www.dewalotto.com

www.dewalotto.com
Bandar Online Terbesar Terbonafit Terpercaya dengan Permainan Terlengkap All You Can Play in Dewalotto

Kamis, 24 Agustus 2017

Prediksi Togel Kamis 24 Agustus 2017....

>>> SINGAPOREPOOLS <<<

ANGKA MAIN : 3 6 2 8
Top 2D : 02 18 22 36 43
Cadangan 2D : 52 63 78 86 92
TOP SHIO : Kuda Babi Kelinci
COLOK BEBAS : 2 3 8 
AS :  0 1 4 
      KOP : 5 7 9        
KEPALA : Kecil / Genap
EKOR : Besar / Genap


Awal cerita begini, Warda namanya dia duduk di sofa yang sedang meminum air dari gelasnya, , tanya kepada Warda, “sudah selesai belum, Naura yang sedang duduk didepannya sedang mengerjakan tugas di rumah Warda, “bentar lagi ini juga mau selesai tugasnya “ jawab Naura

Warda mengamati roman Naura yang serius menyembunyikan tugasnya. Walaupun berambut cepak cepak sebagaimana lelaki, akan tetapi Naura uniform tak dapat menyembunyikan kebaikan wajahnya, yang ditunjang sambil tubuhnya yang langsing secara sepasang tetek yang pas besar, tumbuh lebih lekas daripada para gadis famili 1 SMP sebayanya.

Warda memang punya tanda tersendiri bersikap mengajari Naura matematika dalam rumahnya saat ulangan biasa ini. Walaupun menjadi korban banyak pemuda di sekolahnya, tak satu pun memperoleh sambutan dari Warda.

Pasalnya gadis mempesona berambut berjarak yang segera berkembang cukup umur dan mulai dari mempunyai kakas seksual itu ternyata tak tertarik menurut lawan macam, ia lebih menyukai bertanding dan bersengkarut dengan sesama gadis.

Tatkala Naura, adinda kelas yang memang telah lama ia sukai itu meminta Warda yang kadang terkenal menyimpangkan pintar di antara murid-murid famili 2 untuk mengajarinya matematika, Warda tak menyia-nyiakan teknik Emas itu. “Udah nih! ” memotong Naura serempak, menyentakkan Warda dari lamunannya.

Warda menyimak Naura yang mengacungkan lektur di depannya sambil tersenyum, lesung pipitnya tercetak demikian dalam pada pipinya yang putih terbuka itu, menghasilkan wajahnya sebagai semakin mendongkolkan. Sambil mengambil buku tersebut, Warda mencoret jauh-jauh pikirannya yang rugi ke mana-mana, “Sini hamba periksa! ” tukasnya.

Kental selesai Warda memeriksa telatah “muridnya” tersebut ketika serempak ibunya terbit di celah tamu memaparkan bahwa ia akan mengikuti ayah Warda ke pangkalan sambil mengangkat adik Warda yang tetap kecil, dan kemudian dari kian langsung sampai Sukabumi olehkarena itu ada dulur mereka yang sakit muluk.

Warda diminta menjaga graha baik-baik bertepatan Iroh, si pembantu keluarga. Telah terpelajar mandiri mulai kecil, Warda tak merasakan berat beserta keadaan tersebut. Tak lelet, ibu serta adiknya menghindar naik taksi dan Warda pun menyimpan memeriksa pendidikan Naura. “Lumayan, cuma wahid yang khilaf.

Lu cepet ngerti pula ya,? ” perintah Warda. Naura tersenyum takut-takut mendengar tepuk tangan ini, dan kemudian pamit untuk pulang olehkarena itu hari sudah biasa menjelang silam.

“Eh, tanpa dulu dong! Emanng yang salah tersebut nggak rencana dikoreksi lepas? Sekalian deh aku jelasin kesalahannya, agar lu ngerti, ” perintah Warda.

“Tapi entar hamba pulang kemalemann, Fan, ” jawab Naura bingung. “Gini aja. Sira telepon saja nyokap sira. Bilang sira nginep disini malem tersebut. Sekalian nemenin aku, ” balas Warda.

Walaupun ucapan bicaranya sepatutnya, dalam membenang Warda luar biasa berharap Naura menyambut usulnya ini. “Kalo dikasih, ye? ” elakan Naura menghasilkan Warda lapang dada.

Naura yang mengagumi uda kelasnya yang cantik serta pintar tersebut sebenarnya benar-benar senang diajak menginap. Oleh sebab itu ia pula biar menelepon di rumahnya serta ternyata formal untuk menginap.

Dengan semarak, Warda memangku leher Naura, dan mengajaknya ke meja makan untuk makan silam. Lengannya tanggal dengan rileks kalem di segi Naura tengah mereka lari. Cerita Seks Bergambar

Walau tampil santai, sedianya Warda luar biasa berdebar-debar mereguk buah dada pelan adik kelasnya ini bergesek-gesek dengan tangannya.

Tapi apa-apa lacur, reses tak rumpang membuat Warda terpaksa melepas rangkulannya. Jadi makan, tersebut pun melanjutkan pelajaran beserta serius, terlintas Warda pula biar melupakan kegemparan gairah sedikit yang pernah ia rasakan.

“Udeh lepas ye, Fan? ” undangan Naura sehabis sekitar 1, 5 weker belajar, “Otak aku udeh butek nih!

” lanjutnya setengah menunggu. “Iya deh. Aku pula udah lejar, ” elakan Warda, “Yuk ah! ” katanya serta berdiri menyimpan buku-buku pada meja mencopet.

Mereka menyesar ke ruang Warda serta Naura tepat menghenyakkan tubuhnya di tilam sementara Warda sendiri hidup di status meja belajarnya. Mereka mengoceh tak tetap arah kurang lebih saat begitu akhirnya petunjuk obrolan entah kenapa start menyinggung di arah yang sensitif.

“Ooh, jadi sira udah menstruasi? ” perintah Warda, dan kemudian dilanjutkan, “Jadi udah sejahtera cowok dong? ” “Tapi aku tetap males mencekau pacar. Cowok-cowok pada kerokot sih! Nggak demen hamba! ” balasan Naura.

Warda yang merasakan mendapat siklon langsung menyasarkan pembicaraan. “Lha, aku kirain toket sira gede olehkarena itu sering dipegang-pegang ama tambatan hati lu. ”

“Enggak lagi. Ini Mamak dari sononya begini, ” jawab Naura sambil menyimak buah dadanya,

“Kayaknya agaknya Emang sanak saudara, keluarga hamba yang putri toketnya Mamak gede-gede. ”

Warda yang mulai gembur dengan petunjuk pembicaraan tersebut merasa merekam jalan serta terus menjepit. Ia merintis kaosnya, mengucapkan mini atur menutupi risiko dadanya yang sedikit, walaupun tampil mulai berkembang.

“Kayaknya toket aku nggak gede-gede deh, ” ujarnya sambil melurut mini atur dari dadanya, menampilkan putingnya yang mempunyai warna coklat lembut, “Aku pengen segede memiliki lu, Em. ” Naura terhenyak mengamati kakak kelasnya dengan rileks kalem bertelanjang segi di depannya.

Seumur kehidupan ia belum pernah mengamati wanita terbuka, bahkan ibunya sendiri. Warda melanjutkan serangannya. “Coba deh lihat toket lu. ” Naura tambah terbelalak.

“Ah, malu ah aku! ” “Idih, ngapain malu lagi! Kan nggak ada bujang, ” memotong Warda, “Ayo buka saja.

” Taksiran bingung tapi bangga beserta perhatian si kakak kualitas, Naura pula biar akhirnya melurut kaos daripada tubuhnya, mengucapkan BH bersih yang memeram buah dadanya.

Warda menyesar ke tilam dan hidup di tamat Naura, tepat meraih serta melepaskan rompak BH Naura. Wajah Naura bersemu berma, apalagi ketika Warda melepas BH-nya dan kemudian menarik lengannya, membalikkan badannya hingga waktu ini mereka hidup berhadapan pada ranjang, sama-sama bertelanjang segi. Naura tertunduk sementara Warda merasakan darahnya berdesir pirsa pemandangan menawan sepasang susu berukuran 34 di hadapannya ini.

Warda menelan ludah berusaha menyetir[ki] pengalaman erotis pertamanya tersebut. Ia melihat wajah Naura yang menghindari kontak mata dengannya. “Em, lu kok malu sih? Toket lu bagus lagi. ” Naura melirik Warda,

“Segini sih kecil, Fan. Kakak aku pake BH nomor 36B. ” “Ya dia kan udah kuliah, ” tukas Warda, “Untuk usia lu, toket lu tuh udah gede. ” Wajah Naura semakin memerah dengan perasaan malu bercampur bangga akan pujian kakak kelasnya yang cantik ini.

Sementara di lain pihak, Warda sendiri sNaurakin berdebar-debar dan memberanikan diri melanjutkan eksperimen seksualnya. “Aku pegang, ya? ” pinta Warda sambil menatap Naura. Gadis manis berambut cepak ini ternyata masih belum berani menatap Warda dan tak memberi jawaban apa-apa.

Warda menganggap Naura tak menolak dan segera meraih dada adik kelasnya ini. Naura menggigit bibir. “Hi hi hi hi hi.. ”

Naura terkikik saat Warda mengelus-elus buah dadanya dengan jantung berdebar-debar, “Geli, Fan! ” lanjut Naura lagi. “Aku mau ngerasain juga dong! ” tukas Warda sambil meraih tangan Naura dan menuntunnya ke arah dadanya.

Naura kembali menggigit bibir, namun tak memberikan perlawanan. Tangannya menyentuh puting Warda dan ia pun menggerakkan tangannya berputar-putar meraba buah dada Warda. Naura terpesona saat ia melirik wajah kakak kelasnya ini dan tampak Warda memejamkan mata sambil menggigit bibir.

Tampak sekali bahwa Warda sangat menikmati sentuhannya. “Enak ya, Fan? ” tanya Naura setengah bingung, Warda hanya menganggukkan kepala tanpa membuka mata, “Coba lu raba aku lagi dong, ” pinta Naura penasaran.

Kedua gadis itu pun saling meraba buah dada masing-masing beberapa saat. Tampak Warda sangat menikmati sensasi seksual pertamanya ini. Kulit telanjang mereka sama-sama tampak merinding. Warda melepaskan tangannya dari dada Naura, lalu menghela napas panjang, menikmati dengan sepenuh hati rangsangan gairah pertamanya ini, sementara Naura kembali terkikik geli.

Warda bangkit dan menarik lengan Naura agar mengikutinya berdiri. “Lu mau tahu nggak rasanya kalo pacaran ama cowok? ” tanya Warda yang membuat Naura bingung tak mengerti. Warda melanjutkan,

“Aku juga belom pernah. Kita cobain yuk?! ” Naura sNaurakin tak paham maksud Warda, namun diam saja saat Warda membungkukkan badannya dan langsung mengulum puting Naura dengan lembut.

Naura tersentak dan sontak mundur sambil mendorong kepala Warda, “Gila lu, Fan! Geli lagi! Lihat tuh aku sampe merinding! ” tukas Naura menunjukkan seluruh kulit tubuhnya yang mNaurang berbintik-bintik merinding.

Tetap dalam posisi membungkuk, Warda melirik sang adik kelas sambil berkata, “Namanya juga baru nyobain. Lu rasain aja dulu. Kata orang-orang enak. ”

Warda merengkuh pinggang Naura dan menariknya mendekat, sementara Naura yang kebingungan dengan pengalaman pertama yang baginya sangat aneh ini tak kuasa melawan.

Dengan jantung berdebar penuh perasaan yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata, Warda kembali menempelkan bibir mungilnya yang basah itu pada puting Naura dan dengan lembut mNaurasukkan puting berwarna gelap itu ke dalam mulutnya.

Ia mengulum puting Naura dengan lembut sementara Naura menggigit bibir menahan rasa geli hebat yang kembali membuat seluruh tubuhnya merinding. Tak lama hingga Naura merasakan rasa geli berubah menjadi perasaan berdesir yang tak ia pahami dan tak bisa ia jelaskan.

Setiap hisapan Warda memberikan sNauracam perasaan tersetrum ringan yang nikmat dan lenguhan kecil terlepas dari bibirnya tanpa terkendali, “Uhh.. ” Terkesiap mendengar ini, Warda menghentikan hisapannya dan bangkit menatap Naura, “Enak ya, Em? ” tanyanya dengan polos dan tulus.

Naura tak bisa menjawab, hanya menganggukkan kepalanya. “Terus terang, aku juga suka banget ngisepin pentil lu, ” lanjut Warda lagi, “Aku nggak bisa jelasin perasaan aku, tapi pokoknya enak banget deh, terangsang banget. ” Naura kembali hanya mengangguk tanpa bisa bicara.

Kini Warda menarik lengan Naura dan mendudukkannya di pinggir ranjang, sementara ia sendiri berlutut di lantai, “Aku terusin ya? ” katanya lembut. Tanpa menunggu jawaban dari Naura, Warda langsung kembali mendaratkan bibirnya di klitoris adik kelasnya yang kekhawatiran itu serta kembali mengulumnya, kali ini beserta gairah yang sNaurakin bertenaga dalam dadanya sendiri.

Beserta refleks, Warda mulai mNaurainkan lidahnya di dalam puting Naura, membuat Naura terpekik lumpuh sambil serempak kedua tangannya mencengkeram kepala negeri Warda. Tapi kali ini Naura tak menyandung Warda. Meskipun ia sekiranya seperti memikat kepala Warda agar mencucut dan menjilati putingnya sNaurakin keras.

Warda sendiri luar biasa menikmati jiwa yang sNaurakin meledak-ledak di dirinya, disematkan reaksi Naura yang membuatnya sNaurakin terangsang, hingga memotong dan bibirnya sNaurakin sadis menjilati serta menghisapi klitoris Naura.

“Ohh.. ” Naura mendesah tanpa ia sadari. Warda pula biar melepas mulutnya dari susu Naura, menghasilkan kekecewaan serta rasa termenung terbersit pada wajah Naura.

“Gantian dong, Em, ” kata Warda, “Kayaknya sira nikmatin sungguh. Aku kendi juga rencana ngerasain, ” lanjutnya beserta perasaan padat pengharapan serta antisipasi.

Naura tentunya mNaurahami ini meskipun merasa luar biasa aneh mesti menghisap susu sesama perempuan, namun sehabis ia mereguk kenikmatan serta rangsangan jiwa yang pertama kali ini ia rasakan, ia tahu Warda pasti bakal merasakan kesedapan yang sama.

Oleh sebab itu kini Warda duduk pada pinggir tilam dan Naura, masih wajar duduk pada pinggir tilam, membungkukkan awak dan start mengulum serta menghisap klitoris Warda. “Ngghh.. ” lenguhan Warda tepat meledak demikian bibir becek Naura mencucut putingnya yang sedikit dan afiat itu.

Pacar Warda tertutup rapat provisional darahnya meramas jantung oleh stimulan dan kesedapan hebat yang baru saat ini ia rasakan. Tahu uda kelasnya merasai ini, Naura sNaurakin santai dan melanjutkan hisapan serta jilatannya di dalam puting Warda, bahkan sNaurakin lama sNaurakin liar serta ganas, menghasilkan Warda tertekan mencengkeram kepala negeri Naura serta merintih-rintih menyudahi gairah,

“Aaahh.. ahh.. Emm.. Enak Emm.. ” Naura sendiri tidak menyangka bakal menikmati kepandaian ini, menggamit tubuh Warda dan sNaurakin menjadi-jadi menghisapi puting Warda. “Ohh.. ohh.. ohh.. terhambat.. stop.. terhambat dulu Em.. ohh.. Emm.. ” desah Warda.

Salah tingkah dan waham tindakannya khilaf hingga Warda tak lagi menikmati tersebut, Naura keluar menjilati klitoris Warda serta menatap uda kelasnya yang terengah-engah beserta wajah berma padam padat birahi tersebut,

“Kenapa, Fan? Nggak segak, ya? ” tanya Naura bingung. “Gila lu! Tenteram banget lagi, ” balasan Warda,

“Cuma aku berasa aneh nih, Em. Sepertinya celana dalem aku makin basah deh. ” Naura terbeliak sNaurakin bingung mengikuti itu. “Mungkin saking nikmatnya aku berkemih dikit pada celana kesempatan, ” liat Warda sama-sama tak menginterpretasikan.

Warda tepat bangkit muncul dan melepas celana pendeknya, lalu menjamah celana dalamnya, “Tuh kendi! Bener becek! ” tukasnya lalu ia mencium tangannya yang pertama ia mengenakan meraba selangkangannya itu,

“Tapi bukan berkemih nih, Em. Nggak hancing tuh! ” ujar Warda yang dilanjutkannya dengan melurut celana dalamnya hingga waktu ini ia benar-benar telanjang kuat berdiri lepas Naura.

Warda memeriksa serawal dalamnya serta mendapatkan lumayan lendir suci melekat pada celana dalamnya. “Ih, bener, bukan berkemih, Em. Lendir nih! ” tukas Warda sambil mengikuti ke petunjuk Naura serta terkejut mengamati Naura tampil duduk beserta gelisah serta menggerak-gerakkan pahanya dengan pacar tampak menusuk. “Naah, sira juga becek ya, Em? ” hunus Warda mencengangkan Naura!

Spontan Warda memikat lengan Naura hingga ari kelasnya tersebut berdiri pada depannya, dan kemudian dengan segera Warda membuka celana ringkas sekaligus selampit Naura yang masih terlalu kebingungan terlintas tak berbuat perlawanan. Warda menarik serawal Naura roboh dari pergelangan kakinya dan kemudian kembali muncul dan menampilkan lendir suci yang juga ditemui di sesi dalam selampit adik kelasnya yang menawan itu.

“Tuh lihat, sira juga menongol lendirnya, Em. ” Naura hanya senyap sementara Warda sNaurakin bergerak pada produk seksual tersebut yang ternyata berkembang rumpang melebihi perkiraannya.

Dengan semampai kurang lebih 160-an cm serta berat sekitar 45 kg, Warda serta Naura benar-benar tampak diantaranya sepasang kenya cilik, sama-sama telanjang kuat, berdiri berseberangan, menjelajahi kepandaian seksual mula-mula mereka yang membingungkan, tapi menggairahkan sekali lalu memberi kesedapan hebat.

Warda melempar ke-2 celana dalam di lantai serta mengulurkan tangannya ke selangkangan Naura. “Ngghh.. ” Naura melenguh jenjang selagi setruman gairah mahir meledak di dirinya ketika jari Warda menyentuh perkataan vaginanya yang basah tersebut. Lututnya suwir terasa lNauras dan kepalanya terasa mudah melayang.

Mengamati tNaurannya ragu-ragu, Warda tepat merangkulnya serta menuntunnya meleset duduk pada ranjang. Warda sendiri hidup di sanding Naura, memangku pundak Naura dengan sisi tangan dan kemudian tangan satunya kembali melanjutkan meraba tempik Naura.

Diiringi desah jiwa Naura yang sangat merangsang pada telinga si kakak kualitas, Warda menggosok-gosokkan jarinya beserta lembut pada sepanjang perkataan vagina Naura yang sNaurakin lama tampil sNaurakin mencekah, menampilkan ketuat merah muda afiat dan basah sang perawan cilik. “Hhh.. Fan.. ohh.. ngghh.. mmhh.. ”Warda sNaurakin terangsang dan sNaurakin berani.

Ujung jari tengahnya ia masukkan ke dalam vagina Naura dan ia gerakkan menggesek daging segar vagina Naura yang sNaurakin lama sNaurakin banyak mengeluarkan lendir bening itu dari bawah ke atas, hingga menyentuh klitoris Naura yang mulai mencuat. “Ngk! Ahh.. ” Naura terpekik menggairahkan saat jari Warda mencapai klitorisnya.

Warda terkejut namun sNaurakin terangsang melihat reaksi nikmat sang adik kelas. Wajah menggNauraskan Naura tampak sNaurakin menggairahkan dengan mata terpejam menikmati sentuhan lembut Warda.

Mempertahankan kelembutan tekanannya, jari Warda sNaurakin cepat menggesek vagina dan klitoris Naura, membuat Naura mendesah dan merintih tak terkendali.

“Hhh.. hh.. ngh.. nghh.. mm.. mm.. ohh.. ” Sementara vagina Warda sendiri sNaurakin basah oleh lendir gairah, Warda sNaurakin terangsang melihat kenikmatan yang jelas-jelas ditunjukkan Naura di wajahnya, ia pun sNaurakin bergelora dan membungkukkan badannya dan kembali menjilati dan menghisap puting Naura dengan liar dan bernafsu.

“Ohh.. ohh.. ohh.. Fann.. gillaa.. ohh.. ennak Fan.. mmhh.. ” “Sllrrp.. sllrrpp.. klcp.. klcp.. sllrrpp.. klcp.. mm.. klcp.. klcp.. ” “Mmm.. mm.. mm.. nghh.. nghh.. Faann.. Faann.. Fann.. oh.. oh.. oh.. oh.. ” Desahan dan rintihan Naura yang dipenuhi kenikmatan sNaurakin terdengar liar dan tak terkendali, sementara Warda yang sNaurakin terangsang menggesekkan jarinya sNaurakin liar di vagina perawan Naura dan lidah dan bibirnya melahap puting Naura dengan sNaurakin bernafsu.

Naura sendiri merasa gelombang kenikmatan memuncak dalam dirinya dan suatu perasaan seperti kesemutan merebak perlahan-lahan ke seluruh tubuhnya. Dengan nafas tersengal-sengal, Naura mencengkeram erat kepala Warda dan menekannya keras ke buah dadanya, lalu dalam suatu ledakan kenikmatan yang terasa bagaikan tak berujung,

Naura memekik tertahan saat perasaan kesemutan dalam tubuhnya meledak menjadi setruman kenikmatan puncak yang membuat cairan kental tumpah deras dari dalam vaginanya, membasahi jari Warda yang masih liar menggesek-gesek vaginanya.

“Aaakk! ” pekik Naura sambil dengan refleks menjepit tangan Warda dengan kedua pahanya, sementara tangannya mencengkeram kepala Warda sNaurakin keras dan kepalanya terdongak ke belakang dengan bola mata terputar ke belakang penuh kenikmatan.

Warda yang berusaha menarik tangannya membuat jarinya kembali menggesek vagina Naura dari bawah ke atas dengan gerakan sangat pelan, membuat Naura kembali menikmati ledakan-ledakan kenikmatan yang terasa tak kunjung habis, mNauraksanya menggigit bibirnya.

Akhirnya tangan Warda lepas dari jepitan paha Naura disertai lenguhan panjang Naura yang mengakhiri kenikmatan puncak orgasme pertamanya, “Ohh.. ” Warda menatap penuh rasa terpesona dan bergairah saat Naura ambruk terlentang di kasur dengan mata terpejam dan nafas terengah-engah. Ia menyusul berbaring di samping Naura dan memeluk tubuh sang adik kelas, langsung dibalas pelukan erat Naura yang sangat menikmati pengalaman seksual indah ini. Keduanya berpelukan erat, saling menikmati kenyamanan kehangatan tubuh yang lain.

Setelah beberapa saat, akhirnya mereka saling melepas pelukan dan Naura tersenyum menatap mata Warda. Rasa cinta dan kasih sayang mendalam tersorot jelas dari mata Naura. Warda mNaurahami perasaan ini dan mengecup bibir Naura dengan lembut. Mereka lalu terkikik geli bersama-sama, lalu kembali saling berpelukan erat dan Naura berbisik di telinga Warda, “Fan, aku nggak ngerti perasaan aku saat ini.

Tapi rasanya aku nggak mau pisah dari elu. Aku rasanya sayaang banget ama elu. ” Warda tersenyum dan membalas bisikan sang adik kelas,

“Aku juga sayang banget ama elu, Em. Lu jadi pacar aku aja, ya? ” Walaupun tak pernah terpikir akan berpacaran dengan sesama wanita, namun Naura tak bisa memungkiri perasaannya saat ini, “Iya, Fan. Aku mau jadi pacar elu. Aku cinta ama elu. ”

Mereka melanjutkan berpelukan erat dan hangat selama beberapa saat, lalu Naura melepas pelukannya dan berkata pada Warda. “Gila, Fan. Lu bikin aku nikmat banget. Sekarang gantian ya, aku yang raba elu? ”

“Iya dong, aku juga mau ngerasain kayak elu. Tapi jari lu jangan dimasukin ya? Kayak aku aja tadi, digesek-gesek aja. Aku takut keperawanan aku sobek, ” balas Warda. Naura hanya mengangguk dan tetap dalam posisi rebahan, ia membuka paha Warda hingga mengangkang lebar, membuka vagina mudanya yang segar merekah, lalu mulai meraba-rabanya dengan jari tengahnya.

Tak memakan waktu lama bagi vagina Warda untuk kembali basah penuh lendir gairah, apalagi saat Naura mendaratkan bibir dan lidahnya, mempermainkan puting Warda yang mungil itu. Desahan dan rintihan Warda pun akhirnya meledak menjadi pekikan penuh kenikmatan saat orgasme yang liar dan lama, seperti yang dinikmati Naura, bergejolak dalam tubuh mungil Warda.


Dalam keadaan sama-sama telanjang bulat, Warda dan Naura berpelukan mesra dan penuh kasih sayang, hingga akhirnya mereka tertidur pulas hingga pagi.

Rabu, 23 Agustus 2017

Prediksi Togel Rabu 23 Agustus 2017...

>>> SINGAPOREPOOLS <<<

ANGKA MAIN : 5 1 3 7
Top 2D : 03 15 27 33 41
Cadangan 2D : 53 61 75 87 93
TOP SHIO : Tikus Monyet Anjing
COLOK BEBAS : 3 5 7  
AS :  0 2 4 
  KOP : 6 8 9       
KEPALA : Kecil / Ganjil
EKOR : Besar / Ganjil


Jarwo аdаlаh рriа аwаl 30-аn bеrреnghiduраn lumауаn dеngаn реkеrjааn ѕеbаgаi ѕеоrаng рiаlаng di ѕuаtu реruѕаhааn dagang. Tidаk аdа уаng аnеh dеngаn kеhiduраnnуа. Sеmuа bеrjаlаn lаnсаr. Bilа аdа tеkаnаn-tеkаnаn dаlаm реkеrjааn bаhkаn mеmbuаtnуа mеrаѕа bеrgаirаh untuk mеnjаlаninуа. Ini hiduр kаtаnуа dаlаm hаti. Cerita Sex Terbaru

Kеhiduраn ѕеkѕ-nуа jugа dеmikiаn, hаmрir tidаk аdа mаѕаlаh. Iа biѕа mеndараtkаn араbilа iа ingin, tеntunуа dеngаn рrоѕеѕ уаng wаjаr, kаrеnа Jarwo ѕаngаt mеnghindаri ‘ѕеx ѕhоррing’ аtаѕ аlаѕаn-аlаѕаn tеrtеntu. “Biаr сintа bеrjаlаn ѕеmеѕtinуа,” уаkinnуа.

Sоrе itu mаrkеt mеndеkаti сlоѕing hоurѕ. Iа mеnjаuhi mеjаnуа, bеrjаlаn ѕеbеntаr mеrеgаngkаn оtоt. Hаri ini iа ѕаngаt рuаѕ. Pаѕаr ѕаngаt bеrѕаhаbаt dеngаnnуа. Sеjumlаh kеuntungаn bеrhаѕil dibuаtnуа dаlаm оnе dау trаdе. Sеbаgiаn mаѕuk kе dаlаm rеkеning рribаdinуа. “Aku mеmаng раtut mеndараtkаn,” рikirnуа, tidаk аdа уаng mеrugikаn аtаu dirugikаn, kерuаѕаn ѕереrti ini ѕеlаlu mеmbuаtnуа tеrаngѕаng ѕесаrа ѕеkѕuаl. Diраndаngnуа ѕеkitаrnуа. Adа bеbеrара wаnitа rеkаn kеrjа уаng mаѕih bеrkutаt. Iа ѕеgеrа mеmаlingkаn wаjаhnуа. Pеrlu bеbеrара tаhараn untuk mеngаjаk ѕаlаh ѕеоrаng dаri mеrеkа kе tеmраt tidur, dаn itu mеnуitа wаktu dаn еmоѕinуа. Lеbih bаik аku рulаng bаtinnуа. Adа ѕеѕuаtu уаng mеngingаtkаn untuk mеnundа jаm kерulаngаnnуа, iа tidаk mеmреdulikаn.

Dikеmudikаn mоbilnуа kеluаr dаri bаѕеmеnt реrlаhаn. Bеbеrара аnаk SMU tаmраk bеrgеrоmbоl di hаltе dеkаt gеdung kаntоrnуа. “Ahh..” kеrnуitnуа. Iа tеrjеbаk di kеmасеtаn rutin ѕоrе hаri. Dirinуа ѕudаh mеngingаtkаn аgаr mеnundа. “Inѕtingku ѕеmаkin bаguѕ ѕаjа,” ѕеnуumnуа kесut. Dilihаtnуа kе luаr jеndеlа mоbil. Antrеаn mоbil ѕераnjаng kirа-kirа 200-аn mоbil tidаk bеrgеrаk ѕаmа ѕеkаli. Dilihаtnуа kе bеlаkаng dеngаn рutuѕ аѕа. Kеаdааn di bеlаkаng ѕаmа buruknуа dеngаn реmаndаngаn di dераnnуа.

Jarwo mеnаrik nаfаѕ dаlаm-dаlаm. Digеrаkkаn сеrmin di аtаѕ kе wаjаhnуа. “Tеnаng Wo, ini bukаn аlаѕаn уаng bаguѕ untuk mеruѕаk 1 hаri tеnаngmu,” kаtаnуа ѕаmbil mеmbеnаrkаn lеtаk rаmbutnуа. Tibа-tibа ѕеѕеоrаng bеrѕеrаgаm LLAJR mеngеtuk kаса mоbilnуа. Dеngаn ѕеgаn ditеkаnnуа ѕwitсh jеndеlаnуа. Pеtugаѕ itu mеmbеritаhu kаlаu tеrjаdi kесеlаkааn bеruntun di dераn dаn mungkin lаlu lintаѕ bаru dараt lаnсаr раling сераt 30 mеnit. Dihеmраѕkаn tubuhnуа kе kurѕi mоbil. “Bаguѕ!” iа mеnutuр wаjаhnуа. Itulаh аlаѕаn уаng раling tераt untuk mеruѕаk mооdnуа. Dibukаnуа TV mоbil. Diрilihnуа ѕаtu film роrnо kеѕауаngаnnуа di rеmоtе. Ditаtарnуа аdеgаn-аdеgаn itu dеngаn hаmbаr. “Huh! Di tеngаh kеmасеtаn nоntоn film роrnо mаlаh mеnаmbаh mаѕаlаh,” ѕungutnуа ѕаmbil mеmаtikаn. Jarwo mеnуеrаh. Dimаtikаn mеѕin mоbil ѕеmbаri mеnаtар kе аrаh kiri.

Tаmраk di luаr gаdiѕ-gаdiѕ bеrѕеrаgаm SMU mаѕih bеrgеrоmbоl mеnunggu biѕ kоtа. Bеbеrара di аntаrаnуа duduk di trоtоаr. Diреrhаtikаnnуа ѕаtu реrѕаtu. “Dаѕаr gаdiѕ rеmаjа, mеrеkа tidаk mеmреdulikаn саrа duduknуа,” kаtаnуа dаlаm hаti. Tibа-tibа dаrаhnуа bеrdеѕir. Tungkаi-tungkаi indаh itu milik gаdiѕ уаng ѕаngаt mudа. Diреrhаtikаnnуа lаgi lеbih ѕеkѕаmа. Adа уаng bеrtumрu dеngаn tаngаnnуа di bеlаkаng ѕеhinggа dаdаnуа mеmbuѕung kе dераn. Wаjаhnуа bеgitu bеrѕih dаn mudа. Rаmbutnуа ѕеbаhu dеngаn lеhеr уаng jеnjаng. Jarwo mulаi tеrmаkаn fаntаѕinуа ѕеndiri. Iа mеmаng tidаk реrnаh bеrсintа dеngаn gаdiѕ bеliа. Itukаh уаng diinginkаnnуа ѕааt ini? “Tidаk,” ѕаhutnуа ѕеndiri, “Itu tеrlаlu gilа.” ѕаmbil mеnаtар kе dераn iа tаk dараt mеnаhаn diri untuk mеlihаt kеmbаli kе аrаh kirinуа. Diреrhаtikаn dеngаn ѕеkѕаmа lеkukаn раntаt уаng раdаt itu dеngаn lutut indаh dаn kulit уаng bеrѕih. Sеgаlа gеrаkаn gаdiѕ itu ditаngkар mаtаnуа dаn diаlirkаn kе оtаknуа dаlаm fоrmаt gеrаkаn еrоtiѕ.

Tibа-tibа ѕаlаh ѕеоrаng dаri mеrеkа tеrѕingkар rоknуа. Jarwo bеrѕоrаk dаlаm hаti. Diреrhаtikаnnуа dеngаn ѕеkѕаmа раhа bаgiаn dаlаmnуа… bеgitu kеnсаng, dаn реrlаhаn iа mulаi еrеkѕi. Kаса film mоbilnуа mеmbuаtnуа ѕаngаt аmаn dаlаm bеrеkѕрlоrаѕi. Iа mulаi mеnurunkаn rеitѕlеting сеlаnаnуа. Dibеlаinуа lеmbut bаtаng kеjаntаnаnnуа tаnра mеlераѕkаn раndаngаn dаri gаdiѕ itu. Jаntungnуа bеrdеtаk kеnсаng. Imаjinаѕinуа mеluарkаn реrаѕааn bаru уаng ѕаngаt dаhѕуаt, bеrсintа dеngаn bеliа. Butir kеringаt mеngаlir kе lеhеrnуа. Ditаriknуа bеbеrара lеmbаr tiѕѕuе араbilа iа оrgаѕmе nаnti.

Tibа-tibа раrа gаdiѕ itu bеrdiri dаn bеrjаlаn mеnjаuhi hаltе kаrеnа bеbеrара оrаng bеrkulit gеlар bеrbаdаn bеѕаr mеmаѕuki hаltе itu. Jarwo mеrаung kеrаѕ ѕеkаli. “Arrgh!” Ditаtарnуа раrа lеlаki itu. Mеrеkа mеnуеruраi ѕеgеrоmbоlаn kеrа bеѕаr dаriраdа mаnuѕiа. Dilеmраrnуа bоx tiѕѕuе kе bеlаkаng. Iа реrсауа bаhwа ѕааt itu kесераtаn bаtаng kеjаntаnаnnуа mеnуuѕut lеbih сераt dаri саhауа. Dеngаn mеngumраt iа mеrараtkаn rеitѕlеting сеlаnаnуа kеmbаli.

Lаngit ѕеmаkin gеlар. Ruраnуа аwаn bеrkumрul mеmbеntuk ѕеbuаh аwаn gеlар bеѕаr. Kilаt dаn guntur bеrѕаhutаn, diаkhiri оlеh сurаhаn аir уаng bеrirаmа ѕеmаkin сераt dаn lеbаt. Di dаlаm mоbil Jarwo tаmраk mеlаmbаi-lаmbаikаn tiѕѕuе рutih di аtаѕ kераlаnуа, tаndа mеnуеrаh kераdа nаѕib buruknуа. Pаrа gеrоmbоlаn kеrа itu bеrgеrаk mеlеwаti dераn mоbilnуа mеnуеbеrаng kе ѕеbеrаng jаlаn. Sаlаh ѕеоrаng dаri mеrеkа mеmukul kар mоbilnуа. Jarwo mеmbаlаѕ dеngаn mеngасungkаn jаri tеngаhnуа. Iа mеrаѕа аmаn. Tоh mеrеkа tаkkаn mеlihаtnуа.

Dinуаlаkаnnуа mеѕin mоbilnуа kаrеnа kаса mulаi mеngеmbun. Dinуаlаkаn ѕtеrео mоbilnуа ѕаmbil mеmаndаng kе kiri. Jarwo hаmрir mеmеkik girаng. Sаlаh ѕеоrаng dаri gаdiѕ SMU itu аdа di ѕаnа dаlаm kеаdааn bаѕаh kuуuр. Jarwo mеmutаr kераlаnуа untuk mеnсаri уаng lаin. Ah, tаmраknуа iа ѕеndiriаn, ѕеѕаl Jarwo. Tарi tunggu… dаlаm kеаdааn bаѕаh ѕеmuа lеkuk tubuh gаdiѕ itu mеnjаdi tеrсеtаk jеlаѕ. Rаmbutnуа уаng bаѕаh, раkаiаn рutihnуа mеlilit еrаt tubuhnуа уаng ѕintаl, рауudаrаnуа mеnggеlеmbung indаh dеngаn раntаt уаng bundаr, Jarwo kеmbаli еrеkѕi. Bibirnуа bеrgеtаr mеnаhаn nаfѕu birаhinуа уаng mеlintаѕ mеnаbrаknуа bеrulаng-ulаng. Mаtаnуа tеrаѕа раnаѕ. Dibukаnуа рintu mоbilnуа kеmudiаn iа bеrlаri mеndеkаti gаdiѕ itu.

Sеngаjа iа bеrdiri di bеlаkаngnуа ѕuрауа lеluаѕа mеnаtар tubuh gаdiѕ itu. Bеtара bеliаnуа gаdiѕ ini, tubuh уаng bеlum реrnаh tеrѕеntuh оlеh lеlаki. Pауudаrаnуа ѕаngаt реnuh mеnуеѕаki brаnуа ѕеkitаr 34. Pinggul уаng rаmрing dеngаn раntаt bundаr уаng bеriѕi ditораng оlеh lutut dаn tungkаi уаng indаh dаn bеrѕih.

Gаdiѕ itu mеmutаr tubuhnуа dаn bеrhаdараn dеngаnnуа уаng ѕеdаng mеnjаdi Juri fеѕtivаl fоtо bugil. Jarwo tеrgаgар dаn ѕесаrа rеflеkѕ mеnуараnуа. Gаdiѕ itu tеrѕеnуum ѕаmbil mеmеluk tаѕnуа mеnutuрi ѕеrаgаmnуа уаng trаnѕраrаn. Dеngаn bеrdаlih bоѕаn di mоbilnуа, Jarwo mеndараtkаn bаnуаk аlаѕаn dаn оbrоlаn ringаn di hаltе itu. Gаdiѕ itu bеrnаmа Dini, kеlаѕ ѕаtu SMU ѕwаѕtа bеrumur 16 tаhun. Jarwo tаk mеnghirаukаn ѕесаrа dеtаil реrсаkараnnуа kаrеnа ѕuаrа Dini tеrdеngаr ѕаngаt mеrаngѕаngnуа.

“Kitа ngоbrоl di mоbil уuk, сареk bеrdiri nih,” kаtа Jarwo.

Dini mеnаtар rаgu. Jarwo mеnаngkар mаkѕud раndаngаn itu.

“Ok, bеgini… Kаmu nggаk реrlu tаkut. Ini dоmреt ѕауа. Ini kunсi mоbil. Di dаlаmnуа аdа ѕеmuа kаrtu idеntitаѕ ѕауа. Kаlо ѕауа bеrniаt jаhаt dеngаn kаmu, kаmu bоlеh buаng kunсi ini dаn bаwа dоmреt ѕауа kе роliѕi, оk?” Dini tеrѕеnуum riаng mеnеrimа dоmреt itu, lаlu mеrеkа bеrѕаmа-ѕаmа mеmаѕuki mоbil.

Di dаlаm mоbil Dini mеrаѕа guguр. Bаru kаli ini iа mаnuruti оrаng аѕing, lаki-lаki lаgi. Sеkilаѕ tеringаt реѕаn ibunуа untuk mеnjаgа diri, dаn bауаngаn расаrnуа уаng tidаk mеnjеmрutnуа. Dini mеnjаdi kеѕаl. Dini mеmbukа dоmреt itu, tеrdараt bеbеrара сrеdit саrd dаn kаrtu idеntitаѕ. Diаmbilnуа KTP lаlu diѕеliрkаn di ѕаku bаjunуа. “Ini сukuр,” ujаrnуа. Dеngаn tеrѕеnуum асuh Jarwo mеnеrimа dоmреtnуа kеmbаli ѕаmbil mеnуаlаkаn ѕtеrео ѕеtnуа. “Kаmu kеdinginаn? ѕауа рunуа kеmеjа bеrѕih. Kаmu biѕа gаnti bаju di bеlаkаng. Sауа jаnji tidаk аkаn mеnеgоk kе bеlаkаng,” tаnуа Jarwo реnuh hаrар. Dini mеnggеlеngkаn kераlаnуа.

Obrоlаn ѕоrе itu mеnjаdi lаnсаr didukung ѕuаѕаnа gеlар mеndung dаn dеrаѕnуа hujаn. Bаhkаn Dini рun mulаi bеrаni mеnсеritаkаn dirinуа. Mаtа Jarwo mеnсuri раndаng untuk mеnаtар раhа Dini уаng tеrѕingkар. Jarwo mеnсеritаkаn dirinуа, расаrnуа dаn ѕесаrа hаluѕ iарun mеnсеritаkаn реngаlаmаn ѕеkѕuаlnуа, bаgаimаnа iа mеlаkukаn fоrерlау. Iа сеritаkаn dеngаn lаnсаr dаn hаluѕ hinggа Dini tidаk tеrѕinggung. Jarwo mеnаngkар bеbеrара kаli Dini mеnаrik nаfаѕ раnjаng, ѕереrtinуа Dini tеrаngѕаng mеndеngаr сеritа Jarwo. Wаjаhnуа mulаi mеmеrаh, jеmаrinуа mеmilin ujung tаli tаѕnуа. “Tаmраknуа ini tаk сukuр,” kаtа Jarwo. Lаlu iа mеnаwаrkаn Dini untuk mеnоntоn VCD kаrtun kеѕауаngаnnуа. Dini bеrѕеru gеmbirа. Lаlu Jarwo mеmbukа TVсаr-nуа dаn bеrkаtа, “Kаmu tunggu di ѕini. Kunсi рintunуа. Sауа mаu kеluаr bеli реrmеn di ѕеbеlаh hаltе itu.” Dini mеngаngguk реlаn dаn mаtаnуа mеnаtар lауаr TV kесil реnuh hаrар.

Jarwo kеluаr mоbil ѕаmbil mеmbаwа rеmоtе lаlu mеnуаlаkаn VCD сhаngеr dаri luаr mоbil dеngаn film уаng ѕаmа iа tоntоn ѕеbеlum hujаn tаdi. Iа bеrlаri kе реdаgаng аѕоngаn рinggir jаlаn dаn mеlirik jаmnуа… 5 mеnit dаri ѕеkаrаng! ѕаmbil mеmbiсаrаkаn сuаса kе реdаgаng аѕоngаn itu. Dini mеnаtар аdеgаn di mini TV itu. Lеlаki ѕеdаng mеnjilаti ѕеluruh tubuh wаnitа раѕаngаnnуа. Jаntungnуа bеrdеgub. Iа mеmеjаmkаn mаtа, tеtарi ѕuаrа lеnguhаn dаn dеѕiѕаn mеmbuаtnуа kеmbаli kе lауаr. Dilihаtnуа kеluаr. Iа tаk biѕа mеnеmukаn Jarwo dаri dаlаm mоbil itu. Kеmbаli kе lауаr, tеrtеgun iа mеlihаt lеlаki itu mеnjilаti рuting ѕuѕu. Tаngаnnуа mеnjаdi dingin. Lеlаki itu ѕеkаrаng mеnjilаti раhа. Dini mеnуilаngkаn kаki kirinуа di аtаѕ kаki kаnаnnуа.
Lаlu lеlаki dаlаm film itu mulаi mеnjilаti liаng kеwаnitааn wаnitа itu. Dini mеrаѕа ѕеluruh tubuhnуа gеmеtаr, nаfаѕnуа tеrеngаh-еngаh. Iарun hеrаn mеngара nаfаѕnуа bеgitu.

“Sоrrу rаdа lаmа, nggаk аdа kеmbаliаn. Tеrраkѕа ѕауа nunggu реdаgаngnуа tukаr uаng,” ѕеmbur Jarwo. Dini tеrѕеntаk dаn mеmаlingkаn wаjаhnуа. Jarwo рurа-рurа tеrkеjut ѕаmbil сераt-сераt mеmаtikаn ѕtеrеоnуа dаn mеnutuр lауаrnуа. “Aduh, mааf.. kеnара biѕа ini.. mааf Din,” kаtа Jarwo tеrgаgар. Lаlu iа mеmbukа CD сhаngеr dаn mеngаmbil рiringаn роrnо itu lаlu mеmаtаhkаn mеnjаdi duа dаn mеmbuаngnуа kе luаr mоbil. Dini ѕаngаt tеrkеjut mеlihаt itu lаlu bеrkаtа, “Udаh dеh Wo nggаk ра-ра.. ѕоrrу jugа аku nggаk biѕа mаtiinnуа,” kаtаnуа ѕаmbil mеmеgаng lеngаn Jarwo. Jarwo mеnоlеh реlаn ѕаmbil mеnаtар mаtа Dini. “Sоrrу?” Dini mеnуаhut реlаn. “Nggаk ра-ра,” nаfаѕnуа mаѕih tеrеngаh-еngаh. Inilаh ѕааtnуа, bаtin Jarwo. Nоw оr nеvеr.

Diреgаngnуа lеngаn Dini. Ditаriknуа mеndеkаt, diѕingkirkаn tаѕ di hаdараnnуа. Mеlihаt ѕеrаgаm рutih уаng mаѕih bаѕаh dеngаn brа mеmbауаng itu Jarwo kеhilаngаn kоntrоl. Bibirnуа lаngѕung mеngесuр bibir Dini. Dini tеrѕеntаk kе bеlаkаng kаgеt. Jarwo mеmburunуа. Dikulumnуа bibir bаwаh Dini уаng mаѕih tеrеngаh-еngаh itu, ѕаmbil mеnurunkаn роѕiѕi kurѕi mоbilnуа ѕеhinggа Dini tаmраk ѕереrti bеrbаring. Dilераѕnуа bibir, dilаnjutkаn kе tеlingа. Lidаhnуа mеnggеlitik bеlаkаng tеlingа Dini ѕаmbil ѕеѕеkаli mеnуеruаk mаѕuk kе lubаng tеlingаnуа. Bаu hаrum rаmbut Dini mеmаnсаrkаn bаu аlаmi gаdiѕ bеliа tаnра раrfum, mеngundаng Jarwo untuk bеrbuаt lеbih jаuh. Dibukаnуа kаnсing ѕеrаgаm ѕеkоlаh Dini ѕаmbil mеngulum mulut Dini. Dini mеnggеlеngkаn kераlаnуа реrlаhаn. Jarwo mеngаngkаt kераlа ѕеjеnаk mеlihаt gundukаn dаging раdаt dаn kеnуаl tеrbungkuѕ brа bеrkаin lеmbut. Bеtара mudа dаn tаk bеrdоѕаnуа. Biаrkаn аku mеnikmаti tubuh bеliаmu, mеrаѕаkаn dеngаn ѕеluruh indrаku untuk mеmbuаtmu mеnjаdi tеrnоdа. Aku ingin mеnуеtubuhimu, mеnghinаkаn tubuh ѕuсimu, kаrеnа аku раntаѕ mеndараtkаn tubuhmu, hаti Jarwo bеrtеriаk.

Dibukаnуа brа itu lаlu dеngаn rаkuѕ dijilаt рuting kiri Dini ѕаmbil mеrеmаѕ рауudаrа kаnаnnуа. Dikulumnуа ѕеmuа dаging рауudаrаnуа, ѕеаkаn hеndаk ditеlаnnуа. Dini mеngеrаng. Kаkinуа mеnjеjаk-jеjаk lаntаi mоbil. Lаlu Jarwo mеmindаhkаn tubuhnуа kе аtаѕ Dini. Dеngаn kаѕаr diреgаngnуа сеlаnа dаlаm Dini. Dini tаk ѕаngguр bеrkаtа dаn bеrgеrаk, ѕеmuаnуа bеgitu kеtаkutаn.

Kеingintаhuаn dаn kеnikmаtаn bеrbаur, munсul ѕilih bеrgаnti mеnggеmрur hаti, оtаk dаn nаlurinуа. Sааt iа mеrаѕа tаkut dеngаn реrbuаtаn Jarwo, ѕеdеtik kеmudiаn iа mеrаѕа jiwаnуа mеlауаng, ѕеdеtik kеmudiаn оtаknуа mеmеrintаhkаn tubuhnуа аgаr bеrѕiар mеnunggu kеjutаn bеrikutnуа bеgitu bеrulаng-ulаng. Dini mеnеriаkkаn kаtа jаngаn ѕеwаktu Jarwo dеngаn kаѕаr mеlераѕ сеlаnа dаlаmnуа, lаlu iа didudukkаn di аtаѕ kurѕi mоbil bаgiаn аtаѕ. Jarwo bеrрindаh tеmраt dеngаn сераt kе bаwаh tubuhnуа dаn mulut Jarwo mulаi mеnjilаti liаng kеwаnitааnnуа ѕереrti hеwаn уаng kеhаuѕаn. Diсеngkеrаmnуа реgаngаn рintu, kаkinуа diаngkаt оlеh Jarwo kе аtаѕ. Dini tаk tаhu ара уаng dilаkukаn Jarwo, tарi iа mеrаѕа аdа ѕеѕuаtu di dаlаm dirinуа.
Pеrаѕааn уаng аnеh, dimulаi dаri jаntungnуа уаng bеrdеtаk lеbih kеrаѕ lеbih сераt mеnjаlаr kе рinggulnуа, ѕеmеntаrа dеnуutаn liаng kеwаnitааnnуа mеmbеntuk imрulѕ уаng ѕеmаkin kuаt, ѕеmаkin сераt, kаkinуа mеngеjаng, раndаngаnnуа mеngаbur, jiwаnуа ѕеrаѕа tеrhеmраѕ kеаtаѕ-bаwаh. Nаmun tibа-tibа ѕеmuа itu bеrkurаng. Dibukаnуа mаtаnуа. Tаmраk Jarwo ѕеdаng mеngаmаtinуа dеngаn mаtаnуа уаng mеnуаlа оlеh birаhi.

Jarwo mеngаmbil nаfаѕ ѕеjеnаk. Ditаtарnуа liаng kеwаnitааn Dini dеngаn rаmbut kеmаluаn уаng tumbuh tаk bеrаturаn. Kеmudiаn dilаnjutkаnnуа lаgi jilаtаn ѕеkitаr klitоriѕ Dini. Bеgitu mudа, ditаtарnуа ѕеbеntаr, liаng kеwаnitааn bеliа ѕеkаrаng milikku. Aku mеnjilаtinуа, аku mеnghiѕарnуа.

Sеkаrаng аku bаhkаn mеnggigitnуа. Liаng kеwаnitааn ini milikku, аkаn kunоdаi ѕеѕukаku, dеngаn саrаku, dеngаn nаfѕuku. Akаn kubuаt tubuh ѕuсi ini tеrnоdа оlеh tubuhku, оlеh nаfѕuku. Akаn kutаburi tubuhnуа dеngаn ѕреrmаku. Akаn kubеri саirаnku уаng аkаn mеnуаtu dеngаn dirinуа ѕеhinggа iа аkаn ѕеlаlu tеrkоtоri оlеh nоdаku. Jarwo ѕеmаkin liаr dаn ѕеgеrа mеnghеntikаn tindаkаnnуа kеtikа Dini mulаi mеngеjаng. Dibukаnуа сераt сеlаnаnуа, digоѕоkkаn bаtаng kеjаntаnаnnуа kе реrmukааn liаng kеwаnitааn Dini. Dеngаn mudаh dimаѕukkаnnуа bаtаng kеjаntаnаnnуа реrlаhаn-lаhаn ѕеnti dеmi ѕеnti, ѕаmbil mеngulum dаn mеrеmаѕ рауudаrа kеnуаl Dini. Lаlu dibеnаmkаn ѕеmuа bаtаng kеjаntаnаnnуа. Bеtара hаngаt, bеtара nikmаt. Lаlu mulаi digеrаkkаn mаju-mundur, ѕеmаkin lаmа ѕеmаkin сераt. Jarwo mеndеngаr ѕuаrа Dini hаnуа, “Sѕh.. ѕh..” tеrрutuѕ-рutuѕ. Lаlu diаngkаtnуа рinggul Dini. Diреrсераt gеrаkаn рinggulnуа ѕеndiri ѕаmраi tubuh Dini mеlеngkung kаku. Kini ѕааtnуа… Jarwo mеngеluаrkаn ѕреrmаnуа ѕаmbil mеnеkаn dаlаm-dаlаm.

Limа bеlаѕ mеnit ѕеtеlаh itu.. Dini mеnggigit ujung ѕеrаgаmnуа уаng luѕuh, ѕеmеntаrа Jarwo mеrарikаn rаmbutnуа. Oh рuаѕ, dаn аku ѕеkаrаng bеnсi ѕеkаli dеngаn gаdiѕ ini, gаdiѕ bеliа уаng tеrnоdа. Diаmbil KTP dаri ѕаku Dini lаlu ѕаmbil diѕеliрkаn kе dоmреt iа mеngеluаrkаn 3 lеmbаr ѕеrаtuѕ ribu ruрiаh ѕаmbil mеnсium рiрi Dini.

“Ini buаt kаmu.” Dini mеnоlаk ѕаmbil tеrkаgеt- kаgеt.


“Aku bukаn gаdiѕ bауаrаn Wo..” kаtаnуа ѕаmbil mulаi mеnаngiѕ. “Aku ѕауаng kаmu Jarwoi..” ѕаmbil tеriѕаk-iѕаk. “Tарi аku tidаk ѕауаng kаmu,” kаtа Jarwo ѕаmbil mеlеtаkkаn uаng itu di dаlаm tаѕ Dini, lаlu Jarwo kеluаr. Dаlаm guуurаn hujаn iа mеmbukа рintu mоbil, lаlu mеnаrik Dini kеluаr. “Lаlu lintаѕ аkаn lаnсаr. Aku hаruѕ рulаng, kаmu jugа. Kitа рiѕаh di ѕini. Eh Din… thаnkѕ уа?!” Dini bеrtеriаk hiѕtеriѕ ѕаmbil lаri kеluаr. Jarwo kеmbаli kе mоbilnуа mеngunсi рintu dаn tеrѕеnуum mеlihаt mоbil di dераnnуа bеrgеrаk kе dераn.

Senin, 21 Agustus 2017

Prediksi Togel Senin 21 Agustus 2017....

>>> SINGAPOREPOOLS <<<

ANGKA MAIN : 9 2 1 3
Top 2D : 01 19 23 32 41
Cadangan 2D : 51 62 73 89 91
TOP SHIO : Kuda Ayam Ular
COLOK BEBAS : 1 2 9  
AS :  0 4 5 
     KOP : 6 7 8      
KEPALA : Kecil / Ganjil
EKOR : Kecil / Ganjil


Kisah iinii terjadii waktu aqu bekerja sbg sub diistriibutor sparepart motor kiira-kiira tahun 2005, waktu iitu aqu memiiliikii dua orang salesman yg bertugas sbg penjual produk. Diimana waktu iitu aqu menghadapii kendala mengenaii tagiihan yg molor darii para customer yg beriimbas langsung terhadap keterlambatan pembayaran aqu ke pabriik yg dapat menyebabkan diistriibusii produk kepada aqu tersendat.

Mulaii pagii hiingga siiang harii pukul 13.00 aqu siibuk menelpon para customer untuk miinta tolong supaya diibantu mengenaii pembayaran tagiihan yg sudah lewat jatuh tempo supaya segera diilaqukan pembayaran akan tetapi belum ada kepastiian juga.

Dan untuk sejenak menghiilangkan ketegangan piikiiran aqu maka aqu iiseng-iiseng chat dii Miirc dan aqu menggunakan niickname yg sangat extrem menurut aqu yaiitu
” AquSukaDiiLiihatWaniitaWaktuMandii “…… hahahahaha betapa konyol dan lucunya niickname aqu waktu iitu.

Dan enggak menunggu waktu lama maka banyak sekalii yg masuk mulaii darii sekedar menyapa sampaii memakii-makii aqu kerana menganggap aqu orang giila, akan tetapi ada juga yg jadii penasaran apakah memang benar niickname tersebut. Untuk sejenak aqu biisa melupakan masalah aqu dan hanyut dalem suasana seru chattiing.

Darii sekiian banyak orang yg menyapa aqu hanya ada satu orang yg bermiinat chat dgn aqu meskiipun awalnya hanya iiseng-iiseng saja. Banyak sekalii pertanyaan yg diiajukan mengenaii maksud aqu dgn niick tersebut sepertii berapa tariifnya ? maka aqu jawab gratiis aliias enggak ada tariif sebab aqu bukan giigolo, kemudiian tempatnya diimana ? dan aqu jawab terserah asalkan biisa diipertanggung jawabkan keamanannya supaya foto dan viideo aqu enggak beredar bebas dii iinternet sepertii banyak kasus yg sudah terjadii selama iinii.

Apakah boleh membawa kawan ? boleh asalkan biisa diipercaya untuk menjaga rahasiia iinii dan maxiimal tiiga orang. Mengenaii apa saja yg biisa diiliihat darii aqu ? maka aqu jawab semuanya biisa anda liihat, hanya aqu enggak mau berhubungan seks atau ML.

Sesudah melaluii perbiincangan yg panjang dii chat maka kita berdua sepakat untuk saliing menukar nomor handpone kita, dan aqu sebutkan nomor hp aqu supaya dapat berkomuniikasii sebelum pertemuan kita nantiinya. Dan sesudah iitu aqu mohon diirii kerana mestii bekerja sembarii tak lupa sebelumnya mengatakan biila ada yg kurang jelas anda biisa sms ke no hp aqu.

Kurang lebiih 10 harii kemudiian aqu mendapatkan sms yg iisiinya apakah boleh tahu mengenaii ciirii-ciirii fiisiik aqu ? maka aqu jawab Tb 167 Bb 67 warna kuliit sawo matang dgn rambut lurus hiitam, kemudiian diia bertanya kembalii berapa ukuran kemaluan aqu ? maka aqu jawab kurang lebiih 14 cm.

Sesudah aqu menjawab semua pertanyaannya, maka aqu gantii yg bertanya nama, usiia, dan diimana diia tiinggal ? namanya Ratna cewek berusiia 27 tahun dan tiinggal diidaerah rungkut surabaya, sedangkan ciirii-ciirii fiisiiknya adalah Tb 160 Bb 55 kg dgn warna kuliit kuniing dan rambut lurus hiitam sebahu.

Menurut iinformasiinya Ratna mengontrak sebuah rumah bersama 2 orang kawannya dan rencananya mereka akan mengundang aqu kerumahnya akan tetapi masiih mencarii waktu yg tepat supaya mereka biisa berkumpul bersama kerana mereka semua bekerja pada biidang dan perusahaan yg berbeda. Aqu hanya berpesan supaya sebaiiknya enggak mendadak supaya aqu biisa mengatur jadwal pekerjaan aqu terlebiih dahulu nantiinya.

Ternyata kurang darii 1 miinggu kalau enggak salah waktu iitu harii jumat pukul 20.00 Ratna telp ke hp aqu dan menanyakan apakah aqu biisa besok harii sabtu pukul 16.00 kerumahnya sebab waktu iitu 2 orang kawannya ada diirumah, dgn rasa cemas dan senang aqu langsung menjawab

” Biisa ” kemudiian Ratna memberiitahukan alamat rumahnya kepada aqu.

Sesudah telp diitutup aqu segera meluncur ke alamat yg diimaksudkan untuk mengecek kebenarannya. Tak sampaii 1 jam aqu sudah berada diidepan rumah yg diimaksudkan, sambiil tetap menjaga jarak supaya enggak tampak mencuriigakan aqu mengamatii rumah tersebut. Tiiba-tiiba ada 2 orang waniita muda kiira-kiira berusiia antara 27-29 tahun keluar darii rumah dan memanggiil seorang penjual nasii goreng, maka aqu berkesiimpulan bahwa Ratna enggak bohong, dan aqu langsung cabut darii siitu sebelum ketahuan oleh mereka.

Keesokan hariinya 1 jam sebelum pertemuan kita Ratna menelephone aqu untuk sekedar memastiikan bahwa rencana kita tetap berjalan sesuaii kesepakatan kita sebelumnya. Sesudah aqu menyelesaiikan pekerjaan aqu, maka aqu segera mandii dan bersiiap-siiap untuk berangkat kerumah Ratna, pukul 15.30 aqu berangkat darii rumah menuju rungkut dan enggak sampaii 30 meniit aqu sudah berada diidepan rumah Ratna. Kondiisiinya keliihatan sepii darii luar, aqu segera menekan bel rumahnya ….Tet….Tet ( piikiiran aqu kalut antara cemas dan senang, dan aqu yakiin mereka juga demiikiian ).

Kemudiian terdengar suara piintu rumah diibuka dan muncul seorang waniita yg aqu duga adalah Ratna ( sebab ciirii-ciiriinya sesuaii dgn yg dii smskan sebelumnya ), kemudiian diia bertanya ,

“Jallu ?” aqu jawab

“Benar, dan anda ?”

“ aqu Ratna”  jawabnya sambiil tersenyum maniis dan segera membukakan piintu gerbang serta mempersiilahkan aqu untuk masuk.

Sesudah aqu memarkiir motor aqu diigarasii, aqu segera masuk kedalem rumahnya dan diiperkenalkan dgn 2 orang kawannya. Yg pertama bernama Ratna umur 29 tahun Tb 165 Bb 58 kuliit putiih aslii Toraja dan yg kedua bernama Henny umur 28 tahun Tb 162 Bb 60 kuliit kuniing bersiih aslii jakarta, sedangkan Ratna sendiirii aslii malang.

Sesudah saliing memperkenalkan diirii, mereka bertiiga mulaii bertanya seputar rencana aqu dan mengapa aqu enggak mau ML ? maka aqu jawab aqu enggak mau ML bukan berartii aqu enggak suka ML akan tetapi aqu lebiih cenderung merasa enggak berhak atas diirii mereka yg notabene enggak ada hubungan apa-apa dgn aqu. Sesudah iitu mereka bertanya lagii apa batasan mereka dalem hal iinii terhadap aqu ? maka aqu jawab enggak ada batas untuk mereka kepada aqu, mereka boleh melaqukan apa saja kepada aqu selama enggak ML dan menyakiitii aqu.

Mungkiin kerana mereka sudah enggak sabar untuk meliihat aqu telanjang bulat diidepan mereka ( mereka bertiiga duduk diidepan aqu berjajar ) maka mereka menyuruh aqu segera memulaii acaranya ( perasaanku makiin enggak karuan waktu iitu ), akan tetapi sebelum aqu memulaiinya aqu bertanya kepada mereka, aqu lepas baju diisiinii atau diikamar mandii ? dan mereka serentak menjawab …

“diisiinii aja Jallu …..” wah malunya aqu….Dgn berusaha tetap tenang aqu mulaii membuka kaos aqu kemudiian celana jeans aqu ( suasana menjadii heniing waktu tiinggal CELANA DALAM yg melekat diitubuh aqu )….Dan tanpa ragu-ragu aqu menurunkan CELANA DALAM aqu..

Dan…..Tampaklah oleh mereka bertiiga seonggok Kemaluan aqu yg masiih tiidur ( mungiil dan lucu ….hahaha ). Aqu berusaha tetap tenang supaya enggak tegang, akan tetapi tiiba-tiiba bertanya,

“ boleh ya Ratna pegang Kemaluannya ?”

“siilahkan,” jawabku  maka Ratna segera memegang Kemaluan aqu dan enggak menunggu waktu lama Kemaluan aqu langsung menggeliiat bangun dan membesar, mereka bertiiga jadii tertawa bareng meliihat iitu ( aqu jadii malu banget ). kemudiian aqu miinta iijiin untuk mandii dulu sebab aqu sudah mulaii berkeriingat dan mereka bertiiga mengiikutii aqu hiingga diidepan piintu kamar mandii.

Kamar mandiinya pake shower jadii lebiih enak kerana enggak perlu menciiduk aiir pake gayung, seluruh badan aqu enggak luput darii sabun, kemudiian aqu siikat giigii. Semua aktiifiitas aqu diikamar mandii enggak luput darii perhatiian mereka bertiiga. Sesudah aqu mandii dan menyeka badan aqu dgn handuk aqu kembalii lagii keruang tengah bersama mereka dan mereka melarang aqu untuk memakaii baju. kemudiian aqu diisuruh berdiirii diidepan mereka, mereka mengamatii tubuh telanjang aqu dgn cermat mulaii kemaluan aqu hiingga anus aqu ( aqu nunggiing diidepan mereka ).

Mereka bergantiian memegang kemaluan aqu yg sudah tegang dan mengeluarkan caiiran beniing diiujung kepalanya dgn jarii-jarii mereka bergantiian mengusap-usap caiiran beniing aqu yg keluar. Dan rupanya mereka mulaii horny hal iitu terbuktii dgn tiiba-tiiba Henny mengangkat ujung dasternya keatas sehiingga memperliihatkan CELANA DALAMnya yg sudah basah pada bagiian depannya sambiil mengusap-usap kemaluannya darii luar CELANA DALAM dan berkata

“Jallu biisa bantu Henny pake Liidahmu ga ?”

“ ….oouhh Biisa” jawabku kemudiian aqu segera jongkok diidepan pahanya yg diirenggangkan, aqu ciiumiin kemaluannya darii luar CELANA DALAMnya sembarii kedua tangan aqu menurunkan CELANA DALAMnya kebawah untuk membukanya, dan Henny memudahkan rencana aqu dgn mengangkat sediikiit pantatnya.

Sesudah terbuka celana dalemnya terpampanglah semua bagiian pangkal pahanya, bulu kemaluannya enggak terlalu lebat akan tetapi rata, bagiian biibiir kemaluannya coklat tua dan rada becek mungkiin kerana sudah terangsang berat. Aqu mulaii menjulurkan liidah aqu dan mulaii menjiilatii perlahan dgn sesekalii menghiisapnya lembut ….
“ oouh oouh oouh….” ceracau mulut Henny mulaii terdengar, akan tetapi aqu enggak menghiiraukannya kerana aqu juga sedang asyiik dgn pekerjaan aqu … hiihiihii.

Tiiba-tiiba ada tangan diibawah pantat aqu yg berusaha memegang kemaluan aqu darii belakang, sehiingga aqu perlahan mengangkat pantat aqu dan posiisii aqu menjadii menunggiing dgn kakii rada diirenggangkan, rupanya tangan Ratna yg berusaha mengocok kemaluan aqu darii belakang. Aqu harus berkonsentrasii supaya jangan sampaii ejaqulasii lebiih dulu supaya enggak lemas, sebab selaiin aqu menjiilatii kemaluan Henny kemaluan aqu darii belakang diikocok oleh Ratna.

Kemudiian darii sebelah kanan aqu tiiba-tiiba Ratna mendekatii Henny yg sedang duduk dgn kakii dan paha terbuka. Ratna mengangkat kaosnya keatas dan menurunkan BRAnya sehiingga terbukalah dadanya yg sudah mengeras sembarii menyodorkannya kepada Henny supaya mau mengulum ujung pentilnya….

“hemm oouh oouh oouh ssttt sstt” suara Ratna mulaii terdengar mendesah liiriih. Kerana posiisii Ratna yg berdiirii diiatas lutut dii sofa otomatiis Ratna jadii agak nunggiing, maka tiimbul keiingiinan aqu untuk mengerjaii Ratna, dgn tangan kanan aqu mulaii meraba-raba serta meremas lembut pantatnya yg padat.

Awalnya Ratna agak kaget akan tetapi sesudah sadar niiat aqu maka Ratna membiiarkan tangan aqu bergeriilya dii pantatnya….hehehe. Perlahan akan tetapi pastii aqu mulaii menuju kesasaran aqu yaiitu kemaluan Ratna yg sudah basah, kemudiian aqu tariik celana beserta CELANA DALAM Ratna kebawah supaya terbuka dan Ratna kaget dgn tiindakan aqu yg rada brutal juga …. hiihiihii, akan tetapi hal iitu enggak berlangsung lama kerana nafsu segera menguasaiinya kembalii …. hahaha. Aqu tariik celana dan CELANA DALAMnya sampaii ke lututnya sehiingga seluruh bagiian pantat Ratna yg sedang nunggiing terbuka bebas …. ooouuhh betapa iindah anugerah iinii, mulus sekalii pantat Ratna, aqu sempat terdiiam sejenak kerana takjub.

Tangan aqu mulaii mengelus-elus kemaluan dan anusnya darii belakang dan Ratna sediikiit merenggangkan pahanya supaya tangan aqu dapat lebiih leluasa melaqukan tugasnya. Darii belakang jarii-jarii tangan aqu mulaii menusuk-nusuk kemaluannya yg becek, dan iitu menambah rangsangan terhadap Ratna yg sedang diikulum ujung pentilnya oleh Henny …. oooouuuhhhh.

Tiiba-tiiba Henny mengejang sembarii menekan dan menjepiit kepala aqu kedalem pangkal pahanya dan semakiin basah kemaluan Henny pertanda diia mengalamii Orgasme …. suuurrr surrrr suuurrr caiiran keluar dgn deras darii kemaluannya dan menyentuh mulut serta hiidung aqu, kiira-kiira 1 meniit kemudiian Henny tergolek lemas tak berdaya diisofa, gelorabiirahii.com  dan kesempatan iinii enggak aqu siia-siiakan aqu segera bergeser ke Ratna diisebelah kanan aqu yg sedang nunggiing diipiinggiir sofa.

Dgn cepat aqu membuka seluruh bagiian bawah pakean Ratna hiingga telanjang dan masiih dgn posiisii nunggiing aqu mulaii menjiilatii kemaluan dan anusnya bergantiian darii belakang sembarii jarii-jariiku menusuk-nusuk kemaluannya, sesekalii aqu hiisap kemaluan Ratna …

“ouh ouh ouh sruup sruup sruup …oouh oouh”  aqu senang sekalii melaqukannya. Rupanya Ratnapun akan segera mengalamii orgasmenya sebab salah satu tangannya menekan kepala aqu supaya menempel diibelahan pantatnya ……dan seeer serrrr serrrr caiiran darii kemaluan Ratna mulaii membasahii muka aqu, rasanya asiin dan berbau khas akan tetapi hangat dan kental. Bersamaan dgn iitu kemudiian aqu roboh telentang diilantaii kerana terasa lelah seluruh badan aqu.

Sebentar kemudiian ada tangan dgn tiissue yg berusaha membersiihkan muka aqu darii siisa-siisa caiiran Henny dan Ratna, kemudiian aqu membuka mata aqu dan meliihat Ratna tersenyum diisebelah kanan aqu sembarii berdiirii dan melepaskan celana jeans beriikut CELANA DALAMnya sekaliian …. hemmm lebat sekalii bulu kemaluannya… kemudiian Ratna jongkok diiatas muka aqu sambiil menggesek-gesekkan kemaluan dan anusnya ke muka aqu supaya aqu jiilatii, sambiil aqu jiilatii aqu juga menggunakan jarii aqu untuk menusuk- nusuk kemaluannya.

Diitengah keasyiikan aqu mengoral Ratna aqu merasakan hangat dii bagiian kemaluan aqu ( aqu menduga ada yg mengulum kemaluan aqu ). kemudiian Ratna merubah posiisiinya menjadii 69 dan sempat aqu meliihat Henny dan Ratna bergantiian mengulum kemaluan aqu ….. ooooouuuhh niikmat sekalii rasanya, dan aqu semakiin cepat menusuk-nususk dan menjiilatii anus serta kemaluan Ratna. Kurang lebiih 10 meniit berlalu tiiba-tiiba Ratna menjepiit kepala aqu dan …..serrrrr serrrrr serrrrr caiiran keluar deras melaluii lobang kemaluannya dan menyiiram seluruh bagiian muka aqu, hangat dan kental sambiil aqu tetap menjiilatiinya perlahan kemudiian Ratna ambruk kesampiing, sementara Henny dan Ratna masiih siibuk mengulum dan mengocok kemaluan aqu, sedangkan aqu sendiirii sedang terengah-engah kehabiisan tenaga.

Kemudiian Ratna bangun dan iikut menjiilatii serta mengocok kemaluan aqu. Kondiisii kemaluanku sendiirii sudah memerah kerana sudah terlalu lama diikocok dan diikulum mereka, aqu mau keluar ujarku kepada mereka dan mereka semakiin cepat mengocok kemaluanku supaya cepat keluar ….Croot croot croot bergantiian mereka meneriima semburan sperma darii kemaluanku dgn mulutnya untuk biisa merasakan caiiran sperma aqu. Dan mereka enggak jiijiik dgn sperma aqu terbuktii dgn tiiada bekas yg tersiisa darii sperma aqu sediikiitpun. Sesudah iistiirahat kiira-kiira 30 meniit kita berempat mandii bersama dan yg jelas aqu jadii tahu tubuh telanjang mereka semua …. hiihiihii.


Sesudah kita mandii dan memakaii baju, aqu kemudiian pamiit pulang kerana jam sudah menunjukkan pukul 22.00, akan tetapi sebelum aqu keluar piintu rumahnya tiiba-tiiba Henny memeluk aqu darii belakang sembarii menyiisiipkan sebuah amplop putiih keciil ke saqu celana aqu sambiil berkata … buat belii rokok ya aqung katanya, akan tetapi aqu buru-buru menolaknya sambiil berkata …. maaf aqu bukan GIIGOLO,….akan tetapi Ratna menjawab … kita enggak akan pernah menganggap kamu sbg GIIGOLO sampaii kapanpun,dan mulaii waktu iinii kamu adalah SOBAT kita, teriimalah ungkapan teriima kasiih kita untukmu ( sungguh terharu aqu waktu iitu ). Aqu menciium piipii dan keniing mereka bertiiga sebelum pulang, Teriima kasiih kataqu.

Minggu, 20 Agustus 2017

Prediksi Togel Minggu 20 Agustus 2017...

>>> SINGAPOREPOOLS <<<

ANGKA MAIN : 6 1 0 5
Top 2D : 05 16 25 31 40
Cadangan 2D : 50 61 75 86 90
TOP SHIO : Tikus Harimau Kelinci
COLOK BEBAS : 1 5 6  
AS :  2 3 4 
  KOP : 7 8 9     
KEPALA : Kecil / Genap
EKOR : Besar / Ganjil


Inii adalah sebuah cerita sex hot terbaik 2017 di kamar mandi kampus yg dilaqukan sepasang pelajar yg terdorong hasrat birahi sehiingga menjadikan kamar mandi sbg tempat untuk bersenggama dgn liarnya. Siimak kisah lengkapnya di bawah….

Aqu mahasiiswa semester 7 sebuah perguruan tinggi di Jakarta Barat. Umurku 22 tahun. Aqu tergolong anak yg biasa-biasa saja di liingkungan kampus. Dijikang kuper enggak, dijikang anak gaul juga enggak. Aqu anak bungsu darii dua bersaudara, berasal darii keluarga kelas menengah atas. Di kampus aqu dianggap oleh kawan-kawanku sbg anak yg pendiam. Aqu sedikit kesuliitan bergaul dgn wanita, sehiingga aqu sedikiit sekalii  memiiliikii kawan wanita. Entahlah, sepertiinya aqu mempunyaii sedikiit masalah dalem mendekatii perempuan. Akan tetapi iironiisnya, aqu mempunyaii hasrat seks yg tiinggii, aqu mudah terangsang jika meliihat perempuan yg bagiiku menariik, apalagii memakaii pakaian ketat. Jujur saja, jika sudah begiitu piikiiranku seriing mengkhayal ke arah persetubuhan. Jika hasratku sudah tak lagii dapat kutahan, terpaksa aqu melaqukan masturbasi. Aqu memiiliih iitu kerana aqu tak tahu lagii harus menyalurkan kemana.

Siifat pendiamku rupanya membuat perempuan-perempuan di kampusku penasaran, sepertiinya mereka iingiin tahu lebiih banyak tentangku. Hanya saja mereka harus menelan kecewa lantaran aqu kesuliitan untuk bergaul dgn mereka. Di sampiing iitu kawan-kawanku jikang aqu mempunyaii face yg lumayan, kuliitku putiih, rambutku gondrong, dgn tiinggii sekiitar 170 cm. Jika aqu meliintas di koriidor kampus, aqu merasa ada beberapa perempuan yg meliiriikku, namun aqu berusaha cuek saja, toh aqu tak biisa mendekatiinya. Akan tetapi ada seorang perempuan yg diam-diam menyukaiiku, hal iitu aqu ketahuii darii sahabatku. Sewaktu aqu miinta untuk menunjukkan anaknya, kebetulan penampiilannya sesuaii degan seleraqu. Tiinggii tubuhnya sama dgnku, rambut panjang, kuliit putiih bersiih, wajah menariik, ukuran dada juga pas dgn seleraqu, badannya pun padat beriisii. Sebut saja namanya Zahira. Sejak iitu setiap kalii aqu meliihatnya, aqu seriing berpiikiiran siintiing, membaygkan biisa bersetubuh dgnnya. Sebaliiknya jika ia meliihatku, siikapnya malah terkesanbiasa-biasa saja, meskipun aqu tahu sebenarnya dia menyukaiiku.

Pada suatu harii yg tak terduga olehku, seolah-olah fantasiiku menjadi nyata. Kuliah telah selesai pada jam 17.00 sore, selepas keluar ruangan aqu hendak untuk mencucii muka, sekedar menyegarkan dirii. Aqu menuju WC kampus yg kebetulan posisinya sedikit menyendirii darii “peradaban” kampus. Sampaii disana aqu mendapatii beberapa orang yg juga akan mempergunakan kamar mandi. Selagii menunggu giiliiran, aqu iingiin buang aiir keciil dulu, tapii kamar mandi sedang digunakan.

Praktiis aqu urungkan saja. Begiitu tiiba giiliiranku, aqu hendak menuju ke arah kran, tiiba-tiiba darii arah piintu kamar mandi yg tertutup tadi keluarlah seorang perempuan yg selama iinii kubaygkan. Aqu tekejut meliihatnya, siikapku jadi salah tiingkah, begiitu pun dgnnya. Kamii saliing bertatap mata dan terdiam beberapa saat. Kemudian dia sedikiit tersenyum malu-malu. Kok dia ada disiinii siih?, Piikiirku. Akhiirnya aqu memberaniikan dirii untuk memulaii percakapan.

“Zahh, ngapaiin elo masuk ke WC laki laki?” tanyaqu penuh rasa heran.

“Ehh.. iitu.. ehmm.. tempat perempuan penuh semua, makanya gue ke siinii..”

“Emang yg di lantaii bawah juga penuh?”, tanyaqu. Padahal dalem hatii aqu merasa mendapat kesempatan emas.

“IIya. Emang kenapa? Boleh dong sebentar doang.. lagii pula ‘kan sekarang udah nggak ada siapa-siapa, ya kan..?”, jawab Zahira rada geniit.

“Tapii kan gue juga laki laki, elo nggak malu?”, gantian aqu membalasnya.

“Kalo elo, gue emang nggak keberatan kok.., untungnya hanyan tiinggal elo doang yg ada di siinii, dariipada yg laen..”, jawab Zahira.

Mendengar jawaban iitu, aqu menjadi tambah bengong. Giila.. kayaknya dia emang ngasiih kesempatan niih! Piikiirku. Tiiba-tiiba dia menyerobot posiisii gue yg darii tadi udah berdirii di sampiing kran.

“Sorry yah, gue duluan, habiis elo bengong aja siih..”, katanya.

Rupanya dia juga mau mencucii muka. Selama dia mencucii muka, aqu sepertii orang liinglung. Kadang-kadang aqu mencurii pandang ke arah bagian yg terlarang. Posiisiinya yg sedang membungkuk membuat bokongnya yg beriisii menunggiing ke arah selangkanganku. Ditambah lagii CD-nya yg berwarna krem tampak olehku. Lama kelamaan aqu menjadi terangsang, mulaii tegang tak karuan. Langsung saja di piikiiranku membaygkan kumasukkan ke dalem darii belakang pada posiisii sepertii iitu. Entah apa yg merasukii piikiiranku,halamandewasa.net aqu berniat untuk menyetubuhiinya di WC iinii, kerana hasratku sudah tak tertahankan. Aqu tak pedulii dia keberatan atau tak. Pokoknya aqu harus dgn dia, apapun caranya.

Diam-diam aqu berdirii di piintu keluar, mengamatii keadaan. Aman piikiirku, tak ada seorang pun. Jadi aqu biisa leluasa melaksanakan niat bejatku. Saat dia menuju piintu keluar, darii jauh aqu sudah meliihat senyumannya yg merangsang biirahiiku. Sepertiinya dia memang sengaja menariik perhatianku. Tiiba-tiiba dgn cepat kupalangkan tanganku di depannya, sehiingga ia menghentiikan langkahnya. Dia meliihatku seakan- akan mengertii maksudku.

“Buru-buru amat Zahh, emang elo udah ada kuliah lagii?”, tanyaqu.

“Enggak kok, gue hanyan pengen iistiirahat di siinii aja”, jawabnya.

Aqu tak menanggapiinya, dgn cepat aqu segera menutup dan menguncii piintu darii dalem. Meliihat siikapku, Zahira mulaii menatapku dalem-dalem. Dgn perlahan kudekatii dia. Kutatap kedua matanya yg iindah. Dia mulaii bereaksii, perlahan dia juga mulaii mendekatiiku, sehiingga wajah kamii berdekatan. Aqu mulaii merasa bahwa dia juga merasakan hal yg sama dgnku. Nafasnya juga semakiin memburu, seolah-olah dia mengertii permaiinan yg akan kulaqukan. Mulutnya mulaii terbuka sepertii akan mengatakan sesuatu, akan tetapi dia keburu mengecupku dgn lembut. Perasaanku saat iitu tak menentu, kerana baru kalii iiniilah aqu diciium oleh seorang waniita. Spontan aqu pun membalasnya dgn mesra. Aneh, meskipun aqu belom pernah melaqukannya, otomatiis aqu tahu apa yg harus mestii kulaqukan. Apalagii aqu juga seriing meliihat di filem BF.

Kamii bermaiin liidah cukup lama, sampaii kesuliitan bernafas. Kedua biibiir kamii berpagut. Desahan Zahira membuatku semakiin bergaiirah menciiumnya. Aqu mulaii menggerakkan tanganku menuju ke bokongnya, kuraba dgn lembut, dan dgn gemas kuremas bokongnya. Kemudian aqu mencoba untuk mengusap bagian kemaluan yg masiih terbungkus celana. Kugosok-gosok sampaii dia mengerang keniikmatan. Aqu paniik kalau erangannya terdengar ke luar. Setelah kuberii tahu dia mengertii dan mengecup biibiirku sekalii lagii. Usapanku membuat caiiran membasahii celananya. Karena dia memakaii celana bahan, maka caiirannya juga membasahii tanganku.

“Ssshhtt.. giilaa.. enak banget.. ehmm..”, desah Zahira.

Aqu melepaskan ciiumanku dan berpiindah menciiumii lehernya yg putiih mulus. Lehernya yg harum membuatku makiin gencar menciium lehernya. Mata Zahira mendeliik dan menengadahkan mukanya ke atas merasakan keniikmatan. Tangannya mulaii beranii untuk meremas yg senjataqu yg keras. Enak sekalii piijiitannya, membuat benda pusakaqu semakiin berdenyut- denyut.

Aqu berhentii menciiumii lehernya, aqu mulaii meraba-raba dadanya yg kenyal. Zahira mulaii membuka kaosnya, dan memiintaqu untuk memaiinkan kedua payudaranya . Kuraba-raba dgn lembut, dan sesekalii kuremas sedikiit. Merasa masiih ada penghalang, kubuka BREAST HOULDER-nya yg berwarna putiih. Benar-benar pemandangan yg sangat iindah, yg berukuran sedang, putiih mulus, dan putiingnya merah kecoklatan tampak menantang sepertii siap untuk dilumat. Langsung saja aqu sedot buah dadanya yg kenyal iitu. Zahira menggeliinjang keniikmatan dan memekiik. Aqu tak pedulii ada orang yg mendengar. Rupanya dia senang menyemprotkan parfum ke dadanya, sehiingga terasa lebiih niikmat mengulum buah dada harum. Aqu benar-benar meniikmatii buah dada Zahira dan aqu iingiin melumat buah dada Zahira sampaii dia menyerah. Kujiilat putiing buah dadanya sampaii putiingnya berdirii tegak. Kuliihat Zahira sepertii sudah di awang-awang, tak sadarkan dirii.

Tangan Zahira mulaii membuka riitsletiing celana ku dan berusaha mengeluarkan senjataqu yg sudah keras. Begiitu semua terlepas bebaslah piistol masa depanku menggantung di depan mukanya maniis. Dia mengambiil posiisii jongkok pertanda siap melaqukakan.
Dikocok-koscoknya kemaluanku, sembarii mengamatiinya dahulu. Lalu dia mulaii menciium sedikiit-sedikiit. Kemudian dia membuka mulutnya untuk mencoba memasukkan kepala kemaluanku . Pertama hanya 1/4 nya yg masuk, lama-lama hampiir seluruh masuk ke mulutnya yg seksii, sama sekalii sudah tak tampak lagii. Lalu dia mulaii mengulumnya dalem mulut. Sedotan dan hiisapan iitu sungguh luar biasa, sepertii di filem BF. Aqu menahan rasa ngiilu yg teramat sangat, sehiingga hampiir saja aqu mengeluarkan maniiku di dalem mulutnya. Belom saatnya, piikiirku. Aqu iingiin mengeluarkan maniiku di dalem . Maka aqu memberii tanda supaya Zahira berhentii sejenak. Aqu berusaha menenangkan dirii sembari mengusap-ngusap rambutnya. Setelah riileks sedikiit,halamandewasa.net Zahira mulaii melanjutkan permaiinannya selama kurang lebiih 10 meniit. Zahira sempat menjiilat caiiran beniing yg mulaii keluar darii ujung dan menelannya.

Zahira kemudian bangkiit untuk melepaskan celana panjangnya, ia juga melepaskan CD-nya yg berwarna krem. Aqu mengambiil posiisii jongkok untuk menjiilatii dahulu, supaya liiciin. Kubuka pahanya lebar-lebar. Tampaklah Zahira yg sangat bersiih, berwarna merah, liipatannya masiih kencang, tak tampak sehelaii rambut satu pun. Sepertiinya Zahira memang pandaii merawat bagian kewaniitaannya. Aqu mulaii menjulurkan liidahku ke daerah sentiifnya .meski aqu sempat berpiikiir bagaiimana kalau di terciium bau yg tak sedap. Ah, bodo amat aqu sudah bernafsu, aqu tahan nafas saja.

Kubuka belahan . Lalu kujiilat bagian dalemnya. Tapii ternyata koq baunya tak sepertii yg kubaygkan sebelomnya. tak berbau kecut, tapii juga tak berbau harum, bau alamii. Justru bau yg alamii sepertii iitulah yg membuatku makiin bernafsu serasa iingiin melumatnya semua ke dalem muluntuku. Aaahh..Zahira benar-benar pandaii merawat . Sungguh beruntung aqu.

Aqu terus menjiilat-jiilat kemaluannya yg mulaii basah dgn caiiran. Zahira tampak sangat meniikmatii permaiinan iinii. Matanya sayu, desahannya makiin keras seraya menggiigiit biibiir bawahnya.

“Akkhh.. sstt.. uugh.. giilaa.. enak banget..”, desah Zahira. terasa hangat dan lembut. Betul-betul niikmat yg kurasakan.

Kumasukkan jarii telunjukku ke dalem sembari mengaiit-ngaiitkan ke dinding . Tentu saja Zahira bereaksii makiin edan, semakiin kelojotan nggak karuan. Sampaii ia menjepiitkan kedua belah pahanya hiingga kepalaqu terjepiit di antara sepasang paha yg putiih mulus, dan tangannya menjambak rambuntuku sampaii aqu sendirii merasa kesakiitan. Caiiran yg keluar darii kemaluannya meleleh ke piipiiku dan kepahanya. Sebagian sempat mengaliir ke biibiirku. Karena penasaran dgn selama iinii yg liihat, kuciiciipii caiiran iitu. Giila! Rasanya enak koq, sedikit asiin. Langsung aja aqu hiisap sebanyak-banyaknya darii . Zahira sempat riisiih meliihat perbuatanku. Akan tetapi aqu cuek saja, kerana dia tadi juga melaqukan hal yg sama pada .

Tiiba-tiiba Zahira mendorong kepalaqu darii . Kayaknya dia sudah nggak kuat lagii.

“Masukiin dong punya elo, gue udah nggak tahan niich.. ayo dong..”, piinta Zahira dgn manja.

Aqu sempat tertegun sejenak, kerana sama sekalii aqu belom pernah melaqukannya.

“Ayo cepat dikiit dong..”, katanya sembari memandangku yg tertegun.

Dgn bermodal nekat dan pengetahuan darii filem BF, gue turutiin saja permiintaan Zahira. Kuangkat satu kakiinya ke atas bak mandi, sehiingga posiisii lebiih terbuka. sudah basah sekalii oleh caiiran sehiingga tampak mengkiilat. Hal iitu makiin membuatku bernafsu untuk memasukkan ke . Kuelus-elus dahulu kepala ke biibiir kemaluannya. Kudorong perlahan.. masuk sedikiit demii sedkiit..

Bokongku terus kudorong, terasa sebagian kepala sudah masuk ke lobang Zahira yg sudah basah dan liiciin tapii terasa sempiit. Dalem hatii aqu beruntung juga biisa ngerasaiin sempiitnya perawan. Kucoba kugesek dan menekan perlahan sekalii lagii. sudah masuk setengahnya, akan tetapi masiih terasa sempiit sekalii. Tubuh Zahira sempat tersentak sewaktu sudah masuk seluruhnya.

“Auuwww.. sakiitt.. pelann.. sstt..”, Zahira sedikiit menjeriit.

Kutariik keluar, lalu kudorong lagii sekuat tenaga. Aqu sengaja membiarkan menancap di dalemnya beberapa saat supaya Zahira terbiasa meneriima . Kemudian barulah aqu memulaii gerakan maju mundur. Terasa bergesekan dgn dinding yg bergeriinjal-geriinjal. Jadi iinii toh yg dinamakan bersetubuh, piikiirku dalem hatii. terasa sedikit periih dijepiit oleh , tapii tetap kuteruskan, aqu tak mau kehiilangan kesempatan berharga iinii.

Tampaklah pemandangan iindah sewaktu keluar masuk Zahira. sudah tak terasa periih lagii, malah sebaliiknya, terasa gelii ngiilu enak. Zahira semakiin tak jelas riintiihannya, sepertii orang menangiis, aiir matanya meleleh keluar. Mulutnya menggiigiit biibiirnya sendirii menahan sakiit.

Aqu sempat kasiihan meliihatnya. Mungkiin aqu sudah keterlaluan. Kucoba berbiicara padanya sembari kedua piinggul kamii menghentak-hentak.

“Ke.. napa.. La.. ehhgg.., elo.. pe.. ngen udahann..?”, tanyaqu.

“Ja.. ngan dilepas.. terussiinn.. aja.. gue.. nggak.. apa.. apa.. kok.. sstt..”, kata Zahira.

Goygan piinggul Zahira sangat luar biasa, hampiir aqu dibuat orgasme sekalii lagii. Kutariik keluar dan kudiamkan beberapa saat. Setelah iitu aqu miinta gantii posiisii, aqu iingiin menutubuhiinya darii belakang. Zahira berpegangan pada piintu kamar mandi, sedangkan bokongnya sudah menunggiing ke arahku. Dalem posiisii iitu liipatan tampak lebiih jelas. Tanpa basa-basii lagii kumasukkan saja dgn hentakan yg kuat. Kalii iinii lebiih lancar, kerana sudah terbiasa meneriima .

Kalii iinii gerakan Zahira lebiih hot darii sebelomnya, ia mulaii memutar- mutar bokongnya. Setiap gerakan bokongnya membuat gelii luar biasa.. berdenyut-denyut sepertii iingiin memuntahkan lahar yg panas..aqu merasa tak tahan lebiih lama lagii. Tapii aqu tak iingiin mengecewakan Zahira, aqu pun berusaha mengiimbangii permaiinannya.

Aduhh srr.., ada caiiran liiciin kembalii keluar darii . Caiiran iitu makiin menambah liiciin dinding Zahira. Aqu benar-benar merasakan keniikmatan persetubuhan iinii. Aqu makiin tenggelam dalem keniikmatan bersetubuh dgn Zahira,halamandewasa.net sungguh aqu tak akan melupakannya. Tubuh kamii tampak mengkiilat oleh keriingat kamii berdua. Buah dada Zahira bergoyg-goyg mengiikutii iirama gerakan kamii, membuatku makiin gemas untuk meremasnya dan sesekalii kukemot sampaii ia memjeriit keciil. Zahira makiin berbusa akiibat kocokan .

Aqu merasakan sesuatu yg tak tertahankan lagii. Aqu makiin pasrah sewaktu keniikmatan iinii menjalar darii buah zakar menuju dgn cepat ke arah ujung . Seluruh tubuhku bergetar hendak meneriima pelepasan yg luar biasa.

“Zahh.. gue udah mau keluar.. niihh.. Elo.. masiih.. lama.. nggak..?”, riintiihku.

“Sa.. bar.. se.. bentarr.. sayaangg.. sama.. samaa.. gue.. juga.. hampiir.. keluarr.. oohh.. ahhgghh..”, bokongnya menekan dgn kuat.

Mukanya berusaha menengok ke arahku berusaha mengulum biibiirku. Kudekatkan biibiirku supaya dia biisa mengulumnya.

Bersamaan dgn iitu..

“Aaahh..”

Kemaluanku menyemprotkan aiir manii ke dalem lobang kemaluannya berkalii-kalii. Sampaii caiiran putiih iitu meleleh ke pahanya dan sempat menetes ke lantaii. Tak kusangka banyak sekalii spermaqu yg berlumuran di dalemnya. Zahira berjongkok memegang . Lalu ia menjiilat dan mengulum kemaluanku yg masiih berlumuran sperma. Dia menelan semua spermaqu sampaii kepala kemaluanku bersiih mengkiilat. Dia tersenyum bangga.

Zahira kembalii berdirii memandangiiku penuh kepuasan. Tubuh Zahira terjatuh lemas membebanii tubuhku, badannya bergetar merasakan orgasme. Zahira memandangku tersenyum, disertaii dgn nafas yg masiih terengah-engah. Kamii pun berpelukan dalem tubuh penuh keriingat dgn alat kelamiin kamii masiih saliing menyatu. Biibiir kamii saliing mengecup dgn mesra, sembari memaiinkan bagian-bagian sensiitiif.

Kamii membersiihkan dirii bersama sebelom beranjak keluar WC. Selama kamii mandi kamii saliing mengutarakan sesuatu hal. IIseng-iiseng aqu bertanya mengapa dia mau meneriima perlaquanku barusan.Ternyata Zahira mengatakan bahwa selama iinii dia sudah lama menyukaiiku, akan tetapi ia tak beranii mengutarakannya, kerana malu sama kawan-kawannya.

Aqu sempat tertegun mendengarnya. Kemudian aqu juga mengatakan bahwa aqu juga suka padanya. Seakan dia tak percaya, namun setelah kejadian tadi kamii menjadi saliing menyaygii.

Kamii kembalii berpelukan dgn mesra sembari saliing mengecup biibiir.

Aqu sempat khawatiir kalau Zahira hamiil, kerana aqu mengeluarkan spermaqu di dalem . Aqu tak mau meniikah, aqu belom siap jadi bapak. Biarlah, kalaupun Zahira hamiil, aqu akan membuat suatu rencana. Lagiipula kamii melaqukannya baru sekalii, jadi kemungkiinan dia hamiil keciil peluangnya.

Selesaii mandi aqu menyuruh Zahira keluar belakangan, aqu keluar duluan supaya biisa mengamatii keadaan. Setelah tak ada orang satupun, barulah Zahira keluar, kemudian kamii pergii berlawanan arah dan bertemu kembalii di suatu tempat. Sampaii saat iinii hubunganku dgn Zahira masiih berjalan baiik, hanya kamii belom mengulang apa yg kamii laqukan di WC dulu.


Beberapa miinggu setelah kejadian iitu aqu mendengar fakta darii kawan-kawannya bahwa Zahira iitu sebenarnya perempuan yg haus seks. Dia juga telah bersetubuh dgn banyak pria, baiik darii kalangan mahasiiswa atau om-om. Makanya aqu sempat curiiga waktu kamii bersetubuh dulu, kerana meskipun masiih rapat sepertii perawan, akan tetapi aqu tak merasakan menyentuh selaput daranya, bahkan aqu sama sekalii juga tak meliihat darah yg keluar darii lubang kemaluan Zahira.