www.dewalotto.com

www.dewalotto.com
Bandar Online Terbesar Terbonafit Terpercaya dengan Permainan Terlengkap All You Can Play in Dewalotto

Rabu, 08 Agustus 2018

Prediksi togel - Rabu 08 Agustus 2018


>>> SINGAPOREPOOLS <<<


ANGKA MAIN : 7 5 1 2
Top 2D : 07 15 21 32 47
Cadangan 2D : 57 65 71 82 97
TOP SHIO : Kelinci Tikus Naga
COLOK BEBAS : 1 2 5    
AS : 0 1 2
KOP :    4 5 6   
KEPALA  : Kecil / Ganjil
EKOR : Kecil / Genap



Kisahku ini berawal dari kenangan bersama seoarang gadis yang bernama Lia,
yang berusia 23 tahun
dan berstatus sebagai seorang mahasisiwi dari sebuah perguruan tinggi di Jakarta.

Saat itu Lia yang sedang mengadakan liburan di sebuah tempat pariswisata yang terkenal dengan wisata pegunungan dan pantainya di sebelah timur pulau Bali, tanpa sengaja bertemu dengan diriku yang menjadi seorang pemain musik di cafe.

Pertemuan itu sendiri terjadi di internet cafe, yang kebetulan saat itu aku sedang mengetik beberapa lagu-lagu karanganku sendiri yang sengaja aku simpan di folder mailku.

Lia saat itu sedang mencari informasi tentang tujuan wisata yang ada di daerah itu, namun sampai beberapa saat sepertinya Lia tidak menemukan apa yang dia cari. Dengan sangat sopan dan ramah Lia memulai percakapan dengan menanyakan tempat-tempat yang bagus buat di kunjungi ke padaku.

“Maaf apakah anda tahu tempat-tempat wisata unggulan daerah ini?” tanya Lia tiba-tiba.

Aku yang saat itu duduk berjarak 2 meja darinya terkejut oleh pertanyaan spontan itu.

“Anda bertanya kepada saya?” tanyaku kemudian.
“Iya, maaf kalau mengejutkan anda!” Ujarnya kemudian.

Dengan sedikit gugup, kemudian aku menjawab pertanyaan Lia, karena saat itu juga aku masih serius dengan file-file aku.

“Di daerah ini yang menjadi primadona wisatanya adalah pegunungannya, kedua wisata pantai yang menawarkan pemandangan bawah air yang terkenal dengan karang birunya, setelah itu wisata budaya yang menampilkan objek rumah adat daerah ini,” terangku kemudian.

Mungkin karena penjelasan ku cukup menarik buat Lia, dengan raut muka yang ramah, kemudian dia duduk di sebelah mejaku yang tanpa dia sengaja juga dia telah memandangi monitor di depanku yang saat itu terpampang file dari lirik lagu-lagu karanganku yang saat itu sedang aku print.

“Kamu mengarang lagu sendiri yah?” tanya Lia lagi.
“Iya, kebetulan aja aku pemain musik di cafe dan suka menulis lirik lagu,” terangku lagi.
“Boleh aku baca lirik lagu-lagu kamu?” sahut Lia kemudian.
“Silakan, dengan senang hati,” lanjutku dengan menarik kursi di sebelahku dan menyodorkan kepada Lia, yang saat itu sedang berdiri di sampingku.

Setelah beberapa saat Lia membaca semua lirik lagu-lagu aku dengan serius, tak lama Lia berkata, “Kamu menulis kisah pribadi kamu menjadi lirik lagu yah?” tanya Lia lagi. Yang kemudian aku timpali dengan tersenyum kepada Lia.

“Semua lirik lagu-laguku memang dari pengalaman pribadi, karena aku ingin apa yang menjadi kisah hidupku bisa aku rekam dalam bentuk sebuah seni dan akan menjadi kenangan yang sangat berharga bagiku nantinya,” jelasku lebih jauh.
“Oh iya, kita sudah lama ngobrol nih tapi belum mengenal nama masing-masing diantara kita” sahut Lia spontan. Lia mengawalinya dengan menyodorkan tangannya..
“Lia..” ujarnya pendek. Yang kemudian giliran aku utuk melakukan hal yang sama.
“Adietya,” sahutku juga.

Dari perkenalan yang singkat itu, kami sudah saling akrab seperti layaknya teman lama. Saat itu juga dia memutuskan pergi besok paginya untuk mengisi acara liburannya dengan snorkeling di sebuah pulau kecil yang sepi dan berpasir putih.

Waktu menunjukan pukul 08.00 WITA, sesuai janjiku dengan Lia. Aku sudah berdiri di depan kamarnya dan kemudian aku mengetuk pintunya. Tak lama ada sahutan dari dalam.

“Pagi Adiet.. Tunggu bentar yah, aku sudah siap kok,” Dalam hitungan menit Lia sudah keluar dari kamarnya.
“Ayo kita berangkat!” katanya kemudian.

Dengan berjalan menyusuri pantai kita menuju ke perahu motor yang sudah aku pesan semalam. Sebelum naik ke atas perahu motor, aku mengambil peralatan snorkeling untuk kita berdua berupa dua pasang masker berikut finnya. Dalam perjalanan menuju pulau kecil yang hanya membutuhkan waktu 45 menit, aku menjelaskan pemandangan sekitar kita saat itu. Di samping kiri ada pemandangan Gunung Agung dari kejauhan, namun cukup jelas karena cuaca begitu bagus pagi itu.

Sesampainya di tujuan aku dan Lia turun dari perahu motor dan kita lanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri hamparan pasir putih. Aku sudah membuka kaos saat di perahu motor tadi, dan hanya mengenakan celana renang ketika menuju lokasi snorkeling. Tak lama setelah sampai di bawah rindangnya pohon cemara, Lia membuka kaos nya dan terpampanglah suatau pemandangan yang membuat jantungku berdetak sesaat.

Saat itu Lia mengenakan bikini warna biru tua yang kontras dengan warna kulitnya yang putih mulus. Mataku tertuju di tonjolan dadanya yang aku perkirakan berukuran 36b. Kemudian pandanganku beralih kebawah menuju pahanya yang mulus di topang oleh sepasang kaki jenjangnya, menjadikan pesona tubuh Lia semakin sempurna. Aku hanya bisa menelan ludah saat itu dan berhayal seandainya aku bisa memeluk tubuh yang sexy itu betapa beruntungnya diriku.

“Hai.. Kenapa melamun?” tegurnya mengejutkanku.
“Aku sudah siap nih” sahut Lia melanjutkan.
“Baiklah kalau begitu” ujarku menimpali tegurannya.

Ini adalah pengalaman pertama bagi Lia untuk snorkeling, dan sebelumnya Lia minta di ajarin sampai bisa. Hal yang paling sulit adalah saat bernafas melalui mulut, karena seluruh wajah tertutup oleh masker, kecuali bagian mulut.

Dengan penuh kesabaran aku mengajari cara-cara snorkeling yang umum dilakukan. Pertama aku membantunya memasang masker yang mana saat itu aku berdiri begitu dekat dengan nya, aroma khas tubuh Lia tercium sesaat, ketika aku membetulkan anak rambut yang menutupi raut wajahnya.

Kemudian Lia memasang fin sendiri, tanpa aku bantu. Tak lama berselang tubuh kita berdua sudah masuk ke dalam air. Perlahan aku berenang beriringan dengan Lia menuju ke tengah, yang aku perhatikan gaya berenang Lia sangat bagus. Setelah pengenalan di air cukup, akhirnya aku berenang agak menjauh, untuk memberikan kepercayan buat Lia melakukan snorkelingnya.

Dari dalam air, beberapa kali aku sempat memandangi bentuk tubuh Lia yang aduhai dari arah belakang saat dia berenang, mulai dari belahan pantatnya yang ranum sampai ke tonjolan di dadanya yang menantang.

Kembali aku berenang beriringan dengan Lia untuk meyakinkan kalau dia baik-baik aja. Saat sedang asyiknya kita berenang, tiba-tiba kaki Lia kram. Dengan tindakan spontan aku memeluknya, agar tidak tenggelam dan membawanya ke sebuah batu karang besar yang menonjol di tengah laut. Kita berdiri di atas batu karang yang, masih menyisakan bagian leher kita yang tidak tenggelam.

“Thanks ya Diet.. Atas bantuannya,” Ujar Lia sesaat setelah kejadian itu.
“Sama-sama,” timpalku kemudian.

Setelah acara snorkeling yang melelahkan, kita bersepakat untuk istirahat di bawah pohon cemara yang ada di tepian pantai. Sambil ngobrol tentang pribadi kita masing-masing, Lia meluruskan kakinya yang jenjang di hamparan pasir putih. Lia bercerita tentang kisah asmaranya dengan mantan pacarnya yang berakhir, karena cowoknya yang super sibuk sudah jarang lagi memperhatikannya.

Aku berusaha menghiburnya dengan mengatakan, kalau seandainya kalian tulus saling mengasihi hal itu tidak akan terjadi dan yang lebih terpenting adalah kedewasaan pasangan itu sendiri dalam menentukan sikap. Sepertinya Lia sangat senang dengan pendapatku yang demikian, hal itu terlihat dari sikapnya yang terpancar lewat senyumnya yang mengembang.

“Makasih ya Diet.. Kamu sudah mau menjadi teman curhatku,” sahut Lia kemudian.
Aku hanya tersenyum sambil mengatakan, “Saat ini aku sudah bisa membuat kamu tersenyum, mungkin saat lain kamu yang akan membuatku tersenyum.” timpalku pelan.

Tak terasa kedekatan ini membuat tubuh kita semakin dekat, aku mendahuluinya dengan merengkuh tubuhnya untuk merapat ke pelukanku. Lia hanya diam sambil tersipu malu.

“Betapa bahagianya seorang cowok jika mendapatkan dirimu Lia,” lanjutku lagi.
“Kamu begitu baik, sabar, cantik dan memiliki tubuh yang sexy lagi,” tambahku kemudian

Yang di jawab dengan senyumannya yang mempesona. Dengan sedikit keberanian aku mendekatkan bibirku ke bibir Lia yang terbuka basah yang kedua matanya juga sudah terpejam. Sangat beruntung sekali suasana pantai siang itu sepi dan yang lebih menguntungkan lagi, karena memang lokasi kita duduk jauh berada di ujung. Dengan lembut aku mengulum bibir Lia yang ranum, dan terdengar desahan halus darinya.

“Ohh.. Diet,” desahnya. Sembari membisikan kata-kata mesra aku melanjutkan ciumanku.
“Aku sayang kamu Lia,” bisikku pelan.

Tanganku juga tak tingal diam, dengan perlahan aku mengelus punggung Lia yang hanya di lapisi bikini tanpa bra di dalamnya. Sesaat tindakan ini membuat Lia semakin terangsang yang diiringi dengan sikap memelukku erat.

“Oh.. Diet teruskan,” desahnya lagi.

Tanpa menghentikan tindakanku, tanganku yang satunya meremas payudara yang berukuran 36b itu dari luar bikini yang disambut dengan desahan berikutnya.

“Ohh..” desah Lia kembali.

Perlahan aku mulai membuka bikini Lia dari bagian atasnya dan berhenti sesaat sampai di pinggangnya, maka tersembulah payudara Lia yang ranum menggairahkan dengan di hiasi ujung nya yang merah dan mulai keras.

Sepertinya Lia mulai terangsang sekali. Tanpa menunggu lama lidahku langsung mengecup permukaan payudar Lia dengan lembut dan pelan. Lidahku menelusuri setiap bagian payudaranya dengan lincah.
Putingya aku hisap dengan lembut, sesaat setelah Lia bergetar pelan. Beralaskan kain pantai warna biru, aku merebahkan tubuh Lia yang sexy pelan.

Aku melanjutkan kegiatanku dengan memegang telapak kaki Lia kemudian, sesaat setelah Lia menelentang dan mencumbui setiap jengkal kakinya. Di mulai dengan menjilati tepalak kakinya yang mulus dan jari-jari kakinya yang lentik. Lidahku juga menghisap ujung jari-jari kakinya, yang membuat Lia semakin menggelinjang lembut.

“Oh.. Diet.. Kamu pintar menaikkan gairahku,” desahnya pelan.

Berikutnya lidahku berpindah untuk memberikan kepuasan lagi ke bagian tubuh Lia yang lain. Kali ini adalah bagian lehernya yang aku mulai dengan mencumbu bagian belakang telinganya. Kembali Lia mendesah pelan..

“Ohh.. Teruskan Diet,” desahnya.

Setelah cukup lama tangan Lia berdiam diri, akhirnya tergerak juga untuk mengambil bagian di kesempatan ini. Tonjolan di celana renangku sudah begitu keras, setelah tangan Lia masuk membelai penisku dengan lembut.

“Oh.. Lia.. Sss..” desahku kemudian.

Kemudian aku lanjutkan untuk membuka sisa dari bikini Lia yang di pinggang dengan menariknya kebawah sampai ke pangkal kaki. Dengan lembut aku menjulurkan lidahku ke bagian perut Lia yang ternyata dia sedikit kegelian.

“Hek.. Geli Diet,” ujarnya.

Seketika aku menghentikan menjilati bagian perutnya, yang aku lanjutkan dengan menjlati pahanya bagian dalam yang berakhir di pangkalnya yang berbulu hitam dan sangat lebat, tapi tertata rapi dan beraroma khas.

Tak lama berselang aku menjulurkan lidahku ke bibir luar vagina Lia dengan lembut. Hal ini menimbulkan sensasi tersendiri buat Lia.

“Ohh.. Diet.. Sss..” desahnya bergetar.

Kemudian aku lanjutkan dengan menjulurkan ujung lidahku di clitorisnya yang sudah menonjol dikit. Tubuh Lia semakin bergetar setelah menerima perlakuan lidahku.

“Ohh.. Enak.. Sayang..” desahnya pelan. Lendir di lubang vagina Lia semakin deras keluar, menandakan kalau Lia begitu terangsang hebat.
“Ohh.. Diet.. Masukin sekarang.. Sayang..” pintanya mesra.

Sambil merangkak aku kembali menciumi bibir Lia yang terbuka, karena menahan rangsangan yang hebat. Dengan lembut aku memegang penisku dan mengarahkan nya ke lubang vagina Lia pelan. Tanpa kesulitan aku melesakan penisku ke dalam lubang vagina Lia, karena lendir Lia cukup memudahkan bagi penisku untuk menyeruak ke bagian dalam vaginanya.

“Ohh.. Tekan lebih dalam.. Diet..” pintanya kemudian. Yang diiringi dengan bibirnya mendesis lirih.
“Ssshh..” desis Lia. Perlahan dan lembut aku memaju mundurkan pinggulku untuk menusukkan penisku lebih dalam lagi.

Sret.. Sret.., irama penisku beradu dengan vagina Lia. Setelah cukup lama bersentuhan, terasa tubuh Lia bergetar dan mendesirlah cairan di dalam vagina Lia dengan hangat, menyirami kepala penisku. Lia mencapai orgasmenya di barengi dengan jeritan nya yang menggairahkan.

“Diet.. Aku sampai.. Ohh..” teriaknya lembut.

Kemudian aku mengecup bibir Lia dengan lembut, dan kembali memaju mundurkan penisku. Dalam beberapa saat aku merasakan tanda-tanda akan mencapai puncak, seketika aku mempercepat kocokan ku ke dalam vagina Lia. Sret.. Sret.. Sret, bunyi penisku beradu dengan vagina Lia. Bergetar tubuhku saat aku menyemprotkan spermaku ke dalam vagina Lia dengan deras, sambil memeluk erat tubuh Lia yang sexy.

“Ohh.. Sayang.. Enak.. Sekali..” jeritku sesaat setelah spermaku membasahi seluruh bagian dalam vagina Lia. Setelah itu aku kembali mengecup bibir Lia dengan lembut dan membisikkan kata-kata..
“Makasih yah sayang.. Kamu sudah membahagiakan aku,” bisikku lembut.

Begitulah seterusnya kisah cinta antara aku dan Lia yang berujung hubungan lebih serius sepulang nya Lia Ke Jakarta.

Sampai di sini dulu kisahku, nantikan kisahku yang lainnya.

Senin, 06 Agustus 2018

Prediksi togel - Senin 06 Agustus 2018


>>> SINGAPOREPOOLS <<<


ANGKA MAIN : 8 3 9 0
Top 2D : 08 13 29 30 48
Cadangan 2D : 58 63 79 80 98
TOP SHIO : Babi Ayam Monyet
COLOK BEBAS : 0 3 8     
AS : 3 4 5
KOP :    7 8 9   
KEPALA  : Besar / Ganjil
EKOR : Kecil / Ganjil



Ketika itu aku sedang mengelamun di perhentian Pudu Raya menantikan bas yang tak

kunjung tiba. Jadualnya telah terlewat namun aku terus terpaksa menunggu kerana

ingin menghabiskan cuti semester bersama keluarga.Tiba-tiba aku tersentak oleh

suara anak kecil yang merengek pada ibunya ditempat duduk

dihadapanku.Mula-mulanya aku buat tak kisah,tapi bila si ibu merenung dan

tersenyum padaku baru aku perasaan …..La…Cikgu Faridah rupanya…!.Aku

lantas

bangun menghampirinya dan saling bertanyakan khabar.

” Cik gu rupanya …nak balik kampung ke ? ” sapaku.

” Tak … ni ha budak ni dah rindukan ayahnya…” balasnya.

Rupa-rupanya Cikgu Faridah masih tinggal berjauhan dengan suaminya.Setelah puas

bertanya khabar ,tiba-tiba Cikgu Faridah memotong tajuk perbualan kami..


” Lan…….. masih ingat dulu ….? ” tanyanya.

” Cuba perhatikan Ira ni …..Ira ! Salam tangan abah ! ” . Pintanya pada anak

kecil itu yang berumur lebih kurang enam tahun.

Aku terkejut.Ira saling tak tumpah iras wajahku.

” Inilah anak kita…… ” akhirnya dia berbisik pada ku.

Aku tergamam ……

Setelah bertukar alamat dan nombor talipon kami membawa haluan

masing-masing.Dalam perjalanan aku terkenang peristiwa dahulu semasa aku si

tingkatan tiga.


Hari itu hari Sabtu.Ada kelas tambahan.Aku datang terlalu awal.Kelas mula pukul

10 pagi tapi aku ada rancangan awal.Aku ingin menikmati bahan bacaan dan

gambar-gambar lucah yang aku pinjam dari kawanku semalam.

Sedang aku khusyuk membelek majalah tersebut, tiba -tiba terasa bahu ku di

sentuh ….

” Baca apa ni Lan ….. ? ” .

Cikgu Faridah rupanya.Baru 3 bulan berkahwin setelah tamat maktab dan mengajar

di sekolahku.Suaminya mengajar di Negeri lain.Aku serba salah . Bau perfume

Cikgu Faridah menusuk hidungku.

” Boleh saya tumpang tengok …… ? ” pinta nya.


Cikgu Faridah duduk disebelah ku.Aku serba tak kena.Kalau tadi konek ku memang

sudah tegang kini di tambah pula perasaan berdebar-debar dan timbul keinginanku

untuk menyetubuhi Cikgu Faridah.Ku lihat Cikgu Faridah duduk serba tak

kena.Pehanya ku lihat bergesel-gesel antara satu sama lain.Punggungnya dah tak

senang duduk.Bila ku beranikan tanganku meletakan pada pehanya ,dia lantas

memelukku, pipiku di cium-cium dan akhirnya kami berkucup lidah dengan mesra

sekali.Aku tak pernah berkucup bibir selama ini dan peluang ini tak akan ku

biarkan begitu saja.


Aku tak sedar bila seluarku ku tanggalkan dan entah bila masa aku sudah

menindihnya diatas meja.Sambil berkucup tanpa henti ,tanganku tak henti-henti

meraba-raba teteknya yang masih berkebaya lagi.Kemudian aku perasan tangannya

menyingkap sendiri kainnya keatas dan seluar dalamnya telah berada ditangan

kirinya.

Aku melepaskan pelukannya.Aku mengangkat kedua-dua betisnya keatas dan

mengangkangkan nya.Terserlah kemaluannya yang berbulu halus dan kelengkang yang

putih melepak.Kelihatan bibirnya kemaluannya basah sekail.Inilah kali pertama

dalam hidupku melihat kemaluan searang wanita dan berpeluang untuk

melakukannya….. .Konek ku menjadi terlalu tegang dan terasa seperti ada

kemanisan yang akan mengalir.. .Lantas aku menindih semula Cigu Faridah dan kami

berpelukan semula.Konek ku geselkan di sekitar kemaluannya dan pehanya memaut

pinggangku dengan erat…

Terdengar rintihan kecil di telingaku .Konek ku masih tercari-cari pintu masuk

kemaluannya dan bila terasa seperti akan termasuk ,tiba-tiba Ciku Faridah

tersentak dan

dan merayu-rayu pada ku..


” Lan ………. Sudahlah …. jangan masukan ….

….. jannnnnnggaaaaaaann ….! ” rintih nya.

Aku yang sedang dalam kesedapan tak memperdulikan rintihannya.Perlahan-lahan ku

masukan sedikit demi sedikit konek ku.

” Lan ….. tolonglah …jangannnnn masukannnnnn…! ” rintihnya berterusan.

Ketika itu konek ku telah terbenam sepenuhnya..dan aku mula menghayunkan

punggung….Hayun dan terus hayun…

” Lan …. tolonglah….jangan pancuttt kat dalammmmm ………….. ” rintihnya

berterusan disertai keluhan-keluhan yang menyesakkan.

Aku terus mendayung…. Kesedapan menjadi bertambah tambah nikmat.

” Sudah lah Lan ……dah lah….. tarikkk keluaaaaaar ….!

Ketika itu aku sudah seperti tak sedarkan diri.Terasa sesuatu yang amat manis di

konekku.Aku membenamkan sedalam-dalamnya…

” Lan ….. jangan pancuttttt……..!!!!! “

Air mani ku mengalir deras kedalam tubuhnya.Kami kaku seketika.Cikgu Faridah

Mengeluh dengan kuat sekali dan terasa tubuh badannya kejang seketika….

POOOOOOOOOOOOOOOOOONNNNNNN…!!!!! .Aku tersentak dari lamunan.Hon bas yang

begitu kuat menghilangkan kenanganku bersamanya. Aku bertekat untuk menghubungi

kembali Cikgu Faridah dan ingin memujuknya agar berpisah dengan suaminya dan

menjadi isteriku.


Minggu, 05 Agustus 2018

Prediksi togel - Minggu 05 Agustus 2018


>>> SINGAPOREPOOLS <<<


ANGKA MAIN : 2 4 7 5
Top 2D : 02 14 27 35 42
Cadangan 2D : 52 64 77 85 92
TOP SHIO : Kerbau Tikus Naga
COLOK BEBAS : 2 4 5     
AS : 0 1 2
KOP :    4 5 6   
KEPALA  : Besar / Ganjil
EKOR : Besar / Ganjil



Cerita ini bermula sewaktu aku dan keluargaku bercuti di Terengganu. Sekarang ini aku masih belajar di ipts di kay ell. Begini kisahnya… Hari minggu itu bapak aku ada urusan di Terengganu. So mak aku malas nak tinggal sorang kat kay ell jadi bapak aku bawak le sekali satu keluarga ikut sama. Sambil tu boleh terus bercuti. Selain itu makcik dan sepupu aku pun ada ikut juga. Makcik aku ni nama aje makcik tapi perbezaan umur hanye tua 3 tahun aje. Selain itu dia ni boleh kire cun jugak leh… ihihihi… sepupu aku pun cam gitu gak. Name makcik aku ni Hanni. Die ni kerje sebagai accountant kat Maybank. Die ni menang cun sungguh. Body power tak yah cite l

Kami sampai kat ‘istane hinggap’ kami lebih kurang pukul 6 petang. Aku terus masuk bilik dan terus tidur. Makan tak yah ape pun tak yah. Letih siot. Korang tahu le berape punye lame nak sampai dari kay ell ke Terengganu ni. Makcik aku plak duduk kat sebelah bilik aku. Bila aku sedar-sedar aje jam dah pukul 9 malam. Aku yang dok mamai lagi pun klua le. Ingat nak makan le ape yang ade sekali satu hape pun tarak sebab mak bapak ngan kakak aku sume dah klua. Sepupu aku pun klua jugak same mereke kerane aku tak nampak pun die. Aku nampak makcik aku klua dari biliknya. Die berpakaian kimono mandi dan berjalan menuju ke bilik mandi. “Cik Ann…” tegurku. Makcik aku berpaling dan menjawap “Ha… apesal?” jawabnduk kat ruang tamu dan makcik aku pergi ke belakang untuk ke bilik air. Tidak lame lepas tu gemercikkan air mula kedengaran. Aku yang menunggu kat luar bile dengan bunyi air tu mule le rase sejuk yang teramat sangat… ihihihi… lagipun malam tu hujan dah renyai-renyai turun. Biase le Terengganukan. Tiap-tiap hari hujan. Lebih-lebih lagi time tengkujuh cam gini.

Tiba-tibe bile aku tengah sedap punye layan tv, makcik aku kat bilik air menjerit panggil aku. “Wal! Mane sabun ni?! Cik Ann nak sabun.” Aku menjawab balik jeritan makcik aku tu, “Ade kat situ le. Takan kat sini kot. Mane ade orang bersabun kat sini haa.” “Mane ade?! Huh… orang dah carik dah tapi tak jumpe. Sabun baju ade le…” kata makcikku lagi. “Uiehkkk… Takde ke? Takan mak lupe nak beli kot?” Tanye aku sendirian sambil berjalan menuju kebilik air. “Kat laci kabinet bawah tu takde ke?” Aku mengarahkan makcik aku mencari kat laci kabinet dalam bilik air tu pulak. “Takde jugak le Wal. Kau masuk ajelah, tolong Cik Ann cari sabunnya. Cik Ann tak tau ni.” Makcik aku membuka pintu bilik air dan menyuran pantat die tu le… ihihihi… gebu siot… Makcik aku pulak dah panic, die cepat-cepat tutup booms ngan pantat die ngan tangan sambil memusingkan badannye ke belakang. Die sambar tuala yang terjatuh kat lantai dan kemudian cepat-cepat memakainye balik. Aku pulak masih lagi terconggok kat situ cam patung sebab kene ‘culture shock’… ihihihi… adik aku pun jadi cam aku gak. Di sebabkan terlalu terkejut terus die terjage dari sleeping beautynye. Kemudian baru aku tersedar dari lamunan aku. Makcik aku plak aku tengok muke die dah merah padam sebab malu gilee. Aku hulurkan sabun tadi kat die. Pas tu aku terus klau bersame-same dengan sise-sise nostalgia tadi. Nostalgia yang best gilee.

Makcik aku menutup kembali pintu bilik air dan teruskan mandi. Aku kembali ke ruang tamu dan duduk ke sofa untuk menenangkan kembali semangatku yang tetibe aje tadi terkoba-koba. Tapi tetap gak tak leh. Aku kembali mengelamun di sofa itu tentang setiap inci susuk tubuh makcik ku dengan telitinye. Dan makcik ku terus menjadi mangse imaginasi melampau ku pade waktu itu. Setelah beberape ketike, makcik aku klua dari bilik air. Kini die dah lengkap berpakaian kimono mandi. Dengan tuala masih di tangannye die berjalan menuju ke arah ku yang masih lagi mengelamun di sofa. “Oit! Mengelamun le tu! Takan tak abis lagi kot?!” Sergah makcik ku bile melihat aku masih lagi mengelamun sehingga tak sedar die ade kat sisiku. Aku tersedar dari lamunan ku. Aku terase malu sebab makcik aku seolah-olah tahu ape yang bermain kat kepale otak ku kini. “Err… takde ape-ape

Makcik aku duduk di sebelah aku dan kemudian meletakkan tangan kirinye di bahu aku manekale sebelah lagi di letakkan di pehe aku. “Cik Ann tahu yang Wal tengah stim sekarang ni.” Bisik makcik aku sambil tangan kanannye mule merayap dan kemudian mengengam erat adik aku yang tengah tegak berdiri tu. Perlahan-lahan die mengurut adik aku tu sambil meniup perlahan di telinga aku. Aku dah semakin stim. Kalau aku tolak rugi. Kalau aku layan kang tak pasai-pasai hancusss… Pendirian aku berbelah bahagi. Samade nak ikut cakap isi nurani murni aku atau ikut cakap isi nurani setan yang dok best punye bertenggek kat tinge kiri aku ni… Akhirnye di sebabkan setan lagi kuat dari isi nurani hati aku yang murni ni so aku memilih untuk melayan… ihihihi… Makcik aku tengah sedap punye dok urut adik aku tu. Kemudian die lucutkan plak selua trek sut dan spender yang aku pakai. “Hemmm… besar jugak anak sedare Cik Ann ni ye….”

Dari sebelah kanan aku beralih ke sebelah kiri. Kemudian aku hisap puting makcik aku cam budak kecik isap susu dari mak die. Bile aku dah start mengurut dan menghisap tu makcik aku ni dah mule le berbunyi. Die dah mule mengerang pelan sambil mengocokkan adik aku tu dengan lebih bernafsu. “Ahhhh… Ahhhh… Sedap Wal…. Ahhhh… hemmm…!!!” Makcik aku mengerang kesedapan. Tangannye melancap batang aku dengan lebih laju lagi dan kemudian aku mule terase seperti batang aku ni nak meletup. Aku cube gak nak tahan tapi tak terdaye. Akhirnye mulut batang aku ni memuntahkan cecair putih yang mengenai tangan makcikku dan kimono mandinye. Makcik menjilat semue air mani yang tertumpah kat tangannye dan kemudian tersenyum kepade ku. “Sedapnye. Ni kalau Wal nak tahu ubat awet mude tau… ihihihi..

Makcikku masih terus menjilat air mani kat tangannye sementare batang ku tadi pelahan-lahan mulai melembik. “Cik Ann tak puas lagi la. Ape kate kite sambung kat atas pulak, nak tak?” “Err… takpe ke? Nanti abah balik kang camne?” Aku memule agak keberatan juga dengan ajakan makcik aku tu “Takpe… lagi pun sekarang ni dieorang tak balik lagi. Kite berdue aje kat dalam rumah ni haa…” Jawap makcik ku dan terus menarik tangan ku dan masuk ke biliknye. Aku hanye mampu mengikut seperti di pukau. Di dalam bilik makcik ku menanggalkan pakaiannye dan menhenyakkan tubuhnye di atas katil. Aku pun melakukan pekare yang same dengan menanggalkan kesemue pakaian ku dan menghampiri makcikku yang menanti di atas katil. Aku berbaring di sisinye dan menyerahkan segalenye kepade makcikku.

Akhirnya aku hanya mampu berserah dan dengan lembutnya makcikku memainkan batangku sambil berkata,”Fuhhh… besau gak ye batang Wal ni… ihihihi… Patut pun mase Wal pancut tadi bukan main kuat perginye… ihihihi…” Aku tertawa mendengar makcik aku cakap begitu dan melihat kelaluannye dengan penuh minat dan bernafsu sekali. Aku dah mule stim balik. Melihatkan kelakuan makcik ku itu aku dah mule semakin berani. Berani untuk memulakan sesuatu… mengeluarkan semue skill yang aku tuntut dari filem blue yang aku tonton selame ni. Dengan lembutnya makcikku mengulum batangku, dan aku pula meraba tetek makcik yang montok itu. Ohhhhhhh… nikmat sekali…

Perlahan-lahan aku mule berpusing dan die tuntun aku ke arah pantatnye pula. Aku cume mengikut sahaje. Kini kami berade dalam posisi 69. Wahhhh… rerupenye pantat die dah banjir dah dan mengeluarkan bau yang agak kureng menyenangkan tapi sebab dah stim gilee semue tu tolak tepi punye… ihihihi… Aku menyelak bulu pantatnye yang nipis dan menjilat alur pantatnye. Dari situ aku dapat melihat dengan lebih depat rupe pantat seorang perempuan dewasa. Selame ni aku hanye pernah tengok pantat budak kecik aje. Pantat makcik aku tu gebu dan bijik kelentitnye berwarne merah. Aku menjungkitkan bijik kelentitnye dengan lidah ku dan menghisapnye macam budak kecik menghisap puting. Bile mase aku menghisapnye aje makcik aku mule mengelepar. Die mule tergeliat-liat dan bontotnye kekadang terangkat-angkat. “Ahhh… ahhhh… Sedapnye Wal… Ahhhh… Lagi Wal… Ahh

Selame aku menjilat pantatnye, batang aku memang dah die tak ingat dah. Langsung die tak hisap dah lagi sebab sebok dengan mengerangnye tu. Tapi semase aku tengah jilat dan menjolok lidah aku kat lubang pantannye tetibe aku merasekan yang batang aku ni cam ade orang hisap. Aku ingatkan makcik aku tapi aku masih lagi denga die mengerang. Camne die boleh berbunyi kalau mulut die dah penuh? Aku menoleh kebelakang dan melihat kakak aku sebenarnye yang sedang menghisap batang aku tu. Aku pade mulenye terkejut gak. Makcik aku yang dok sedap layan stim pun terkejut gak. Pastu die bia dan tengok aje akak aku tu dok hisap batang aku sambil ketawe kecil. “Wahhhh… best le kau Wal… ihihihihi… dapat hisap Cik Ann punye bijik pas tu akak kau plak hisap ko punye batang… ihihihi…” Makcik aku menyindir aku. Aku yang terase tersindir mengigit manje bijik mak

Aku berenti nyonyot bijik makcik aku. Aku bangun dan melihat akak aku tengah dok sedap punye ngisap batang aku cam isap gule-gule. Aku bia aje die layan kejap pas tu aku tarik batang aku dari mulut die. “Pop!” berbunyi bile aku tarik batang aku dari mulut akak aku ni. Aku tarik tangan akak aku supaye dekat sikit kat aku. Sekarang ni aku nak project plak akak aku. Memule aku freach kiss ngan die. Pas tu aku main le lelangit die ngan lidah aku. Lame gak kite orang comulut sambil buat sup lidah. Tangan die plak tengah sibok bukak baju die. Aku pun tolong le sekali. Pas tu aku urut tetek die. Kat lua aje sebab time tu akak aku ni masih pakai bra lagi. Aku turunkan ciuman aku dari bibirnye ke leher dan kemud

Bile akak aku dah klimax baru le aku berenti sebab nak layan makcik aku plak. Letih siot. Abis peluh satu badan ni haa… Lepas dah beromen ngan akak aku. Batang aku dah mule naik gatai nak cari lubang pantat plak. Aku pilih makcik aku dulu sebab die yang first sekali start ngan aku. So kirenye aku ni pengamal system FIFO le. Aku berlutut kat depan makcik aku dan kemudian menyembamkan muke aku kat pantatnye. Niat aku supaye makcik aku ni terangsang balik sebab lame die terhenti tadi bile aku beromen ngan akak aku. Aku nak pantat die berair balik supaye senang aku nak kongkek karang. Makcik aku ni bile aku hisap aje bijik die mule le die bising balik. Tak sempat aku nak buat die klimax dah die tarik kepale aku pas tu suruh aku fuck die. “Cukup… ahhhh… Cik Ann dah tak tahan dah ni. Lubang Cik Ann dah gatal sangat ni… Fuck me Wal!!! Fuck me!!!” Ak

Susah gak aku nak masukkan pade mulenye tapi di sebabkan makcik aku ni dah tak dare make akhirnye abis gak batang aku ni menerokai lubang pantat makcik aku tu. Perrggghhhh… ni le kali pertame aku dapat rasekan camne hangatnye lubang pantat pompuan… ihihihi… selame ni asyik rase hangat tangan aje bile melancap kat bilik air. Aku biakan aje batang aku tu kat dalam pantat makcik aku buat seketike. Lepas tu aku mule mengkongkek pantat makcikku dengan aksi klua masuk. Makcik aku hanye mampu mendesir kenikmatan setiap kali aku menghentakkan batang aku ke dalam pantatnye. Dan setiap kali aku menariknye pula makcik aku akan menaikkan punggungnye seperti mengikut rentak irama aku. Makcik ku mengerang kuat dan kemudian aku rasekan batang aku seperti di banjiri oleh satu air yang hangat dan kemudian aku terase seperti batang aku di sedut-sedut dari dalam.gendur. Akak aku yang masih lagi belum merase puas terus menghisap batang aku yang dah lembik itu. Makcik aku kat sebelah hanye mampu menjadi penonton dan terbaring lesu. Aku biakan saje akak aku menhisap dan menjilat segale cairan yang terletak kat batang aku sehingga licin. Lame juga aku biakkan akak aku menjilat dan melakukan ape saje kat batang aku tu.

Lelame setelah aku berjaye mengumpulkan kembali kudrat jantan ku dan batang aku kembali menegang tanpe rase berdose aku menarik akak ku dan aku menyuruh die menonggeng. Aku nak buat dogie style plak. Aku kemudian menikam batang ku yang kembali beraksi ke dalam lubang pantat akak aku pule. Akak aku pun same cam makcik aku. Takde dare gak. Make senang aje le batang aku nak meloloskan diri. Makcik aku yang dah keletihan juge dah mule terangsang bile melihat aku mengkongkek akak aku sendiri. Aku aku pule mengerang kesedapan dan klimax selepas itu. Aku masih dengan aksi aku. Makcik aku menarik kepale akak aku dan membenamkan ke pantatnye. Akak aku yang tengah stim tahap maksimum itu terus menjilat pantat makcik aku tu. Aku pule sambil mengkongkek meramas keras tetek akak aku sampai naik merah aku lihat. “Fuck her harder!!! Fuck her harder!!! Arggghhhh….

Aku terus melakukan seperti ape yang makcik aku suruh. Aku menghenjut akak aku dengan lebih kuat sehingga terase seperti dinding yang menghalang batang aku dari terus pergi lebih jauh. “Arrrggghhh… ehhhhhrrrggg… Wal! Akak dah nak klua ni!!! Arrrgghhhh… kite klua sesame ye!!!” Aku bile denga akak aku nak klua lagi aku pun mencepatkan lagi hayunan aku sambil menyuruh akak aku mengemut pantatnye dengan lebih kuat supaye lebih ketat. Tak lame selepas itu kami bertige klimax sesame. Kami kemudian tersembab kat dalam bilik tu sebab keletihan. Lebih kurang sejam lepas kami buat project mak abah aku pulang dan kami buat cam tak ade ape-ape yang berlaku. Seminggu kami duduk sane. So kami ade banyak mase untuk buat lagi. Aku pun dah gian sebab ari tu la my first time buat kerje terkutuk tu. Dengan due orang sekali lak tu… ihihihi… Cume satu aje yang

Hari di tunggu dah tibe. Elok lepas mak bapak aku selamat bertolak aku, akak aku dan makcik aku terus masuk bilik makcik aku. Sepupu aku plak masuk bilik die. Bilik die sebelah bilik makcik aku… ihihihi… Aku sengaje tak tutup rapat bilik makcik tu supaye die boleh dengar bile akak aku dan makcik aku meraung mase aku project dieorang nanti. Tapi sebelum tu aku dah kasi tau kat dieorang yang aku nak project ngan sepupu aku ni. So aku nak ade full power up. Makcik aku dan akak aku paham. Dieorang pun ikut plan aku. So dieorang le yang project sendirian. Aku plak lepak kat bilik aku. Nanti senang le aku nak usha sepupu aku tu… ihihihi… Plan aku menjadi. Raungan makcik aku dan akak aku berjaye menarik perhatian sepupu aku ni. Aku duk usha aje kat tepi pintu bilik

Makcik aku dan akak aku berhenti melakukan ape yang die orang lakukan bile nampak aku tengah peluk Alin. Alin plak yang masih terperanjat cube meronta untuk melepaskan diri. Aku ketatkan lagi pelukan aku dan terase batang aku menurjah-nurjah belakang alin cam tak saba-saba nak cari lubang. Aku suruh akak dan makcik aku pegang alin supaye die tak terlepas. Pas tu makcik aku dan akak aku tarik Alin dan baringkan die kat atas katil yang dah lencun dek air makcik aku ngan akak aku. Ntah berape kali dieorang klimax pun aku tak tahu… Alin aku lihat mule terase takut. Die pandang batang aku yang besar dan panjang itu dengan tajam. Agaknye die takut kot pantatnye nanti akan koyak rabak dek batang aku nanti… ihihihi… Aku yang dah stim gilee tu terus bertindak rakus. Menarik baju tidur Alin dengan ganas sehingga terkoyak. Make terserlahlah susuk tubuh mo

Perlahan-lahan dengan tingkah gentelman aku merayapkan tangan aku dari hujung kakinye sehingga ke gunung berserinye. Perlahan-laha aku mengurut tetek Alin yang menggunung itu. Memule die melawan juga tapi nasib baik ade akak ngan makcik aku yang memegang kaki dan tangannye. Kalau tak mampuih aku kene terajang ngan die kang. Air mate Alin dah mule mengalir. Dari raut wajahnye aku dapat agak yang die bermohon supaye aku melepaskan die. Tapi mane bolehkan. Setan dah masuk badan takan nak lepas camtu kot… Kot ye nak lepas pun mungkin lepas aku project die dulu… ihihihi… Kemudian aku menghisap puting Alin dengan lembut. Aku nyonyot puting Alin sehingga die terangsang betul. Tak lame aku hisap. Tak sampai berape minit aku dah dapat rase yang tetek Alin dah mule mengeras. Mate Alin pun d

Tak lame lepas tu mule terbit air gatai yang aku tunggu selame ini. Air penande yang Alin betoi-betoi dah stim gilee. Aku bagi isyarat kepade akak dan makcik aku supaye melepaskan Alin dari pegangan mereke. Mereke melepaskan dan alin bertindak balas dengan memeluk aku yang masih menghisap putingnye dengan erat sekali sambil mengerang kesedapan setiap kali jari ku menggosok bijik kelentitnye. Die betul-betul dah terangsang. “Hesss… Arhhhh… Hessss… Arrrggghhhh… Heeessss…. Arggghhh… Wal… Sedap Wal… Arrgghhh… Lagi Wal… Alin nak lagi Wal… Hesss… Arggghhhh….” “Alin nak lagi? Nanti Wal kasi yang lagi power ye…” Aku melepaskan nyoyotan putingnye dan mencium perut dan pusatnye sehingga sampai ke pantatnye. Aku menjilat pantatnye yang masih berbalut panties itu dengan rakus sekali. Air liur ku dah mule sebati dengan air gatai Alin y

Nahhh… kali ni aku berjaye menatap tepat pantat seorang dare yang selame ini hanye dapat aku saksikan dalam imaginasi sahaje. Alin pemiliki bijik kelentit yang agak panjang sedikit. Boleh nampak terkeluar. Lubang pantat Alin pule berwarne pink dan begitu indah sekali. Aku menjelirkan lidah ku dan mengeraskannye. Lidah ku kemudian di tekan ke dalam lubang pantat Alin yang sempit dan basah itu. “Arrrgghhh!!! Arrrggghhhh… ueggghhhh…” Alin mengeliat ape bile lidah ku di tekan ke dalam pantatnye. Punggungnye terangkat-angkat dan kakinye mengepit kepale aku dengan kuat sekali. Aku terpakse menolak kakinye supaye tidak terus menekan kepale aku dalam aku menjilat dan menyoyot bijik kelentitnye. “Arrrgghhh… Wal… Sedapnye Wal… Wal… Wal… Ueggghhhh… Arrrggghhhh….” Alin menekan kepale aku ke pantatnye dengan kuat sebelum melepaskan satu pancutan air hangat yang membasahi seluruh muke ku. Aku mengelap air yang terkene mukeku de juge tiade respone. Aku mengandaikan yang Alin kasi green light sebab selalunye kalau anak dare tu diam maknenye die setuju… ihihihi… itu le pegangan yang aku pegang.

Aku ambil bantal yang ade di tepi dan meletakkan di bawah punggung Alin. Kemudian aku anggak kedue kaki Alin dan aku kangkangkan sebesar yang boleh sehingga terserlah lubang pantat Alin yang merah menyaler itu. Pantat alin yang menawan dan aroma yang menyegarkan itu menambahkan lagi nafsu setan aku. Akan aku kongkek pantat ini lebih dasyat dari aku kongkek pantat akak dan makcik aku ari tu. Itu le azam aku. Batang aku yang dah sedie mengeras aku pegang erat dan aku usup pelahan seperti pendekar mengusupkan kerisnye sebelum pergi berjuang. Aku guide batang aku sehingga ke pintu lubang pantat Alin. Perlahan-lahan aku menekannye menerokai pantat yang belum pernah di kunjungi dan ternyate penerokaan kali pertame itu memberikan seribu halangan yang payah di tempuhi. Pantat Alin terlalu ketat buat batang ku yang besar. Tapi aku gagahi juge untuk menempuhnya

Alin aku tolak kasar sehingga die terbaring kembali. Kemudian aku cium mulutnye supaye die stim balik. Aku main putingnye dengan tangan aku dan aku hisap lidahnye sementare batang aku cube sedaye upaye untuk meneroka dengan lebih dalam lagi. Oleh kerane aku menghisap lidah Alin, Alin semacam lupe dengan kesakitan yang di alaminye. Di peluknye badan aku dengan akunye sekuat yang boleh sehingga batang aku terjerumus dengan laju kedalam pantatnye. Aku dapat radekan yang kepale batang aku seperti terlanggar sesuatu dan mengoyakkanye. Kemudian Alin menjerit kesakitan lalu terkulai lemah tak bertenage. Air mate Alin mengalir dan membasahi pipinye. Bukan salah aku pun. Aku nak buat slow and stady tapi Alin yang peluk aku sampai batang aku terpakse termasuk kat dalam pantatnye dengan laju.

Tak lame lepas tu Alin mengalami klimax yang sekian kalinye. Aku mencabutkan batang aku dan aku dapat lihat air gatai Alin memancut bersame dengan kuatnye sejurus selepas batang aku di cabutkan. Badan Alin bergetar menahan klimacnye itu dan mate hitamnye ternaik keatas menampakkan hanye mate putihnye saje. Aku meneruskan kembali aktiviti sorong tarik itu tadi. Selame hampir setengah jam kami beradu tenage akhirnye… “Alin… Aku dah nak klua dah ni… Kau nak aku pancut kat ne ni? Dalam ke lua?” Alin tanak aku pancut kat dalam sebab takut die mengandung. Alin suruh aku pancut kat dalam mulutnye sebab die nak rase air mani aku. Aku kongkek pantat Alin untuk berape ketike lagi sebelum melepaskan air aku ke dalam mulut Alin. Aku sorong dan aku tarik… Aku sorong dan aku tarik sehingga aku terase hujung mulut batang aku seolah-olah hampir nak meletup.

Setelah selesai menelan dan menghisap sehingga bersih batang aku yang semakin lembik itu, akak dan makcik aku plak menjerit kat sebelah katil. Dieorang pun dah sampai klimaxnye. Untuk yang keberape kali pun aku tak tahu. Yang pasti kami semue dah sampai klimax yang di tunggu-tunggu… Aku dan Alin terbaring keletihan di atas katil sementare akak dan makcik aku terbaring di lantai. Kami tertidur di situ sampai tak sedarkan diri. Lame kemudian aku terdengar pintu bilik di ketuk dan suare mak aku memanggil name ku. “Wal… Nawal… bangun nak. Turun bawah ni. Mak belikan nasi bungkus untuk makan malam ni haa… turun ye.” Aku terjaga dari tidur. Aku terperanjat dan mule panic. Aku memandang sekeliling dan mencari-cari die orang. Aku ingatkan yang aku, Cik Ann, akak, dan Alin dah kantoi sebab tertidur sehingga tak seda mak bapak aku dah balik tapi rerupe mereka dah lama bangun.


Sabtu, 04 Agustus 2018

Prediksi togel - Sabtu 04 Agustus 2018


>>> SINGAPOREPOOLS <<<


ANGKA MAIN : 3 1 0 6
Top 2D : 03 11 20 36 43
Cadangan 2D : 53 61 70 86 93
TOP SHIO : Babi Monyet Anjing
COLOK BEBAS : 0 1 3    
AS : 3 4 5
KOP :    7 8 9    
KEPALA  : Kecil / Ganjil
EKOR : Besar / Genap



Pagi itu aku tidak ada kuliah sehingga hari ini aku punya acara bebas dari pagi sampai malam. Jam 7 pagi aku udah mulai mandi pagi, sambil mikirin rencana hari ini. Sehabis ganti baju dan sarapan, aku ninggalin tempat kos-ku dan bawa motorku ke rumah pacarku, Yati.

Sekitar jam 8 pagi aku udah nyampe di rumahnya, kebetulan hari ini dia juga lagi libur. Kutunggu agak lama setelah memencet bel rumahnya, Yati membukakan pintu depan rumahnya, “lho kok sepi, pada kemana ? tanyaku sambil masuk ke rumahnya, “oh Mama lagi ke Pasar Baru, si adik sudah berangkat pagi ke sekolah, ada PR” katanya.

“Duduk dulu ya, aku mau pake baju dulu nih, soalnya habis mandi buru-buru ada bel bunyi dan aku yakin pasti kamu yang datang, jadinya cuman sempet pake handuk sama kaos aja”.

“Pasti belum pake baju dalam ya ? tebakku sambil senyum. “Ih dasar cowok, pikirannya yang ngeres-ngeres aja, ” tapi suka kan …hi hi hi.

Sambil berjalan ke kamarnya, aku lihat pinggul dan pantat pacarku ini benar-benar aduhai, betisnya putih apalagi pahanya pasti lebih ok dan yang paling memabukkan adalah buah dadanya yang ranum dan montok, kaos ketatnya membungkus payudara indah tanpa bh itu dengan sempurna, memperlhatkan lekukan dada wanita yang sempurna.

Kebayang waktu kenalan dulu, wih tangannya putih sekali dan mulusnya ampun, banyak cowok yang suka sama dia, tapi namanya cinta nggak bisa diboongin.

“Sorry ya agak lama, nih kopi kesukaanmu mas “, aku agak kaget juga.
“Eh, makasih ya?!” kataku sambil kaget dan agak konak lihat pakaiannya, Yati cuma make celana pendek tipis batik yogya dan kaos tipis ketat coklat muda tanpa lengan dengan belahan kaos rendah yang memperlihatkan belahan dadanya yang putih dan montok.

“Aku minum ya, wah masih panas sekali’ kataku sambil megangin mulutku yang kepanasan, Yati ketawa ” makanya kira-kira ya kalau mau minum tiup dulu donk, mas”. “Wah lihat nih, lidahku sampai merah gini, mesti diobatin nih kalau nggak bisa dioperasi”, kataku.

“Aduh kacian, sini ibu guru lihat dulu” kata Yati sambil duduk disampingku dan memegang mulutku, aku diam dan memperlihatan lidahku yang kepanasan, sementara kuhirup wangi tubuhnya yang habis mandi, hmm.

Kudekatkan dudukku pada tubuh Yati, sambil tangannya melihat-lihat lidahku, tanganku memeluk pinggulnya dari samping sambil kulirik belahan dadanya yang putih, montok menantang dan menggairahkan itu.

Sambil kupeluk tubuhnya, kurasakan kehangatan tubuh dan payudaranya yang montok membuat kontolku bangkit dan mulai membesar dengan cepat, hingga menyesakkan celana yang kupakai, “idih, kok sampai merah gini” kata Yati, tiba-tiba mulutku dilumat olehnya dan tanpa menunggu lagi sambil tetap kupeluk tubuhnya akaupun gantian memgulum, melumat dan mencium bibir seksinya dengan penuh gairah, satu hal yang kusuka dari pacarku, meskipun dia orangnya pendiam kalau urusan lumat melumat dia jadi sangat ahli sekali, dan lumatan bibir seksinya sungguh sangat menggairahkan.

Tiba-tiba Yati mengangkat pantatnya dan duduk diatas pangkuanku, bongkahan pantatnya terasa sangat hangat kenyal dan menekan kontolku yang sudah mengeras, “Ih adikku sudah berdiri, katanya sambil menggoyangkan pantatnya diatas kontolku”.

Kulihat matanya sudah mulai nanar dan sedikit berair, pandangannya mulai agak sayu, kemudian aku mulai beralih menciumi leher putihnya dan sedikit jilatan dibelakang telinga,kelihatannya salah satu titik rangsangnya ini sangat menggairahkan nafsu seks-nya, lebih kebawah lagi, kuraba dari luar bongkahan payudaranya sudah sangat mengeras dan lebih membesar dari biasanya, pelan kuangkat kaosnya dan sepasang penutup BH-nya, payudara yang putih dan montok itupun menyembul dari dalam BH hitam yang dipakainya, sangat kontras sekali dengan dadanya yang sangat putih dan montok itu.

Kuciumi dengan rakus payudara montok itu dan kujilati dengan lidahku, sampai akhirnya ke titik pusat dadanya, putting susunya yang sudah tegak seperti penghapus pensil di ujung, kujilati putting susunya dan ternyata titik inipun sangat mempengaruhi gairahnya, terlihat kedua tangannya dilepas dari pelukannya dan tangannya memegang dan menarik rambut panjangnya kebelakang sambil mulutnya mendesis seperti orang kepedasan.

Tiba-tiba tubuhnya menggelinjang kuat sekali dan memeluktubuhku erat sekali sambil digoyang-goyangkan pantatnya diatas ****** tegakku dan akupun terasa dikeliilingi daging nikmat, dari sepasang dadanya yang montok dan ranum serta dibawah bongkahan pantatnya yang nggak kalah montok dan padat.

Sejenak dia terdiam sambil tetap memelukku dan dia menggelendot manja diatas pangkuanku,
“Mas, kita kemarku yuk, takut di ruang tamu ada yang masuk, lagian disana kan lebih leluasa,
tapi aku minta digendong ya ..? pintanya manja.

Sambil tangannya memelukku, akupun menggendong tubuhnya yang ramping dan montok itu ke kamarnya yang lumayan jauh dari ruang tamu. Setelah menaruh Yati diatas kasur, kuhampiri tape disamping tempat tidurnya dan kusetel lagu Forever In Love-nya Kenny G yang sampai saat ini menjadi lagu kenangan kami berdua.

Dalam ketegangan kontolku dan nafsu yang sudah naik, kuhampiri Yati, Kucium lembut bibirnya dan seluruh wajahnya mulai dari keningnya, jidat, matanya yang terpejam, hidung dan akhirnya kukecup dan akhirnya kulumat bibir seksinya, tanganku tak tinggal diam mulai dari kaos dan BHnya kubuka perlahan dan celana dalam hitam kecilnya yang menutupi lembah dan jembut halusnya, sambil terpejam Tangan Yati meraih kancing dan resluting celanaku dan didapatinya kontolku yang sudah tegak berdiri, kubantu melepas baju yang kukenakan sehingga kita berdua telanjang bulat dan hanya celana dalam Yati yang masih dipakainya.

Tiba-tiba tubuhku didorongnya, “berdiri dulu sayang, katanya, akupun turun dari tempat tidur dan Yati pun duduk ditepi tempat tidur dan sambil membelai kontolku yang sudah sangat tegang.

“Aku belum pernah lihat titit lelaki dewasa, tetapi punyamu besar sekali mas, sampai-sampai tanganku rasanya mantap sekali memegangnya, boleh aku belai sayang?”.
“Tentu, belai ciumi dan manjakan ****** besar ini sayang.”, kataku.

Kontolku sebenarnya nggak terlalu besar ya kira-kira pernah kuukur pakai penggaris panjangnya 15 cm dan bonggolnya sebesar pepsodent ukuran jumbo, yah perfectable size-lah menurut ukuran pacarku.

Sejak pertama kali mengenal oral sex hingga hari ini, Yati menunjukkan antusias yang sangat tinggi dengan kontolku, matanya sempat terbelalak saat pertama melihat dan memegang kontolku yang sudah ereksi. Apalagi saat pertama kali melakukan “karaoke”, istilahku jika ingin di-oral-sex sama pacarku, cara memperlakukan kontolku benar-benar istimewa, saat kutanya emangnya sudah pernah karaoke ya, pacarku marah besar, bagaimana mungkin jawabnya, ciuman bibir aja baru dengan kamu , dan akupun teringat first kiss buatku dan buat dia benarbenar berkesan, habis sama-sama baru sekali itu sih.

Sambil duduk dipingggir kasur kubuka pahaku sehingga kontolku yang sudah ereksi terlihat menantang seperti tugu monas, Yati jongkok dibawah sambil membelai perlahan kontolku, jari jemarinya menari-nari sepanjang kontolku mengikuti urat-uratnya yang menonjol sambil sesekali meremas dengan gemas, kulihat payudara Yati sangat menantang dan sesekali kuremas juga susunya.

Dari pangkal kontolku, dekat anus, tiba-tiba Yati menjulurkan lidahnya dan menjilat-jilat bonggol kontolku, jilatan itu kemudian berpindah keatas mengikuti batang kontolku, hingga akhirnya kepala kontolku dijilat dan disedot perlahan-lahan. Kurasakan aliran darah mengalir keras disepanjang urat kontolku, dan ketegangannya mungkin sudah mencapai 100%, kepalanya membesar seperti helm tentara, warnanya kemerah-merahan dan berdenyut-denyut nikmat sekali.

Sampai akhirnya batang kontolku mulai dilumat dan dimasukkan ke dalam mulutnya, perlahanlahan hingga kurasakan menyentuh ujung tenggorokannya, sementara masih tersisa sekitar 5 cm. “Masukkan semuanya dong, pintaku, “Gimana mau masuk lagi, kontolmu terlalu panjang buat mulutku, katanya sambil melepaskan kulumannya.

Akhirnya keluar masuk kontolku dimulutnya, wah rasanya nikmat sekali, mungkin seperti ini rasanya bersenggama, pikirku, kami memang selama ini belum pernah melakukan persetubuhan hingga memasukkan kontolku ke dalam vaginanya, yah hanya sekedar berbugil sambil menjilat dan mengulum alat kelamin dan orgasme tanpa melakukan senggama.

Suasana pagi yang sejuk, karena jendela kamar yang terbuka ditambah alunan instrumen Kenny.G membuat kami sama-sama terbuai dan lupa dengan segala sesuatunya. Sambil kujamah payudaranya, Yati kutarik dan kurebahkan di atas tempat tidur, wajahnya benarbenar merangsang, matanya berbinar, bibirnya memerah dan payudara sangat kencang dan memadat dengan putting susu yang mengeras. Seperti diawal aku mulai menciumi wajah dan bibirnya kemudian aku turun kebawah, kuciumi dan kujilati mulai dari jari-jemarinya yang putih mulus hingga ke betis indahnya, sambil kubelai dan kusentuh paha mulusnya, tanpa terasa aku menyentuh CD hitamnya dan perlahan kuturunkan dan kulepaskan, Yati diam dan hanya mendesah-desah menahan kenikmatan itu.

Sampai di pahanya kubelai dan kuciumi paha mulusnya seinchi demi seinchi kelihatan sekali dia begitu terangsang, sebelum sampai ke pangkal pahanya, aku naik dan mulai menjilati dadanya. Payudara yang putih dan mulus itu kuremas sambil mulai kujilati melingkar hingga sampai ke putingnya kujilati dan kusedot penuh nafsu, Kulihat pinggul dan pantat Yati bergerak dan menggelinjang tak karuan menahan kenikmatan jilatan, sedotan dan remasanku.

Kujilati kebawah lagi dan sampai ke perut Yati yang sangat mulus dan akhirnya hingga ke bukit indah yang ditumbuhi rumput hitam yang halus dan sangat kontras dengan kemulusan tubuhnya. Kusibakkan bulu-bulu halus yang menutupi vagina pacarku, terlihat bibir vaginanya masih tertutup rapat,namun terlihat disitu ada cairan disekelilingnya, ternyata dia sudah mulai basah.

Kubuka sedikit dan terlihat kelentitnya berwarna merah jambu, kecil, menonjol dan kelihatan membasah, kuraba perlahan, Yati melenguh keras dan menggoyangkan dan mengangkat pantatnya, Kuraba perlahan dengan jari telunjukku dan akhirnya mulai kujilati dengan ujung lidahku, kembali terdengar erangan dan lenguhannya merasakan nikmat yang luar biasa.

“Mas, tolong aku sayang, masukkan ****** besarmu ke vaginaku, aku sudah tak tahan lagi menahan kenikmatan ini, pintanya sambil setengah menangis. ” jangan sayang, kita belum boleh melakukan ini, toh nanti kita juga akan menikah, kataku masih sadar, meskipun aku jiga sudah tidak kuat lagi menahan nafsuku.

“Biarlah mas, aku rela mmberikan perawanku untukmu sayang, aku sangat mencintaimu dan aku takut kehilangan dirimu, kata Yati, sambil mulai menarik kontolku ke arah vaginanya yang membasah.

Kontolku yang sudah agak menurun, mulai bangkit lagi begitu menyentuh bibir vagina Yati, sangat tegang dan begitu membesar. Dengan masih deg degan akhirnya sedikit demi sedikit kumasukkan batang kontolku ke dalam vaginanya, saat kucoba menyelipkan kepala kontolku ke mulut vaginanya rasanya peret dan sulit sekali, kulihat Yati sedikit meringis dan membuka mulutnya dan sedikit menjerit, “aaah” ,namun akhirnya kepala kontolku sudah mulai masuk dan mulai kurasakan kehangat vaginya, perlahan kumasukkan seinchi demi seinchi, pada centimeter ke 3 menuju ke 4, Yati tiba-tiba berteriak dan menjerit, ” aduh mas sakit sekali, katanya, seperti ada yang menusuk dan nyerinya sampai ke perut”, katanya.

“Aku cabut aja ya ?”
” Jangan, biarkan dulu kutahan rasa sakit ini, aku yang sudah merasa kenikmatan yang luar biasa dan sedikit demi sedikit mulai kumasukkan lagi batang kontolku.

Kulihat Yati meneteskan air mata, namun tiba-tiba dia menggoyangkan pantatnya dan tentunya akhirnya kontolku hampir seluruhnya masuk, kenikmatan yang belum pernah kurasakan, kontolku serasa digigit bibir yang kenyal, hangat, agak lembab dan nikmat sekali. Akhirnya kamipun mulai menikmati hubungan badan ini, ” mas rasa sakitnya sudah agak berkurang, sekarang keluar masukkan kontolmu mas, rasanya nikmat sekali.

Perlahan aku mulai mengayun batang kontolku keluar masuk ke vagina Yati, kulihat tangannya diangkat dan memegang erat-erat kepalanya dan akhirnya menarik sprei tempat tidurnya, sementara pahanya dia kangkangin lebar-lebar dan mencari-cari pinggulku, hingga akhirnya kakinya melingkar di pantatku dan seolah meminta kontolku untuk dimasukkan dalam-dalam ke vaginanya.

Beberapa kali ayunan, akhirnya aku agak yakin dia sudah tidak begitu merasakan sakit di vaginanya, dan kupercepat ayuhan kontolku di vaginanya. Yati berteriak-teriak dan tiba merapatkan jepitan kakinya di pantatku, kepala menggeleng-geleng dan tangannya menarik kuat-kuat sprei tempat tidurnya, mungkin dia mau orgasme, pikirku. Tiba-tiba tangannya memelukku erat-erat dan kakinya makin merapatkan jepitannya di pantatku, kurasakan payudara besarnya tergencet dadaku, rasanya hangat dan kenyal sekali, aku diam sejenak dan kubenamkan kontolku seluruhnya di dalam vaginanya.

” Oh, mmmas aku keluar…. Ahhhhhhhhhhhhh ….ahhhhhhhhhhhhh…. ahhhhhhhhhhh, Aku merasakan nikmat yang amat sangat, kontolku berdenyut-denyut, rasanya aliran darah mengalir kencang di kontolku, dan aku yakin kontolku sangat tegang sekali dan begitu membesar di dalam vagina Yati, sepertimya aku juga akan mengeluarkan air kejantananku.

Kubuka sedikit jepitan kaki Yati dipantatku, sambil kubuka lebar-lebar paha Yati, kulihat ada cairan kental berwarna kemerah-merahan dari vagina Yati, kontolku rasanya licin sekali dialiri cairan itu, dan akhirnya dengan cepat aku kayuh kontolku keluar masuk dari vagina Yati, nikmat sekali rasanya.

Ada mungkin delapan sampai sembilan kayuhan kontolku di vagina Yati, tiba-tiba kurasakan ada sesuatu yang akan meledak dari dalam kontolku dan akhirnya …. Crooot …croooot ….crooot …crooot. Kontolku yang sudah kucabut dari dalam vagina Yati, kudaratkan di atas perut mulusnya dan semburan air kejantananku muncrat sampai ke rambut, pipi,sebagian mulutnya, payudara dan diatas perut Yati, kuurut-urut batang kontolku dan tetesan air maniku berjatuhan di atas jembut halus kekasihku.

Aku merebahkan diri disamping tubuh mulus Yati, kupeluk dia sambil kubelai rambutnya, Yati terpejam, diam dan tiba-tiba dari ujung kedua belah matanya yang terpejam menetes air mata. Kuseka air matanya dan kupeluk dia erat-erat, dan dia memelukku juga, ” Mas, hari ini aku sudah persembahkan kesucianku untukmu, sesuatu yang berharga yang kumiliki telah kuberikan padamu, aku nggak mau kehilangan dirimu dan tak akan kulupakan seumur hidupku peristiwa indah hari ini … Aku sangat mencintaimu mas”.

Yati bangun dari rebahannya, mengambil saputangan dan membersihkan bercak dari sela-sela vaginya yang telah bercampur dengan cairan kenikmatannya, saputangan biru itu berbercak merah, memenuhi hampir setengah lembar saputangan biru itu.

“Saputangan ini akan kusimpan selamanya, sebagai tanda buat cinta kita, mas” Aku terdiam, kemudian kubelai rambut indahnya, kukecup keningnya dan kukatakan, ” Hari ini 14 November 1994, aku telah kau berikan sesuatu yang berharga darimu, keperawananmu membuktikan cinta sucimu, aku juga sangat mencintaimu, kuambil keperawananmu dengan keperjakaanku, dan tak kan kulupakan hari ini selama hidupku”.

Dalam keadaan sama-sama bugil, kupeluk tubuh Yati, kehangatan tubuhnya mengalir ke setiap pori-pori dan diapun meraskan hal yang sama, ” tahun depan aku sudah lulus, selanjutnya aku akan melamarmu dan kita akan menikmati cinta kita selamanya, aku mencintaimu Yati”. ” Mas, aku bangga memilikimu, lelaki sepertimu yang memang aku idamkan selama ini”.

Keringat yang mengalir di badanku diseka Yati dengan handuk dan dia membersihkan kontolku dengan handuk basah, akupun jadi terangsang lagi,

” Ih, si Adik kok bangun lagi, kamu benar-benar perkasa mas”, aku tersenyum, sebenarnya aku masih ingin melakukan sekali lagi tapi jam sudah menunjukkan jam 11.30, aku takut kalau tibatiba mamanya pulang.

Kugandeng tangan Yati dan membawanya ke kamar mandi dan dibawah guyuran shower kamar mandinya kita mandi bersama, saling menyabuni dan bercanda bersama, Kontolku menjadi tegang saat mandi dan Yati sempat memasturbasi kontolku yang sudah tegang dengan busa sabun, tangannya yang halus sangat lincah mengocok batang kontolku, sekitar lima menitan air maniku sempat keluar lagi dan muncrat sampai ke atas seperti air mancur, Yati tertawa puas, menciumiku dan melanjutkan mandi sampai selesai.

Selesai mengeringkan badan, rambutku dikeringkan Yati dengan hairdryernya, kupakai bajuku dan kitapun kembali ngobrol di ruang tamunya, ngopi, ngobrol dan bercanda sambil bermesraan menikmati hari indah itu.


Kamis, 02 Agustus 2018

Prediksi Togel - Kamis 02 Agustus 2018


>>> SINGAPOREPOOLS <<<


ANGKA MAIN : 2 9 8 4
Top 2D : 02 19 28 34 42
Cadangan 2D : 52 69 78 84 92
TOP SHIO : Naga Tikus Kelinci
COLOK BEBAS : 2 4 8    
AS : 0 1 2 
KOP :   4 5 6   
KEPALA  : Besar / Genap
EKOR : Besar / Genap



Kurasa tidak perlu aku ceritakan tentang nama dan asalku, serta tempat dan alamatku sekarang. Usiaku sekarang sudah mendekati empat puluh tahun, kalau dipikir-pikir seharusnya aku sudah punya anak, karena aku sudah menikah hampir lima belas tahun lamanya. Walaupun aku tidak begitu ganteng, aku cukup beruntung karena mendapat isteri yang menurutku sangat cantik. Bahkan dapat dikatakan dia yang tercantik di lingkunganku, yang biasanya menimbulkan kecemburuan para tetanggaku.

Isteriku bernama Resty. Ada satu kebiasaanku yang mungkin jarang orang lain miliki, yaitu keinginan sex yang tinggi. Mungkin para pembaca tidak percaya, kadang-kadang pada siang hari selagi ada tamu pun sering saya mengajak isteri saya sebentar ke kamar untuk melakukan hal itu. Yang anehnya, ternyata isteriku pun sangat menikmatinya. Walaupun demikian saya tidak pernah berniat jajan untuk mengimbangi kegilaanku pada sex. Mungkin karena belum punya anak, isteriku pun selalu siap setiap saat.

Kegilaan ini dimulai saat hadirnya tetangga baruku, entah siapa yang mulai, kami sangat akrab. Atau mungkin karena isteriku yang supel, sehingga cepat akrab dengan mereka. Suaminya juga sangat baik, usianya kira-kira sebaya denganku. Hanya isterinya, woow busyet.., selain masih muda juga cantik dan yang membuatku gila adalah bodynya yang wah, juga kulitnya sangat putih mulus.

Mereka pun sama seperti kami, belum mempunyai anak. Mereka pindah ke sini karena tugas baru suaminya yang ditempatkan perusahaannya yang baru membuka cabang di kota tempatku. Aku dan isteriku biasa memanggil mereka Mas Agus dan Mbak Rini. Selebihnya saya tidak tahu latar belakang mereka. Boleh dibilang kami seperti saudara saja karena hampir setiap hari kami ngobrol, yang terkadang di teras rumahnya atau sebaliknya.

Pada suatu malam, saya seperti biasanya berkunjung ke rumahnya, setelah ngobrol panjang lebar, Agus menawariku nonton VCD blue yang katanya baru dipinjamnya dari temannya. Aku pun tidak menolak karena selain belum jauh malam kegiatan lainnya pun tidak ada. Seperti biasanya, film blue tentu ceritanya itu-itu saja. Yang membuatku kaget, tiba-tiba isteri Agus ikut nonton bersama kami.

Waduh, gimana ini Gus..? Nggak enak nih..!
Nggak apa-apalah Mas, toh itu tontonan kok, nggak bisa dipegang. Kalau Mas nggak keberatan, Mbak Res diajak sekalian. katanya menyebut isteriku.
Aku tersinggung juga waktu itu. Tapi setelah kupikir-pikir, apa salahnya? Akhirnya aku pamit sebentar untuk memanggil isteriku yang tinggal sendirian di rumah.

Gila kamu..! Apa enaknya nonton gituan kok sama tetangga..? kata isteriku ketika kuajak.
Akhirnya aku malu juga sama isteriku, kuputuskan untuk tidak kembali lagi ke rumah Agus. Mendingan langsung tidur saja supaya besok cepat bangun. Paginya aku tidak bertemu Agus, karena sudah lebih dahulu berangkat. Di teras rumahnya aku hanya melihat isterinya sedang minum teh. Ketika aku lewat, dia menanyaiku tentang yang tadi malam. Aku bilang Resty tidak mau kuajak sehingga aku langsung saja tidur.

Mataku jelalatan menatapinya. Busyet.., dasternya hampir transparan menampakkan lekuk tubuhnya yang sejak dulu menggodaku. Tapi ah.., mereka kan tetanggaku. Tapi dasar memang pikiranku sudah tidak beres, kutunda keberangkatanku ke kantor, aku kembali ke rumah menemui isteriku. Seperti biasanya kalau sudah begini aku langsung menarik isteriku ke tempat tidur. Mungkin karena sudah biasa Resty tidak banyak protes. Yang luar biasa adalah pagi ini aku benar-benar gila. Aku bergulat dengan isteriku seperti kesetanan. Kemaluan Resty kujilati sampai tuntas, bahkan kusedot sampai isteriku menjerit. Edan, kok aku sampai segila ini ya, padahal hari masih pagi.Tapi hal itu tidak terpikirkan olehku lagi.

Isteriku sampai terengah-engah menikmati apa yang kulakukan terhadapnya. Resty langsung memegang kemaluanku dan mengulumnya, entah kenikmatan apa yang kurasakan saat itu. Sungguh, tidak dapat kuceritakan.
Mas.., sekarang Mas..! pinta isteriku memelas.
Akhirnya aku mendekatkan kemaluanku ke lubang kemaluan Resty. Dan tempat tidur kami pun ikut bergoyang.

Setelah kami berdua sama-sama tergolek, tiba-tiba isteriku bertanya, Kok Mas tiba-tiba nafsu banget sih..?
Aku diam saja karena malu mengatakan bahwa sebenarnya Rini lah yang menaikkan tensiku pagi ini.

Sorenya Agus datang ke rumahku, Sepertinya Mas punya kelainan sepertiku ya..? tanyanya setelah kami berbasa-basi.
Maksudmu apa Gus..? tanyaku heran.
Isteriku tadi cerita, katanya tadi pagi dia melihat Mas dan Mbak Resty bergulat setelah ngobrol dengannya.
Loh, aku heran, dari mana Rini nampak kami melakukannya? Oh iya, baru kusadari ternyata jendela kamar kami saling berhadapan.
Agus langsung menambahkan, Nggak usah malu Mas, saya juga maniak Mas. katanya tanpa malu-malu.

Begini saja Mas, tanpa harus memahami perasaanku, Agus langsung melanjutkan, Aku punya ide, gimana kalau nanti malam kita bikin acara..?
Acara apa Gus..? tanyaku penasaran.
Nanti malam kita bikin pesta di rumahmu, gimana..?
Pesta apaan..? Gila kamu.
Pokoknya tenang aja Mas, kamu cuman nyediain makan dan musiknya aja Mas, nanti minumannya saya yang nyediain. Kita berempat aja, sekedar refresing ajalah Mas, kan Mas belum pernah mencobanya..?

Malamnya, menjelang pukul 20.00, Agus bersama isterinya sudah ada di rumahku. Sambil makan dan minum, kami ngobrol tentang masa muda kami. Ternyata ada persamaan di antara kami, yaitu menyukai dan cenderung maniak pada sex. Diiringi musik yang disetel oleh isteriku, ada perasaan yang agak aneh kurasakan. Aku tidak dapat menjelaskan perasaan apa ini, mungkin pengaruh minuman yang dibawakan Agus dari rumahnya.

Tiba-tiba saja nafsuku bangkit, aku mendekati isteriku dan menariknya ke pangkuanku. Musik yang tidak begitu kencang terasa seperti menyelimuti pendengaranku. Kulihat Agus juga menarik isterinya dan menciumi bibirnya. Aku semakin terangsang, Resty juga semakin bergairah. Aku belum pernah merasakan perasaan seperti ini. Tidak berapa lama Resty sudah telanjang bulat, entah kapan aku menelanjanginya. Sesaat aku merasa bersalah, kenapa aku melakukan hal ini di depan orang lain, tetapi kemudian hal itu tidak terpikirkan olehku lagi. Seolah-olah nafsuku sudah menggelegak mengalahkan pikiran normalku.

Kuperhatikan Agus perlahan-lahan mendudukkan Rini di meja yang ada di depan kami, mengangkat rok yang dikenakan isterinya, kemudian membukanya dengan cara mengangkatnya ke atas. Aku semakin tidak karuan memikirkan kenapa hal ini dapat terjadi di dalam rumahku. Tetapi itu hanya sepintas, berikutnya aku sudah menikmati permainan itu. Rini juga tinggal hanya mengenakan BH dan celana dalamnya saja, dan masih duduk di atas meja dengan lutut tertekuk dan terbuka menantang.

Perlahan-lahan Agus membuka BH Rini, tampak dua bukit putih mulus menantang menyembul setelah penutupnya terbuka.
Kegilaan apa lagi ini..? batinku.
Seolah-olah Agus mengerti, karena selalu saya perhatikan menawarkan bergantian denganku. Kulihat isteriku yang masih terbaring di sofa dengan mulut terbuka menantang dengan nafas tersengal menahan nafsu yang menggelora, seolah-olah tidak keberatan bila posisiku digantikan oleh Agus.

Kemudian kudekati Rini yang kini tinggal hanya mengenakan celana dalam. Dengan badan yang sedikit gemetar karena memang ini pengalaman pertamaku melakukannya dengan orang lain, kuraba pahanya yang putih mulus dengan lembut. Sementara Agus kulihat semakin beringas menciumi sekujur tubuh Resty yang biasanya aku lah yang melakukannya.

Perlahan-lahan jari-jemariku mendekati daerah kemaluan Rini. Kuelus bagian itu, walau masih tertutup celana dalam, tetapi aroma khas kemaluan wanita sudah terasa, dan bagian tersebut sudah mulai basah. Perlahan-lahan kulepas celana dalamnya dengan hati-hati sambil merebahkan badannya di atas meja. Nampak bulu-bulu yang belum begitu panjang menghiasi bagian yang berada di antara kedua paha Rini ini.

Peluklah aku Mas, tolonglah Mas..! erang Rini seolah sudah siap untuk melakukannya.
Tetapi aku tidak melakukannya. Aku ingin memberikan kenikmatan yang betul-betul kenikmatan kepadanya malam ini. Kutatapi seluruh bagian tubuh Rini yang memang betul-betul sempurna. Biasanya aku hanya dapat melihatnya dari kejauhan, itu pun dengan terhalang pakaian. Berbeda kini bukan hanya melihat, tapi dapat menikmati. Sungguh, ini suatu yang tidak pernah terduga olehku. Seperti ingin melahapnya saja.

Kemudian kujilati seluruhnya tanpa sisa, sementara tangan kiriku meraba kemaluannya yang ditumbuhi bulu hitam halus yang tidak begitu tebal. Bagian ini terasa sangat lembut sekali, mulut kemaluannya sudah mulai basah. Perlahan kumasukkan jari telunjukku ke dalam.
Sshh.., akh..! Rini menggelinjang nikmat.
Kuteruskan melakukannya, kini lebih dalam dan menggunakan dua jari, Rini mendesis.

Kini mulutku menuju dua bukit menonjol di dada Rini, kuhisap bagian putingnya, tubuh Rini bergetar panas. Tiba-tiba tangannya meraih kemaluanku, menggenggam dengan kedua telapaknya seolah takut lepas. Posisi Rini sekarang berbaring miring, sementara aku berlutut, sehingga kemaluanku tepat ke mulutnya. Perlahan dia mulai menjilati kemaluanku. Gantian badanku sekarang yang bergetar hebat.

Rini memasukkan kemaluanku ke dalam mulutnya. Ya ampun, hampir aku tidak sanggup menikmatinya. Luar biasa enaknya, sungguh..! Belum pernah kurasakan seperti ini. Sementara di atas Sofa Agus dan isteriku seperti membentuk angka 69. Resty ada di bawah sambil mengulum kemaluan Agus, sementara Agus menjilati kemaluan Resty. Napas kami berempat saling berkejaran, seolah-olah melakukan perjalanan panjang yang melelahkan. Bunyi Music yang entah sudah beberapa lagu seolah menambah semangat kami.

Kini tiga jari kumasukkan ke dalam kemaluan Rini, dia melenguh hebat hingga kemaluanku terlepas dari mulutnya. Gantian aku sekarang yang menciumi kemaluannya. Kepalaku seperti terjepit di antara kedua belah pahanya yang mulus. Kujulurkan lidahku sepanjang-panjangnya dan kumasukkan ke dalam kemaluannya sambil kupermainkan di dalamnya. Aroma dan rasanya semakin memuncakkan nafsuku. Sekarang Rini terengah-engah dan kemudian menjerit tertahan meminta supaya aku segera memasukkan kemaluanku ke lubangnya.

Cepat-cepat kurengkuh kedua pahanya dan menariknya ke bibir meja, kutekuk lututnya dan kubuka pahanya lebar-lebar supaya aku dapat memasukkan kemaluanku sambil berjongkok. Perlahan-lahan kuarahkan senjataku menuju lubang milik Rini.
Ketika kepala kemaluanku memasuki lubang itu, Rini mendesis, Ssshh.., aahhk.., aduh enaknya..! Terus Mas, masukkan lagi akhh..!
Dengan pasti kumasukkan lebih dalam sambil sesekali menarik sedikit dan mendorongnya lagi. Ada kenikmatan luar biasa yang kurasakan ketika aku melakukannya. Mungkin karena selama ini aku hanya melakukannya dengan isteriku, kali ini ada sesuatu yang tidak pernah kurasakan sebelumnya.

Tanganku sekarang sudah meremas payudara Rini dengan lembut sambil mengusapnya. Mulut Rini pun seperti megap-megap kenikmatan, segera kulumat bibir itu hingga Rini nyaris tidak dapat bernapas, kutindih dan kudekap sekuat-kuatnya hingga Rini berontak. Pelukanku semakin kuperketat, seolah-olah tidak akan lepas lagi. Keringat sudah membasahi seluruh tubuh kami. Agus dan isteriku tidak kuperhatikan lagi. Yang kurasakan sekarang adalah sebuah petualangan yang belum pernah kulalui sebelumnya. Pantatku masih naik turun di antara kedua paha Rini.

Luar biasa kemaluan Rini ini, seperti ada penyedot saja di dalamnya. Kemaluanku seolah tertarik ke dalam. Dinding-dindingnya seperti lingkaran magnet saja. Mata Rini merem melek menikmati permainan ini. Erangannya tidak pernah putus, sementara helaan napasnya memburu terengah-engah.Posisi sekarang berubah, Rini sekarang membungkuk menghadap meja sambil memegang kedua sisi meja yang tadi tempat dia berbaring, sementara saya dari belakangnya dengan berdiri memasukkan kemaluanku. Hal ini cukup sulit, karena selain ukuran kemaluanku lumayan besar, lubang kemaluan Rini juga semakin ketat karena membungkuk.

Kukangkangkan kaki Rini dengan cara melebarkan jarak antara kedua kakinya. Perlahan kucoba memasukkan senjataku. Kali ini berhasil, tapi Rini melenguh nyaring, perlahan-lahan kudorong kemaluanku sambil sesekali menariknya. Lubangnya terasa sempit sekali. Beberapa saat, tiba-tiba ada cairan milik Rini membasahi lubang dan kemaluanku hingga terasa nikmat sekarang. Kembali kudorong senjataku dan kutarik sedikit. Goyanganku semakin lincah, pantatku maju mundur beraturan. Sepertinya Rini pun menikmati gaya ini.

Buah dada Rini bergoyang-goyang juga maju-mundur mengikuti irama yang berasal dari pantatku. Kuremas buah dada itu, kulihat Rini sudah tidak kuasa menahan sesuatu yang tidak kumengerti apa itu. Erangannya semakin panjang. Kecepatan pun kutambah, goyangan pinggul Rini semakin kuat. Tubuhku terasa semakin panas. Ada sesuatu yang terdorong dari dalam yang tidak kuasa aku menahannya. Sepertinya menjalar menuju kemaluanku. Aku masih berusaha menahannya.

Segera aku mencabut kemaluanku dan membopong tubuh Rini ke tempat yang lebih luas dan menyuruh Rini telentang di bentangan karpet. Secepatnya aku menindihnya sambil menekuk kedua kakinya sampai kedua ujung lututnya menempel ke perut, sehingga kini tampak kemaluan Rini menyembul mendongak ke atas menantangku. Segera kumasukkan senjataku kembali ke dalam lubang kemaluan Rini.

Pantatku kembali naik turun berirama, tapi kali ini lebih kencang seperti akan mencapai finis saja. Suara yang terdengar dari mulut Rini semakin tidak karuan, seolah menikmati setiap sesuatu yang kulakukan padanya. Tiba-tiba Rini memelukku sekuat-kuatnya. Goyanganku pun semakin menjadi. Aku pun berteriak sejadinya, terasa ada sesuatu keluar dari kemaluanku. Rini menggigit leherku sekuat-kuatnya, segera kurebut bibirnya dan menggigitnya sekuatnya, Rini menjerit kesakitan sambil bergetar hebat.

Mulutku terasa asin, ternyata bibir Rini berdarah, tapi seolah kami tidak memperdulikannya, kami seolah terikat kuat dan berguling-guling di lantai. Di atas sofa Agus dan isteriku ternyata juga sudah mencapai puncaknya. Kulihat Resty tersenyum puas. Sementara Rini tidak mau melepaskan kemaluanku dari dalam kemaluannya, kedua ujung tumit kakinya masih menekan kedua pantatku. Tidak kusadari seluruh cairan yang keluar dari kemaluanku masuk ke liang milik Rini. Kulihat Rini tidak memperdulikannya.

Perlahan-lahan otot-ototku mengendur, dan akhirnya kemaluanku terlepas dari kemaluan Rini. Rini tersenyum puas, walau kelelahan aku pun merasakan kenikmatan tiada tara. Resty juga tersenyum, hanya nampak malu-malu. Kemudian memunguti pakaiannya dan menuju kamar mandi.

Hingga saat ini peristiwa itu masih jelas dalam ingatanku. Agus dan Rini sekarang sudah pindah dan kembali ke Jakarta. Sesekali kami masih berhubungan lewat telepon. Mungkin aku tidak akan pernah melupakan peristiwa itu. Pernah suatu waktu Rini berkunjung ke rumah kami, kebetulan aku tidak ada di rumah. Dia hanya ketemu dengan isteriku. Seandainya saja.


Rabu, 01 Agustus 2018

Prediksi Togel - Rabu 01 Agustus 2018


>>> SINGAPOREPOOLS <<<


ANGKA MAIN : 7 6 5 3
Top 2D : 07 16 25 33 47
Cadangan 2D : 57 66 75 83 97
TOP SHIO : Monyet Kerbau Ayam
COLOK BEBAS : 3 5 6     
AS : 3 4 5
KOP :   7 8 9   
KEPALA  : Besar / Ganjil
EKOR : Kecil / Ganjil



Hai, nama aku salim. Aku ni keje sebagai driver kat sebuah syarikat pengangkutan di sebuah negeri P. Kisah ni berlaku waktu aku mula2 masuk keje kat tempat aku keje sekarang ni. Kat tempat keje aku ni adalah 4 orang pekerja wanita, yang lain semua lelaki. Dalam 4 orang ni adalah sorang pekerja wanita ni yang aku minat sangat. Nama dia Ina. Ina ni dari segi pewatakan dia nampak kasar sikit. tapi bila melihat pada lirikan matanya, ternyata dia seorang gadis yang manja dan ayu. Mungkin sikap dia yang kasar itu terpaksa dia buat – buat memandangkan ina ni keje di kalangan lelaki. So kenalah tegas sikit. Pada awal perkenalan, antara aku ngan dia hanya sekadar orang atasan ngan orang bawahan. kira dia ni macam ketua akulah. Sebab dia yang mengatur jadual kerja aku sebagai pemandu. Nak dijadikan cerita, pada suatu malam tu, ina terpaksa keje syif malam menggantikan sorang staff lelaki yang bercuti. Kira – kira jam 2 pagi, aku menerima panggilan dari dia untuk memulakan perjalanan aku ke destinasi yang sepatutnya. Aku sampai ke pejabat tu kira – kira jam 2.30 pagi. Waktu tu aku lihat dia keseorangan. Sementara menunggu lori sampai, aku bersembang dengannya. Entah mengapa pada malam itu kurasakan terlalu hampir dengannya. Segala masalahku kuceritakan pada dia. Dan dia setia mendengar segala masalahku dan sentiasa memberi peransang kepadaku. Dalam kerancakan kami bersembang, ina menerima panggilan daripada seorang pemandu berkenaan kerosakan kenderaan sewaktu hendak datang bertugas. Oleh kerana tempat kejadian tidak jauh lebih kurang 20km, ina mengajak aku menemani dia ke tempat kejadian. Dalam perjalanan tu, aku melihat ina macam betul2 mengantuk, so aku suruhlah dia tido. Sambil memandu, aku memerhatikan setiap raut wajahnya, ternyata dia gadis yang ayu sekali. Aku pun tidak tahu mengapa, aku dapat rasakan bahawa hatiku mula terpaut padanya. Aku memberanikan diri memegang tangannya. Dia terperanjap dan melarang aku berbuat demikian. Aku nyatakan pada dia, aku berbuat begitu kerana aku mengantuk. Akhirnya bila mendengar penjelasan aku, dia merelakan aku memegang tangan. Tangan dipegang dengan seerat – erat. Sejak kejadian itu, hubungan aku dengan dia semakin rapat. pada dia aku sering meluahkan perasaan dan begitu juga dia. Dia menganggap aku sebagai temannya sedangkan aku menganggap dia lebih dari seorang teman.Pada suatu petang aku menghantar dia pulang kerumah. Sebelum sampai kerumah, aku mengajak ina bersiar – siar di taman yang tidak jauh dari rumahnya. Dan pada petang itu juga aku meluahkan perasaan aku padanya. Dia terkejut dengan kenyataan aku dan menolak lamaranku. Alasannya aku ini suami orang dan dia tidak suka merampas hak wanita lain. Memang aku ini suami orang, tetapi aku tidak pernah bahagia dengan isteriku. Isteriku sentiasa mengongkongku dan dia bukanlah cintaku kerana dia pilihan keluargaku. Cintaku yang sebenar-benarnya ialah pada ina. Walaupun lamaranku ditolak, ina tetap melayanku dengan baik. Pada suatu malam aku bergaduh besar dengan isteriku. Oleh kerana tidak tahan dengan leterannya, aku keluar dari rumah. Apabila keluar dari rumah, aku menghubungi ina dan menyatakan yang aku benar-benar ingin bertemunya. Mulanya dia menolak, tetapi apabila aku nyatakan tentang masalah aku, dia akhirnya bersetuju untuk menemani aku keluar. Aku mengambil in a di rumah sewanya kira – kiara jam 11.00malam. Pada malam itu, dia memakai blaus hitam dengan skirt hitam. Sebelum ini aku belum pernah melihat dia dengan pakaian begitu. Biasanya dia pakai t-shirt je, so tak nampaklah bentuk tubuhnya. Tapi malam itu setiap lekuk tubuhnya dapat kulihat dengan jelas. Payu daranya yang besar menambahkan keghairahanku di malam yang sejuk itu. Aku membawanya makan malam. Dan setelah selesai, aku membawa dia berjalan di tepi pantai. Sesampainya aku di pantai, hujan mulai turun. Aku mengambil keputusan bersembang dengannya dalam kereta je. Oleh kerana suasana begitu sejuk, aku mengambil peluang memegang tangannya. Dia tidak membantah, kerana mugkin dia juga kesejukan. Namun tak tahu mengapa, apabila memegang tangannya, nafsukan semakin ghairah. Aku memberanikan diriku mencium pipinya. Dia cuba mengelak tapi aku tetap mencium pipi dan bibirnya yang nipis itu. Nafas semakin turun naik. Aku dapat rasakan yang dia mula ghairah dengan tindakanku. Aku terus menggomoli bibirnya sambil tanganku mula menjalari tubuh. Dia menepis tangan dan melarang aku berbuat begitu. Oleh kerana dah tahan, aku tetap berusaha. Akhirnya aku berjaya memegang payu daranya. Ku ramas – ramas payu daranya yang besar dan pejal itu.
“Emm..emm..”dia mula merengek. Aku membuka butang blausnya dan mengangkat branya keatas. sekarang apa lagi terpampanglah depan mata aku, dua biji gunung yang terlalu indah, besar dan pejal. Terus saja aku nyanyot payudaranya. Dia dah mula mengeliat. Batang aku lak dari tadi lagi tegang. Dalam keasyikan itu, jari jemariku mula mencari pussynya. Ku buka butang skirtnya, dan kemudian ku selak hingga keparas peha. Aku seterusnya terus menarik seluar dalamnya. Sekarang ini terpaparlah pussynya yang tembam dan besar itu. Aku kini berada betul – betul di celah kelangkangnya. aku mula menjilat pussynya. ina semakin tak tentu arah, dan dia mencapai klimaksnya. Aku dah tak tahan lagi, kuletakkan batangku betul2 di celah belahan pussy ina. Kumasukkan perlahan-lahan batangku. Sambil memandang pada raut wajah ina yang dibawah sedar itu. Kutusukkan lagi, dapat kurasakan seperti ada sesuatu yang menghalang tusukanku. Mungkin itulah daranya. Aku tusukkan lagi sehingga aku berjaya memasuki semua batangku ke pussy ina. Pada ketika itu, ina menjerit kesakitan, dan cuba menolakku. Aku terus memeluk erat tubuh ina dan memulakan dayungan sehingga aku mencapai klimaks. Air maniku kupancutkan kedalam rahim ina. Ina menangis dengan apa yang berlaku. Aku berjanji akan bertanggungjawab di atas keterlanjuranku. Kini sudah setahun ina menjadi isteriku yang sah. Setiap malam bagiku terlalu indah. Kemutan ina tidak pernah berubah seperti pertama kali aku bersamanya. Ina, abang sayangkn ina. Ina lah cinta pertama abang. Walaupun terpaksa berkongsi kasih, Kaulah isteri yang benar-benar memenuhi citarasaku dan yang benar2 memahamiku. Sekian. ceritaku…