya cairan sabun itu di perut gadis belia itu. Ketika menggerakkan telapak tangannya ke arah atas, busa sabun terdorong dan menggumpal di antara jari jempol dan telunjuknya. Dan ketika buih-buih itu terbentur pada lekukan bawah buah dada gadis itu, ia meremasnya dengan lembut.
Kedua buah dada yang kenyal itu terasa licin dan sangat halus. Telapak tangannya terus bergerak ke atas. Ia sengaja membuka jari jempol dan telunjuknya agar puting buah dada yang masih kecil itu terjepit di jarinya. Sejenak, puting yang terjepit itu diremas-remasnya dengan lembut. Puting kiri dan kanan diremasnya bersamaan. Dilepas. Diremas kembali. Lalu telapak tangannya mengusap semakin ke atas dan berhenti di leher jenjang gadis belia itu.
“Theo, aargh.., lama amat menyabuninya, aarrgghh..” rintih Debby sambil menggeliatkan pinggulnya.
Ia merasakan batang kemaluan Theo semakin keras dan besar. Hal itu dapat ia rasakan karena batang kemaluan itu semakin dalam terselip di antara lipatan bongkah pantatnya. Lalu ia mendongakkan kepala sambil menoleh ke belakang.
Diangkatnya tangan kanannya untuk menarik leher lelaki itu, lalu diciumnya dengan mesra. Lidahnya menjulur dan bergerak-gerak liar untuk memilin-milin lidah Theo. Tangannya kirinya meluncur ke bawah, lalu meremas biji kemaluan lelaki itu dengan gemas.
Theo menggerakkan telapak kanannya ke arah pangkal paha Debby. Sesaat ia mengusap-usap bulu-bulu ikal di bagian atas vagina gadis itu. Menikmati bulu-bulu yang masih pendek dan halus itu di ujung jari-jarinya. Lalu telapak tangannya meluncur ke bawah. Diusapnya vagina sempit itu berulang kali. Vagina yang baru kira-kira 7 jam yang lalu selaput perawannya dipasrahkan untuk dilewati oleh cendawan batang kemaluannya.
Jari tengahnya terselip di antara kedua bibir luar vagina itu. Diusapnya berulang kali. Telapak tangannya yang dipenuhi buih-buih sabun membuat bibir vagina dan pangkal paha itu menjadi sangat licin. Klitoris itu seolah bergerak menggeliat-geliat ketika ia mengusapkan telapak tangannya. Klitoris yang semakin keras dan licin karena lendir dan buih-buih sabun.
“Aarrgghh..!” rintih Debby ketika merasakan batang kemaluan lelaki itu semakin kuat menekan lipatan bongkah pantatnya.
Ia merasakan lendir birahinya membanjiri vaginanya. Lendir itu pasti bercampur dengan busa sabun, pikirnya. Lalu ia berjongkok agar vaginanya terendam ke dalam air. Dibersihkannya celah di antara bibir vaginanya dengan cara mengusap-usapkan dua buah jarinya.
Ketika menengadah, ia melihat batang kemaluan Theo telah berada persis di hadapannya. Batang kemaluan itu telah membengkak dan terlihat mengangguk-angguk. Ada setetes lendir menghiasi ujung batang kemaluan itu. Persis di bagian tengah cendawan yang berwarna kecokelat-cokelatan itu. Indah sekali, gumamnya. Lalu ditatapnya warna kemerah-merahan di lekukan antara cendawan dan batang kemaluan itu. Bola matanya berbinar-binar mengamati lekukan yang indah itu.
Setelah puas mengamati, diremasnya batang kemaluan itu dengan lembut. Lalu diarahkan ke mulutnya. Dikecupnya bagian ujung cendawan itu. Terdengar bunyi ‘cep’ ketika ia melepaskan kecupannya. Setetes lendir yang menghiasi ujung cendawan itu berpindah ke bagian dalam celah kedua bibirnya. Sejenak, matanya terlihat setengah terpejam ketika ujung lidah dan kedua bibirnya mencicipi lendir itu.
Tubuh Theo bergetar menahan nikmat ketika ia melihat lidah dan bibir Debby bergerak-gerak mencicipi lendirnya. Dicicipinya dengan penuh perasaan! Erotis sekali! Batang kemaluannya menjadi semakin keras. Berdiri tegak! Ia meraih bahu gadis itu karena tak sanggup lagi mengendalikan tekanan darah yang memenuhi urat-urat di batang kemaluannya.
Setelah berdiri, Debby merasakan telapak tangan Theo mengangkat paha kirinya. Sambil mencium bibirnya, telapak tangan itu tetap menahan bagian belakang pahanya hingga akhirnya ia terpaksa melilitkan kakinya di pinggang lelaki itu. Ia masih berusaha mengatur keseimbangan tubuhnya ketika Theo menyelipkan cendawan kemaluannya ke celah di antara bibir vagina sempit nya. Karena tubuhnya masih belum seimbang, cendawan itu terlepas kembali.
Theo agak menekuk kedua lututnya ketika berusaha menyelipkan kembali cendawan kemaluannya. Ia sudah sangat ingin merasakan kembali vagina yang sempit itu meremas batang kemaluannya. Nafasnya mendengus-dengus tak teratur. Dengan terburu-buru, ia mendorong pinggulnya.
“Argh, aarrgghh.., Theo!” rintih Debby.
“Masih sakit?” tanya Theo.
“Sakit dikit..” jawab Debby.
Theo menarik batang kemaluannya perlahan-lahan, kemudian mendorongnya kembali perlahan-lahan pula. Sambil mendorong, ia menatap vagina sempit gadis itu. Pandangannya nanar seolah ada kabut yang menutupi bola matanya ketika ia melihat bibir luar vagina gadis itu ikut terdorong bersama batang kemaluannya. Ia masih menatap terpesona ketika perlahan-lahan menarik kembali batang kemaluannya. Bibir luar vagina itu merekah dan seolah sengaja memperlihatkan lipatan celah vagina yang berwarna pink!
“Masih sakit, Sayang?”
“Hmm!”
“Sakit?”
“Enaak.., Theo!”
Theo tersenyum. Dilumatnya bibir gadis itu sambil menghentakkan pinggulnya. Dengan cepat, batang kemaluannya menghunjam. Ia menghentikan hentakan pinggulnya dan berdiri kejang setelah merasakan mulut rahim gadis itu tersentuh oleh ujung cendawannya.
Lalu ditatapnya raut wajah murid yang dicintainya itu sekaligus dikaguminya! Selain cantik dan dan seksi, muridnya itu pun tak pernah bertanya atau membantah ketika ia menghunjamkan kemaluannya sambil berdiri. Murid yang patuh sekaligus mempunyai ide-ide liar yang sensasional dalam bercinta.
Mungkin muridku ini memang dikaruniai bakat bercinta, kata Theo dalam hati. Bakat untuk menaklukkan lelaki! Alangkah beruntungnya aku menjadi gurunya! Perlahan-lahan Theo menarik batang kemaluannya. Sebelah tangannya meremas bongkah pantat gadis itu dan yang sebelah lagi meremas dada.
“Aarrgghh..!” rintih Debby ketika merasakan batang kemaluan Theo kembali menghunjam vaginanya.
Ia terpaksa berjinjit karena batang kemaluan itu terasa seolah membelah vaginanya. Kedua tangannya dengan erat merangkul leher Theo. Ia ingin menggantung di leher lelaki itu. Lututnya terasa lemas menahan kenikmatan yang menjalari sekujur tubuhnya. Panasnya birahi membuat pori-pori di sekujur tubuhnya menjadi terbuka. Butir-butir keringat mulai merembes dari pori-porinya, bercampur dengan busa sabun yang masih tersisa di beberapa bagian tubuhnya.
Semakin sering ujung cendawan kemaluan lelaki itu menyentuh mulut rahimnya, semakin banyak pula keringat merembes di sekujur tubuhnya. Hingga akhirnya keringat itu terlihat mengkristal di kulitnya! Nafas Debby beberapa kali terhenti ketika Theo menarik dan menghunjamkan batang kemaluannya.
Menarik dan menghunjam dengan cepat hingga terdengar ‘cepak-cepak’ yang merdu setiap kali pangkal pahanya berbenturan dengan pangkal paha Theo. Dan setiap kali mendengar suara ‘cepak’ itu, darahnya seolah terasa berdesir hingga ke ubun-ubun.
“Aarrgghh.., aarrgghh.., Theoo!”
“Theoo.., Debby pipiis..!”
Rintihan itu membuat Theo semakin cepat menghentak-hentakkan pinggulnya. Keringat bercucuran dari dahinya. Ia berusaha menahan nafas untuk mengendalikan tekanan air mani yang ingin menyemprot dari lubang batang kemaluannya.
Tapi orgasme gadis belia yang sangat dicintainya itu ternyata membuat ia tak mampu lagi menahan tekanan air mani yang mengalir dari biji kemaluannya. Vagina sempit itu berdenyut-denyut meremas batang kemaluannya. Menghisap air mani yang masih tertahan di batang kemaluannya. Membuat ia tak berdaya untuk mengendalikan desakan air mani yang menyemprot dari lubang batang kemaluannya.
“Aarrgghh..! Aarrgghh..! Debby, aarrgghh..!” raung Theo sambil menghujamkan batang kemaluannya sedalam-dalamnya.
“Theoo.., sstt, sstt..” desis Debby berulangkali ketika merasakan air mani lelaki yang sangat dicintainya itu ‘menembak’ mulut rahimnya.
‘Tembakan’ yang pertama terasa panas dan menggetarkan hingga membuat tubuhnya berdiri kejang dan punggungnya melengkung ke belakang. ‘Tembakan’ kedua dan ketiga membuat ia semakin berjinjit setengah bergantung di leher Theo.
“Aarrgghh.., Debby! Argh.., enaknya!” rintih Theo di telinga murid yang sangat disayanginya itu.
“Theoo.., sstt.., sstt..!” desis Debby pula berulangkali sesaat setelah lepas dari puncak orgasmenya!
Kedua telapak tangan Theo memangku bongkah pantat Debby. Telapak tangannya masih dapat merasakan kedutan-kedutan di bongkah pantat itu ketika gadis itu mencapai puncak orgasmenya. Dan dengan tenaga yang masih tersisa di tubuhnya,
di tarik bongkah pantat yang kenyal itu agar mereka tak terjatuh. Ia tak ingin gadis itu terjatuh karena ia masih ingin batang kemaluannya tetap terbenam dalam kelembutan vagina sempit itu. Vagina yang sangat dikaguminya, muda, segar, dan masih berwarna pink!
“Puas, Sayang?” bisik Theo sambil mengusap-usap punggung Debby.
“Puas banget!”
“Theo sangat menyayangi Debby.”
“Debby juga sangat sayang pada Theo,” kata Debby sambil mencium bibir Theo.
Mereka masih terus berciuman dengan mesra hingga batang kemaluan Theo mengkerut dan terlepas dari vagina sempit milik Debby.


Sabtu, 22 September 2018

Prediksi togel - Sabtu 22 September 2018


>>>SINGAPOREPOOLS<<<


ANGKA MAIN : 8 6 5 4
TOP 2D : 08 16 25 34 48
CADANGAN 2D : 58 66 75 84 98
TOP SHIO : Kambing Kerbau Kelinci
COLOK BEBAS : 4 5 6
AS : 0 1 2
KOP : 3 5 6
KEPALA : Besar / Ganjil
EKOR : Besar / Genap 



Kisah ini diawali pada saat saya sedang menjaga rental VCD punya teman. Saat itu saya bertiga, saya dan 2 orang cewek teman saya. Jam menunjukkan pukul 23:50 WIB. Karena setengah jam lagi akan tutup, maka 2 teman saya pamit pulang. Saya tidak ikut pulang karena tempat itu sekaligus juga rumah saya. Beberapa menit setelah teman saya pulang, ada mobil berhenti di depan rental. Samar-samar saya melihat di dalam mobil ada 2 orang cewek.

“Mungkin dia mau pinjam kali ya..” pikir saya saat itu.

Setelah itu pintu mobil terbuka, dan terlihatlah kaki putih mulus nan indah. Ketika kaki itu mendarat di tanah, cewek itu menurunkan roknya yang panjang (lho kok bisa sih..?). Terus tadi ketika dia mau turun dari mobil, kakinya yang putih itu kelihatan. Saya curiga, pasti ada yang tidak beres nich. Tapi masa bodoh ah.. (emang gue pikirin).

Pintu yang satunya terbuka, dan munculah cewek satu lagi, dia menggunakan celana dan kaos ketat, sehingga buah dada yang lumayan besar kelihatan putingnya yang panjang. Dua cewek yang kira-kira sudah berstatus tante-tante ini mulai memasuki rental. Mereka lihat sana lihat sini, kelihatannya mereka bingung memilih.

Ketika sedang memilih itulah awal dari kisah hot ini, tante yang pakai celana ketat itu sedang melihat CD yang letaknya agak ke tengah, jadi dia harus menungging kalau mau lihat CD tersebut. Ketika dia menungging, ouuuhh.. begitu indah lekuk tubuhnya, dan itu ohh.., itu belahan kemaluannya tergambar di celana kentatnya. Ahhhhh.. mana tahan.. batang kejantananku langsung saja tegang.. tegang.. dan tegang.. Karena saya lagi asyik memperhatikan tante yang bercelana kentat, saya tidak tahu kalau tante yang satunya mengawasi saya.

Tiba-tiba saya terkejut karena ada suara CD jatuh di sebelah kanan saya. Langsung saja saya menoleh ke kanan.. dan ahh.. mimpi kali ya.. Saya seperti tidak berada dalam alam sadar. Tante yang memakai rok tadi, ketika mengambil CD yang jatuh itu, roknya tersingkap ke atas, dan oh.. belahan pantatnya yang putih bersih dan tentu saja kemaluannya yang gemuk itu kelihatan masih ok. Vagina itu kelihatan jelas, karena bulu kemaluannya sepertinya sudah dicukur habis. Ohh.. mana tahan.. benar-benar malam yang berkesan bagiku.

“Mas, lagi lihat apa sih, kok matanya sampai melotot gitu..?”

Tiba-tiba ada suara yang mengagetkan ketika saya lihat dari arah depan, dan ternyata tante yang bercelana kentat itu sudah berada di depan saya. Oh begitu cantik dan harum sekali, body-nya yang ‘uhui’ itu membuat saya menjadi termenung lagi.

“Ihh.. Mas ini nakal deh, ditanya kok malah melototin gue.. naksir ya..?” katanya.
Saya tersadar lagi dan seakan tidak percaya dia berkata seperti itu.
“Saya harus memanggil apa nich, Ibu, Tante, Mbak atau Nona-Nona..?” kataku.
“Ehh.. darimana Mas tahu kalau saya sudah menikah..?” katanya lagi.

Sebelum menjawab, saya penasaran ingin melihat ke tante yang tadi. Saya melirik sedikit ke kanan, ehh.. dia sudah tidak ada. Gila, cepat benar tu cewek menghilangnya.

“Ehh.. begini.. saya tahu, karena di jari manis Ibu.. ee.. Tante.. ee.. Mbak.., ada cincinnya.” kataku lagi.
“Mas pintar juga ya, Mas boleh panggil Tante atau Mbak..” katanya sambil tersenyum.
Ehmm.. tambah cantik saja nih tante genit.
“Eee.. Tante mau pinjam film apa..? Kok keliatannya dari tadi bingung milihnya.. biar nanti saya yang nyariin, mungkin ketemu.” kataku berlagak sok pahlawan.
“Mas namanya siapa sih, kalau boleh tante tahu..? katanya.
“Toni tante..” kata saya.
“Aduh.. kalau gitu Mas sudah dong kenal dengan Tante..” katanya.
“Masak sih Tante, rasanya kita baru aja ketemu deh.. ya nggak Tante..” kataku penasaran.
“Toni udah lama kenal dengan Tante, tiap pagi kalau pas Tante lagi mandi, Toni selalu ngintip Tante dari dalam bak cucian. Pas Tante lagi beol, Tante jadi malu.. terpaksa Tante tutup anu Tante pakai tangan biar nggak dilihat sama Toni. Terus pas Tante lagi bersihin anu Tante. Ya khan..? Toni ngaku aja deh..!” katanya manja.
“Toni ngintip Tante mandi dari bak cucian..? Mana cukup badan Toni yang besar gini ngumpet di bak cucian..? Ahh Tante becanda ya..?” kata saya bingung.
“Nggak kok Ton, Tante memang becanda.. yang Tante maksud itu sebetulnya celana dalam suami Tante yang merk-nya TONI.. sorry ya..” katanya.
“Nggak pa-pa, tapi boleh nggak Toni ngintip Tante mandi lagi..?” kata saya menggoda.
“Ahh.. Toni kamu nakal ya..! Emangya kamu nggak pernah ngintip cewek kamu pas mandi ya..?” katanya.
“Toni belum punya pacar Tante, masih single man gicu..?” kata saya.
“Jadi kamu bebas dong kencan dengan siapa aja..” katanya.
“Ya.. ya.. ya..” kata saya girang.
“Oh ya. Tante, nama Tante siapa sih..? Dan teman Tante yang satu lagi tadi..?” kata saya.
“Juliet, dan teman Tante tadi.. mana dia ya..? Min.. Min.. kesini deh..!” teriaknya.

Terus tante yang tadi membuat saya kelabakan mendatangi kami. Dan ‘uhui’, dia juga cantik lho, wow.. wajahnya sungguh manis, mirip boneka padahal dia sudah menikah.

“Min.. kenalin ini Toni.. Ton ini Mini teman Tante. Cantik ya..?” katanya.
“Toni..” kata saya sambil melihat wajahnya yang manis.
“Mini.. Ton, kamu ganteng juga ya.. ya nggak Yul..?” katanya sambil menyubit tangan Tante Juliet.
“Ya lho Ton, kamu ganteng sekali lho..!” katanya.
“Akh.. Tante ini ada-ada saja.. Oh ya, Tante jadi nggak pinjam CD-nya..?” kataku.
“Ha.. pinjam CD..? Akhh.., kamu nakal deh..! Tante khan udah pakai CD sendiri.” kata Tante Mini.
“Akhh.. Tante becanda lagi.. tapi tadi Toni lihat Tante Mini tidak pakai CD.” kata saya.
“Eee.. kamu nakal ya.. kamu ngintip ya.. kamu jahat deh..!” katanya.
“Sorry deh Tante.. Toni nggak sengaja tadi lihat punya Tante..” kata saya meminta maaf.
“Udah ah.., kalian berdua becanda aja.. Ton, Tante mau pinjam film ‘bokep’, ada nggak..?” katanya.
“Eee.. tapi kuncinya dibawa temen saya, Tante. Jadi nggak bisa masuk ke kamar XX..” kata saya mencoba menjelaskan.
“Apa sih kamar XXxxx itu, Ton..?” tanya Tante Mini.
“Eeeeee.. Kamar penyimpanan VCD BF Tante.. takut kalau ada penggeledahan..” kata saya.
“Emangnya kamu nggak bawa kunci serepnya Ton..?” tanya Tante Juliet.
“Eeeee.. itu bukan sembarang kunci Tante. Begini Tante.., Toni akan jelaskan. Pintu kamar itu terbuat dari baja bikinan orang Amerika, Tante. Jadi meskipun di rudal pakai bom apapun, pintu itu tidak akan bisa jebol, terus di depan pintu itu ada ee.. Aduh nggak enak nih..” kata saya agak ragu untuk menjelaskan.
“Kamu nggak usah ragu-ragu deh..!” kata Tante Juliet.

“Eee.. di depan pintu itu bukan lubang kunci, tapi disitu ada benda berbentuk anu cowok, tapi terbuat dari bahan yang elastis. Kalau kita mau masuk, maka terlebih dahulu teman cewek Toni harus main dulu ama itu ‘mainan’, terus pas temen Toni udah klimaks, cairannya khan nyemprot ke dalam alat itu.. Nah, disitu cairan itu akan diperiksa, bila cocok dengan contoh sample di dalam, maka pintu itu akan terbuka. Jadi bukan sembarang orang bisa masuk ke kamar itu, meskipun dia itu cewek kayak Tante berdua..” kata saya.

“Wow, canggih juga.. terus gimana dong..? Tante udah nggak tahan nih..!” kata Tante Mini sambil menggaruk anunya.

Aduh gila bener nih cewek, saya ingin mengetest Tante Mini, apakah dia seliar tingkah lakunya. Tapi.. mimpi kali ya..?

“Ton, bisa nggak Tante berdua minta tolong..? Kamu bisa khan muasin nafsu Tante yang sedang kesepian ini, ya khan Sayang..?” kata Tante Mini manja.
“Aduh, gimana ya Tante, nanti kalau pacar dan sephia Toni tahu gimana dong jadinya..?” kata saya ragu tetapi girang.
“Toni sayang, hanya semalam aja kok ya.. Mau ya..? Masak sih kamu nolak tubuh sesintal ini..?” kata Tante Juliet sambil berbalik arah, terus menungging, terus menggoyang pantatnya naik-turun.

Melihat pemandangan indah itu, batang kejantanan saya menjadi naik 100%.

“Iya lho Ton, masa sih kamu nolak kami.. dan kamu nggak usah kuatir deh.. masalah uang kami akan ngasih berapapun yang kamu mau.. Ya sayang ya..? Puasin Tante ya..?” kata Tante Mini sambil mendekat ke arah saya.

Terus dia berbalik arah juga, dan setelah itu dia mengangkat roknya ke atas, dan ohh.. mana tahan.. vaginanya yang merah delima itu kelihatannya sudah setengah basah dan terlihat merekah ohh..

“Iya deh Tante, tapi Toni tutup rental dulu ya..?” kata saya sambil terus berdiri dari kursi.

Tetapi alangkah terkejutnya saya, batang kejantanan saya telah merobek resleting celana saya. Saya ingat tadi saya tidak memakai celana dalam, jadi sekarang batang kemaluan saya menyumbul dari celana saya.

“Aduh.. Toni sayang.. batangmu besar lho.. aduh Tante nggak bisa ngebayangin deh gimana rasanya nanti kontol kamu masuk ke memek Tante yang masih sempit ini.. aduh nikmat kali ya..?” kata Tante Mini sambil memegang dan mengelus batang kejantanan saya.
“Wow.. Ton, punya kamu besar ya.. Tante kayaknya udah nggak tahan pingin ngerasain punya kamu.. hii.. lucu ya kepalanya mirip helm NAZI.. Memek Tante bisa robek nih..!” kata Tante Juliet sambil ikut mengelus batang kemaluan saya.

“Sabar dong Tante, Toni mau nutup rental dulu. Tante masuk aja ke ruangan sebelah ya..! Nanti Toni nyusul..!” kata saya.
“Jangan lama-lama ya Sayang.. Tante udah nggak tahan nih..!” kata Tante Mini.

Lalu, saya bergegas menutup rental, setelah itu saya masuk ke ruangan dimana kedua tante itu berada.

“Oh ya.. Tante-Tante mau minum apa..?” kata saya.
“Softdrink yang dingin ya Ton..” kata Tante Juliet.

Sementara Tante Mini sepertinya agak kurang sabar, dia terus mengobok-obok vaginanya. Lalu saya mengambilkan 3 coke dari dalam kulkas, dan kusodorkan pada kedua tante itu. Setelah mereguk coke sekaleng, Tante Mini yang dari tadi tidak sabar, langsung saja pindah ke pangkuan saya dan mulai menciumi bibir saya tanpa basa-basi. Kubalas ciuman Tante Mini, sementara tangan saya mengelus-elus punggungnya, dan terus menuju pinggulnya yang memang wuih itu. Sementara Tante Juliet hanya menonton adegan kami berdua. Tangan Tante Mini tidak kalah gesitnya mulai membuka pakaianku dan terus meraba-raba dada serta puting saya sambil bibirnya yang sensual itu terus melumat bibir saya.

Saya juga terus segera membuka baju Tante Mini dan BH-nya, maka terlihatlah dua buah gunung Himalaya dengan putingnya yang mancung. Mula-mula kuciumi dan kulumat serta kumainkan putingnya yang sudah super menegang itu.

“Akkhh.. Sshh.. Toni sayang.. kamu pintar sekali.. ohh.. yess.. terus.. Ton.. ohh..” katanya sambil tangannya meremas rambut saya.

Setelah itu saya mulai merayap ke selangkangannya, kugosok-gosok klitorisnya dengan tangan kiri saya dan saya masukkan 2 jari tangan kanan saya ke vaginanya. Uhh.. benar-benar sempit.

“Ohh.. yess.. Ton.. teruss.. sshh.. yess.. Fuck me with your hands.. ohh..” desah Tante Mini.

Sementara itu, saya melihat Tante Juliet mulai membuka pakaiannya satu persatu. Saya memperhatikannya meskipun saya sedang asyik dengan pekerjaan saya. Tante Juliet yang sudah telanjang itu mulai mendekati kami dan ikut meraba batang kejantanan saya. Lalu tangan kanan saya pindah ke payudara Tante Juliet yang lebih mancung dari temannya ini. Kugesek-gesekkan dengan perlahan, dan kupuntir ke kiri dan ke kanan.

“Ohh.. terus Ton, ohh.. yess..!” kata Tante Juliet.

Tante Juliet terus memainkan batang kejantanan saya dengan memijat-mijat, lalu kepalanya mulai didekatkan ke batang kejantanan saya, dan “Srupp..” masuklah batang kejantanan saya ke mulut yang sensual itu. Dihisap, dikocok, dihisap, dikocok, dihisap, wuihh.. sedap.. ahh.

Sementara itu Tante Mini yang sudah tidak tahan, langsung mendesah, “Ssshh.. aahh.. Tonn.. ohh.. yess..!” sambil tangannya meremas rambut saya dengan kerasnya.

Sepertinya dia akan keluar, otot dindingnya mengencang dan,

“Ahh.. yess.. aahh..” desahnya sambil tangannya mendorong dan menarik kepala Tante Juliet agar batang kejantanan saya dapat lebih masuk ke mulut Tante Juliet.

Rupanya Tante Mini telah klimaks, kemudian jari kiri saya terus kukocok-kocok dalam vaginanya secara cepat (350 km/jam).

“Ahh.. hhmm.. sshh.. yess..!” dia menegang dan mulai menghentikan gerakannya secara perlahan.
“Ohh.. yess.. Toni sayang kamu pintar sekali.. ohh.. yess..!” katanya sambil mengelus kepala saya.

Lalu saya merubah posisi. Sekarang saya berbaring di bawah, saya merebahkan tubuh saya yang mulai penuh keringat.

Lalu Tante Mini mulai menaiki tubuh saya, dan tangannya meraih batang kejantanan saya untuk diarahkan ke vaginanya yang sudah mulai agak kering. Digosok-gosok sebentar batang kejantanan saya ke vaginanya yang sudah merekah itu. Lalu dengan perlahan dia menurunkan pantatnya.

“Ohh.. Ton.. nikmat sekali kontolmu.. ohh..!” desahnya sambil terus menaik-turunkan pantatnya yang bulat itu, sehingga mulai melahap batang saya dalam vaginanya.
“Ohh.. yess.. Tante.. terus..!” saya mulai terangsang karena jepitan vaginanya.

Sementara itu, Tante Juliet mulai mendekati saya terus mengangkangi kakinya tepat di atas wajah saya dan mulai menurunkan pantatnya.

“Ayo.. Ton.. jilatin punya Tante..!” katanya sambil terus menurunkan dan menggoyangkan pantat dan liang senggamanya ke arah wajah saya.

Karena lebatnya bulu kemaluannya itu, saya hampir bersin dibuatnya. Lalu saya jilati dengan perlahan klitorisnya hingga dinding lubang vaginanya mulai meneteskan cairannya.

“Sss.. hhmm.. aakkhh.. yess.. terus Ton..!” desahnya.

Sementara itu Tante Mini terus naik turun hingga terdengar decak antara saya dan dia.

Beberapa saat kemudian,

“Ohh.. Ton, Tante mau keluar.. ohh.. yess..!” desahnya.

Karena saya sedang sibuk, jadi saya tidak dapat bicara apa-apa.

Dan,

“Crett.. crott.. critt..!” muncratlah cairan Tante Mini.
“Ohh.. yess.. Ton kamu sungguh hebat sayang..!” katanya sambil mencabut batang kejantanan saya dari liang senggamanya dan terus menjilati batang kejantanan saya yang basah itu.

Lalu saya suruh Tante Juliet untuk merebahkan badannya di bawah, dan dia terus melebarkan kakinya yang putih mulus dan indah itu. Karena sekarang tante agak mengangkang lebih lebar, jadi vaginanya yang merah kehitaman itu terlihat. Saya lalu mengarahkan batang kejantanan saya ke vagina Tante Juliet, dan perlahan saya dorong hingga masuk seluruhnya.

“Akhh.. yess.. fuck me darling..! Ohh..!” desahnya.

Sementara Tante Mini tertidur, saya terus menggoyang tubuh saya maju-mundur, dan hebatnya Tante Juliet juga ikut menggoyang pinggulnya mengikuti irama. Batang kejantanan saya terasa dipelintir, tetapi makin asyik saja. Kutambah ‘gigi’, hingga gerakanku menjadi lebih dasyat. Dengan kecepatan penuh, saya menggoyang terus hingga terdengar kecipak-kecipak. Karena seranganku, Tante Juliet jadi meram melek matanya menikmati keluar masuknya batang penis saya dalam liang senggamanya.

“Akhh.. Tonn.. yess..!” desahnya sambil jarinya mencengkeram tangan saya dan kukunya menancap ke kulit saya.

Tubuhnya mengejang sesaat, lalu melemas tetapi saya masih asyik menikmati vaginanya dengan terus memasukkan penis saya ke dalam vaginanya yang banjir.

“Akhh.. yess.. Tante keluarr.. Tonn..!” sambil menancapkan dalam-dalam vaginanya ke batang kejantanan saya.

Saya yang merasa belum keluar terus saja menggenjot gerakan saya. Dan tidak lama kemudian, saya akhirnya keluar juga. Saya mencabut batang kejantanan saya dari vaginanya Tante Juliet dan merebahkan tubuh di sampingnya. Tangan Tante Mini dan Juliet secara bergantian membelai batang kejantanan saya.

“Toni sayang, terima kasih ya.. kamu telah membuat kami melayang ke langit ketujuh..” kata Tante Juliet sambil terus membelai batang kejantanan saya.

Lalu kami bertiga terkulai lemas dengan posisi saya di tengah, dan kedua cewek cantik itu di samping saya. Lalu saya tertidur hingga pagi.