www.dewalotto.com

www.dewalotto.com
Bandar Online Terbesar Terbonafit Terpercaya dengan Permainan Terlengkap All You Can Play in Dewalotto

Sabtu, 22 September 2018

Prediksi togel - Sabtu 22 September 2018


>>>SINGAPOREPOOLS<<<


ANGKA MAIN : 8 6 5 4
TOP 2D : 08 16 25 34 48
CADANGAN 2D : 58 66 75 84 98
TOP SHIO : Kambing Kerbau Kelinci
COLOK BEBAS : 4 5 6
AS : 0 1 2
KOP : 3 5 6
KEPALA : Besar / Ganjil
EKOR : Besar / Genap 



Kisah ini diawali pada saat saya sedang menjaga rental VCD punya teman. Saat itu saya bertiga, saya dan 2 orang cewek teman saya. Jam menunjukkan pukul 23:50 WIB. Karena setengah jam lagi akan tutup, maka 2 teman saya pamit pulang. Saya tidak ikut pulang karena tempat itu sekaligus juga rumah saya. Beberapa menit setelah teman saya pulang, ada mobil berhenti di depan rental. Samar-samar saya melihat di dalam mobil ada 2 orang cewek.

“Mungkin dia mau pinjam kali ya..” pikir saya saat itu.

Setelah itu pintu mobil terbuka, dan terlihatlah kaki putih mulus nan indah. Ketika kaki itu mendarat di tanah, cewek itu menurunkan roknya yang panjang (lho kok bisa sih..?). Terus tadi ketika dia mau turun dari mobil, kakinya yang putih itu kelihatan. Saya curiga, pasti ada yang tidak beres nich. Tapi masa bodoh ah.. (emang gue pikirin).

Pintu yang satunya terbuka, dan munculah cewek satu lagi, dia menggunakan celana dan kaos ketat, sehingga buah dada yang lumayan besar kelihatan putingnya yang panjang. Dua cewek yang kira-kira sudah berstatus tante-tante ini mulai memasuki rental. Mereka lihat sana lihat sini, kelihatannya mereka bingung memilih.

Ketika sedang memilih itulah awal dari kisah hot ini, tante yang pakai celana ketat itu sedang melihat CD yang letaknya agak ke tengah, jadi dia harus menungging kalau mau lihat CD tersebut. Ketika dia menungging, ouuuhh.. begitu indah lekuk tubuhnya, dan itu ohh.., itu belahan kemaluannya tergambar di celana kentatnya. Ahhhhh.. mana tahan.. batang kejantananku langsung saja tegang.. tegang.. dan tegang.. Karena saya lagi asyik memperhatikan tante yang bercelana kentat, saya tidak tahu kalau tante yang satunya mengawasi saya.

Tiba-tiba saya terkejut karena ada suara CD jatuh di sebelah kanan saya. Langsung saja saya menoleh ke kanan.. dan ahh.. mimpi kali ya.. Saya seperti tidak berada dalam alam sadar. Tante yang memakai rok tadi, ketika mengambil CD yang jatuh itu, roknya tersingkap ke atas, dan oh.. belahan pantatnya yang putih bersih dan tentu saja kemaluannya yang gemuk itu kelihatan masih ok. Vagina itu kelihatan jelas, karena bulu kemaluannya sepertinya sudah dicukur habis. Ohh.. mana tahan.. benar-benar malam yang berkesan bagiku.

“Mas, lagi lihat apa sih, kok matanya sampai melotot gitu..?”

Tiba-tiba ada suara yang mengagetkan ketika saya lihat dari arah depan, dan ternyata tante yang bercelana kentat itu sudah berada di depan saya. Oh begitu cantik dan harum sekali, body-nya yang ‘uhui’ itu membuat saya menjadi termenung lagi.

“Ihh.. Mas ini nakal deh, ditanya kok malah melototin gue.. naksir ya..?” katanya.
Saya tersadar lagi dan seakan tidak percaya dia berkata seperti itu.
“Saya harus memanggil apa nich, Ibu, Tante, Mbak atau Nona-Nona..?” kataku.
“Ehh.. darimana Mas tahu kalau saya sudah menikah..?” katanya lagi.

Sebelum menjawab, saya penasaran ingin melihat ke tante yang tadi. Saya melirik sedikit ke kanan, ehh.. dia sudah tidak ada. Gila, cepat benar tu cewek menghilangnya.

“Ehh.. begini.. saya tahu, karena di jari manis Ibu.. ee.. Tante.. ee.. Mbak.., ada cincinnya.” kataku lagi.
“Mas pintar juga ya, Mas boleh panggil Tante atau Mbak..” katanya sambil tersenyum.
Ehmm.. tambah cantik saja nih tante genit.
“Eee.. Tante mau pinjam film apa..? Kok keliatannya dari tadi bingung milihnya.. biar nanti saya yang nyariin, mungkin ketemu.” kataku berlagak sok pahlawan.
“Mas namanya siapa sih, kalau boleh tante tahu..? katanya.
“Toni tante..” kata saya.
“Aduh.. kalau gitu Mas sudah dong kenal dengan Tante..” katanya.
“Masak sih Tante, rasanya kita baru aja ketemu deh.. ya nggak Tante..” kataku penasaran.
“Toni udah lama kenal dengan Tante, tiap pagi kalau pas Tante lagi mandi, Toni selalu ngintip Tante dari dalam bak cucian. Pas Tante lagi beol, Tante jadi malu.. terpaksa Tante tutup anu Tante pakai tangan biar nggak dilihat sama Toni. Terus pas Tante lagi bersihin anu Tante. Ya khan..? Toni ngaku aja deh..!” katanya manja.
“Toni ngintip Tante mandi dari bak cucian..? Mana cukup badan Toni yang besar gini ngumpet di bak cucian..? Ahh Tante becanda ya..?” kata saya bingung.
“Nggak kok Ton, Tante memang becanda.. yang Tante maksud itu sebetulnya celana dalam suami Tante yang merk-nya TONI.. sorry ya..” katanya.
“Nggak pa-pa, tapi boleh nggak Toni ngintip Tante mandi lagi..?” kata saya menggoda.
“Ahh.. Toni kamu nakal ya..! Emangya kamu nggak pernah ngintip cewek kamu pas mandi ya..?” katanya.
“Toni belum punya pacar Tante, masih single man gicu..?” kata saya.
“Jadi kamu bebas dong kencan dengan siapa aja..” katanya.
“Ya.. ya.. ya..” kata saya girang.
“Oh ya. Tante, nama Tante siapa sih..? Dan teman Tante yang satu lagi tadi..?” kata saya.
“Juliet, dan teman Tante tadi.. mana dia ya..? Min.. Min.. kesini deh..!” teriaknya.

Terus tante yang tadi membuat saya kelabakan mendatangi kami. Dan ‘uhui’, dia juga cantik lho, wow.. wajahnya sungguh manis, mirip boneka padahal dia sudah menikah.

“Min.. kenalin ini Toni.. Ton ini Mini teman Tante. Cantik ya..?” katanya.
“Toni..” kata saya sambil melihat wajahnya yang manis.
“Mini.. Ton, kamu ganteng juga ya.. ya nggak Yul..?” katanya sambil menyubit tangan Tante Juliet.
“Ya lho Ton, kamu ganteng sekali lho..!” katanya.
“Akh.. Tante ini ada-ada saja.. Oh ya, Tante jadi nggak pinjam CD-nya..?” kataku.
“Ha.. pinjam CD..? Akhh.., kamu nakal deh..! Tante khan udah pakai CD sendiri.” kata Tante Mini.
“Akhh.. Tante becanda lagi.. tapi tadi Toni lihat Tante Mini tidak pakai CD.” kata saya.
“Eee.. kamu nakal ya.. kamu ngintip ya.. kamu jahat deh..!” katanya.
“Sorry deh Tante.. Toni nggak sengaja tadi lihat punya Tante..” kata saya meminta maaf.
“Udah ah.., kalian berdua becanda aja.. Ton, Tante mau pinjam film ‘bokep’, ada nggak..?” katanya.
“Eee.. tapi kuncinya dibawa temen saya, Tante. Jadi nggak bisa masuk ke kamar XX..” kata saya mencoba menjelaskan.
“Apa sih kamar XXxxx itu, Ton..?” tanya Tante Mini.
“Eeeeee.. Kamar penyimpanan VCD BF Tante.. takut kalau ada penggeledahan..” kata saya.
“Emangnya kamu nggak bawa kunci serepnya Ton..?” tanya Tante Juliet.
“Eeeee.. itu bukan sembarang kunci Tante. Begini Tante.., Toni akan jelaskan. Pintu kamar itu terbuat dari baja bikinan orang Amerika, Tante. Jadi meskipun di rudal pakai bom apapun, pintu itu tidak akan bisa jebol, terus di depan pintu itu ada ee.. Aduh nggak enak nih..” kata saya agak ragu untuk menjelaskan.
“Kamu nggak usah ragu-ragu deh..!” kata Tante Juliet.

“Eee.. di depan pintu itu bukan lubang kunci, tapi disitu ada benda berbentuk anu cowok, tapi terbuat dari bahan yang elastis. Kalau kita mau masuk, maka terlebih dahulu teman cewek Toni harus main dulu ama itu ‘mainan’, terus pas temen Toni udah klimaks, cairannya khan nyemprot ke dalam alat itu.. Nah, disitu cairan itu akan diperiksa, bila cocok dengan contoh sample di dalam, maka pintu itu akan terbuka. Jadi bukan sembarang orang bisa masuk ke kamar itu, meskipun dia itu cewek kayak Tante berdua..” kata saya.

“Wow, canggih juga.. terus gimana dong..? Tante udah nggak tahan nih..!” kata Tante Mini sambil menggaruk anunya.

Aduh gila bener nih cewek, saya ingin mengetest Tante Mini, apakah dia seliar tingkah lakunya. Tapi.. mimpi kali ya..?

“Ton, bisa nggak Tante berdua minta tolong..? Kamu bisa khan muasin nafsu Tante yang sedang kesepian ini, ya khan Sayang..?” kata Tante Mini manja.
“Aduh, gimana ya Tante, nanti kalau pacar dan sephia Toni tahu gimana dong jadinya..?” kata saya ragu tetapi girang.
“Toni sayang, hanya semalam aja kok ya.. Mau ya..? Masak sih kamu nolak tubuh sesintal ini..?” kata Tante Juliet sambil berbalik arah, terus menungging, terus menggoyang pantatnya naik-turun.

Melihat pemandangan indah itu, batang kejantanan saya menjadi naik 100%.

“Iya lho Ton, masa sih kamu nolak kami.. dan kamu nggak usah kuatir deh.. masalah uang kami akan ngasih berapapun yang kamu mau.. Ya sayang ya..? Puasin Tante ya..?” kata Tante Mini sambil mendekat ke arah saya.

Terus dia berbalik arah juga, dan setelah itu dia mengangkat roknya ke atas, dan ohh.. mana tahan.. vaginanya yang merah delima itu kelihatannya sudah setengah basah dan terlihat merekah ohh..

“Iya deh Tante, tapi Toni tutup rental dulu ya..?” kata saya sambil terus berdiri dari kursi.

Tetapi alangkah terkejutnya saya, batang kejantanan saya telah merobek resleting celana saya. Saya ingat tadi saya tidak memakai celana dalam, jadi sekarang batang kemaluan saya menyumbul dari celana saya.

“Aduh.. Toni sayang.. batangmu besar lho.. aduh Tante nggak bisa ngebayangin deh gimana rasanya nanti kontol kamu masuk ke memek Tante yang masih sempit ini.. aduh nikmat kali ya..?” kata Tante Mini sambil memegang dan mengelus batang kejantanan saya.
“Wow.. Ton, punya kamu besar ya.. Tante kayaknya udah nggak tahan pingin ngerasain punya kamu.. hii.. lucu ya kepalanya mirip helm NAZI.. Memek Tante bisa robek nih..!” kata Tante Juliet sambil ikut mengelus batang kemaluan saya.

“Sabar dong Tante, Toni mau nutup rental dulu. Tante masuk aja ke ruangan sebelah ya..! Nanti Toni nyusul..!” kata saya.
“Jangan lama-lama ya Sayang.. Tante udah nggak tahan nih..!” kata Tante Mini.

Lalu, saya bergegas menutup rental, setelah itu saya masuk ke ruangan dimana kedua tante itu berada.

“Oh ya.. Tante-Tante mau minum apa..?” kata saya.
“Softdrink yang dingin ya Ton..” kata Tante Juliet.

Sementara Tante Mini sepertinya agak kurang sabar, dia terus mengobok-obok vaginanya. Lalu saya mengambilkan 3 coke dari dalam kulkas, dan kusodorkan pada kedua tante itu. Setelah mereguk coke sekaleng, Tante Mini yang dari tadi tidak sabar, langsung saja pindah ke pangkuan saya dan mulai menciumi bibir saya tanpa basa-basi. Kubalas ciuman Tante Mini, sementara tangan saya mengelus-elus punggungnya, dan terus menuju pinggulnya yang memang wuih itu. Sementara Tante Juliet hanya menonton adegan kami berdua. Tangan Tante Mini tidak kalah gesitnya mulai membuka pakaianku dan terus meraba-raba dada serta puting saya sambil bibirnya yang sensual itu terus melumat bibir saya.

Saya juga terus segera membuka baju Tante Mini dan BH-nya, maka terlihatlah dua buah gunung Himalaya dengan putingnya yang mancung. Mula-mula kuciumi dan kulumat serta kumainkan putingnya yang sudah super menegang itu.

“Akkhh.. Sshh.. Toni sayang.. kamu pintar sekali.. ohh.. yess.. terus.. Ton.. ohh..” katanya sambil tangannya meremas rambut saya.

Setelah itu saya mulai merayap ke selangkangannya, kugosok-gosok klitorisnya dengan tangan kiri saya dan saya masukkan 2 jari tangan kanan saya ke vaginanya. Uhh.. benar-benar sempit.

“Ohh.. yess.. Ton.. teruss.. sshh.. yess.. Fuck me with your hands.. ohh..” desah Tante Mini.

Sementara itu, saya melihat Tante Juliet mulai membuka pakaiannya satu persatu. Saya memperhatikannya meskipun saya sedang asyik dengan pekerjaan saya. Tante Juliet yang sudah telanjang itu mulai mendekati kami dan ikut meraba batang kejantanan saya. Lalu tangan kanan saya pindah ke payudara Tante Juliet yang lebih mancung dari temannya ini. Kugesek-gesekkan dengan perlahan, dan kupuntir ke kiri dan ke kanan.

“Ohh.. terus Ton, ohh.. yess..!” kata Tante Juliet.

Tante Juliet terus memainkan batang kejantanan saya dengan memijat-mijat, lalu kepalanya mulai didekatkan ke batang kejantanan saya, dan “Srupp..” masuklah batang kejantanan saya ke mulut yang sensual itu. Dihisap, dikocok, dihisap, dikocok, dihisap, wuihh.. sedap.. ahh.

Sementara itu Tante Mini yang sudah tidak tahan, langsung mendesah, “Ssshh.. aahh.. Tonn.. ohh.. yess..!” sambil tangannya meremas rambut saya dengan kerasnya.

Sepertinya dia akan keluar, otot dindingnya mengencang dan,

“Ahh.. yess.. aahh..” desahnya sambil tangannya mendorong dan menarik kepala Tante Juliet agar batang kejantanan saya dapat lebih masuk ke mulut Tante Juliet.

Rupanya Tante Mini telah klimaks, kemudian jari kiri saya terus kukocok-kocok dalam vaginanya secara cepat (350 km/jam).

“Ahh.. hhmm.. sshh.. yess..!” dia menegang dan mulai menghentikan gerakannya secara perlahan.
“Ohh.. yess.. Toni sayang kamu pintar sekali.. ohh.. yess..!” katanya sambil mengelus kepala saya.

Lalu saya merubah posisi. Sekarang saya berbaring di bawah, saya merebahkan tubuh saya yang mulai penuh keringat.

Lalu Tante Mini mulai menaiki tubuh saya, dan tangannya meraih batang kejantanan saya untuk diarahkan ke vaginanya yang sudah mulai agak kering. Digosok-gosok sebentar batang kejantanan saya ke vaginanya yang sudah merekah itu. Lalu dengan perlahan dia menurunkan pantatnya.

“Ohh.. Ton.. nikmat sekali kontolmu.. ohh..!” desahnya sambil terus menaik-turunkan pantatnya yang bulat itu, sehingga mulai melahap batang saya dalam vaginanya.
“Ohh.. yess.. Tante.. terus..!” saya mulai terangsang karena jepitan vaginanya.

Sementara itu, Tante Juliet mulai mendekati saya terus mengangkangi kakinya tepat di atas wajah saya dan mulai menurunkan pantatnya.

“Ayo.. Ton.. jilatin punya Tante..!” katanya sambil terus menurunkan dan menggoyangkan pantat dan liang senggamanya ke arah wajah saya.

Karena lebatnya bulu kemaluannya itu, saya hampir bersin dibuatnya. Lalu saya jilati dengan perlahan klitorisnya hingga dinding lubang vaginanya mulai meneteskan cairannya.

“Sss.. hhmm.. aakkhh.. yess.. terus Ton..!” desahnya.

Sementara itu Tante Mini terus naik turun hingga terdengar decak antara saya dan dia.

Beberapa saat kemudian,

“Ohh.. Ton, Tante mau keluar.. ohh.. yess..!” desahnya.

Karena saya sedang sibuk, jadi saya tidak dapat bicara apa-apa.

Dan,

“Crett.. crott.. critt..!” muncratlah cairan Tante Mini.
“Ohh.. yess.. Ton kamu sungguh hebat sayang..!” katanya sambil mencabut batang kejantanan saya dari liang senggamanya dan terus menjilati batang kejantanan saya yang basah itu.

Lalu saya suruh Tante Juliet untuk merebahkan badannya di bawah, dan dia terus melebarkan kakinya yang putih mulus dan indah itu. Karena sekarang tante agak mengangkang lebih lebar, jadi vaginanya yang merah kehitaman itu terlihat. Saya lalu mengarahkan batang kejantanan saya ke vagina Tante Juliet, dan perlahan saya dorong hingga masuk seluruhnya.

“Akhh.. yess.. fuck me darling..! Ohh..!” desahnya.

Sementara Tante Mini tertidur, saya terus menggoyang tubuh saya maju-mundur, dan hebatnya Tante Juliet juga ikut menggoyang pinggulnya mengikuti irama. Batang kejantanan saya terasa dipelintir, tetapi makin asyik saja. Kutambah ‘gigi’, hingga gerakanku menjadi lebih dasyat. Dengan kecepatan penuh, saya menggoyang terus hingga terdengar kecipak-kecipak. Karena seranganku, Tante Juliet jadi meram melek matanya menikmati keluar masuknya batang penis saya dalam liang senggamanya.

“Akhh.. Tonn.. yess..!” desahnya sambil jarinya mencengkeram tangan saya dan kukunya menancap ke kulit saya.

Tubuhnya mengejang sesaat, lalu melemas tetapi saya masih asyik menikmati vaginanya dengan terus memasukkan penis saya ke dalam vaginanya yang banjir.

“Akhh.. yess.. Tante keluarr.. Tonn..!” sambil menancapkan dalam-dalam vaginanya ke batang kejantanan saya.

Saya yang merasa belum keluar terus saja menggenjot gerakan saya. Dan tidak lama kemudian, saya akhirnya keluar juga. Saya mencabut batang kejantanan saya dari vaginanya Tante Juliet dan merebahkan tubuh di sampingnya. Tangan Tante Mini dan Juliet secara bergantian membelai batang kejantanan saya.

“Toni sayang, terima kasih ya.. kamu telah membuat kami melayang ke langit ketujuh..” kata Tante Juliet sambil terus membelai batang kejantanan saya.

Lalu kami bertiga terkulai lemas dengan posisi saya di tengah, dan kedua cewek cantik itu di samping saya. Lalu saya tertidur hingga pagi.


Kamis, 20 September 2018

Prediksi togel - Kamis 20 September 2018


>>>SINGAPOREPOOLS<<<


ANGKA MAIN : 9 1 3 2
TOP 2D : 09  11 23 32 49
CADANGAN 2D : 59 61 73 82 99
TOP SHIO : Ular Tikus Monyet
COLOK BEBAS : 1 2 3
AS : 3 4 5
KOP : 7 8 9
KEPALA : Kecil / Ganjil
EKOR : Kecil / Genap 



Selamat siang pecinta cerita sex online perkenalkan namaku evan aku senang bisa berpartisipasi di blog untuk bisa menceritakan kisahku, pengalamanku ini terjadi 2 tahun yang lalu, dan gilanya lagi aku lakukan dengan tanteku sendiri namaya tante Diva.
Aku dari desa dan pergi merantau ke Jakarta saat umurku tujuh belas tahun, orangtuaku yang khawatir akan keadaanku jadi aku dititipkan di rumah tante Diva, tanteku ini masih berumur 29 tahun mempunyai suami yng sibuk dengan bisnisnya yaitu di pertambangan daerah Jakarta.
Karena usaha orang tuaku sedang bangkrut aq tidak dapat meneruskan kuliah, tanteku bilang,”van, mending kamu kuliah saja biar tante dan om yg biayain!” tp aq menolak, alasanku tidak mau merepotkan mereka dan ingin coba bekerja. padahal aq sangat ingin kuliah.
Aku coba kirim cv kebeberapa perusahaan dijakarta, setelah 1 minggu ada beberapa perusahaan yg memanggilku.. om melarangku saat aq hendak pergi interview, katanya,
”kamu gak usah dateng om sedang urus kerjaan buatmu dikantor tante diva.” singkat cerita aq bekerja dikantor tante diva, setiap hari aq berangkat kerja naik mobil bersama tante, maklum aq gak bisa nyetir mobil jadi tante yg nyetir, dikantornya tante seorang manager yg sangat dihormati.
Aku sangat suka masturbasi, koleksi film bokepku banyak dari yg indonesia, bule, korea, jepang, china, india sampe arabpun ada.hehehe setiap 2 hari sekali aq masturbasi sambil nonton bokep, paling sering dipagi hari ketika bangun tidur kontol aq tegang..hehe sampai akhirnya tante diva tau ketika aq sedang asyik mengkocok kontolku.
Tante masuk kamarku untuk memanggilku sarapan.
“van sarapan dulu, ehhh kamu lagi asyik yak?!”, ujarnya sambil tersenyum dan dia menutup pintu kamarku lagi sambil berkata,
“selesein dulu tuch sampe keluar..” aq kaget setengah mati dan sangat malu sekali.. aq lupa mengunci pintu kamar rupanya semalam. aq sangat heran karena tante tidak memarahiku tp malah tersenyum..dan seharian itu kerjaanku jadi kacau karena masih malu banget sm tanteku.
Selesai makan malam aq langsung buru-buru masuk kamar. keesokan harinya aq terbangun ketika spermaku keluar karena aq mimpi basah, dan kontol aq masih tegang serta berdenyut-denyut..rasanya pagi itu aq ingin masturbasi lagi.
Kucari hp ku dan kunyalakan film bokep jepang..kuusap-usap kontol aq yg masih dibungkus CD..sesekali kumasukan tangan kedalam CD untuk mengkocok-kocok kontolku.
Ketika tanganku sedang asyik mengkocok tiba-tiba terdengar suara tante diva,
” van keluarin aja kontolnya biar tante yang kocokin.
”pintanya manja.. spontan aq tersentak kaget.
“udah kamu gak perlu malu sm tante, tante juga lagi horny karena udara pagi ini dingin banget.” tante diva mendekatiku dan duduk dikasurku sambil tangannya menarik CD ku dan kontolku mencuat keluar karena udah tegang sedari tadi.
“jangan tante nanti ketauan om!”, ujarku..
“gpp van, om tidak ada dirumah, dia tadi jam 5 berangkat ke papua untuk urusan kantorny”
Tanpa banyak bicara lagi tante diva langsung mengulum kontol aq..disedot-sedot kepala kontol aq…dijilati dari testis, batang dan kepala kontolnya…uggghhhh bigini yakk rasanya dioral…nikmat banget.
Melihatku merem melek keenakan permainan lidah tante diva makin belingsatan..dia sangat nafsu banget kulumin kontolku..dihisapnya dalam-dalam kontolku… aaakkkkhhhh…gila nikmat banget banget tante…ujarku.. tak mau kalah dengan permainan tante diva.
Tanganku mulai berani memegang payudara tante diva yg berukuran 34b, tidak terlalu besar tp masih padat berisi dan kenyal.. kuselipkan tanganku masuk dalam piyama yg tante diva kenakan..rupanya dia tidur tidak mengenakan bra.
Kuusap-usap puting kanannya..tanganku yg 1 lagi membelai rambutnya yg halus dan lembut sebahu panjangnya. kupilin-pilin putingnya yg mulai mengeras dan kuremas dengan lembut… aq semakin bergairah dibuatnya dan kuangkat tubuhnya agar aq bisa mencium bibirnya yg tipis.
Kukulum bibirnya, kuhisap-hisap lidahnya.. eehhmmmm…hmmm..gumam tanteku.. tanganku terus bergerilya kali ini kedua payudaranya bisa kuremas-remas..kujepit kedua putingnya dan kugesek-gesek dengan ujung jariku.. aaahhhh…desahnya menggoda…terus vannn…enak banget, katanya…kuciumi lehernya telinganya terus turun ke payudaranya… aq hisap kuat putingnya.
Sssssllllluuuurrrrppppp….ssssshhhhh….begitu terdengar suara hisapanku.. aaaaakkkkhhhhhhh….nikmat banget vaaannnn….kamu hebat banget!! lengkuhnya..sambil matanya terpejam menikmati jilatanku…tangan kiriku kuselipkan masuk CD tante diva,kucari itilnya, rupanya tante diva udah sangat terangsang.
Memeknya basah banget.. foreplay kamu hebat…terusin van, puasin tante hari ini..ujarnya manja.. tanpa ragu kupijit-pijit lembut itilnya yg mungil..kutekan kebawah keatas..tante diva jd belingsatan.. tubuhnya mengeliat.
Jariku kumainkan disekeliling itilnya..sesekali kumasukan jari tengahku keliang memeknya yg udah basah banget…kulepasin semua piyama tante diva dan CD nya hingga telanjang bulat, kubuka kakinya lebar-lebar lalu kujilatin memeknya.
Itilnya kutekan dengan lidahku..kulumat tanganku membelai jembutnya yg tipis dan lurus… vvvaaaannnnnn…jangan siksa tante lagi cepet masukin kontol kamu, tante gak tahan..!! pintanya dengan mata terpejam dan kedua tangannya menekan kepalaku kememeknya.
Tanpa bicara lagi kujulurkan lidahku masuk lubang memeknya..kutekan dalam-dalam sampe hidungku mentok di itilnya..kuputar-putar lidahku didalem memek tante diva yg sangat basah.
haaahhhh…aaaaahhhhh…tubuh tante diva mengelinjang gak karuan…vannn tante mau keluar… aaaaaaaaaahhhhhhh…….tante diva melengkuh hebat.
Tbuhnya menegang dan ssseeerrrr.. cairan hangat memeknya tumpah dalam mulutku..tante orgasme…. kujilat habis cairan memeknya dan kuminum… kupeluk tubuh tante diva sambil kubelai-belai rambutnya, kutunggu sampai nafasnya teratur kembali.
Van gila yah kamu bisa bikin tante orgasme cuma dengan foreplay?!! ucapnya..dan aq hanya tesenyum. kukecup keningnya..tanganku membelai pantatnya yg kenyal..sekarang telinganya aq kulum..hhmmm.. kubisikan,
”sekarang akan kumasukan kontolku..” dia membalas ciumanku dengan ciuman penuh nasfu dileherku.
Kujilat dan kuciumi lehernya..sambil kugesek-gesekan bulu dadaku dikedua payudaranya.. aaaahhhh desahnya.
Kuselipkan jari tengahku dalam memeknya, kukocok-kocok, sesekali kumentokin dan kugesek-gesek bagian atas memeknya..kukenyot putingnya.
Tangan tante ga mau kalah dia memegang kontolku yg tegang banget..sambil dikocok-kocok kontolku… aaaahhh…aaaakkkhhhh…ku jadi makin horny….jariku mulai basah lagi oleh cairan memek tante diva.
Kumasukan jari manisku, kubuat gesekan memutar dlm memeknya..
hhhhhhhhhhmmmmm….aaahhhhh…tante diva mengerang trs menggigit pundakku,,,,vannn ayooo cepet masukin kontol kamu…tante gak tahan banget memeknya pengen digenjot kontol kamu…pintanya.. kuangkat tubuh tante diva yg mungil.
Karena aq lumayan gede badannya jadi enteng angkat tubuh tante diva,,,kugendong tante diva dan kupinta ML nya pake “monkey style” kusuruh dia melingkarkan tanganya dileherku dan kakinya menjepit pinggangku.
Aku tekan kontolku masuk pelan-pelan dalam memek tante diva…oooohhhhh dengan mudah kontolku masuk lubang memek tante diva karena memeknya udah basah lagi…perjakaku ilang….
Kutekan makin dalam sampe mentok… lalu pantatku mulai kugoyang maju mundur…sambil kupegang pantatnya untuk mengimbangi kocokan kontol aq.. mulutku gak bisa biarkan puting tante diva menganggur,sambil goyang aq sedotin puting tante diva bergantian.
Kadang aq gigit pelan putingnya.
vaannn yg kenceng lagi goyangnya, lengkuh tante diva….aaaaahhhh…ooohhhh enak banget van posisi kaya gini
Kontol kamu mentok sekaligus neken-neken itil tante…enaknya double, rancu mulut tante diva.. kugoncang tubuh tante diva lebih keras dan lebih cepat lagi kocokan kontolku… dannn…..kurasakan kenikmatan yg tiada taranya.
Tubuhku mulai mengejang….rasanya sebentar lagi mau keluar spermaku…mulut tante diva meracu gak karuan…melengkuh… mendesah,
Dan sesaat kemudian kurasakan jepitan memek tante diva makin kuat..membuatku makin gak tahan.
Sumpah nikmat banget,,,,,,hhhhhhhhhhhhaaaaaa,,,,,aaaaaahhhhhhhhhh aq gak tahan banget tante…. mau muncrat nih,,,
Cabut aja tante…..ucapku…tapi tante diva tak menhiraukan ucapanku…dia terus menggenjot kontol aq….dan oooooooooooohhhhhhhhhhhh…
Spermaku keluar…sesaat kemudian tante pun mengejang dan kakinya makin erat menjepit pinggangku dia mendesah dengan keras…
Aaaaaaaaaahhhhh….aaaaakkkkkhhhhhh….aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhh…
Cairan memeknya mengalir membasahi pahaku… kita berdua rebah dikasur dengan posisi kontolku masih menancap di memeknya..kubiarkan tante diva tiduran diatas tubuhku..matanya masih terpejam menikmati orgasmenya.
Memeknya pun masih berdenyut-denyut…..kupeluk erat tubuhnya… van makasih banget udah puasin tante…capek banget van, kita tiduran dulu sejam dua jam,kata tante diva.. balasku.
Tapi tante kita udah terlambat masuk kerja?!! gpp van tenang aja kmu ga usah takut nanti aq yg bilang sama HRDnya kalo kamu aq kasih tugas jadi kamu ga akan kena SP.. pagi itu sangat tak terlupakan…dan menjadi awal mula kisah seks ku.. kalau suami tante diva sedang tidak ada, aq sering diminta untuk memuaskan hasrat menggebu tante diva.


Rabu, 19 September 2018

Prediksi togel - Rabu 19 September 2018


>>>SINGAPOREPOOLS<<<



ANGKA MAIN : 6 5 4 0
TOP 2D : 06 15 24 30 46
CADANGAN 2D : 56 65 74 80 96
TOP SHIO : Naga Babi Ayam
COLOK BEBAS : 0 4 5
AS : 0 1 2 
KOP : 4 5 6
KEPALA : Besar / Genap
EKOR : Kecil / Ganjil 


Pengalamanku dalam berhubungan intim kepada wanita sudah banyak aku telah melakukan
kegiatan seks kira-kira sudah hampir 20an wanita saya setubuhi, saat
usiaku masih 18 tahun waktu masih bangku SMA aku jadi primadona
disekolah mungkin karena wajah aku rupawan dan tubuh atletis kata para
gadis di sekolah, banyak sekali gadis yang mau aku pacari, kurang lebih
ada 7 gadis disekolah yang aku pacari dan beda beda sekolah.

Setelah melakukan kegiatan seks banyak dengan wanita aku menarik kesimpulan
bahwa ada dua tipe dalam berhubunngan seks, yang pertama yaitu penikmat
seks dan pelahap seks, keduanya hampir sama kalau diartikan , tapi dalam
kasus yang aku alami aku merupakan tipe penikmat seks, karena dari
pengalamanku dari sekian wanita yang aku ajak berhubungan intim semuanya
merasakan kepuasan dalam bercinta.

Langsung dalam cerita kisah nyataku dari sahabat bisa aku ajak bercinta,
Perkenalkan nama aku Ben, bukan nama sebernarnya aku sekarang umur 25
tahun, kami sangat akrab dalam hubungan sahabat, kami adalah teman satu
kuliah dan satu angkatan, Yuni adalah wanita yang dahulu waktu SMA yang
sempat aku sukai, karena dia waktu SMA sudah punya pacar jadi aku tidak
mau menggangu hubungannya, saat dipertemukan di sebuah universitas kami
setiap hari bertemu, kami sering mengerjakan tugas tugas bersama.

Secara fisik Yuni cukup menarik. Wajahnya berbentuk oval dan manis. Tidak
terlalu cantik tapi jelas tidak bisa dikatakan jelek. Tingginya sekitar
160 cm, beratnya seimbang. Rambutnya dipotong pendek dgn poni di
dahinya. Kulitnya cukup putih untuk ukuran orang Indonesia. Pokoknya
tidak memalukan lah kalau kita ajak jalan dia di tempat umum. Sayang ada
satu kekurangannya, Yuni kurang bisa bersolek, kesannya malah agak
tomboy. Ke-mana² dia hampir selalu pakai celana jeans dgn kemeja agak
longgar. Padahal perilakunya sangat feminin, jadi agak kontras dan
kurang cocok.

Sore itu aku sedang mengerjakan tugas di perpustakaan kampus. Yuni juga
kebetulan ada disana, tapi dia di meja lain dgn beberapa teman. Aku
asyik mengerjakan tugasku sendiri sehingga aku tidak memperhatikannya.
Tiba² ada orang yg duduk di seberang meja. Aku lihat ternyata Yuni.

“Ngerjain apa Ben? Kok asyik banget”
“Eh ini tugas makalah metodologi. Kamu udah selesai Yun?”
“Yuni mah udah kelar kemarin².”
“Enak dong udah bisa santai, aku juga udah hampir selesai kok.”
“Ben ke kantin yuk haus nih.”

Aku bereskan kertas² tugasku lalu aku kembalikan buku² referensi ke raknya.
Kami berdua berjalan bareng ke kantin. Obrolan kami lanjutkan di kantin
sambil minum.

“Yun, aku kok udah lama ndak liat kamu sama Mas Robby. Kemana dia?”
Mas Robby adalah pacar Yuni. Dia sudah bekerja tapi biasanya suka menjemput
Yuni di kampus. Aku tidak terlalu kenal dia cuman sebatas “say hello” saja.
Mendengar pertanyaanku tadi Yuni cuma menghela napas panjang. Wajahnya yg manis tiba² tampak muram. Dgn agak lirih dia menjawab,
“Kami sudah putus Ben.”
“Oh sorry Yun. Kalau boleh tahu, kenapa Yun?”

Yuni kembali menghela napas panjang. Aku tahu mereka sudah pacaran cukup
lama, mungkin ada lebih dari 3 thn. Jadi aku tahu bagaimana perasaan
Yuni saat itu. Pasti berat buat dia.
Akhirnya Yuni bercerita kalau Mas Robby ternyata dekat dgn wanita lain. Ketika
Yuni minta penjelasan dari dia ternyata Mas Robby malah marah². Akhirnya
dua minggu yg lalu Yuni tidak mau lagi ketemu dgn dia. Sungguh malang
nasib Yuni, padahal mereka sudah begitu dekat dan mereka sudah melakukan
hubungan layaknya suami istri. Secara eksplisit memang Yuni tdk pernah
bicara ttg hal ini kepadaku, tapi dari gelagatnya aku yakin itu.

Pembicaraan kami sore itu jadi melankolis dan kelabu. Seperti mendung kelabu yg
menggelayut di langit. Satu hal yg aku kagumi dari Yuni, dia begitu
tegar menerima kenyataan ini. Tak ada setitik air mata pun yg mengambang
di matanya saat menceritakan perpisahannya dgn Mas Robby.
Langit sudah agak gelap pertanda datangnya senja ketika kami keluar dari
kantin untuk pulang. Aku tawarkan Yuni untuk mengantarnya pulang dan dia
setuju. Dalam perjalanan pulang, Yuni yg duduk di boncengan motorku tak
berkata sepatah pun. Kami pun sampai di rumah Yuni.

“Masuk dulu yuk Ben,” ajak Yuni sambil membuka kunci pintu rumahnya.
Beberapa kali aku pernah mengantar pulang Yuni tapi aku tidak pernah mampir ke
rumah Yuni. Kali ini kebetulan aku kebelet kencing, jadi aku mau diajak masuk rumahnya.
“Aku mau numpang ke kamar mandi Yun.”
“Disitu Ben,” Yuni menunjuk ke salah satu pintu.
Aku segera menuntaskan urusanku di kamar mandi. Rumah Yuni sangat sederhana
tapi sangat bersih dan tertata rapi. Keluarga Yuni memang bukan
golongan orang yg berada. Senja itu suasana rumah Yuni sepi² saja.

“Kok ndak ada orang Yun. Orangtuamu kemana?”
“Sudah 2 hari di rumah Mbak Dewi di Solo. Dia kan baru saja melahirkan anak pertama.”
Yuni pernah cerita kalau dia hanya dua bersaudara. Kakaknya, Mbak Dewi,
sudah menikah dan tinggal di Solo. Jadi saat itu Yuni sendirian dirumah.
Aku baru saja hendak berpamitan dgn Yuni ketika tiba² mendung tebal yg
sedari tadi menggantung di langit turun menjadi hujan yg cukup lebat.

“Pulang ntar aja Ben, Hujan tuh. Yuni bikinin kopi ya.”
Tanpa menunggu jawabanku Yuni segera ke dapur dan aku dengar detingan cangkir
beradu dgn sendok. Aku duduk di sofa di ruang tamu yg sekaligus
berfungsi sebagai ruang keluarga itu. Tak berapa lama Yuni muncul dgn
secangkir kopi yg masih mengebul di tangannya.
“Kamu ngopi dulu Ben. Yuni mau mandi dulu bentar.”

Yuni kembali ke dalam dan sejenak kemudian aku dengar deburan air di kamar
mandi. Aku duduk santai sambil menghirup kopi hangat yg dibuatkan Yuni.
Di luar hujan semakin bertambah lebat sambil sesekali terdengar bunyi
guruh di kejauhan. Suasana sudah bertambah gelap, apalagi lampu rumah
belum dihidupkan.

Tiba² lampu jadi hidup terang benderang menerangi ruang tamu itu. Ternyata
Yuni yg telah selesai mandi menghidupkan lampu. Aku menatap Yuni dgn
pangling. Sekarang dia mengenakan kaos ketat berwarna biru tua dipadu
dgn celana pendek yg sewarna. Aku melihat Yuni yg lain dari yg aku
kenal. Kaos ketatnya memperlihatkan lekuk tubuhnya yg nyaris sempurna yg
biasanya tersembunyi di balik kemeja longgarnya. Kulit pahanya yg putih
mulus biasanya terbungkus celana jeans. Tanpa aku sadari dari mulutku
terlontar kata,

“Kamu cakep dan seksi sekali Yun.”
Yuni tampak tersipu mendengar kata²ku. Dia sedikit tersenyum, guratan kepedihan sudah tak tampak lagi di wajahnya.
“Ngerayu apa ngerayu nih …,” Yuni mencoba menutupi ketersipuannya dgn canda.
“Bener kok Yun … kamu cakep banget.”

Yuni duduk di sofa di ujung yg lain. Kebetulan aku duduk di ujung sofa yg
dekat dgn bagian dalam rumah, sedang Yuni di ujung satunya yg dekat
pintu. Kami duduk ngobrol sambil mataku tak hentinya mengagumi kemolekan
tubuh Yuni. Yuni pun kayaknya suka aku perhatikan seperti itu. Entah
sengaja atau tidak, kakinya disilangkan sehingga pahanya yg mulus makin
tampak jelas.

Kami masih ngobrol ngalor ngidul ketika kami dikagetkan dgn bunyi guntur yg
begitu keras. Seketika itu pula suasana jadi gelap gulita. Ternyata
listrik mati. Secara reflek aku berdiri. Aku beranjak ke pintu hendak
menyalakan lampu motorku yg aku parkir di teras untuk menerangi
sementara. Belum selangkah aku beranjak, aku merasakan tubrukan dgn
tubuh Yuni yg ternyata juga sudah berdiri hendak masuk ke dalam.

Tubrukan itu pelan saja sebenarnya, tapi krn terkejut Yuni jatuh tertelentang di
sofa dgn kakinya menjuntai ke lantai. Aku pun kehilangan keseimbangan
dan menindih tubuh Yuni. Untung siku kiriku masih sempat berjaga di
sandaran sofa sehingga Yuni tidak tertindih seluruh berat tubuhku.

Aku rasakan tubuh hangat Yuni menempel di tubuhku. Tanpa sadar dan semuanya
terjadi begitu tiba², aku peluk Yuni sambil kukecup keningnya dgn
lembut. Yuni tidak bereaksi menolak, dia malah melingkarkan kedua
lengannya ke leherku. Aku cium lembut pipi kiri Yuni, dia pun membalas
mencium pipi kananku tak kalah lembutnya. Dalam gelap gulita itu, secara
alami dan terjadi begitu saja, bibir kami saling bertemu.

Aku cium bibir Yuni dgn sangat lembut. Tidak ada penolakan dari Yuni, dia
malah membalas mengulum bibirku. Bibir kami saling berpautan dan
melepaskan kemesraan. Aku mulai berinisiatif menjulurkan lidahku dan
membelai gigi seri Yuni. Yuni pun membuka mulutnya lebih lebar dan
menjulurkan lidahnya saling beradu dgn lidahku. Kami terus berciuman
dalam gelap. Petir yg me-nyambar² sudah tidak kami hiraukan lagi. Lidah
Yuni yg masih menjulur ke mulutku aku kulum dgn mesra. Sesaat ganti Yuni
yg mengulum lidahku.

Entah berapa lama kami saling menikmati ciuman mesra itu. Rasanya aku sangat
ingin kejadian itu berlangsung selamanya. Perlahan aku alihkan sasaran
ciumanku. Aku mulai menciumi bagian bawah dagu Yuni. Kemudian secara
sangat perlahan ciumanku mengarah ke lehernya yg jenjang itu. Aku tidak
bisa melihat reaksi Yuni karena gelap, yg aku rasakan hanya belaian
lembut di rambutku. Belakang telinga kanan Yuni aku ciumi dgn mesra
sambil sesekali aku gigit lembut daun telinganya. Yuni sedikit meronta
kegelian.

Dia bereaksi dgn mendengus pelan di dekat telinga kananku. Hembusan
nafasnya membuat aku kegelian. Lalu aku rasakan benda lembut yg hangat
menggelitik lubang telingaku. Ternyata itu lidah Yuni. Sungguh geli
rasanya tapi sangat menggairahkan. Bagi yg belum pernah mengalaminya
sendiri tentu susah menggambarkannya. Kami masih saling menggelitik
telinga dgn lidah.

Aku agak mengangkat tubuh sedikit ketika tangan Yuni aku rasakan mencari
ruang untuk membuka kancing kemejaku. Dalam posisi sulit dan gelap
seperti itu Yuni berhasil membuka dua kancing kemejaku yg paling atas.
Dia agak merubah posisi sehingga kepalanya tepat berada di bawah dadaku
yg sudah terbuka sebagian. Dgn lembut Yuni mulai menciumi dadaku.
Tangannya sambil beraksi membuka semua kancing kemejaku. Sekarang dadaku
sudah terbuka lebar tanpa terhalang kemeja yg masih aku pakai. Jari²
lembut Yuni mulai menggerayangi punggungku. Bibirnya masih menciumi
seluruh permukaan dadaku.

dan terasa sekali bagiku dan disinilah dimulai.
Aku agak meronta kegelian ketika kedua bibir Yuni mengulum puting kiriku.
Aku belum pernah diperlakukan seperti ini oleh wanita manapun. Biasanya
aku yg melakukan ini terhadap wanita. Sensasinya sungguh sulit di
gambarkan. Birahiku mulai bangkit. Tangan kananku mulai meremas lembut
payudara kiri Yuni dari luar kaosnya. Buah dada Yuni terasa sangat
kenyal dan padat.

Yuni terus menciumi, menjilati dan mengulum kedua putingku, menghantarkan
kegelian dan rangsangan ke seluruh tubuhku. Aku masih me-remas² buah
dada Yuni. Waktu terus berlalu tanpa kami sadari.

Tiba² mata kami dibutakan oleh terang yg menerpa retina kami. Ternyata
listrik telah hidup kembali. Secara reflek kami melepaskan diri satu
sama lain. Sambil mengerjapkan mata aku berdiri dan melihat Yuni masih
dalam posisi seperti tadi, telentang di sofa dgn kaki menjuntai di
lantai. Yuni menatapku dgn penuh kemesraan, tatapan yg belum pernah aku
lihat di mata Yuni ditujukan kepadaku. Untuk sesaat aku tak tahu harus
berbuat apa.

“Di kamarku aja yuk Ben.” Suara Yuni memecah kebuntuanku.
Yuni bangkit menutup pintu depan dan kami berjalan bergandengan tangan masuk
kamar Yuni. Yuni mematikan lampu utama kamarnya lalu ke meja riasnya
dan menghidupkan lampu kecil disana. Suasana jadi agak temaram dan makin
syahdu.

Kali ini aku ambil inisiatif. Aku peluk Yuni dari depan, aku cium lembut
bibirnya. Tanganku memeluk punggungnya. Dengan ibu jari dan jari tengah
tangan kananku aku pegang kaitan BH Yuni dari luar kaosnya, dgn gerakan
sedikit mengatup dan memelintir lepaslah kaitan BH Yuni. Sepertinya Yuni
cukup terkesan dgn “keahlianku”, dia makin mempererat pelukannya sambil
mulut kami masih saling berpagut.

Dengan lembut tangan kiriku aku selipkan di balik tepi bawah kaos Yuni lalu
aku raba punggungnya. Aku belai² punggung Yuni yg rata, aku nikmati
kehalusan kulitnya yg seperti sutera itu. Yuni sedikit meronta sehingga
aku melepaskan pelukanku. Kesempatan itu digunakannya untuk melepas
kemejaku dgn kedua tangannya. Tak ku sia² peluang itu, aku pun menggamit
tepi bawah kaos Yuni menariknya ke atas bersama dgn BH hitam yg sudah
lepas kaitannya. Sedetik kemudian kami berdua sudah bertelanjang dada.

Apa yg aku lihat di hadapanku sungguh luar biasa. Sepasang payudara yg
benar² indah bentuknya. Penerangan lampu yg redup makin memepertegas
silhouette dari buah dada yg padat berisi. Putingnya yg kecil dan bulat
menyembul di puncak bukit yg menantang itu. Harus aku akui bahwa sampai
saat itu payudara Yuni adalah yg terindah yg pernah aku lihat. Ukurannya
tidak terlalu besar meskipun tidak bisa dikatakan kecil. Tapi bentuknya
sungguh luar biasa. Seperti sepasang mangkuk yg ditangkupkan di dada
tanpa ada kesan melorot sedikit pun.

Rupanya Yuni sadar kalau aku sedang mengagumi payudaranya. Tanpa canggung dia
menyangga buah dada kanannya dgn telapak kirinya sambil lengannya
menyangga yg kakan. Dgn jari² yg menangkup di dekatkannya kedua bukit
indahnya. Tangan kanannya terangkat diletakkan di belakang lehernya.
Tubuhnya sedikit meliuk ke belakang. Gerakan ini makin mempertegas
keindahan bentuk buah dadanya. Ditambah terpaan sinar lampu lembut dari
arah samping, sungguh pemandangan yg tidak pernah aku lupakan sampai
hari ini. Tanpa sepatah kata pun terucap dari mulut Yuni, tapi aku tahu
dalam hati dia pasti berkata: “Nikmatilah pemandangan indah buah dadaku
Ben.”

Sebenarnya aku masih ingin terus menikmati pemandangan itu, tapi aku tahu aku
harus mulai berbuat sesuatu. Aku duduk di tepi ranjang Yuni, aku tarik
Yuni mendekat sehingga dadanya tepat ada di hadapanku. Aku ciumi buah
dada Yuni secara bergantian. Kadang aku katupkan kedua bibirku di
putingnya dan aku pelintir dgn gerakan bibirku ke kiri dan kanan. Yuni
menggelinjang penuh kenikmatan. Tangannya me-remas² rambut di kepalaku.
Dadanya semakin dibusungkan tanda dia menikmati apa yg aku lakukan.

Aku perhatikan ternyata Yuni bukan orang yg “ribut” kala bercinta. Mulutnya
tidak bersuara apa² kecuali desahan lembut nafasnya yg semakin cepat.
“sssssshhhhh …. sssshhhhh …. ssssshhhhhh”

Kedua tanganku me-remas² kedua buah dada Yuni dan mulutku masih sibuk dgn
putingnya. Liukan tubuh Yuni semakin menggila tanda rangsanganku semakin
tak bisa ditahannya. Sambil masih mengulum putingnya, tanganku
menggapai kancing celana pendeknya. Tanpa banyak kesulitan aku berhasil
membuka kancing itu krn Yuni juga membantu dgn mengecilkan perutnya
sehingga tugasku semakin mudah. Perlahan aku turunkan ritsleting
celananya terus aku tarik ke bawah sampai celana pendek Yuni terlepas
dan tersangkut di kedua lututnya.

Kemudian kami pun melakukan sebuah adegan bercinta di sofa, si Yuni pun membuka
celana dalamnya , aku pun tanpa banyak pikir kemudian mengeluarkan
rudalku yang sudah menganga untuk memasukan rudalku kedalam guanya si
Yuni, tanpa basa basi aku langsung malahap, vaginanya yang masih
dikatakan sempit masih bisa aku masukin dengan rudalku. Dengan desahan
ahhhhhhhhhhhhhhhh.

Yuni berkata pelan pelan ben…aku pun mengiyakan dengan pelan pelan rudalku
masuk mendekati ke vaginanya semakin dalam semakin dalam tubuh Yuni
mengolet tidak karuan apa karena sudah orgasme dia. Dengan posisi dia
duduk di pangkuanku dengan genjotan bokong dari Yuni tak lama rudalku
mau mengeluarkan crotttnya, saya pun angkat bokong Yuni dari pangkuanku.

Yun……sudah keluar crottku..Yuni pun langsung mengambilakan tisu untuk
membersihakan bekas crott yang menempel di sofa. Yuni pun senang dengan
apa yang kami lakukan, kejadian ini belangsung dikemudian hari dengan
tempat yang berbeda kandang di rumahku, kadang juga di tempat kos kosan
teman aku. Dan Demikianlah pengalamanku bercinta dengan
sahabatku.