www.dewalotto.com

www.dewalotto.com
Bandar Online Terbesar Terbonafit Terpercaya dengan Permainan Terlengkap All You Can Play in Dewalotto

Senin, 09 Oktober 2017

Prediksi Togel Senin 09 Oktober 2017....

>>> SINGAPOREPOOLS <<<

ANGKA MAIN :  3 7 1 4
Top 2D : 03 17 21 34 41
Cadangan 2D : 51 64 73 87 94
TOP SHIO :  Kerbao Ayam Babi
COLOK BEBAS : 1 4 7
AS : 0 2 5
           KOP : 6 8 9            
KEPALA : Kecil / Ganjil
EKOR : Kecil / Genap


Aqila serta Anjar mempersiapkan jamuan makan elegan, sebab masakan yang dipesan dari satu diantara restoran mahal di bilangan Jakarta ini. Dengan kenakan celana panjang coklat tua serta kaos berleher berwarna coklat muda, saya tiba dirumah mereka jam 18 serta lihat Rheva sudah ada disana.

Anjar kenakan celana panjang hitam serta hem biru muda bertangan pendek. Aqila kenakan gaun warna biru muda, seperti warna hem suaminya, agak ketat membungkus badannya yang seksi, gaun itu bergantung di pundaknya pada dua utas tali, hingga memerlihatkan beberapa payudaranya.

Rheva tidak gantinya seseorang putri, menggunakan gaun berwarna merah muda, ketat menghadirkan lekuk-lekuk badannya yang menggairahkan, dengan juga belahan dada agak rendah dengan potongan 1/2 lingkaran.

Keduanya seakan-akan menginginkan tunjukkan keindahan payudaranya di depanku serta Anjar untuk menyebutkan payudara siapa yang paling indah. Payudara ke-2 wanita itu memanglah tidaklah terlalu besar, namun cukup merangsang buatku.

Punya Aqila lebih kecil sedikit dari pada punya Rheva. Hal semacam itu telah kubuktikan sendiri saat coba melumat payudara keduanya. Payudara Rheva masihlah tersisa semakin banyak dari pada payudara Aqila, saat kuisap sebanyak mungkin kedalam mulutku. Kami berempat duduk di ruangan makan nikmati jamuan yang disiapkan tuan tempat tinggal.

Hidangan penutup serta buah-buahan fresh bikin kami begitu nikmati jamuan itu. Dari ruangan makan, kami beranjak ke ruangan keluarga. Aqila menyetel musik classic, sedang Anjar mengambil minuman untuk kami, ia menuangkan tequila buat Aqila serta Rheva, sedang untuk dia serta saya, semasing satu gelas anggur Prancis, agak keras kurasa alkoholnya.

Rona merah membayang di wajah mereka bertiga, serta kupikir demikian pula denganku, akibat dampak minuman yang kami teguk. Pembicaraan kami yang awal mulanya bebrapa enteng di sekitar kerja serta kuliah Rheva semakin berpindah pada beberapa hal erotis, terlebih saat Aqila lihat ke arahku serta berkata,

“Wah, dampak anggur Prancis telah bangunkan makhluk hidup di paha Agus. Saksikan tidak tuh Sin?

” Rheva menengok ke sisi bawah badanku serta memperbandingkan dengan Anjar, “Lho, yang satu ini juga telah mulai bangkit dari pendam, hi… hi…. hi…” Rheva yang duduk di dekatku menyenderkan kepalanya pada bahu kananku. Aqila mengajak suaminya berdiri serta berdansa ikuti irama lagu The Blue Danube-nya Strauss.

Tak tahu pernah pelatihan atau lantaran pernah diluar negeri, mereka berdua betul-betul pakar lakukan dansa. Sesudah lagu itu berlalu, terdengar alunan Liebestraum. Anjar melepas pelukannya pada pinggang Aqila serta mendekati Rheva

Lantas dengan style seseorang pangeran, memohon kesediaan Rheva menukar Aqila temaninya melantai, sesaat Aqila mendekatiku.Aku yang tak begitu pandai berdansa menolak dan menarik tangan Aqila agar duduk di sampingku memandang suaminya berdansa dengan keponakannya. Rupanya Rheva pun tidak jelek berdansa, meskipun tak sebagus Tantenya, ia mampu mengimbangi gerakan Anjar.

Saat alunan lagu begitu syahdu, mereka berdua saling merapatkan tubuh, sehingga dada Anjar menekan payudara Rheva. Di tengah-tengah alunan lagu, wajah Anjar mendekati telinga Rheva dan dengan bibirnya, ia mengelus-elus rambut di samping telinga Rheva dan dengan kedua bibirnya sesekali cuping telinga Rheva ia belai.

Tatapan Rheva semakin sayu mendapati dirinya dipeluk Anjar sambil dimesrai begitu. Lalu bibir Anjar turun ke dagu Rheva, menciumi lehernya. Kami dengar desahan Rheva keluar dari bibirnya yang separuh terbuka.

Lalu ia dengan masih berada pada pelukan Anjar di pinggangnya, mengarahkan ciuman pada bibir Anjar. Mereka berpagutan sambil berpelukan erat, kedua tangan Anjar melingkari pinggul Rheva, sedangkan kedua tangan Rheva memeluk leher Anjar.

Permainan lidah mereka pun turut mewarnai ciuman panas itu. Anjar lalu membuka gaun Rheva hingga terbuka dan melewati kedua pundaknya jatuh ke lantai. Kini Rheva hanya mengenakan kutang dan celana dalam berwarna merah muda.

Tangan Rheva ikut membalas gerakan Anjar dan membuka hemnya, kemudian kulihat jari-jarinya bergerak ke pinggang Anjar membukai ikat pinggang dan risleting celana Anjar. Maka terlepaslah celana Anjar, ia hanya tinggal memakai celana dalam.

Lalu jari-jari Rheva bergerak ke belakang tubuhnya, membuka tali kutangnya, hingga menyembullah keluar kedua payudaranya yang rheval. Keduanya masih saling berpelukan, melantai dengan terus berciuman.

Namun tangan keduanya tidak lagi tinggal diam, melainkan saling meraba, mengelus; bahkan tangan Anjar mulai mengelus-elus bagian depan celana dalam Rheva. Rheva mendesah mendapat perlakuan Anjar dan mengelus-elus penis Anjar dari luar celana dalamnya, lalu dengan suatu tarikan, ia melepaskan pembungkus penis tersebut sehingga penis Anjar terpampang jelas memperlihatkan kondisinya yang sudah terangsang.

Anjar mengarahkan penisnya ke vagina Rheva dan melakukan tekanan berulang-ulang hingga Rheva semakin liar menggeliatkan pinggulnya, apalagi ciuman Anjar pada payudaranya semakin ganas, dengan isapan, remasan tangan dan pilinan lidahnya pada putingnya.

Rheva terduduk ke karpet diikuti oleh Anjar yang kemudian meraih tubuh Rheva dan membaringkannya di sofa panjang.

Dengan jari-jari membuka celah-celah celana dalam Rheva, mulutnya kemudian menciumi vagina Rheva. Erangan Rheva semakin meninggi berganti dengan rintihan. “Dick, ayo sayang ….. ooooohhhh …. Yahhh, gitu sayang, adddduhhhh … nikmat sekali ….. aaakkkhhhh …. ” Setelah beberapa saat mengerjai vagina Rheva,

Anjar berlutut dekat Rheva dengan kaki kanan bertelekan di lantai, sedangkan kaki kirinya naik ke atas sofa, ia arahkan penisnya ke vagina Rheva dari celah-celah celana dalam Rheva.

Lalu perlahan-lahan ia masukkan penisnya ke vagina Rheva dan mulai melakukan tekanan, maju mundur, sehingga penisnya masuk keluar vagina Rheva. Aqila yang duduk di sebelah kiriku terangsang melihat Anjar dan Rheva, lalu mencium bibirku.

Kubalas ciumannya dengan tak kalah hebat sambil mengusap-usap punggungnya yang terbuka. Aqila memegangi kedua rahangku sambil menciumi seluruh wajahku, lidahnya bermain di sana-sini, membuat birahiku semakin naik, apalagi ketika lidahnya turun ke leherku dan dibantu tangannya berusaha membuka kaosku. Kuhentikan gerakannya meskipun ia membantah, “Ayo dong Gus?”

“Tenang sayang …. ” kucium bibirnya sambil menunduk dan dengan tangan kiri menahan lehernya, tangan kananku mengangkat kakinya hingga ia jatuh ke dalam boponganku dan kugendong menuju kamar tidur mereka. Kami tak pedulikan lagi Anjar dan Rheva yang semakin jauh saling merangsang. Kurebahkan tubuhnya di ranjang dan kubuka seluruh pakaianku.

“Cepet banget Gus, udah sampai ke ubun-ubun ya sayang?” tanya menggoda sambil berbaring.

“Udah berapa minggu nich, kangen pada tubuhmu …” jawabku sambil mendekati dirinya. Kembali kulabuhkan ciuman pada bibirnya sambil jari-jariku mengelus pundaknya yang terbuka sambil membukai kedua tali di pundaknya.

Lidahku mencari payudaranya dan mengisap putingnya. Isapan mulutku pada putingnya membuat Aqila mengerang dan menggelinjang, apalagi ketika sesekali kugigit lembut daging payudaranya dan putingnya yang indah, yang sudah tegang.

Mungkin karena pengaruh minuman keras dan tontonan yang disajikan Rheva dan Anjar barusan, kami berdua pun semakin liar saling mencium tubuh yang lain satu sama lain. Pakaian kami sudah terlempar kesana kemari.

Ciuman bibir, elusan jari-jari dan bibir, remasan tangan, jilatan lidah menyertai erangan Aqila dan aku. Kami berdua seolah-olah berlomba untuk saling memberikan kepuasan kepada yang lain. Apalagi ketika Aqila menindih tubuhku dari atas dengan posisi kepala tepat pada pahaku dan mengerjai penisku dengan ganasnya.

Vaginanya yang tepat ada di atas wajahku kuciumi dan kujilati, klitorisnya kukait dengan lidah dan kugunakan bibirku untuk mengisap klitoris yang semakin tegang itu. Setelah tak tahan lagi, Aqila segera bangkit lalu menungging di depanku. Rupanya ia mau minta aku melakukan doggy style posisi yang sangat ia sukai. Dari ruang keluarga, kudengar rintihan Rheva dan erangan Anjar.

Mungkin mereka sudah semakin hebat melakukan persetubuhan. Kuarahkan penisku ke vagina Aqila. Kugesek-gesekkan kepala penis hingga ia kembali merintih, “Guuussss, jangan permainkan aku! Ayo masukin dong, aku nggak tahan lagi, sayaaaanngg!” pintanya. Penisku mulai masuk sedikit demi sedikit ke dalam vaginanya.

Kupegang pinggulnya dan memaju-mundurkan tubuhnya mengikuti alunan penis masuk keluar vaginanya. Sekitar lima menit kulakukan gerakan begitu, ia belum juga orgasme, begitu pula aku. Kemudian kuraba kedua payudaranya yang menggantung indah dari belakang. Kuremas-remas sambil merapatkan dadaku ke punggungnya. Ia mengerang, mendesah dan merintih.

“Ahhhh ….. sshsshh, ouuughhhh, nikmatnyaaaa …… sayangkuuuuu. ….” Mendengar suaranya dan merasakan geliat tubuhnya di bawah tubuhku, membuatku makin terangsang. Lalu kutarik kedua tangannya ke belakang tubuhnya. Kupegang lengannya dengan sentakan kuat ke arah tubuhku hingga ia mendongakkan kepalanya.

Kedua tangannya berusaha menggapai payudaranya dan meremas-remas payudaranya sendiri. Kami berdua kini dalam posisi bertelekan pada lutut masing-masing, agak berlutut, ia tidak lagi menungging, penisku membenam dalam-dalam ke vaginanya.

Rintihan Aqila semakin tinggi dan saat kuhentakkan beberapa kali penisku ke dalam vaginanya, ia menjerit,

“Aaaaahhhhhh ….. oooooggghhh …..” Penisku terasa diguyur cairan di dalam. Aku tak kuat lagi menahan nafsuku dan menyusul dirinya mencapai puncak kenikmatan. Ia lalu menelungkup dengan aku menindih punggungnya yang sesekali masih memaju-mundurkan penisku di dalam vaginanya.

Keringat bercucuran di tubuh kami, meskipun pendingan kamar itu cukup dingin ketika kami baru masuk tadi. Kemudian kami berbaring berpelukan, aku menelentang sedangkan Aqila merebahkan tubuhnya di atasku. Di ruang sana tak terdengar lagi suara Anjar dan Rheva, mungkin mereka juga sudah orgasme.

Tanpa sadar, aku tertidur, juga Aqila. Aku terjaga ketika merasakan ciuman pada bibirku. Kubalas ciuman itu, tetapi aromanya berbeda dengan mulut Aqila. Kubuka kelopak mataku, kulihat Rheva masih telanjang membungkuk di atas tubuhku sambil menciumi aku.

Mataku terbuka lebar sambil memagut bibirnya memainkan lidahku di dalam mulutnya, ia membalas perlakuanku hingga lidah kami saling berkaitan. Sedangkan Anjar kulihat mendekati Aqila dan menciumi payudara istrinya. Aqila menggeliat dan membalas ciuman dan pelukan suaminya.

Tangannya mengarah ke bagian bawah tubuh Anjar meraih penis suaminya yang sudah melembek. Ia rabai dan kocok penis itu, hingga kuperhatikan mulai bangun kembali. Rheva yang semula hanya menciumi bibirku dan memainkan lidahnya, menurunkan ciumannya dan mencari dadaku, di sana putingku diciumi dan digigitnya lembut.

Lama-lama gigitannya berubah semakin buas, hingga membuatku merintih sakit bercampur nikmat, “Kenapa, sayang? Sakit ya?” tanyanya menghentikan permainannya sambil menatapku. Aku menggelengkan kepala dan memegang kepalanya agar kembali meneruskan ulahnya.

Lidahnya kembali terjulur dan bermain di putingku bergantian kiri dan kanan. Setelah itu, ia turunkan ciumannya ke penisku yang masih ada sisa-sisa sperma dan cairan vagina Aqila. Ia lumat dan masukkan penisku ke dalam mulutnya.

Penis yang sudah lembek itu kembali tegang mendapat perlakuan mulutnya. Tangannya memegang pangkal penisku melakukan gerakan mengocok.

Bibirnya dan lidahnya juga bermain di testisku dan “Uuuuhhhh ….” aku mendesah, sebab kini lidahnya menjilati analku tanpa rasa jijik sedikit pun.

Setelah itu kembali mulutnya bermain di testisku dan memasukkan kedua testis itu bergantian ke dalam mulutnya. Sedotan mulutnya membuat birahiku kembali muncul. Sementara rintihan Aqila kembali terdengar.

Kuintip mereka, Anjar kini menciumi paha istrinya, sama seperti perbuatan Rheva padaku. Rheva melihat penisku makin tegang, tetapi kemudian ia melangkah ke bufet kecil di samping ranjang. Tak lama kemudian ia kembali ke ranjang sambil memegang dildo berwarna merah di tangannya.

Penis buatan itu memiliki tali yang kemudian ia ikatkan ke pinggangnya sehingga kini Rheva terlihat seperti seorang laki-laki, tetapi memiliki payudara. Anjar masih terus menciumi paha isterinya ketika Rheva memegang rambut Anjar dan meminta Anjar menciumi payudara isterinya, sedangkan penis buatan sudah ia arahkan ke vagina Aqila.

Anjar menoleh sekilas ke arah Rheva, tetapi ia tidak menolak dan meremas-remas payudara istrinya sambil menciumi dan memilin putingnya.

Desahan Aqila semakin kuat disertai geliat tubuhnya, apalagi saat dildo Rheva mulai memasuki vaginanya yang kembali basah. Rheva kemudian memaju-mundurkan tubuhnya hingga dildo itu masuk keluar vagina Aqila.

Aqila mengerang dan meracau dengan tatapan mata sayu. Kudekati wajahnya dan kupagut bibirnya sambil turut membelai payudaranya membantu suaminya yang masih terus meremas dan menciumi payudaranya. Beberapa saat dengan posisi itu, membuat Aqila kembali naik birahi.

Rheva kemudian membalikkan tubuhnya ke samping sambil memegangi pinggang Aqila agar mengikuti gerakannya. Aku membantu gerakannya dan menggeser tubuh Aqila hingga kini berada di atas tubuh Rheva dengan dildo Rheva yang tetap menancap pada vagina Aqila.

Aqila yang ada di atas Rheva kini, menduduki perut Rheva sambil melakukan gerakan seakan-akan sedang menunggang kuda. Desahan Aqila semakin kuat sebab dildo itu benar-benar masuk hingga pangkalnya ke dalam vaginanya. Rheva tidak banyak bergerak, hanya pasif, tetapi jari-jarinya bermain di sela-sela vagina Aqila merangsang klitoris Aqila.

Aku memeluk Aqila dari belakang punggungnya, sedangkan Anjar dari arah depan tubuh Aqila meremas-remas dan sesekali menciumi dan menjilati payudara Aqila. “Gus, masih ada lubangku yang nganggur, ayo sayangg….. oooohhhh, nikmatnya” desahnya memohon. Aku menyorong tubuh Aqila agar rebah di atas tubuh Rheva, lalu kusentuh lubang analnya.

Kubasahi dengan sedikit ludah bercampur cairan vaginanya sendiri. Lalu setelah cukup pelumas, kumasukkan penisku ke dalam analnya. Kugerakkan penisku maju mundur, sedangkan Aqila dan Rheva saling berciuman, dan Anjar meremas-remas payudara kedua perempuan itu bergantian. Rintihan kedua perempuan itu semakin kuat terdengar.

Mungkin karena merasa tindihan dua tubuh di atasnya agak berat, Rheva agak megap-megap kulihat, sehingga kuajak mereka berdua melakukan gerakan ke samping.

Aku kini berbaring terlentang. Penisku yang tegang dipegangi tangan Aqila dan diarahkannya masuk ke dalam analnya sambil merebahkan tubuhnya terlentang di atasku.

Lalu Rheva kembali berada di atas tubuh Aqila memasukkan dildo pada pangkal pahanya ke dalam vagina Aqila. Gerakan Rheva kini aktif, berganti dengan aku yang pasif pada anal Aqila. Tak lama kemudian Aqila orgasme disertai rintihan panjangnya.

Kupeluk ia dari bawah, sedangkan bibirnya diciumi oleh Rheva dengan ganasnya. Anjar masih terus meremas-remas payudara kedua perempuan itu. Lalu Rheva mencabut penis buatan dari vagina Aqila dan berbaring di sampingku, sementara Anjar meletakkan tubuhnya di samping Rheva sambil memeluk tubuh Rheva dan mencium bibirnya.

Sekitar sepuluh menit kemudian, Aqila bangun dari atas tubuhku dan membuka tali yang mengikat dildo pada pinggang Rheva. Diperlakukan seperti tadi, rupanya membuat Aqila juga ingin mencoba apa yang dilakukan oleh Rheva terhadap dirinya.

“Mas, Gus, pegangi tangan dan kaki Rheva. Yuk buruan, jangan berikan kesempatan buat dia!” katanya memerintah kami berdua.

Rheva yang masih kecapekan karena mengerjai Aqila tadi mencoba meronta-ronta ketika tanganku memegangi kedua tangannya dan mementangkan lebar-lebar, sedangkan Anjar memegangi kedua telapak kakinya sehingga kedua paha dan kakinya terpentang lebar.

“Ah, Tante curang, masak pake pasukan mengeroyok ponakannya …” katanya protes.

“Biarin, abis ponakan nakal kayak gini. Masak Tantenya dihabisi kayak tadi?” gurau Aqila sambil berlutut di antara kedua paha Rheva. Ia lalu menundukkan wajahnya menciumi dan menjilati vagina Rheva. Rheva benar-benar tidak bisa berkutik, meskipun ia menggeliat-geliat, apalah artinya, sebab tangan dan kakinya dipegangi oleh dua lelaki dengan kuatnya.

Puas menciumi vagina Rheva, Aqila mengangkangkan pahanya di luar paha Rheva, lalu menujukan dildo pada pahanya ke dalam vagina Rheva. Setelah dildo tersebut masuk, kedua pahanya bergerak ke arah dalam ke bawah kedua paha Rheva, sehingga kedua paha Rheva semakin rapat mengunci dildo yang sudah masuk dengan mantap ke dalam vaginanya.

Sedangkan di bawah, kedua tungkainya mengunci kedua tungkai Rheva. Kini tanpa dipegangi oleh tangan Anjar pun, kaki Aqila sudah mengunci paha dan kaki Rheva dengan ketatnya. Mulut Aqila mengarah pada payudara Rheva dan melumat habis kedua payudara keponakannya.

Sedangkan aku, sambil mementangkan kedua tangan Rheva, mencium bibirnya dan memasukkan lidahku ke dalam mulutnya.

Sesekali kuangkat wajahku dan berciuman dengan Aqila. Erangan Rheva yang tak menduga serangan Tantenya semakin dahsyat, terdengar semakin berubah menjadi rintihan. Apalagi Tantenya semakin cepat menggerakkan dildo ke dalam vaginanya.

Beberapa kali ia malah menghentakkan dalam-dalam dildo tersebut ke vagina Rheva. Mungkin karena sudah sering melihat bagaimana gerakan penis suaminya atau penisku masuk keluar vaginanya, ia pun tergoda untuk melakukan aksi serupa. Cuma sekitar lima menit diserang begitu, Rheva tak kuasa lagi bertahan, ia merintih lirih,

“Tante Annnnaaaaa, aku dapet ….. aaahhhhhh …… nikmattt …… sssshhhhh .…… ooouuugghhh ….. aaaakkkhhh.” Aqila masih terus merojok vagina Rheva, hingga Rheva memaksaku melepaskan kedua tangannya dan menolakkan tubuh Tantenya, “Tante, udah dong, bisa pecah ntar memiawku!! Ahhh … sadis deh Tante!!” katanya.

Kami tertawa mendengar kalimatnya, sebab tahu mana mungkin pecah vaginanya dengan alat yang mirip penisku dan penis Anjar. Aqila merebahkan tubuh di samping Rheva seraya mencium bibir Rheva dengan lembut.


Keduanya berciuman agak lama dan kembali berbaring terlentang berdampingan. Aku dan Anjar mengambil tempat di samping mereka berdua.

Minggu, 08 Oktober 2017

Prediksi Togel Minggu 08 Oktober 2017....

Kisah iinii terjadii waktu aqu bekerja sbg sub diistriibutor sparepart motor kiira-kiira tahun 2005, waktu iitu aqu memiiliikii dua orang salesman yg bertugas sbg penjual produk. Diimana waktu iitu aqu menghadapii kendala mengenaii tagiihan yg molor darii para customer yg beriimbas langsung terhadap keterlambatan pembayaran aqu ke pabriik yg dapat menyebabkan diistriibusii produk kepada aqu tersendat.

Mulaii pagii hiingga siiang harii pukul 13.00 aqu siibuk menelpon para customer untuk miinta tolong supaya diibantu mengenaii pembayaran tagiihan yg sudah lewat jatuh tempo supaya segera diilaqukan pembayaran akan tetapi belum ada kepastiian juga.

Dan untuk sejenak menghiilangkan ketegangan piikiiran aqu maka aqu iiseng-iiseng chat dii Miirc dan aqu menggunakan niickname yg sangat extrem menurut aqu yaiitu

” AquSukaDiiLiihatWaniitaWaktuMandii “…… hahahahaha betapa konyol dan lucunya niickname aqu waktu iitu.

Dan enggak menunggu waktu lama maka banyak sekalii yg masuk mulaii darii sekedar menyapa sampaii memakii-makii aqu kerana menganggap aqu orang giila, akan tetapi ada juga yg jadii penasaran apakah memang benar niickname tersebut. Untuk sejenak aqu biisa melupakan masalah aqu dan hanyut dalem suasana seru chattiing.

Darii sekiian banyak orang yg menyapa aqu hanya ada satu orang yg bermiinat chat dgn aqu meskiipun awalnya hanya iiseng-iiseng saja. Banyak sekalii pertanyaan yg diiajukan mengenaii maksud aqu dgn niick tersebut sepertii berapa tariifnya ? maka aqu jawab gratiis aliias enggak ada tariif sebab aqu bukan giigolo, kemudiian tempatnya diimana ? dan aqu jawab terserah asalkan biisa diipertanggung jawabkan keamanannya supaya foto dan viideo aqu enggak beredar bebas dii iinternet sepertii banyak kasus yg sudah terjadii selama iinii.

Apakah boleh membawa kawan ? boleh asalkan biisa diipercaya untuk menjaga rahasiia iinii dan maxiimal tiiga orang. Mengenaii apa saja yg biisa diiliihat darii aqu ? maka aqu jawab semuanya biisa anda liihat, hanya aqu enggak mau berhubungan seks atau ML.

Sesudah melaluii perbiincangan yg panjang dii chat maka kita berdua sepakat untuk saliing menukar nomor handpone kita, dan aqu sebutkan nomor hp aqu supaya dapat berkomuniikasii sebelum pertemuan kita nantiinya. Dan sesudah iitu aqu mohon diirii kerana mestii bekerja sembarii tak lupa sebelumnya mengatakan biila ada yg kurang jelas anda biisa sms ke no hp aqu.

Kurang lebiih 10 harii kemudiian aqu mendapatkan sms yg iisiinya apakah boleh tahu mengenaii ciirii-ciirii fiisiik aqu ? maka aqu jawab Tb 167 Bb 67 warna kuliit sawo matang dgn rambut lurus hiitam, kemudiian diia bertanya kembalii berapa ukuran kemaluan aqu ? maka aqu jawab kurang lebiih 14 cm.

Sesudah aqu menjawab semua pertanyaannya, maka aqu gantii yg bertanya nama, usiia, dan diimana diia tiinggal ? namanya Ratna cewek berusiia 27 tahun dan tiinggal diidaerah rungkut surabaya, sedangkan ciirii-ciirii fiisiiknya adalah Tb 160 Bb 55 kg dgn warna kuliit kuniing dan rambut lurus hiitam sebahu.

Menurut iinformasiinya Ratna mengontrak sebuah rumah bersama 2 orang kawannya dan rencananya mereka akan mengundang aqu kerumahnya akan tetapi masiih mencarii waktu yg tepat supaya mereka biisa berkumpul bersama kerana mereka semua bekerja pada biidang dan perusahaan yg berbeda. Aqu hanya berpesan supaya sebaiiknya enggak mendadak supaya aqu biisa mengatur jadwal pekerjaan aqu terlebiih dahulu nantiinya.

Ternyata kurang darii 1 miinggu kalau enggak salah waktu iitu harii jumat pukul 20.00 Ratna telp ke hp aqu dan menanyakan apakah aqu biisa besok harii sabtu pukul 16.00 kerumahnya sebab waktu iitu 2 orang kawannya ada diirumah, dgn rasa cemas dan senang aqu langsung menjawab

” Biisa ” kemudiian Ratna memberiitahukan alamat rumahnya kepada aqu.

Sesudah telp diitutup aqu segera meluncur ke alamat yg diimaksudkan untuk mengecek kebenarannya. Tak sampaii 1 jam aqu sudah berada diidepan rumah yg diimaksudkan, sambiil tetap menjaga jarak supaya enggak tampak mencuriigakan aqu mengamatii rumah tersebut. Tiiba-tiiba ada 2 orang waniita muda kiira-kiira berusiia antara 27-29 tahun keluar darii rumah dan memanggiil seorang penjual nasii goreng, maka aqu berkesiimpulan bahwa Ratna enggak bohong, dan aqu langsung cabut darii siitu sebelum ketahuan oleh mereka.

Keesokan hariinya 1 jam sebelum pertemuan kita Ratna menelephone aqu untuk sekedar memastiikan bahwa rencana kita tetap berjalan sesuaii kesepakatan kita sebelumnya. Sesudah aqu menyelesaiikan pekerjaan aqu, maka aqu segera mandii dan bersiiap-siiap untuk berangkat kerumah Ratna, pukul 15.30 aqu berangkat darii rumah menuju rungkut dan enggak sampaii 30 meniit aqu sudah berada diidepan rumah Ratna. Kondiisiinya keliihatan sepii darii luar, aqu segera menekan bel rumahnya ….Tet….Tet ( piikiiran aqu kalut antara cemas dan senang, dan aqu yakiin mereka juga demiikiian ).

Kemudiian terdengar suara piintu rumah diibuka dan muncul seorang waniita yg aqu duga adalah Ratna ( sebab ciirii-ciiriinya sesuaii dgn yg dii smskan sebelumnya ), kemudiian diia bertanya ,

“Jallu ?” aqu jawab

“Benar, dan anda ?”

“ aqu Ratna”  jawabnya sambiil tersenyum maniis dan segera membukakan piintu gerbang serta mempersiilahkan aqu untuk masuk.

Sesudah aqu memarkiir motor aqu diigarasii, aqu segera masuk kedalem rumahnya dan diiperkenalkan dgn 2 orang kawannya. Yg pertama bernama Ratna umur 29 tahun Tb 165 Bb 58 kuliit putiih aslii Toraja dan yg kedua bernama Henny umur 28 tahun Tb 162 Bb 60 kuliit kuniing bersiih aslii jakarta, sedangkan Ratna sendiirii aslii malang.

Sesudah saliing memperkenalkan diirii, mereka bertiiga mulaii bertanya seputar rencana aqu dan mengapa aqu enggak mau ML ? maka aqu jawab aqu enggak mau ML bukan berartii aqu enggak suka ML akan tetapi aqu lebiih cenderung merasa enggak berhak atas diirii mereka yg notabene enggak ada hubungan apa-apa dgn aqu. Sesudah iitu mereka bertanya lagii apa batasan mereka dalem hal iinii terhadap aqu ? maka aqu jawab enggak ada batas untuk mereka kepada aqu, mereka boleh melaqukan apa saja kepada aqu selama enggak ML dan menyakiitii aqu.

Mungkiin kerana mereka sudah enggak sabar untuk meliihat aqu telanjang bulat diidepan mereka ( mereka bertiiga duduk diidepan aqu berjajar ) maka mereka menyuruh aqu segera memulaii acaranya ( perasaanku makiin enggak karuan waktu iitu ), akan tetapi sebelum aqu memulaiinya aqu bertanya kepada mereka, aqu lepas baju diisiinii atau diikamar mandii ? dan mereka serentak menjawab …

“diisiinii aja Jallu …..” wah malunya aqu….Dgn berusaha tetap tenang aqu mulaii membuka kaos aqu kemudiian celana jeans aqu ( suasana menjadii heniing waktu tiinggal CELANA DALAM yg melekat diitubuh aqu )….Dan tanpa ragu-ragu aqu menurunkan CELANA DALAM aqu..

Dan…..Tampaklah oleh mereka bertiiga seonggok Kemaluan aqu yg masiih tiidur ( mungiil dan lucu ….hahaha ). Aqu berusaha tetap tenang supaya enggak tegang, akan tetapi tiiba-tiiba bertanya,

“ boleh ya Ratna pegang Kemaluannya ?”

“siilahkan,” jawabku  maka Ratna segera memegang Kemaluan aqu dan enggak menunggu waktu lama Kemaluan aqu langsung menggeliiat bangun dan membesar, mereka bertiiga jadii tertawa bareng meliihat iitu ( aqu jadii malu banget ). kemudiian aqu miinta iijiin untuk mandii dulu sebab aqu sudah mulaii berkeriingat dan mereka bertiiga mengiikutii aqu hiingga diidepan piintu kamar mandii.

Kamar mandiinya pake shower jadii lebiih enak kerana enggak perlu menciiduk aiir pake gayung, seluruh badan aqu enggak luput darii sabun, kemudiian aqu siikat giigii. Semua aktiifiitas aqu diikamar mandii enggak luput darii perhatiian mereka bertiiga. Sesudah aqu mandii dan menyeka badan aqu dgn handuk aqu kembalii lagii keruang tengah bersama mereka dan mereka melarang aqu untuk memakaii baju. kemudiian aqu diisuruh berdiirii diidepan mereka, mereka mengamatii tubuh telanjang aqu dgn cermat mulaii kemaluan aqu hiingga anus aqu ( aqu nunggiing diidepan mereka ).

Kisah Janda, Mereka bergantiian memegang kemaluan aqu yg sudah tegang dan mengeluarkan caiiran beniing diiujung kepalanya dgn jarii-jarii mereka bergantiian mengusap-usap caiiran beniing aqu yg keluar. Dan rupanya mereka mulaii horny hal iitu terbuktii dgn tiiba-tiiba Henny mengangkat ujung dasternya keatas sehiingga memperliihatkan CELANA DALAMnya yg sudah basah pada bagiian depannya sambiil mengusap-usap kemaluannya darii luar CELANA DALAM dan berkata

“Jallu biisa bantu Henny pake Liidahmu ga ?”

“ ….oouhh Biisa” jawabku kemudiian aqu segera jongkok diidepan pahanya yg diirenggangkan, aqu ciiumiin kemaluannya darii luar CELANA DALAMnya sembarii kedua tangan aqu menurunkan CELANA DALAMnya kebawah untuk membukanya, dan Henny memudahkan rencana aqu dgn mengangkat sediikiit pantatnya.

Sesudah terbuka celana dalemnya terpampanglah semua bagiian pangkal pahanya, bulu kemaluannya enggak terlalu lebat akan tetapi rata, bagiian biibiir kemaluannya coklat tua dan rada becek mungkiin kerana sudah terangsang berat. Aqu mulaii menjulurkan liidah aqu dan mulaii menjiilatii perlahan dgn sesekalii menghiisapnya lembut ….

“ oouh oouh oouh….” ceracau mulut Henny mulaii terdengar, akan tetapi aqu enggak menghiiraukannya kerana aqu juga sedang asyiik dgn pekerjaan aqu … hiihiihii.

Tiiba-tiiba ada tangan diibawah pantat aqu yg berusaha memegang kemaluan aqu darii belakang, sehiingga aqu perlahan mengangkat pantat aqu dan posiisii aqu menjadii menunggiing dgn kakii rada diirenggangkan, rupanya tangan Ratna yg berusaha mengocok kemaluan aqu darii belakang. Aqu harus berkonsentrasii supaya jangan sampaii ejaqulasii lebiih dulu supaya enggak lemas, sebab selaiin aqu menjiilatii kemaluan Henny kemaluan aqu darii belakang diikocok oleh Ratna.

>>> SINGAPOREPOOLS <<<

ANGKA MAIN :  4 2 5 6
Top 2D : 04 12 25 36 42
Cadangan 2D : 56 65 72 84 92
TOP SHIO :  Kelinci Anjing Kuda
COLOK BEBAS : 2 5 6
AS : 0 1 3
            KOP : 7 8 9            
KEPALA : Besar / Ganjil
EKOR : Besar / Genap


Kemudiian darii sebelah kanan aqu tiiba-tiiba Ratna mendekatii Henny yg sedang duduk dgn kakii dan paha terbuka. Ratna mengangkat kaosnya keatas dan menurunkan BRAnya sehiingga terbukalah dadanya yg sudah mengeras sembarii menyodorkannya kepada Henny supaya mau mengulum ujung pentilnya….

“hemm oouh oouh oouh ssttt sstt” suara Ratna mulaii terdengar mendesah liiriih. Kerana posiisii Ratna yg berdiirii diiatas lutut dii sofa otomatiis Ratna jadii agak nunggiing, maka tiimbul keiingiinan aqu untuk mengerjaii Ratna, dgn tangan kanan aqu mulaii meraba-raba serta meremas lembut pantatnya yg padat.

Awalnya Ratna agak kaget akan tetapi sesudah sadar niiat aqu maka Ratna membiiarkan tangan aqu bergeriilya dii pantatnya….hehehe. Perlahan akan tetapi pastii aqu mulaii menuju kesasaran aqu yaiitu kemaluan Ratna yg sudah basah, kemudiian aqu tariik celana beserta CELANA DALAM Ratna kebawah supaya terbuka dan Ratna kaget dgn tiindakan aqu yg rada brutal juga …. hiihiihii, akan tetapi hal iitu enggak berlangsung lama kerana nafsu segera menguasaiinya kembalii …. hahaha. Aqu tariik celana dan CELANA DALAMnya sampaii ke lututnya sehiingga seluruh bagiian pantat Ratna yg sedang nunggiing terbuka bebas …. ooouuhh betapa iindah anugerah iinii, mulus sekalii pantat Ratna, aqu sempat terdiiam sejenak kerana takjub.

Tangan aqu mulaii mengelus-elus kemaluan dan anusnya darii belakang dan Ratna sediikiit merenggangkan pahanya supaya tangan aqu dapat lebiih leluasa melaqukan tugasnya. Darii belakang jarii-jarii tangan aqu mulaii menusuk-nusuk kemaluannya yg becek, dan iitu menambah rangsangan terhadap Ratna yg sedang diikulum ujung pentilnya oleh Henny …. oooouuuhhhh.

Tiiba-tiiba Henny mengejang sembarii menekan dan menjepiit kepala aqu kedalem pangkal pahanya dan semakiin basah kemaluan Henny pertanda diia mengalamii Orgasme …. suuurrr surrrr suuurrr caiiran keluar dgn deras darii kemaluannya dan menyentuh mulut serta hiidung aqu, kiira-kiira 1 meniit kemudiian Henny tergolek lemas tak berdaya diisofa, gelorabiirahii.com  dan kesempatan iinii enggak aqu siia-siiakan aqu segera bergeser ke Ratna diisebelah kanan aqu yg sedang nunggiing diipiinggiir sofa.

Dgn cepat aqu membuka seluruh bagiian bawah pakean Ratna hiingga telanjang dan masiih dgn posiisii nunggiing aqu mulaii menjiilatii kemaluan dan anusnya bergantiian darii belakang sembarii jarii-jariiku menusuk-nusuk kemaluannya, sesekalii aqu hiisap kemaluan Ratna …

“ouh ouh ouh sruup sruup sruup …oouh oouh”  aqu senang sekalii melaqukannya. Rupanya Ratnapun akan segera mengalamii orgasmenya sebab salah satu tangannya menekan kepala aqu supaya menempel diibelahan pantatnya ……dan seeer serrrr serrrr caiiran darii kemaluan Ratna mulaii membasahii muka aqu, rasanya asiin dan berbau khas akan tetapi hangat dan kental. Bersamaan dgn iitu kemudiian aqu roboh telentang diilantaii kerana terasa lelah seluruh badan aqu.

Sebentar kemudiian ada tangan dgn tiissue yg berusaha membersiihkan muka aqu darii siisa-siisa caiiran Henny dan Ratna, kemudiian aqu membuka mata aqu dan meliihat Ratna tersenyum diisebelah kanan aqu sembarii berdiirii dan melepaskan celana jeans beriikut CELANA DALAMnya sekaliian …. hemmm lebat sekalii bulu kemaluannya… kemudiian Ratna jongkok diiatas muka aqu sambiil menggesek-gesekkan kemaluan dan anusnya ke muka aqu supaya aqu jiilatii, sambiil aqu jiilatii aqu juga menggunakan jarii aqu untuk menusuk- nusuk kemaluannya.

Diitengah keasyiikan aqu mengoral Ratna aqu merasakan hangat dii bagiian kemaluan aqu ( aqu menduga ada yg mengulum kemaluan aqu ). kemudiian Ratna merubah posiisiinya menjadii 69 dan sempat aqu meliihat Henny dan Ratna bergantiian mengulum kemaluan aqu ….. ooooouuuhh niikmat sekalii rasanya, dan aqu semakiin cepat menusuk-nususk dan menjiilatii anus serta kemaluan Ratna. Kurang lebiih 10 meniit berlalu tiiba-tiiba Ratna menjepiit kepala aqu dan …..serrrrr serrrrr serrrrr caiiran keluar deras melaluii lobang kemaluannya dan menyiiram seluruh bagiian muka aqu, hangat dan kental sambiil aqu tetap menjiilatiinya perlahan kemudiian Ratna ambruk kesampiing, sementara Henny dan Ratna masiih siibuk mengulum dan mengocok kemaluan aqu, sedangkan aqu sendiirii sedang terengah-engah kehabiisan tenaga.

Kemudiian Ratna bangun dan iikut menjiilatii serta mengocok kemaluan aqu. Kondiisii kemaluanku sendiirii sudah memerah kerana sudah terlalu lama diikocok dan diikulum mereka, aqu mau keluar ujarku kepada mereka dan mereka semakiin cepat mengocok kemaluanku supaya cepat keluar ….Croot croot croot bergantiian mereka meneriima semburan sperma darii kemaluanku dgn mulutnya untuk biisa merasakan caiiran sperma aqu. Dan mereka enggak jiijiik dgn sperma aqu terbuktii dgn tiiada bekas yg tersiisa darii sperma aqu sediikiitpun. Sesudah iistiirahat kiira-kiira 30 meniit kita berempat mandii bersama dan yg jelas aqu jadii tahu tubuh telanjang mereka semua …. hiihiihii.


Sesudah kita mandii dan memakaii baju, aqu kemudiian pamiit pulang kerana jam sudah menunjukkan pukul 22.00, akan tetapi sebelum aqu keluar piintu rumahnya tiiba-tiiba Henny memeluk aqu darii belakang sembarii menyiisiipkan sebuah amplop putiih keciil ke saqu celana aqu sambiil berkata … buat belii rokok ya aqung katanya, akan tetapi aqu buru-buru menolaknya sambiil berkata …. maaf aqu bukan GIIGOLO,….akan tetapi Ratna menjawab … kita enggak akan pernah menganggap kamu sbg GIIGOLO sampaii kapanpun,dan mulaii waktu iinii kamu adalah SOBAT kita, teriimalah ungkapan teriima kasiih kita untukmu ( sungguh terharu aqu waktu iitu ). Aqu menciium piipii dan keniing mereka bertiiga sebelum pulang, Teriima kasiih kataqu.

Sabtu, 07 Oktober 2017

Prediksi Togel Sabtu 07 Oktober 2017....

>>> SINGAPOREPOOLS <<<

ANGKA MAIN : 9 3 4 7 
Top 2D : 09 13 24 37 49
Cadangan 2D : 54 63 74 89 97
TOP SHIO :  Ayam Babi Ular
COLOK BEBAS : 3 7 9
AS : 0 1 2
           KOP : 5 6 8            
KEPALA : Kecil / Genap
EKOR : Besar / Ganjil


Sedikit tentang diriku aku yang saat ini sedang mengurusi skripsi di salah satu PTS di kota gudeg mempunyai cerita yang mana terlibat dengzan pacar pertamaku, perkenalkan diriku nama Hanik umur 24 tahun dengan tinggi 167 cm dan berat badan 48 kg mempunyai rambut panjang hitam warna kulit putih dengan ukuran BH 34B, seminggu yang lalu aku baru saja jadian sama cowok yang memintaku untuk jadi pacarnya.

Siapa yang bisa menolak dia adalah idolaku, dengan tubuh yang atletis tinggi matanya juga menarik membuat aku terpana namanya andi dia adalah pacar pertamaku dia sekarang bekerja di salah satu perusahaan swasta, dia juga pintar merayu membuat aku klepek klepek dengan gombalannya, kami berpacaran selama ini biasa biasa saja, mungkin kita hanya berciuman di dalam mobil atau tempat yang sepi, hanya gitu gitu saja kalau kita bertemu, jujur saja aku juga ingin hal yang memanas lagi sering juga aku selalu membayangkan bercumbu dengan andi sampai aku orgasme.

Dan tepat kita seminggu berpacaran andi mengajak aku untuk jalan jalan ke pantai, kita janjian untuk berangkat pagi , tapat jam 7 andi menjemputku di rumah aku sangat gembira sekali malamnya karena aku memikirkan mana yang harus aku pakai setelah memilah milih aku memakai kaos yang tanpa lengan dengan celan jeans, aku pun juga mempersiapkan pakaian cadangan takutnya nanti kalau basah dan celana dalam aku tak lupa, tak lama andi datang dengan mobilnya.

 “gimana nik, udah semua ? tanya andi,

“iya dah semua” kemudian aku naik di dalam mobil karena tempat ku tempat widata juga tidak terlalu jauh mungkin hanya satu jam samapi kesana , dan dalam perjalanan karena masih sepi tak sampai satu jam kita sudah sampai, rupanya tempat wisatanya belum buka, aduhh kepagian nih

“gimana kalau kita naik lagi mas, siapa tau ada pemandangan yang asik lagi, pintaku”

“iya udah sekalian nunggu tempat wisatanya buka, langsugn andi tancap gas lagi kulihat kanan kiri memang pemandangannya asik asik setelah sampai di atas andi memakirkan mobilnya,

“kita tunggu disini saja ya dek? Sambilo mengeluarkan jajanan dan minuman yang sudah di siapkan, kita sarapan roti aja dulu ya dek, kamu pasti juga belum sarapan kan??

“betul mas aku belum sarapan dan lapar hehe..”

Kami pun ngobrol ngobrol sambil makan roti dan karena asiknya, andi ngomong, “wah makan roti kok sampai belepotan begini dek, sini aku bersihin, aku pikir dia akan mengambil tisu dan mengelap coklat yang belepotan tadi, “sini biar aku yang bersihkan dek??

Tangannya memang sudah memegang tisu , tapi wajah andi mendekat dan bibirnya menyentuh bibirku dan di jilati bekas coklat yang ada di mulutku, uhh uhh uhh aku kaget dan merinding karena udara pagi sungguh kencang di tambah mendapat reflek ciuman dari andi.

Slep slepp aku hanya diam, dan kurasa semua sudah bersih dia menghentikan, wajah dia masih dekat denganku kira kira hanya ada jarak satu jari, aku berucap terimakasih mas, sambil bergetar waktu aku bicara, tangan andi yang lembut mernyentuh pipiku dan menegakkan dahuku ke atas kulihat matanya yang hitam , nafasku terasa sesak tapi aku coba untuk mengontrolnya, andi pun mencium lagi bibirku , aku bales dengan ciuman juga, mataku sayuh sayuh tanganku aku rangkul ke leher andi sedangkan tangan andi memegang pipiku , ciuman kami semakin mesra dan ada gairah.

Lidahku masuk kedalam rongga mulut andi, andi juga menggigit lidahku dan mencubir bibirku dengan gigitannya aku mendesah sedikit ahhhh, aku meminta lebih dengan aku semakin erat merangkulnya,

Tapi andi melepaskan rangkulanku dan berkata I miss u sayang, apa mungkin dia jijik karena aku mendesah tadi saat berciuman , hahh sudahlah aku balas miss u to sayang, langsung tak pakai lama andi menyalakan mobilnya dan menuju ke tempat wisata tadi,

Kita pun masuk dalam area wisata dan bermain samapi menjaelang malam, gak kerasa kami bermain air dan pantai kira kira waktu sudah menunjukan pukul 7 malam , sebelum balik kos kami makan dulu di salah satu resto yang dekat dekat dengan wisata, bla bla bla kita selesai makan kira kira jam 9 nan, aku lupa bahwa tak pesan pada teman kos atau ibu kos kalau pulangku malam begini, “mas nanti hanik tidurnya dimana mas, soalnya aku juga gak member pesan pada anak kos kalau mau pulang larut malam”??

“gimana ya dek,gak mungkin lagi kalau hanik tidur di kos mas?? Ya kan??bentar bentar kita cari jalan tengahnya saja , kata mas andi

“gimana kalau kita menginap di penginapan saja disini kan banyak penginapan, jangan cemas sayang?

 “iya mas , terserah mas saja , dari pada hanik nanti tidur di luar hehe.

Kami mendatangi sebuah penginapan pertama kami tanya rupanya kamar sudah penuh dan lanjut cari lagi karena memang ini malam minggu jadinya rame sekali, terus kami cari dan menemukan yang masih kosong satu tapi hanya sigle bed, tak apalah ketimbang gak dapat sama sekali dan waktu sudah menunjukan pukul 12 malam, sampai kamar mas andi langsung tidur di ranjang sedangkan aku yang sudah gerah menuju ke kamar mandi dulu untuk mandi dang anti pakaian,

Dalam batinku kalau tau nginap gini aku memakai pakaian celana dalam yang seksi dan pakai baju yang seksi juga, yaudah dengan rasa kecewa hilang sudah aku bisa bermesraan dengan mas andi di kamar, setelah selesai mandi aku keluar dan kulihat mas andi sudah tidur , hmm malah sudah tidur duluan aku bangunkan dia dan menyapa , “udah tidur ya mas”

“dah selesai juga ya mandinya??

“iya mas, mas gak mandi sekalian saja??

“gak dek, soalnya gak bawa salin sama handuk juga”

“di dalam kamar mandi ada handuk juga mas, pakai pakain itu lagi gak papa mas??buruan mandi aja dulu mas?

Kemudian dia mengiyakan saranku dan menuju ke kamar mandi, saat aku di ranjang malah rasanya ngantuk datang, aku pakai selimut dan tidur , saat aku memejamkan mata kurasakan ada yang mencium pipi dan keningku, saat aku buka mata mas andi yang telanjang di bagaian atas sedangkan bagian bawah tertutup oleh handuk , terlihat badan yang oke sizepack paerutnya membuat aku bernafsu.

“mas gak pakai kaos lagi, nanti kedinginan lho, sambil senyum dengan gairah.

Mas andi hanya senyum juga dan dia langsung menyenderkan kepalanya di samboingku kami langsung ciuman dengan penuh hasrrat dan birahi lidah kami saling bertemu dan saling menghisap, hmm hmmm aku merangkul dia dan mengusap bagaian punggungnya yang terasa basah sedangkan tangan kananku memainkan putingnya, kurasa dengan cara ini mas andi semakin bergairah dia memeluk erat tubuhku dan berada di atasku dia menciumi dari bibir pindah ke bawah telinga , ahh ahhh aku tak bisa menahan desahan.

Dia semakin ganas dengan meyentuh dadaku dan mengusap ngusap dengan lembut membuata aku mendesah dan tubuhku menggelinjang , ahhh hmmm hmm aku gigit bibir bagian bawah sambil merem melek, dia mahir untuk membuat aku bergairah hingga kurasakan memekku sudah basah akibat perbuatannya , semakin liar tangan mas andi masuk ke dalam tangtop dan menyentuh gundukan payu daraku, di buka Bh ku dari belakang hingga lepas, auuhh uhhh kurasakan tangan mas andi membelai halus ke dua toketku.

“dek tengtopnya di lepas saja ya , pintanya , aku pun membuka tengtop dan Bhku sehingga membuat aku telanjang untuk bagian atas, langsung saja mas andi menikmati dengan mengulum kedua putingku di basahi dengan air liur nya dan di remas remas gemas membuat aku mendesah dan menggelinjang karena kegelian,

Hmm mas ahh ahhh ahh erangan mulutku, mas andi semakin bergairah dengan mengulum dalam putingku dan menghisap menyedot putingku, bergantian dia menciumi toketku yang sudah mengeras dengan tangannya yang kiri dia mengelus ngelus bagian perut dan pindah ke bawah untuk menyentuh memekku yang masih memkain pakain jeans, kuarasakan tangan mas andi ingin sekali membuka celana jeans, aku angkat agak sedikit pinggulku supaya bisa leluasa mas andi untuk membuka resleting, dan tak lama celana jenasku sudah bisa di copot hanya memakai celana dalam tangan dia mengelus ngelus gundukan memekku yang sudah basah .hmmm masss masss lanjutkan mas enakk gumamku.

Dengan jarinya dia menjawil jawil dan mempermainkan itilku , uhh uuhh membuat tubuhku bergetar sedangkan mulutnya masih mengulum putingku , dan kurasakan aku sudah mulai ada kontraksi tubuhku bergetar aku pun memegang seprei di pinggiran menahan orgasme yang mau datang, dan akhirnya prgasme yang pertama sudah selesai pada diriku tapi mas andi masih bernafsu dia masih mengulum putingku dan turun menciumi perutku berjalan kebawah membuka celana dalamku , ohhh ohh rasanya sungguh diambang kenikmatan.

Terlihat bener memekku yang basah dan memerah dengan sedikit bulu tipisnya , di sikat dengan jilatan dia dengan lidahnya ke memekku , dengan lembut dia menghisap memekku di masukkan lidahnya ke memekku membuat aku mau orgasme lagi, dan ahhh ahhh bener tak lama aku orgasme untuk ke dua kalinya.

Aku tak tahan aku jambak rambut dia yang sedang membersihkan cairanku dengan lidahnya nafasku juga tak beraturan merasakan kenikamatan yang tak pernah aku rasakan sebelumnya, “masss uhhh ahhh ahhh terusin mas”

Kurasakan lidahnya semakin masuk ke dalam membuat cairanku tak henti hentinya untuk mengalir, desahan demi desahan membuat tubuhku menggelinjang kuat, dan lagi lagi aku dibuat orgasme untuk ketiga kalinya, setelah lama dia menciumi memekku dia ganti naik keatas untuk menciumi bibirku tubuhku sekarang sudah bugil, sedangkan mas andi yang masih memakai handuk kurasakan saat berada di atasku ada tonjolan dari penisnya yang menyentuh perutku, bibir kami saling bertemu dan semakin bergairah lagi.

Aku juga tak tinggal diam aku pun membalas ciumannya aku semakin semangat dan mendesah akibat lidah kami saling bertemu, aku merangku dari bawah dan mengusap ngusap punggungnya sedangkan tangan mas andi membelai mesra rambutku sedangkan tangannya meremas pantatku dengan gemas,

“uhh mas”

“sayang aku sangat mencintaimu, dengan kata seperti itu membuat aku nyaman dan tenang dan mencium bibirku dengan halus, aku sudah terlena dengna ucapannya sampai membalas perkataannya tak bisa, karena aku sudah di penuhi oleh gairah, aku rangkul mas andi dan ku dekatkan bibirnya sebagai tanda bahwa aku siap untuk meninggalkan keperawananku untuk kamu mas.

Mas andi berganti b=menciumi leherku menjilati membuat aku bergairah kurakan penis mas andi juga menyentuh memekku membuat badanku gemetaran , lagi lagi dia bisa membuat aku terangsang dengan ciumannya yang berhenti di putingku “ahhh ahhh ahh sedangkan tangan kanannya meremas remas, dia pun sudah berdiri dan memegang kaki untuk agak sedikit menyuruh untuk membukanya dengan mata tertutup aku sudah siap untuk di masuki penis di memekku, pertama di usap usap dulu memekku yang usdha basah di tempelkan kepala penisnya dan di gesek gesekkan rasanya darahku naik, dia agak susah untuk langsung masuk karena memang memekku masih sempit, dengan tekanan demi tekanan penis dia masuk setengah.

Rasanya sangat linu sekali pertama, “sayang gak usah khawatir ya awalnya sakit nanti juga enak, kata mas andi. Sambil menenangkan dia mencium bibirku karena sudah becek memekku jadinya aku sudah terbiasa akan penis mas andi secara perlahan dia keluar masukkan penisnya dan kahirnya lancar semakin cepat dia menggerakan penisnya aku mendesah panjang,

Tak lama mas andi semakin cepat dan tak bisa menahan jepitan memeku di penisnya rasanya berdenyut denyut “sayang aku mau keluar nih , di keluarin dimana , tanya nya sambil terengah engah nafasnya.

“di keluarin di dalam saja mas, pikirku kerena aku dalam keadaan tidak subur dan gak masalah juga pikirku. Kemudian kurasakan cairan dari penisnya keluar rasanya hangat di dalam memekku crott crott crott sungguh membuat aku kenikmatan yang tiada tara.

Kemudian tubuh mas andi berada di sampingku dengan mencabut penisnya yang sudah loyo, sambilo memelukku berkata “kita jangan pisah ya , kita jalan bersama terus sambil mengusap rambutku dengan romantis dia mencium bibirku.

“iya mask au juga tak mau pisah dengan mu, kataku sambil aku menempelkan tubuhku dan memeluk tubuh mas andi hampir satu jam kami bercumbu hingga akhirnya mata sudah ngantuk dan badan sudah lelah, kami pun sepakat untuk tidur dengan keadaan telanjang berselimut, aku dibangunkan oleh cahaya yang masuk dari jendela , saat aku buka mata pertama aku kaget karena aku sedang dalam keadaan telanjang dan baru pertama tidur denga cowok, tapi aku ingat ingat kejadian semalam sungguh mengasikkan, ku lihat wajah mas andi yang masih tertidur pulas aku cium pipinya dan membuat dia bangun dia langsung membalas denagn ciuman yang mesra

“selamat pagi sayang , udah bangun duluan ya , kata dia

“iya sayang , kami pun berciuman di pagi hari membuat kenikamatan lagi sisa semalam, karena sudah cukup aku iseng untuk melepas ciuman dan mau pergi kekamar mandi dulu, saat aku beranjak dari ranjang tangan mas andi merangku perutku dan mendekatkan lagi, “nanti saja sayang mandinya, mas andi menciumi perut menuju ke leherku membuat aku terangsang lagi di pagi hari.

 “hmmm ahhh ahh”

Mas andi menciumi leherku tangannya meremas remas toketku sedangkan tangan satunya memegang memekku dan mempermainkan dengan jarinya sampai menyentuh klitorisku membuat memekku jadi basah lagi tubuhku terangkat dan darahku serasa naik kurasakan aku mau orgasme lagi di pagi ini,

Aku yang duduk dipangkuannya dan merangkul lehernya kakiku aku buka sehingga penis mas andi yang sudah mulai tegak perlahan masuk ke dalam memekku, setelah masuk semua diangkat tubuhku naik turun mas andi memompa , uhh rasanya sungguh enak sekali ngentot di pagi hari sehabis tidur,


Ahh ahh lama kelamaan di genjot tubuhku kontraksi lagi aku merangkul tubuh mas andi dengan erat dan aku mengerang panjang aku mencapai orgasme disusul oleh mas andi yang sudah mencapi klimaks, setelah itu kami mandi bersama dan habis mandi gejolak nafsu timbul lagi , kemudian sebelum meninggalkan hotel kami sempatkan ngentot lagi, hingga akhirnya ku ketehui sprei basah semua dan ada noda bercak darah tandanya hilang keperawananku, setelah kejadian tersebut kami sering melakukan ngentot entah di kamr kosnya mas andi atau menyewa hotel untuk chek in.

Kamis, 05 Oktober 2017

Prediksi Togel Kamis 05 Oktober 2017....

>>> SINGAPOREPOOLS <<<

ANGKA MAIN : 1 6 2 5
Top 2D : 01 16 25 32 41
Cadangan 2D : 52 61 75 86 92
TOP SHIO :  Kuda Anjing Tikus
COLOK BEBAS : 1 2 5
AS : 0 3 4
           KOP : 7 8 9            
KEPALA : Kecil / Genap
EKOR : Besar / Ganjil


Pergaulan dikota yg membuatku menjadi liar hingga sampai-sampai aku bisa mengenal yg namanya berhubungan Sex. Berawal dari kawan-kawanku yg cerita tentang betapa nikmatnyamelakukan hubungan Sex dgn seorang wanita, nikmatnya mencium kemaluan virgin, nikmatnya kemaluan dikulum sampai ngecrot, dan lain-lain masih banyak lagi kawan-kawanku bercerita kepadaku. tetapi selama ini aku hanya bisa melihat video dewasa saja dan melampiaskannya saja dikamar sambil mengocok kemaluanku sendiri. Hingga akhirnya aku bisa merasakan benar apa yg dikatakan kawan-kawanku, kalau ngentot seorang gadis virgin itu sangat nikmat sekali.Sebut saja bi minah, pembantu yg sudah tua dan sudah lama bekerja sebagai pembantu dirumahku. Bahkan bapak dan ibuku sudah menganggapnya seperti keluarga sendiri.

Suatu ketika bi minah minta ijin kepada bapak dan ibuku untuk pulang kedesanya, karena adiknya yg didesa sedang sakit dan bi minah harus merawatnya, jadi dia harus pulang. Tetapi bi minah tidak pulang begitu saja, sebelum bi minah pulang, bi minah menyuruh anak perempuannya untuk datang kerumahku untuk menggantikan pekerjaannya selagi bi minah pulang.

Anak bi minah ini masih sangat muda sekali, usianya masih belasan tahun. Sebut saja namanya Aryati, panggilannya Yati. Meskipun dia berasal dari desa, tetapi dia memiliki kulitan seperti orang kota yg perawatan. Dia memiliki kulit putih bersih, serta badannya langsing bagus, aku dapat melihatnya kemolekan badan Aryati dibalik pakaian desa yg dipakainya. Setelah seminggu Aryati tinggal dirumahku, aku semakin akrab dgnnya karena pada saat itu aku sedang liburan sekolah, makanya aku sering dirumah, toh juga ada pemandangan yg enak dirumah. Kalau pekerjaan Aryati sudah selesai semua kami sering ngobrol banyak ngalor ngidul kayak sudah kenal lama.

Hingga akhirnya suatu pagi bapak dan ibuku bilang kepadaku untuk jaga rumah karena bapak dan ibuku ingin pergi ketempat saudara dan pulangnya larut malam. Bapak dan ibuku juga berpesan kepada Aryati untuk melaYati semua yg aku inginkan karena kebiasaanku pada ibunya Aryati juga begitu, Aryati pun mengangguk ketika mendengar pesan dari ibuku. Aku pun sangat senang sekali, karena dgn Aryati melaYatiku aku akan bisa menggodanya dgn bebas, dan aku akan berusaha membuktikan apa benar yg dikatakan kawan-kawanku tentang nikmatnya berhubungan Sex. Setelah ibuku pergi, aku langsung memanggil Aryati.

“Yati, sini temenin aku ngobrol sambil aku makan, ” kataku ketika melihat Aryati melintas.

“Kamu sekolah kelas berapa Yati ?

“SMP kelas 3, mas. Tapi tidak tahu tahun depan apa bisa melanjutkan ke SMA, ” katanya polos.

“Di kampung sudah punya pacar apa belum ? Atau apa malah sudah dilamar ? ” tanyaku lagi.

“Belum mas, sungguh !” jawab Aryati. “Kalau mas sendiri, pasti sudah punya pacar ya ?”

“Gadis kota mana mau sama aku, Ya ? ” kataku mulai mengeluarkan rayuan gombal.

“Lagipula aku sukanya gadis yg masih polos seperti kamu. “

“Ah mas, bisa saja, ” katanya malu-malu,

“Aku kan cuma anak seorang pembantu. “

“Yati, aku sudah selesai makan. Nanti setelah beres-beres kamu temenin aku ke ruang atas ya. Soalnya aku kesepian, bapak dan ibu baru pulang malam hari, ” kataku sambil bergegas naik ke lantai atas sambil mikir gimana ya bisa ngadalin si Aryati.

Kutunggu-tunggu Aryati tidak naik-naik ke lantai atas. Akhirnya dia datang juga, rupanya habis mandi, karena tercium wangi sabun luks. Segera kusuruh ia duduk menemaniku nonton VCD. Sengaja kuputar film pinjeman kawanku yg biasanya kuputar kalau bapak/ ibu tidak di rumah. Kupilih yg tidak terlalu vulgar, supaya Aryati jangan sampai kaget melihatnya. Adegan yg ada paling cuma percintaan sampai di ranjang tanpa memperlihatkan dgn detail.

Rupanya adegan-adegan itu membuat Aryati terpengaruh juga, duduknya jadi tidak bisa diam.

“Mas. sudah ya nontonnya, aku mau ke bawah, ” katanya.

“Tunggu dulu, Yati, aku mau ngomong, ” kataku yg telah dapat ide untuk menjeratnya,

“Kamu takut tidak bisa melanjutkan sekolah apa karena biaya ? Kalau cuma itu, soal sepele, aku akan membantumu, asal …”

“Asal apa mas, ” katanya bersemangat.

“Asal kamu mau membantu aku juga, ” kataku sambil pindah ke dekatnya. Segera kuraih tangannya, kupeluk dan kucium bibirnya. Aryati sangat kaget dan segera berontak sambil menangis.

“Yati, kamu pikir aku akan memperkosamu ? ” kataku lembut.

“Aku cuma mau supaya kamu bersedia menjadi pacarku. “

Ia membelalak tidak percaya. Sebelum ia sempat mngucapkan apa-apa kuserbu lagi, tapi kali dgn lebih lembut kukecup keningnya, lalu bibirnya. Kugigit telinganya, dan kuciumi lehernya. Aryati terengah-engah terbawa kenikmatan yg belum pernah dialami sebelumnya. Ingin rasanya segera kurebahkan dan kutiduri, tapi akal sehatku mengatakan jangan terburu-buru. Menikmati kopi panas harus ditiup-tiup dulu sebelum direguk. Kalau langsung bisa lidah terbakar dan akhirnya malah tidak dapat apa-apa.

Perlahan-lahan dari menciumi lehernya aku turun ke bagian atas dadanya, dan kubuka kancing dasternya dari belakang tanpa setahunya. Tetapi ketika akan kuturnkan dasternya ia tersadar dan mau protes. Segera kubuka pakaian kaos t-shirt ku sambil mengatakan udara sangat panas. Ia tersipu melihat dadaku yg bidang, hasil rajin fitness.

“Yati kamu curang sudah lihat dadaku, sekarang biar impas aku juga mau lihat kamu punya dong. “

“Ah jangan mas, malu, ” katanya sambil memegang erat bagian depan dasternya.

“Pakaiannya doang yg dibuka, Yati. kalau malu behanya nggak usah, ” kataku sambil menyerbunya lagi dgn ciuman. Yati tergagap dan kurang siap dgn serbuanku sehingga aku berhasil membuka dasternya. Segera kuciumi bagian seputar buah dadanya yg masih tertutup beha berwarna hitam.

“Aduh mas, mhm, enak sekali, ” katanya sambil menggelinjang. Tanganku pun bergerilya membuka pengait behanya.

Tetapi ketika kulepaskan ciumanku karena hendak membuka behanya ia kembali tersadar dan protes.

“lho mas janjinya behanya tidak dibuka” Tanpa menjawab segera kuserbu buah dadanya yg tidak besar tetapi sangat indah bentuknya, dgn pentil yg kecil berwarna coklat muda. Kukulum buah dada kanannya sambil kuemut- emut. Ia tidak dapat berkata-kata tetapi menjerit-jerit keenakan. Terdengar alunan suara erangan yg indah,

” mph, ehm, ahhh, ‘ dari bibirnya yg mungil. Jemariku segera mulai menjelajah selangkangannya yg masih tertutup celana dalem yg juga berwarna hitam. Rupanya hebat sekali rangsangan demi rangsangan yg Aryati terima sehingga mulai keluar cairan dari Kemaluannya yg membasahi celana dalemnya.

“Oh mas, oh mas, eemmmph, enak sekali, ” lenguhnya. Tanpa disadarinya jariku sudah menyelinap ke balik celana dalemnya dan mulai menari-nari di celah kewanitaannya. Jariku berhasil menyentuh klitorisnya dan terus kuputar-putar, membuatnya badannya gemetaran merasakan kenikmatan yg amat sangat. Sengaja tidak kucolok, karena itu bukan bagian jariku tetapi adik kecilku nanti.

“Ahhh !” jerit Aryati, dibarengi badannya yg mengejang. Rupanya ia sudah mencapai klimaksnya. Tak lama badannya melemas, setelah mengalami kenikmatan pertama kali dalem hidupnya. Ia terbaring di sofa dgn setengah telanjang, hanya sebuah celana dalem yg menutupi badannya. Segera aku berdiri dan melepaskan celana panjang serta celana dalemku, pikirku ia masih lemas, pasti tidak akan banyak protes.

“Lho mas, kok mas telanjang. Jangan mas, jangan sampai terlalu jauh, ” katanya sambil berusaha untuk duduk. “

“Yati, kamu itu curang sekali. Kamu sudah merasakan kenikmatan, aku belum. kamu sudah melihat seluruh badanku, aku cuma bagian atas saja, ” kataku sambil secepat kilat menarik celana dalemnya.

“Mas, jangan ! ” protesnya sambil mau memertahankan celana dalemnya, tetapi ternyata kalah tangkas dgn kecepatan tanganku yg berhasil melolosi celana dalemnya dari kedua kakinya. Terlihatlah pemandangan indah yg baru pertama kali kulihat langsung. Kemaluannya masih terkatup, dan baru ditumbuhi sedikit bulu-bulu jarang. Adik kecilku langsung membesar dan mengeras.

Segera kuciumi bibirnya kembali dan kulumat buah dadanya. Aryati kembali terangsang. Lalu sambil kuciumi lehernya Kunaiki badannya. Kubuka kedua kakinya dgn kedua kakiku,

“mas, jangan, oh !” katanya. Tetapi tanpa memperdulikan protesnya kulumat bibirnya agar tidak dapat bersuara. Perlahan-lahan kemaluanku mulai mencari sasarannya. Ah, ternyata susah sekali memasukkan burung peliaraanku ke sangkarnya yg baru. Bolak-balik meleset dari sasarannya. Aku tidak tahu pasti di mana letaknya sang lubang kenikmatan.

“Mas, jangan, aku masih virgin, ” protes Aryati ketika berhasil melepaskan bibirnya dari ciumanku.

“Jangan takut sayg, aku cuma gesek-gesek di luar saja, ” kataku ngegombal sambil memegang kemaluan dan mengarahkannya ke celah yg sangat sempit. Ketika tepat di depan gua kewanitaannya, kutempelkan dan kusegesk-gesek sambil juga kuputar-putar di dinding luar Kemaluannya.

“Mas, mas, mphm, oh, uenak sekali, ” katanya penuh kenikmatan. Kurasakan cairan pelumasnya mulai keluar kembali dan membasahi helmku. Lalu mulai kepala helmku sedikit demi sedikit kumasukkan ke dalem Kemaluannya dgn menyodoknya perlahan-lahan,

“Aw mas, sakit ! Tadi katanya tidak akan dimasukkan, ” protes Aryati, ketika kepala helmku mulai agak masuk.

“Nggak kok, ini masih di luar. Udah nggak usah protes, nikmatin aja, Yati !” kataku setengah berbohong sambil terus bekerja. Sempit sekali lubangnya si Yati, sehingga susah bagiku untuk memasukkan torpodeku seluruhnya. Wah kalau begini terus, jangan-jangan si otong sudah muntah duluan di luar, pikirku. Sambil sedikit demi sedikit memaju-mundurkan kemaluanku, kugigiti telinganya dgn gigitan kecil-kecil. Tiba-tiba kugigit telinganya agak keras, Yati terpekik,

“Aw !” Saat itu dgn sekuat tenagaku kusodok kemaluanku yg berhasil tenggelam semuanya di Kemaluannya Aryati. Gerakan pantatku semakin menggila memaju-mundurkan kemaluanku di dalem Kemaluan Aryati. Tetapi tidak kutarik sampai kelaut, takut susah lagi memasukkannya. Rupanya rasa sakit yg dialami Aryati tergantikan dgn rasa nikmat. Yg keluar dari bibir mungilnya hanyalah suara ah, uh, ah, uh setiap kali ku maju mundurkan kemaluanku, menandakan ia sangat menikmati pengalaman baru ini.


Kemaluanku semakin menegang. Keringat bercucuran dari badanku, Akupun melngalami kenikmatan yg selama ini hanya kuimpikan. Sekitar selangkanganku terasa ngilu. Rupanya aku sudah mendekati klimaks. Gerakan pantatku semakin cepat, terasa jepitan Kemaluan virgin desa ini semakin kencang juga. Empuk sekali rasanya setiap kali kemaluanku terbenam di dalemnya. Terasa hampir meledak kemaluanku, siap memuntahkan lahar panasnya ke dalem surga kenikmatan Aryati. Dgn sekut tenaga kubenamkan kemaluanku sedalem-dalemnya dan croooot, croooot, crooot ! Air maniku muncrat ke dalem rahim Aryati, Terdengar lenguhan panjang dari bibir mungil Aryati. Rupanya kami mencapai orgasme bersamaan. Badankupun jatuh terbaring di atas badannya penuh dgn kenikmatan. Kami berdua terbaring tak berdaya. Badan lemas, tetapi masih terasa kenikmatan yg sampai ke ubun-bubun.